Anda di halaman 1dari 18

Pengujian Hipotesis

Achmad Tjachja N, Ir.,MS


PENGUJIAN HIPOTESIS

HIPOTESIS STATISTIK adalah suatu asumsi atau


pernyataan yg m,ana mungkin benar atau mungkin
salah mengenai satu atau lebih populasi

Ex .
pernyataan bahwa rata-rata pendapatan masyarakat
kota A sekitar Rp. 75.000/ bulan adalah suatu
pernyataan yg mungkin benar atau mungkin juga
salah mengenai populasi kota A.
dalam kasus di atas pernyataan mengenai rata-rata
pendapatan masyarakat kota A adalah suatu
hipotesis.
untuk membenarkan atau menyalahkan hipotesis
maka dilakukan pengujian hipotesis
Ho: u = 75.000
H1: u 75.000
keputusan Ho benar Ho salah
Terima Ho Tepat Salah jenis II ()
Tolak Ho Salah jenis I () tepat

Kesalahan jenis I. adalah kesalahan yg dibuat pd waktu menguji


hipotesis di mana kita menolak Ho pd hal sesungguhnya Ho itu benar.
Dengan kata lain adalah peluang menolak Ho yg benar

Kesalahan jenis II. adalah kesalahan yg dibuat pd waktu menguji


hipotesis di mana kita menerima Ho pd hal sesungguhnya Ho itu salah.
Dengan kata lain adalah peluang menolak Ho yg salah
LANGKAH-LANGKAH PENGUJIAN HIPOTESIS

RUMUSKAN Ho YG SESUAI
RUMUSKAN HIPOTESIS TANDINGANNYA (H1) YG SESUAI
PILIH TARAF NYATA PENGUJIAN SEBESAR
PILIH UJI STATISTIK YG SESUAI DAN TENTUKAN DAERAH
KRITISNYA
HITUNG NILAI STATISTIK DR CONTOH ACAK BERUKURAN n
BUAT KEPUTUSAN: TOLAK Ho JIKA STATISTIK MEMPUNYAI
NILAI DALAM DAERAH KRITIS, SELAIN ITU TERIMA Ho
PENGUJIAN HIPOTESIS MENGENAI NILAI RATA-RATA

PENGUJIAN DWI ARAH

UNTUK MENGUJI HIPOTESIS MENGENAI NILAI RATA-RATA POPULASI,


MAKA DAPAT DIBUAT PERUMUSAN HIPOTESIS SEBAGAI BERIKUT:
Ho : u = uo
H1 : u uo

PENGUJIAN SATU ARAH

UNTUK MENGUJI HIPOTESIS MENGENAI NILAI RATA-RATA POPULASI


DENGAN MELIHAT SATU SISI SAJA

Ho : u = uo lawan Ho : u > uo

Ho : u = uo lawan Ho : u < uo
Example

Ho : u = 75.000

H1 : u 75.000 UJI DWI ARAH

Ho : u> 75.000 UJI SATU ARAH, ARAH KANAN

Ho : u < 75.000 UJI SATU ARAH, ARAH KIRI

UNTUK PENGUJIAN HIPOTESIS MENGENAI NILAI RATA-RATA (u)


APABILA RAGAM POPULASI DIKETAHUI (2 diketahui), MAKA DAPAT
MENGGUNAKAN UJI Z BERIKUT:

Z = x uo
/ n
DENGAN TARAF NYATA , MAKA UNTUK PENGUJIAN DWI ARAH NILAI
KRITISNYA ADALAH Z /2 dan Z /2
EXAMPLE
SUATU PERUSAHAAN ALAT-ALAT OLAH RAGA TELAH
MENGEMBANGKAN TEHNIK BARU DALAM PEMBUATAN PRODUKNYA,
DAN MENGKLAIM BAHWA DAYA TAHAN (KEKUATANNYA) MAMPU
MENAMPUNG BEBAN SEBERAT 15 KG, DENGAN SIMPANGAN BAKU 0,5
KG. JIKA DIAMBIL 50 BUAH ALAT OLAH RAGA TERSEBUT DAN SETELAH
DIUJI DIPEROLEH BAHWA u = 15 KG, SESUAI PERNYATAAN YG DIBUAT
PERUSAHAAN TERSEBUT. GUNAKAN TARAF NYATA = 0.01

PENYELESAIAN
Ho : u = 15 Kg
H1 : u 15 kg
= 0.01
Z = x uo
Daerah kritis: Z< -2.56 dan Z> 2.56 dimana
/ n
Perhitungan : x = 14.8 kg ; n = 50

Z = x uo Z = 14.8 15 -2.828
/ n 0.5/ 50
KEPUTUSAN: TOLAK Ho DAN AMBIL KEPUTUSAN BAHWA RATA-
RATA KEKUATAN OLAH RAGA TIDAK SAMA DENGAN 15 KG TETAPI
DALAM KENYATAANNYA LEBIH RENDAH DR 15 KG

/2 /2

Tolak Ho Tolak Ho
TERIMA Ho

-2.8 -2.56 2.56


EXAMPLE

DALAM SUATU PROSEDUR REGISTRASI MAHASISWA DI SUATU


UNIVERSITAS TERTENTU MEMBUTUHKAN WAKTU RATA-RATA 50
MENIT. DENGAN WAKTU INI DIRASAKAN CUKUP LAMA, UNTUK ITU
TELAH DIKEMBANGKAN PROSEDUR BARU. INGIN DIKETAHUI
APAKAH PROSEDUR BARU YG DICOBA ITU CUKUP EFEKTIF DAN
EFISIEN DALAM SOAL WAKTU. SUATU CONTOH YG TERDIRI DARI 12
MAHASISWA DIAMBIL KETIKA MELAKUKAN REGISTRASI DAN
DIPEROLEH RATA-RATA 42 MENIT DENGAN SIMPANGAN BAKU (S)
11,9 MENIT. UJI HIPOTESIS DENGAN MENGGUNAKAN TARAF NYATA
= 0.05 (GUNAKAN PENGUJIAN SATU ARAH
PENYELESAIAN
Ho : U = 50 MENIT
H1 : u < 50 menit
= 0.05
Daerah kritis: T< -1.796, dimana
t = x uo
s/ n dengan derjat bebas v = 12-1 = 11
Perhitungan: x = 42 menit, s = 11,9 menit dan n = 12
sehingga
t = x uo = 42 - 50 = - 2.33
s/ n 11.9/ 12
Keputusan: Tolak Ho pd taraf nyata 0.05, karena:
t = -2.33 berada dalam daerah kritis. Dengan demikian dpt dibuat
kesimpulan bahwa prosedur regiatrasi yg baru lebih efisien
dalam hal waktu
JIKA SOAL TERSEBUT KITA UJI DALAM DWI ARAH
YG MEMBEDAKAN HANYA DAERAH KRITIS
Z/2;(n-1) dan Z /2;(n-1)
Maka:
1. Ho : u = 50 menit
2. H1 : u 50 menit
3. = 0.05
4. Daerah kritis: Z < -2.201 dan Z> 2.201 dimana
Z = x uo dengan derajat bebas v = 12 -1 = 11
s/ n
5. Perhitungan : x = 42 mnt, s = 11.9 mnt dan , n = 12
maka: Z= 42 50 = -2.33
11.9/ 12
6. Keputusan tolak Ho karena t hitung = -2.33 berada dalam daerah kritis
untuk pengujian dua arah. Kesimpulan bahwa prosedur registrasi yg
baru membutuhkan waktu rata-rata tdk sama dgn 50 mnt, dan memang
dlm kenyataannya lebih kecil dari 50 mnt

Tolak Ho
TERIMA Ho

-1.796

/2 /2

Tolak Ho Tolak Ho
TERIMA Ho

-2.201 2.201
PENGUJIAN HIPOTESIS MENGENAI PROPORSI

1. Ho: p = po
2. H1: salah satu dari p<po, p>po, atau p po
3. Pilih taraf nyata uji sebesar
4. Daerah kritis:
Z < -z untuk h1: p<po
Z > z untuk h1: p>po
Z < -z /2 dan Z > z /2 untuk h1: ppo
5. Perhitungan : tentukan x dr contoh berukuran n, dan hitung:
z hitung = x n. po
n.po.qo
dimana: qo = 1 po
6. Keputusan: tolak Ho jika z berada dlm daerah kritis, selain itu
terima Ho
example

Suatu perusahaan mngklaim bahwa produksi


yg dihasilkan dijamin baik 95%. Jika kita
mengambil contoh berukuran 100 dan
ditemukan yg baik adalah 90 barang, maka
dgn taraf nyata uji sebesar = 0.05 apakah
pernyataan perusahaan tersebut dapat
diterima.
Ho : p = 0,95
H1 : p 0.95
= 0.05
Daerah kritis ; Z <-1.96 dan Z > 1.96
Perhitungan : -2.29
Proporsi barang yg baik tdk sama dengan 0.95 atau
95%. Dan dalam kenyataan kurang dari 95%.
Z = x - n.po = 90 - 95 = -2.29
n.po.qo (100)(0.95)(0.05)
/2 /2
Tolak Ho
Tolak Ho
TERIMA Ho
-2.29 -1.96 1.96
Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis untuk pengamatan berpasangan (paired
observation)
Pengujian Hipotesis untuk Beda (selisih) dua nilai rata-rata
(u1 u2)
Pengujian untuk beda (selisih) dua nilai proporsi (p1 p2)
Pengujian hipotesis mengenai ragam populasi
Uji Z = /2
0.05 = 0.025
20
derajat bebas = 20 -1 = n-1
Uji t =
0.05
20
derajat bebas = 20 -1 = n-1