Anda di halaman 1dari 16

CONGENITAL TORTICOLLIS

DISUSUN OLEH :
1. Armada Karima Yudha
2. Herviani Valentina P
3. Siti Munirah
4. Virna Oktaviana S
PENGERTIAN
Kata Torticollis berasal dari bahasa Latin, Torta
(twisted yang berarti terputar) dan Collum (leher).
Tortikolis menggambarkan posisi abnormal leher.
Sedangkan Congenital berarti bawaan atau muncul
sejak lahir.
Kongenital Torticollis adalah kondisi keterbatasan
gerak leher kongenital atau bawaan sejak lahir, dimana
anak akan menahan atau memposisiskan kepala pada
satu sisi dengan dagu mengarah pada sisi yang
berlawanan (Anonim,2010).
PENGERTIAN
Tortikolis adalah suatu kondisi di mana otot
leher (otot sternokleidomastoid) lebih pendek
pada salah satu sisi leher, dibandingkan dengan
otot leher yang lain. Congenital Torticollis juga
dikenal sebagai 'leher miring (wry neck). Salah
satu sisi kepala bayi dan wajah mungkin memiliki
bentuk yang berbeda dari sisi lain atau asimetris
(Physiotherapy Department,2013).
PENGERTIAN
Totikolis merupakan kelainan kongenital
dimana otot Sternocleidomastoideus mengalami
fibrosis dan gagal memanjang sementara tubuh
anak terus (Apley,1995).
ETIOLOGI
a. Faktor utama belum diketahui (ideopatik).
b. Faktor resiko :
Iskemik otot sternokleidomastoid di
intrauterin karena posisinya yang
menyimpang (presentasi bokong).
Trauma saat kelahiran.
Kelainan posisi janin atau riwayat lahir
sungsang
PATOFISIOLOGI
Patofisiologi dan Pathways
MANIFESTASI KLINIK
Kepala miring ke satu sisi
Terbatas jangkauan gerak leher
Benjolan atau pembengkakan pada otot leher
Leher menjadi tidak seimbang dan pendek pada
bagian yang fibrosis
Di sisi yang fibrosis, telinga mendekati bahu
Garis mata dan garis bahu membentuk sudut
(normalnya sejajar)
Perkembangan muka dapat menjadi asimetris
KOMPLIKASI
Asimetris bentuk wajah dan asimetris bentuk
kepala
Penglihatan ganda (diplopia)
Tulang belakang akan skoliosis untuk
mengimbangi miringnya vertebrata servikalis
PENATALAKSANAAN
Fisioterapi, diberikan setiap hari berupa masase dan
peregangan dengan harapan otot akan dapat memanjang.
Operasi, dilakukan untuk memperpanjang otot
sternokleidomastoid apabila fisioterapi tidak berhasil dilakukan.
Penggunaan collar neck (penahan leher) pada torticolis
kongenital kadang diperlukan untuk membantu proses
pemulihan.
Toksin Botulinum, suntikan Botulinum Toksin A telah digunakan
untuk pengobatan kongenital torticolis oleh para praktisi
berpengalaman untuk refraktori peregangan secara manual.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Rotgen, dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada struktur
tulang leher.
Ultrasonografi, untuk mengetahui adanya massa atau
pembesaran pada otot sternokleidomastoid.
Elektromiografi, untuk mengetahui adanya kontraksi pada
otot yang persisten otot leher.
MRI atau CT-scan harus dilakukan bila diketahui adanya nyeri
leher.
Pemeriksaan fungsi Tiroid, hal ini harus dilakukan karena
mungkin saja terjadi perubahan pada kelenjar tiroid seperti
hipertiroid (pembesaran kelenjar tiroid).
ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
Data biografi
Adanya kekakuan, pembengkakan, deformitas,
ROM, gangguan sensorik
Pengkajian pada sistem lain :
Riwayat kesehatan masa lalu mencakup juga
kelahiran
Riwayat gangguan muskoloskeletal
Riwayat kesehatan keluarga
PENGKAJIAN
Aktivitas sehari-hari
Pemeriksaan fisik (head to toe) terutama pada
sistem muskoloskeletal dan bagian leher
Pemeriksaan diagnostik
Terapi obat
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Perubahan persepsi/sensoris berhubungan
dengan obstruksi atau kerusakan di syaraf
pendengaran.
2. Gangguan konsep diri berhubungan dengan
perubahan citra tubuh
3. Hambatan mobilitas fisik berhubungan
dengan kontraktur otot leher
INTERVENSI KEPERAWATAN
Intervensi Keperawatan
TERIMA KASIH