Anda di halaman 1dari 37

Tahapan dalam Pembuatan

Peta Geologi dalam Dunia


Pertambangan

Mata Kuliah
Geologi Tambang
Kelompok :
Andri Sulistyo ( 03021381419130)
Erza Novarindra ( 03021381419166)
Fredy Mukti ( 03021281419110)
M.Dwi Septian ( 03021381419120)
Onggy Aries Seka ( 03021381419122)
Ravisi Gustama ( 03021381419148)
Pendahuluan
Pengertian Peta Geologi

Peta geologi pada dasarnya merupakan suatu sarana untuk


menggambarkan tubuh batuan, penyebaran batuan, kedudukan
unsur struktur geologi dan hubungan antar satuan batuan serta
merangkum berbagai data lainnya. Peta geologi juga merupakan
gambaran teknis dari permukaan bumi dan sebagian bawah
permukaan yang mempunyai arah, unsur-unsurnya yang merupakan
gambaran geologi, dinyatakan sebagai garis yang mempunyai
kedudukan yang pasti.
Bagian Bagian Peta
Judul Peta :
diambil dari bagian terbesar wilayah yang tercantum dalam satu
sheet peta
Legenda Peta :
penjelasan dari simbol - simbol yang tercantum dalam peta.
Skala Peta :
bagian yang menunjukan ukuran dalam lembar peta dengan medan
sebenarnya. Skala ini ada dua jenis yaitu skala garis dan skala angka. Dalam
peta topografi biasanya dicantumkan keduanya. Rumus perhitungan : jarak
dimedan sebenarnya = jarak di peta x skalanya. (Contoh : skala peta 1:25000;
1:50000; 1:100000) cara membacanya adalah 1:25000 berarti 1 cm dalam peta
adalah 25000 cm di medan sebenarnya atau 250 meter.
Gambar .1 Contoh Indek Informasi Spasial Penggunaan Lahan Propinsi Kalimantan
Selatan (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional)
Garis Koordinat
jaring-jaring dalam peta yang terdiri dari garis vertikal dan
garis horisontal. Penulisanya biasanya denga koordinat
geografis, derajat, menit dan detik (Contoh : 940 15 114,4)
biasanya disertakan L untuk Lintang dan B untuk Bujur.

Garis Ketinggian atau biasa disebut garis kontur


Adalah garis yang menyerupai sidik jari yang menunjukkan
titik ketinggian yang sama dalam peta. Karena merupakan
tanda dari ketinggian yang sama, maka garis ini tidak akan
pernah saling memotong tapi bisa bersinggungan.
Tahun Pembuatan Peta
merupakan keterangan yang menunjukkan tahun terakhir peta
tersebut diperbaharui. Hal ini sangat penting karena kondisi
permukaan bumi bisa berubah sewaktu waktu.

Deklinasi, yaitu garis keterangan yang menunjukan beda Utara


Peta dan Utara Magnetik (Utara Kompas).
Metoda Pemetaan Geologi Lapangan
lapangan meliputi antara lain: buku catatan lapangan, peta
topografi (peta dasar), kompas geologi, lensa stereoskop, palu
geologi, kamera, serta peralatan tulis lainnya.
Pekerjaan pemetaan geologi lapangan mencakup observasi
dan pengamatan singkapan batuan pada lintasan yang dilalui,
mengukur kedudukan batuan, mengukur unsur struktur
geologi, pengambilan sampel batuan, membuat catatan pada
buku lapangan dan mem-plot data geologi hasil pengukuran
keatas peta topografi (peta dasar).
Hasil akhir dari suatu pemetaan geologi lapangan adalah suatu
peta geologi beserta penampang geologinya yang mencakup
uraian dan penjelasan dari bentuk bentuk bentangalam atau
satuan geomorfologinya, susunan batuan atau stratigrafinya,
struktur geologi yang berkembang beserta gaya yang bekerja
dan waktu pembentukannya dan sejarah geologinya.

