Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

IMAN KEPADA MALAIKAT ALLAH


SMP NEGERI 5
DISUSUN OLEH :
KELAS VII B
FIDA AULIA NABHAN DANU
KURNIAWAN FITRAH AULIA
JINNI APRILIANI M.
AQILLA ANANTA SETIA VINA
MUTIARAYATI
GURU PEMBIMBING : PAK ASMADI, S.AG
TAHUN AJARAN 2015/2016
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dengan rasa syukur kepada Allah swt. atas rahmat dan
hidayah-Nya, kami telah berhasil menyusun makalah
Pendidikan Agama Islam untuk SMP kelas VII .
Makalah Pendidikan Agama Islam untuk SMP ini
bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan
keimanan melalui pemberian dan pemupukan
pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengalaman
peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi
manusia yang muslim yang terus berkembang dalam hal
keimanan, ketakwaannya kepada Allah swt. serta
berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara, serta untuk melanjutkan pada
jenjang pendidikan lebih tinggi .
Kemudian kepada semua pihak yang memberi dan
memberikan dukungan penulisan makalah ini, khusus
Penerbit kelas VII B 5 serta para pembaca makalah ini,
kami mengucapkan terima kasih . Akhirnya, semoga
makalah ini bermanfaat dan memperoleh rida dari Allah
swt.
Pengertian Iman kepada Malaikat-Malaikat Allah
SWT.
Menurut bahasa
bentuk jama dari
.

Konon malaikat berasal dari kata ( risalah) atau

menyampaikan pesan, dan ada yang menyatakan dari


( mengutus) dan ada pula yang berpendapat selain
dari keduanya.
Adapun menurut istilah, ia adalah salah satu jenis
mahluk Allah yang Ia ciptakan khusus untuk taat dan
beribadah kepada-Nya serta mengerjakan semua tugas-
tugas-Nya (Q.S. al-Anbiya:19-20). Malaikat berarti
mahluk langit. Sedangkan menurut istilah syara,
malaikat berarti Mahluk ghaib yang diciptakan Allah
yang berasal dari nur atau cahaya dengan wujud dan
sifat-sifat tertentu dan senantiasa mengabdi dan taat
kepada Allah. Tidak diperoleh penjelasan kapan malaikat
diciptakan, tetapi diciptakan lebih awal daripada Adam,
manusia pertama (Q.S. al-Baqarah:30).
Allah telah menciptakan sejenis mahluk ghaib, yaitu
malaikat di samping mahluk lainnya. Sebagai mahluk
ghaib wujud malaikat tidak dapat dijangkau oleh
pancaindra manusia, kecuali jika malaikat menampilkan
diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Malaikat
adalah hamba Allah yang mulia (Q.S. Al-Anbiya:26).
Malaikat dibekali akal tetapi tidak mempunyai nafsu, oleh
karena itu senantiasa menyembah kepada Allah patuh
atas segala perintah-Nya dan tidak pernah berduhaka
kepada-Nya (Q.S. Al-Anbiya:27). Atas dasar ketaatan
kepada Allah pula malaikat bersedia sujud kepada
manusia. Hal ini berbeda dengan iblis yang terbuat dari
nar (api) yang menentang perintah bersujud tersebut.
Dikisahkan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 34:
Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepda para
malaikat: sujudlah kamu kepada Adam, maka
sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur
dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang
kafir. (Q.S. Al-Baqarah : 34)
Sujud di sini berarti menghormati dan memuliakan
Adam, bukan sujud memperhambakan diri. Karena
sujud memperhambakan diri hanya kepada Allah.
Malaikat diberi tugas-tugas yang ada hubugannya
dengan wahyu, rasul, manusia, alam semesta,
akhirat, di samping ada malaikat yang diberi tugas
untuk melakukan sujud kepada Allah swt. Secara
terus menerus.
Malaikat mempunyai sifat yang berbeda dengan mahluk lainnya.
Percaya kepada adanya malaikat terdapat dalam enam rukun iman
yaitu pada rukun iman kedua. Yaitu iman kepada malaikat Allah.
Iman kepada malaikat, artinya percaya bahwa malaikat adalah
mahluk Allah yang senantiasa patuh pada-Nya dan tidak pernah
mendurhakai-Nya. Beriman kepada malaikat hukumnya wajib bagi
setiap orang islam (fardlu ain). Orang islam yang tidak mengimani
adanya malaikat dianggap murtad dan Allah mengkafirkan orang-
orang yang mendurhakai-Nya. Perintah untuk beriman kepada
malaikat ditegaskan dalam Al-Quran dan Al-Hadits (Q.S. Al-
Baqarah:285). Keberadaan malaikat ditetapkan berdasarkan dalil-
dalil yang qathiy (pasti), sehingga mengingkarinya adalah kufur
berdasarkan ijma umat islam, karena ingkar kepada mereka berarti
menyalahi kebenaran al-Quran dan As-Sunnah. Dengan izin Allah
sewaktu-waktu dapat menjelma ke alam materi, sebagaimana
pernah terjadi pada zaman rasul dahulu.
Tanda-tanda beriman pada malaikat ada
yang berupa sikap mental yakni pikiran dan
perasaan, ada pula yang berupa sikap lahir
yaitu ucapan dan perbuatan. Tanda-tanda
beriman yang berupa sikap mental itu
bersiat abstrak, tidak dapat diketahui
dengan pancaindra dan yang
mengetahuinya individu itu sendiri dan
Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui segala
yang ghaib dan yang nyata (syahadah).
Mengacu kepada ajaran-ajaran Allah yang terkandung dalam Al-Quran
dan Hadits, tanda-tanda beriman kepada malaikat yang berupa sikap
mental itu seperti:
1. Meyakini dalam hati bahwa malaikat adalah mahluk yang lebih dulu
diciptakan Allah daripada manusia, asal kejadiannya dari nur atau
cahaya. Tempat tinggal tetap malaikat adalah di langit, dan dalam rangka
melaksanakan perintah Allah setiap saat mereka turun ke bumi(Q.S.
Maryam:64).
2. Meyakini dalam hati bahwa malaikat bersifat ghaib, tidak dapat
dilihat oleh manusia biasa, senantiasa mentaati perintah Allah dan tidak
pernah mendurhakai-Nya, tidak berjenis laki-laki ataupun wanita, tidak
memiliki hawa nafsu dan tidak beranak atau diperanakkan, tidak
membutuhkan makanan dan segala apa yang bermateri, para malaikat
tidak akan mengalami kematian sebelum datang hari kiamat, para
malaikat hanya bisa mengerjakan apa yang hanya diperintahkan oleh
Allah, tidak memiliki inisiatif untuk berbuat lain, dan para malaikat itu
diciptakan Allah untuk tugas-tugas tertentu(Q.S An-Nur:50 dan Q.S. At-
Tahrim:6).
3. Meyakini bahwa tugas malikat itu bermacam-macam,
ada yang berkaitan dengan alam ruhani dan ada pula yang
berhubungan dengan alam dunia, khususnya umat manusia.
4. Meyakini bahwa orang-orang beriman dan beramal
shaleh itu kedudukannya lebih tinggi dari pada para
malaikat. Karena ilmu para manusia lebih tinggi daripada
para malaikat (Q.S. Al-Baqarah:30-34).
Mengenai tanda-tanda beriman kepada para malaikat yang
berupa sikap lahir, yaitu ucapan dan perbuatan,antara lain:
1. Pernyataan lisan bahwa ia percaya kepada adanya
malaikat dan sifat-sifatnya sesuai dengan penjelasan Al-
Quran dan Hadits.
2. Melakukan perbuatan-perbuatan yang mencerminkan
beriman kepada malaikat.
Contoh perilaku beriman kepada para malaikat:
1. Selalu berkata yang baik-baik dan kalau tidak bisa lebih baik
diam (H.R. Bukhari dan Muslim).
2. Perilakunya senantiasa mendatangkan manfaat bagi pelakunya
dan orang lain.
3. Perilaku orang beriman dan orang beriman lainnya akan saling
membantu dan menguatkan dalam hal-hal positif yang diridhai Allah
(H.R. Muslim).
4. Kalau berada pada situasi yang menyenangkan ia akan
bersyukur kepada Allah dengan cara dengan cara memelihara dan
meningkatkan takwa. Sedangkan kalau berada pada situasi susah,
ia akan bersabar, tidak gelisah dan berkeluh kesah dan tetap
bertakwa kepada Allah.
5. Malu kalau berbuat dosa, karena ia yakin perbuatannya selalu
dicatat malaikat.
Sebagai mahluk immaterial, malaikat mempunyai ciri-ciri
diantaranya:
1. Mereka adalah mahluk yang selalu takut dan patuh kepada Allah.
2. Mereka adalah mahluk yang tidak pernah berbuat dosa dan
bermaksiat.
3. Mereka dalah mahluk yang tidak pernah sombong dan selalu
bertasbih kepada Allah.
Ibadah Para Malaikat
Para malaikat diciptakan untuk senantiasa beribadah dan menaati
perintah Allah. Dalam ibadahnya tidak dikenal istilah patah
semangat dan mengendur. Ibadah-ibadah yang dilakukan oleh para
malaikat adalah:
a. Senantiasa membaca tasbih sebagai dzikir paling agung yang
dikerjakan para malikat secara terus menerus.
b. Malaikat melakukan shalat.
c. Melaksankan ibadah haji. Malaikat memiliki kabah
khusus di langit ketujuh yang dengannya mereka
menjalankan ibadah haji. Allah menamainya dengan Baitul
Mamur.
d. Sangat takut kepada Allah. Pengetahuan yang
mendalam terhadap Allah menyebabkan rasa takut mereka
kepada Allah sangat besar.
Rasa Malu dan Disiplin Para Malaikat
Di samping rasa malu, para malaikat pun memiliki
kedisiplinan tinggi dan teratur dalm berbagai perkara. Pada
hari kiamat para malaikat akn berbaris dengan teratur. Kita
pun dapat melihat keisiplinan malaikat melalui hadist Isra
Miraj. Di dalam hadist tersebut I sebutkan bahwa malikat
Jibril tidak diiizinkan masuk di setiap pintu langit sebelum di
tanya dengan beberapa pertanyaan.
Kepercayaan Manusia Tentang Malaikat Sebelum
Islam
Wujud malaikat diakui dan tidak diperselisihkan oleh
umat manusia sejak dahulu kala. Sebagaimana
tidak seorang jahiliyah pun diketahui
mengingkarinya, meskipun cara penetapannya
berbeda-beda antara pengikut para Nabi dan yang
lainnya.
Orang-orang musyrik menyangka para malaikat itu
anak-anak perempuan Allah Subhanallah
(Mahasuci Allah)-. Allah telah membantah mereka
dan menjelaskan tentang ketidaktahuan mereka
dalam (Q.S. Ash-Shaffat:150-152).
Iman menurut bahasa, berarti yakin dan percaya.
Sedangkan menurut istilah, iman adalah percaya dalam
hati dan diucapkan dengan lisan serta dibuktikan dengan
amal perbuatan. Jadi, Iman Kepada Malaikat-Malaikat Allah
SWT adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh
hati bahwa Allah SWT telah menciptakan malaikat yang
berasal dari nur atau cahaya, yang diberi tugas untuk
melaksanakan perintah-Nya dan selalu taat serta tidak
pernah durhaka kepada-Nya. Atau singkatnya, Iman Kepada
Malaikat-Malaikat Allah SWT adalah percaya dan yakin
dengan sepenuh hati bahwa malaikat itu benar-benar ada.
Malaikat hidup di suatu alam yang berbeda dengan alam
yang kita saksikan ini. Tidak ada yang mengetahui tentang
perihal keadaan para malaikat
yang sesungguhnya, kecuali Allah SWT. Malaikat
disucikan oleh Allah SWT dari nafsu hayawaniyah
dan terhindar sama sekali dari keinginan-
keinginan hawa nafsu, serta jauh dari segala
perbuatan dosa. Sebagai seorang muslim, kita
wajib mempercayai tentang adanya malaikat.
Percaya kepada malaikat Allah SWT termasuk
rukun iman, yaitu rukun iman yang ke dua. Iman
kepada malaikat sangat besar nilainya dalam
kehidupan manusia. Maka seorang mukmin
harus optimis, tidak boleh ragu dan gentar
dalam menghadapi masalah apa saja.
Dan hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT yang artinya:
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan
kami ialah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian
mereka. Maka, malaikat akan turun kepada mereka
(dengan mengatakan): Janganlah kamu merasa takut dan
janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu
dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah
kepadamu." QS. Al-Fushilat : 30

Nama-Nama dan Tugas Malaikat

Malaikat itu jumlahnya banyak sekali, hanya Allah yang


mengetahui berapa banyak jumlah seluruhnya.
Sebagaimana tercantum dalam Firman Allah SWT yang
artinya: "Dan tidak mengetahui tentara Tuhanmu
(malaikat) melainkan Dia sendiri (Allah)." QS. Al-
Muddatstsir : 31
Dan berikut ini adalah malaikat-malaikat yang wajib
kita ketahui, antara lain:
1. MALAIKAT JIBRIL yang bertugas untuk
menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul
Allah SWT
2. MALAIKAT MIKA'IL yang bertugas untuk membagikan
rezeki kepada seluruh makhluk Allah SWT
3. MALAIKAT ISRAFIL yang bertugas untuk meniup
terompet (sangkakala) pada hari kiamat nanti
4. MALAIKAT IZRAIL yang bertugas untuk mencabut setiap
nyawa pada makhluk-makhluk Allah SWT
5. MALAIKAT MUNKAR yang bertugas untuk mengajukan
pertanyaan atas perbuatan manusia yang telah dilakukan di
dunia dan ditanyakan di alam kubur
6. MALAIKAT NANKIR yang bertugas sama seperti tugas
malaikat Munkar
7. MALAIKAT RAKIB yang bertugas untuk mengawasi dan
mencatat seluruh amal baik manusia ketika hidup di dunia
8. MALAIKAT ATID yang bertugas untuk mengawasi dan
mencatat seluruh amal buruk manusia ketika hidup di dunia
9. MALAIKAT RIDWAN yang bertugas untuk menjaga surga
10. MALAIKAT MALIK yang bertugas untuk menjaga neraka.
Sifat-Sifat Malaikat

1. Selalu taat pada perintah Allah SWT. Hal ini


tercantum pada(QS.An-Nahl:50)
2. Tidak pernah durhaka kepada Allah SWT. Hal ini
tercantum pada (QS. At-Tahrim : 6)
3. Tidak berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan.
Hal ini tercantum pada (QS. An-Najm : 27)
4. Tidak pernah sombong dan selalu bertasbih kepada
Allah SWT. Hal ini tercantum pada (QS. Al-Anbiya' :
19~20)
5. Diciptakan oleh Allah SWT dari nur atau cahaya. Hal
ini tercantum pada (HR. Muslim)
6. Dapat berubah wujud dan menjelma
menjadi yang dia kehendaki, atas izin atau
perintah Allah SWT
7. Sangat teliti dalam melaksanakan semua
amanah yang diberikan oleh Allah SWT
8. Memohonkan ampunan bagi orang-orang
yang beristiqomah dalam beriman dan
bertaqwa kepada Allah SWT.
TERIMA KASIH
TELAH MEMBACA MAKALAH INI
SEMOGA BEMANFAAT
AMIN

WAALAIKUMSALAM
WARAHMATULLAHI WABARAKATUH