Anda di halaman 1dari 13

KELOMPOK 3:

JESICA MULYADI
JUMETRI ANGGRAINI
KHAIRUN NISA
KHARIZA FADHILLA
KHOLIPATUL JANNAH
LEVIA RAMDASARTIKA

PENGEMBANGAN PROFESI DAN KARIR


BIDAN
A. PENGERTIAN

Pengembangan karir bidan adalah perjalanan


pekerjaan seseorang dalam organisasi sejak
diterima dan berakhir pada saat tidak lagi
bekerja diorganisasi tersebut.
Menurut Mondy yaitu meliputi aktivitas-
aktivitas untuk mempersiapkan seorang
individu pada kemajuan jalur karir yang
direncanakan.
Prinsip pengembangan karir:
a) Pekerjaan itu mempunyai pengaruh terhadap
pengembangan karir.
b) Bentuk skill yang dibutuhkan ditentukan permintaan
pekerja.
c) Pengembangan hanya terjadi jika individu belum
memperoleh skill yang sesuai dengan tuntutan
pekerjaan
d) Waktu yang dibutuhkann dapat direduksi/dikurangi
Pengembangan karir terdiri dari

Perencanaan karir Manajemen karir


(career planning) (career management)

Tujuan pengembangan karir:


a) Mendapatkan persyaratan menempati posisi/jabatan tertentu.
b) Mengusahakan pengembangan karir karena tidak otomatis
tercapai, terganutng pada lowongan/jabatan, keputusan dan
tergantung presensi pimpinan.
B. PERKEMBANGAN KARIR PROFESI BIDAN

a. Pendidikan Lanjut usaha untuk


meningkatkan kemampuan teknisi, hubungan
antar manusia dan moral.
Pengembangan pendidikan indonesia sudah
dirancang secara berjenjang dan berlanjut.
contoh : program DIII dan DIV kebidanan
b. JobFungsional kedudukan yang
menunjukkan tugas, kewajiban hak serta
wewenang PNS.
Jenis di bidang kesehatan: Dokter, Dokter gigi,
Perawat, Bidan, Apoteker, Asisten apoteker,
Pengawas farmasi makanan dan minuman,
Pranata laboratorium, dll.
c. Karir
fungsional pengembangan karir
bidan secara fungsional telah disiapkan dengan
jabatan fungsional melalui pendidikan
berkelanjutan dan hasil akhirnya dapat
meningkatkan kemampuan profesional bidan dan
melaksanakan fungsinya.
fungsi bidan: pelaksana, pengelola, pendidik,
peneliti.
Misi pendidikan berkelanjutan kebidanan, yaitu:
a) Mengembangkan pendidikan berkelanjutan
berbentuk sistem.
b) Membentuk unit pendidikan bidan di tingkat pusat,
provinsi, daerah, kabupaten, dan cabang.
c) Membentuk tim pelaksana pendidikan berkelanjutan.
d) Mengadakan jaringan dan bekerjasama dengan
pihak terkait.
Tujuan pendidikan berkelanjutan kebidanan,
yaitu:
a) Pemenuhan standar
b) Meningkatkan produktivitas kerja
c) Efisiensi
d) Meningkatkan kualitas pelayanan
e) Meningkatkan moral
f) Meningkatkan karier
g) Meningkatkan kemampuan konseptual
h) Meningkatkan kemampuan kepemimpinan
i) Imbalan
j) Meningkatkan kepuasan konsumen
k) Pendidikan formal dan non formal
C. PROSES PERUBAHAN

1. Perubahan Teknologi dalam lingkup


kebidanan adanya evidance based bidan,
sehingga bidan harus memberikan asuhan
yang mengacu pada evidance based.
2. Perubahan demografi menetapkan
standar praktik bidan yang menjadi pedoman
dalam memberikan asuhan kebidanan.
3. Gerakan Konsumen konsumen ingin
uang yang dikeluarkan bermakna karena
konsumen lebih paham tentang sehat dan sakit.
4. Promosi Kesehatan pencegahan
penyakit dalam masyarakat.
5. Gerakan Wanita mendorong tenaga
kesehatan untuk mendapatkan otonomi dan
tanggung jawab dalam memberikan asuhan.
6. Gerakan Hak Asasi Manusia bidan
menghargai seluruh klien individu yang memiliki
hak dalam mendapatkan pelayanan kebidanan.
Ciri-ciri perubahan:
a) Perubahan spontan
b) Perubahan keterlibatan
c) Perubahan dan sikap pengelolaan
Penyebab proses perubahan:
a) Faktor pendukung/pendorong
b) Faktor penghambat
c) Cara mempengaruhi kekuatan
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai