Anda di halaman 1dari 13

KELOMPOK 1

Fikram S Domo (Ketua)


Samsir Soeleman
Fadli Adewal
Ikbal M kadir
Putrie Megasari Kharie
Nurafni Radji
Teti Fatimah

POLITEKNIK KESEHATAN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN TERNATE


TAHUN AKADEMIK 2013-2014
PENGERTIAN TOKSIKOLOGI

Toksikologi adalah ilmu yang mempelajari


racun,tidak saja efeknya tapi mekanisme
terjadinya efek tersebut pada organisme hidup.
TOKSIKOLOGI DAPAT DI BAGI
MENJADI 3 SPESIFIK YAITU:
Toksikologi Forensik
Mempelajari aspek medikolegal dari bahan
kimia yang mempunyai efek membahayakan
pada manusia atau hewan, sehingga dapat di
pakai untuk membantu mencari atau
menjelaskan penyebab kematian pada suatu
kasus kejahatan
Toksikologi Klinis
Bidang ilmu kedokteran yang memberikan
perhatian terhadap penyakit yang di sebabkan
oleh bahan toksik atau hubungan yang unik dan
spesifik dan bahan toksik
LANJUTAN

Toksikologi Lingkungan
Mepelajari efek dari bahan polutan terhadap
kehidupan oleh pengaruhnya terhadap
ekosistem yang di gunakan untuk
mengevaluasi kaitan antara manusia dengan
polutan yang ada di lingkungan.
KLASIFIKASI DAN KARAKTERISTIK
TOKSIKAN(BAHAN TOKSIK)
Organ tujuan; misalnya ginjal, hati, dan sistem
hematopotik
Penggunaan; misalnya pestisida pelarut, dan food
additive
Sumber; misalnya tumbuhan atau hewan
Efek yang di timbulkan; misalnya kanker dan mutasi
Bentuk fisik; misalnya gas, cair, dan debu
Label kegunaan; misalnya bahan peledak dan oksidator
Susunan kimia; misalnya amino aromatis, halogen, dan
hidrokarbon
Potensi racun; misalnya organofosfat lebih toksik dari
pada karbamat
KLASIFIKASI TOKSIKAN
BERDASARKAN JENISNYA
Dalam sebuah buku fronsik medis yang di
tulis oleh Jl.Casper racun di klasifikasikan
menjadi 5 jenis atau golongan yaitu:
Racun iritan, yaitu racun yang menimbulkan
iritasi dan radang contohnya asam mineral,
fungi beracun, dan preparasi arsenik
Racun penyebab hiperemia, racun narkotik
yang terbukti dapat mengakibat fatal pada
otak, paru-paru, dan jantung contohnya
opium, tembakau, konium, dogitalis, dll.
LANJUTAN
Racun yang melumpuhkan saraf, dengan
meracuni daerah organ pusat saraf dapat
lumpuh dan menimbulkan akibat yang fatal
seperti kematian tiba-tiba. Contohnya asam
hidrosianat, sianida seng,dan kloroform
Racun yang menyebabkan marasmu, biasanya
bersifat kronis dan dapat berakibat fatal bagi
kesehatan secara perlahan. Contohnya
bismut putih, asap timbal, merkuri, dan
arsenik
LANJUTAN

Racun yang menyebabkan infeksi (racun


septic). Dapat berupa racun makanan yang
pada keadaan tertentu menimbulkan sakit
Pyaemia atau (pyemia) dan tipus pada hewan
ternak
KLASIFIKASI TOKSIKAN
BERDASARKAN SUMBERNYA
Sumber alamiah/buatan: klasifikasi ini membedakan
racun asli yang berasalkan flora dan fauna, dan
kontaminasi organisme berbagai racun berasalkan
lingkungan seperti bahan baku industry yang beracun
ataupun buangan beracun dan bahan sintesis beracun.
Sumber berbentuk titik, area, dan bergerak. Klasifikasi
ini niasayna di gunakan untuk orang yang berminat
dalam melakukan pengendalian. Tentunya sumber titk
lebih mudah dikendalikan daripada sumber area yang
bergerak.
Sumber domestik, komersial, dan industri yang lokasi
sumbernya. Sifat, dan jenisnya berbeda kecuali
terkontaminasi oleh buangan insektisida, sisa obat, dll.
KLASIFIKASI BERDASARKAN DAYA
RACUNNYA

Untuk menentukan klasifikasi racunnya di


tentukan dengan besarnya LD50 (lethal dose
50) adalah besarnya dosis racun yang di
berikan kepada binatang percobaan yang
mengakibatkan setengah (50%) dan binatang
tersebut mati.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KERJA ZAT TOKSI
Cara pemberian/tempat masuk
Zat toksik bentuk gas menimbulkan efek
maksimal jika masuk tubuh secara inhalasi.
Kondisi tubuh
Anak-anak dan orang tua lebih peka terhadap
zat toksik di bandingkan orang dewasa
(umur). Orang yang menderita penyakit
ginjal/hati lebih mudah terkena zat toksik
dari pada orang sehat (status kesehatan)
LANJUTAN
Zat toksinya sendiri
1. Dosis
Besar kecilnya dosis menentukan berat
ringannya efek toksik yang di timbulkan.
2. Konsentrasi
Untuk zat-zat toksik yang kerjanya dalam
tubuh secara lokal; misalnya zat-zat korosif,
konsentrasi lebih penting dari dosis total.
Berbeda dengan zat toksik yang bekerja secara
sistemik, dosis yang berperan menimbulkan
berat ringannya efek yang di timbulkan
TERIMA KASIH

Beri Nilai