Gambar : Kompas Geologi merk Brunton yang umum digunakan dalam


pemetaan
Gambar : Unsur-unsur Struktur Perlapisan Batuan yang harus diukur
dengan menggunakan Kompas Geologi adalah : Strike (Jurus Perlapisan
Batuan), Direction of dip ( Arah Kemiringan Lapisan Batuan), dan Angle of
dip ( Besaran Kemiringan Lapisan Batuan).
Gambar : Kegiatan observasi dan pemeriksaan batuan
dilapangan
Gambar : Pengukuran Jurus dan Kemiringan lapisan batuan
Gambar : Pengukuran dan Mencatat pada buku lapangan
Gambar : Penentuan lokasi dari singkapan batuan dilapangan
dengan menggunakan GPS
Metode Penentuan Penyebaran Batuan
Pada gambar sebelumnya : singkapan batuan yang diketahui
jurus dan kemiringan lapisan batuannya. Untuk menentukan
sebarannya dilakukan langkah langkah sebagai berikut:

1. Membuat garis kontur struktur melalui titik P (batas


kontak batuan pada ketinggian 900 meter). Kontur struktur
900 dibuat melalui titik P yang merupakan kelanjutan dari
jurus perlapisan batuan. Batas sebaran kontak batuan adalah
perpotongan antara garis kontur struktur dengan kontur
topografi pada ketinggian yang sama, yaitu pada kontur 900
meter. (gambar .a).
2.Garis kontur struktur 880, 860, 840 dibuat dengan cara menarik
garis yang sejajar dengan garis struktur 900. Posisi garis kontur
struktur 880, 860, 840 akan berada dibagian selatan dari garis kontur
struktur 900 karena arah kemiringan lapisan ke arah selatan (gambar
b).

3.Penyebaran kontak batuan ditentukan berdasarkan perpotongan


antara kontur struktur dengan kontur topografi (kontur struktur
900 dengan kontur topografi 900, kontur struktur 880 dengan kontur
topografi 880, kontur struktur 860 dengan kontur topografi 860, dan
kontur struktur 840 dengan kontur topografi 840.

4.Perpotongan kontur struktur dan kontur topografi 900


berpotongan di 2 titik, kontur 880 berpotongan di 2 titik, kontur 860
juga 2 titik, demikian juga perpotongan kontur 840 juga ada 2 titik.
Penyebaran kontak batuan dibuat dengan cara menghubungkan
titik-titik perpotongan tersebut seperti diperlihatkan pada gambar c
dengan garis putus-putus.
Gambar : Metoda penentuan sebaran batuan berdasarkan
perpotongan jurus perlapisan batuan dengan garis kontur
Gambar : Contoh hasil ploting data geologi pada peta dasar. Pada gambar
tampak hasil pengukuran unsur-unsur geologi berupa: kedudukan batuan
(strike/dip), jenis struktur geologi (arah liniasi sesar/patahan), dan batas
satuan batuan serta lokasi pengamatan.
Gambar : Contoh hasil ploting data geologi pada peta dasar. Pada gambar tampak
hasil pengukuran unsur-unsur geologi berupa: kedudukan batuan (strike/dip), jenis
struktur geologi (arah liniasi sesar/patahan), dan batas satuan batuan antara batuan
metamorf (gneiss), batuan beku (diabasic), retas pegmitite dan batuan sedimen
(shale).
Pemetaan geologi dapat juga dilakukan dengan bantuan
potret udara sebagai peta dasarnya. Untuk kepentingan
pemetaan, potret udara yang diperlukan adalah potret udara
yang saling overlap. Dengan mempergunakan stereoskop,
maka kenampakkan 3 dimensi dari daerah yang akan
dipetakan dapat diperoleh. Pemetaan dilakukan dengan cara
penafsiran terhadap karakteristik batuan dan struktur geologi
yang tampak di dalam potret. Untuk mendapatkan peta
geologi yang maksimal maka diperlukan pengecekkan
lapangan, terutama pada beberapa lokasi yang dianggap
penting dan merupakan kunci dari hasil penafsiran potret
udara.
Gambar : Sepasang potret udara stereoskopik wilayah Villanueva, New Mexico,
dipotret tahun 1984. Skala asli potret adalah 1:24,000, tampak pada gambar skala
potret sudah direduksi. Potret diatas diambil secara overlap sehingga dengan
menggunakan stereokop lensa dapat dilihat kenampakan 3 dimensi dan dapat dipakai
untuk pemetaan .
Basisdata Peta Geologi
Tujuan utama dari kebanyakan survei geologi adalah
menghasilkan suatu peta geologi. Pada masa sekarang survei
geologi tidak saja untuk menghasilkan peta geologi, akan
tetapi menyimpannya menjadi suatu basisdata dari berbagai
jenis peta geologi maupun peta geologi teknik. Kebutuhan
terhadap rancangan model data untuk basisdata peta
geologi menjadi sesuatu yang penting, terutama yang
berkaitan dengan konsep 3 dimensi terutama hubungan antar
satuan batuan, patahan/sesar, dan obyek geologi lainnya di
peta. Hal ini menjadi tantangan kedepan mengingat piranti
lunak untuk mengelola basisdata bersifat dinamis dan
perancangan basisdata juga berkembang seiring dengan
perkembangan teknologi informasi.
Gambar : Peta geologi daerah Karangsambung, Kecamatan Sadang,
Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Gambar : Peta geologi daerah Grey Site and Vicinity
.
Manfaat dan Kegunaan Peta Geologi :
Peta geologi sebagai peta yang menggambarkan sebaran berbagai
jenis batuan dan struktur geologi dalam suatu peta dan merupakan
sumber informasi geologi dari suatu wilayah akan bermanfaat bagi
para perencana maupun pelaksana dalam bidang:

1.Keteknikan (Pembangunan Pondasi Bendungan, Jalan Raya, Daya


Dukung Lahan, Daerah Rawan Longsor, Daerah Rawan Banjir, dll)

2.Perencanaan Wilayah dan Kota (Perencanaan Tata Ruang)

3.Pertambangan (Potensi Bahan Galian Ekonomis)

4.Perminyakan (Potensi Sumberdaya Gas dan Minyakbumi)

5.Industri (Potensi Sumberdaya Air dan Mineral).


Penyusunan Peta
Peta geologi disusun berdasarkan data hasil pengamatan dan
penelitian di lapangan dan analisis di laboratorium, atau
kompilasi, yang disajikan dalam bentuk gambar melalui proses
kartografi.
Pengumpulan dan penyiapan Data
1.Pemetaan geologi dilaksanakan melalui beberapa tahapan
kerja
2. Data lapangan dan studio digunakan untuk menyusun peta
geologi skala besar. Selanjutnya, ditambah informasi baru
digunakan untuk dasar penyusunan peta geologi regional skala
kecil.
Tahapan Pemetaan geologi
Penyiapan Peta
1). Peta skala besar
a. Peta dasar topografi disiapkan pada bahan yang stabil (peta garis
hijau).
b. Peta dasar lapangan sejauh mungkin berskala sesuai dengan skala peta
yang diterbitkan, atau sedikit lebih besar, berupa ozalid yang dipotongpotong
dan direkat pada kain blacu sesuai ukuran tas peta.
c. Peta lapangan juga digunakan untuk mengoreksi unsur topografi/
geografi (desa atau gunung yang tidak tepat lagi nama dan letaknya),
sebagai bahan perbaikan peta dasar.
d. Menyimpulkan semua data dan informasi menjadi peta
geologi sementara diatas garis hijau dengan semua simbol yang
diperlukan.
e. Menerapkan aturan pemakai huruf
f. Menyiapkan penampang geologi, kolom korelasi satuan stratigrafi dan
keterangan pinggir.
- Penampang geologi dibuat pada milar milimeter dengan skala yang
jelas.
- Keterangan pinggir legenda
g. Cara penggambaran
- Unsur geologi pada peta garis hijau menggunakan pena
rapidograf
atau pensil HB oleh pemeta.
- Tebal garis mengikuti pedoman pada Gambar 4
h. Menyelesaikan naskah lengkap peta geologi tahap pertama,
yang
terdiri dari data geologi yang terhimpun, pola aliran dan
geografi yang
telah diperbaiki dari kajian citra inderaan jauh dan data
lapangan.
i. Menyiapkan naskah lengkap untuk penelaahan berupa peta
geologi berwarna lengkap dengan penampang dan keterangan
pinggir.
Format Peta Geologi
2). Peta skala kecil
a. Menghimpun informasi dari berbagai sumber dan peta
geologi hasil
pemetaan sebelumnya.
b. Merajah hasil pengamatan lapangan, antara lain lokasi
pengamatan,
sentuhan satuan peta, jurus dan kemiringan, sesar, antiklin,
sinklin dan
kelurusan di atas sehelai lembar tindih.
c. Merajah lokasi pada lembar tindih tersendiri, meliputi:
- penelitian petrografi
- fosil dan umurnya
- tanggalan radiometri
- analisis kimia
- prospek sumberdaya mineral dan energi
- semua unsur geografi yang penting
.
d. Menyiapkan kolom korelasi satuan stratigrafi dan
keterangan pinggir.
- Kolom satuan stratigrafi dibuat pada kertas/milar milimeter
dengan format disarankan seperti pada Gambar Contoh
Format Peta Geologi .
- Keterangan pinggir legenda disusun sesuai format di atas
kalkir milimeter, selebihnya diusahakan masuk dalam peta
garis hijau.
e. Menyiapkan naskah lengkap untuk penelahan berupa peta
geologi berwarna lengkap
Penelaahan Peta
1). Penelaahan naskah dan peta geologi
dilakukan oleh ahli yang mempunyai
wawasan yang luas.
2). Penelaahan dapat dilakukan lebih dari 1 kali,
tergantung kerumitan tataan
geologi.
A.Kewajiban yang harus dipenuhi oleh penelaah adalah:
- Membina kerjasama serta saling pengertian dengan penyusun;
- Menyarankan perbaikan unsur geologi pada peta seperti struktur
dan stratigrafi

B.Kewajiban penyusun peta geologi yang peta dan naskahnya


sedang ditelaah adalah:
- Melakukan dialog langsung dengan penelaah (dan peredaksi );
- Mempelajari segala saran telaahan dan segera melakukan
perbaikan
seperlunya pada tahap penelaahan (dan pada tahap
pelaksanaan kartografi selanjutnya );
- Melakukan perbaikan asasi pada tahap penelaahan saja (dan tidak
pada tahap kartografi);
- Membaca naskah setelah diset dan membubuhkan koreksi
seperlunya (tahap kartografi).
Mutu Peta Geologi :
1). Mutu atau kualitas peta geologi ditentukan oleh bobot
(kualitas, kuantitas dan ketepatan) data dasar yang terkandung
di dalamnya, yang disajikan dengan baik dan benar. Mutu peta
geologi juga ditunjang oleh proses kartografi dan
pencetakannya.

2). Peta geologi yang lengkap sebagai informasi terdiri dari:


a. unsur petanya sendiri, yang merupakan pencerminan suatu
lingkungan geologi dalam gambar dua matra.
b. Unsur penampang, yang bertujuan memberikan gambaran
matra ke tiga .
c. Unsur uraian dalam bentuk keterangan pinggir.
Pengemasan dan Pendokumentasikan
Peta Geologi :
Pengemasan :
Peta geologi dilipat menurut kaidah yang ada, yang
hakekatnya memudahkan pemakai melihat nama dan nomor
lembar peta, dan dimasukkan di dalam kantong yang
disediakan.
Pendokumentasikan :
Menyusun laporan terbuka yang dilengkapi hasil analisis
laboratorium (paleontologi,petrologi, kimia batuan,
pentarikhan umur batuan dan sebagainya), lokasi contoh
batuan dan lokasi pengamatan. Laporan terbuka tersebut yang
menyertai peta geologi disimpandi perpustakaan instansi yang
bersangkutan dan terbuka untuk umum.