Anda di halaman 1dari 16

1.

Rany Decta Antasari 110115155


2. Nur Bayti 110115075
3. Nur Hafidzah 110115074
4. Pande Made Ayu Aprilia 110115466
5. Ni Putu Miths Krisna Sari 110115458
6. Nur Indah Hapsari 110115461
7. Oscar 110115379
Latar Belakang
Insiden kanker pada usia muda makin meningkat. Kanker merupakan
penyebab kematian nomor 2 setelah kardiovaskular, diperkirakan 7,5 juta orang
meninggal akibat kanker, dan lebih dari 70% kematian terjadi di negara miskin dan
berkembang (WHO dan World bank, 2015). Jenis kanker nomor 2 tertinggi pada
perempuan di dunia adalah kanker leher rahim (16 per 100.000 perempuan).
(Globocan/IARC,2012). Selain itu WHO menunjukkan bahwa di Indonesia 2 dari
10.000 wanita indonesia menderita kanker serviks, dan sekitar 26 wanita meninggal
tiap harinya karena kanker serviks. Di RSUD Dr.Soetomo terdiri dari 8-10 pasien
kanker serviks baru tiap harinya, dimana 70% dari mereka sudah berada dalam
tahap stadium lanjut, yang harapan sembuhnya sangat kecil. (dinkes surabaya, 2014),
dari data Departemen Kesehatan Surabaya deteksi dini kanker serviks di kota
Surabaya melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) menunjukkan 916
wanita (8,47%) Surabaya terkena kanker serviks 9 orang diantaranya bertempat
tinggal di kecamatan Rungkut Surabaya. (depkes surabaya, 2015).
Faktor pemicu utama timbulnya kanker seviks adalah infeksi HPV Human
Papilloma Virus dan beberapa beberapa orang yang beresiko terkena kanker
serviks yaitu : sudah menikah atau memulai aktifitas seksual pada usia muda (kurang
dari 18 tahun) , Berganti-ganti pasangan seks, sering menderita infeksi di daerah
kelamin, wanita yang melahirkan banyak anak, wanita yang merokok, (dr.Hadina
Sabrida, MRS), ini menunjukkan salah satu pencegahan kanker serviks baik
dilakukan saat remaja atau sebelum wanita menikah
Remaja wanita wajib melakukan tindakan preventif secara dini melalui
vaksinasi HPV. Vaksin HPV merupakan pencegahan primer terhadap kanker serviks,
pada 8 Juni tahun 2006 FDA (Food Drugs Administration) Amerika Serikat menyetujui
penggunaan vaksin quardrivalent Human Papilloma Virus (HPV) untuk Infeksi HPV
dapat diturunkan dan dicegah infeksinya dengan direkomendasikan
penggunaannya pada wanita mulai usia 11- 12 tahun dan dianggap memberikan
proteksi (Quadrivalent), sejak diluncurkan Juni 2006 sampai maret 2013 Center of
Disease Control and Prevention (US CDC) memantau keamanan pasca lisensi dan
tidak ditemukan masalah keamanan vaksin HPV. Berdasarkan penilitian selama 14
tahun menunjukkan setelah mendapat vaksin HPV penerima masih terproteksi 100%
terhadap tipe HPV 16 dan 18.
Booklet adalah suatu media untuk menyampaikan informasi kesehatan
dalam bentuk buku kecil yang berisi tulisan dan gambar dan tidak lebih dari 24
lembar. (suiraoka & Supariasa). Dari hasil penelitian penggunaan media Booklet
dapat mempengaruhi 50,0% penegtahuan responden, Hal ini sesuai dengan
penelitian oleh Wibowo (2013) bahwa ada pengaruh pengetahuan responden
setelah dilakukan pemberian informasi melalui metode booklet. Media bermanfaat
menimbulkan minat sasaran,(Maulana 2009)
Bagaimana pengetahuan mahasiswi ubaya
tentang HPV? Rumusan
Masalah
Bagaimana peningkatan pengetahuan
mahasiswi ubaya setelah edukasi melalui
media booklet ?
Apakah edukasi melalui media booklet
dapat mempengaruhi minat mahasiswi
untuk melakukan vaksin HPV?
Untuk mengetahui
pengetahuan mahasiswi
ubaya mengenai HPV.
Tujuan
Untuk mengetahui Penelitian
peningkatan
pengetahuan mahasiswi
ubaya setelah edukasi
melalui media booklet.
Untuk mengetahui
pengaruh edukasi
melalui media booklet
terhadap minat
mahasiswi ubaya untuk
melakukan vaksin HPV.
Untuk peneliti
Dapat mengetahui pengetahuan mahasiswi ubaya mengenai HPV.
Dapat megetahui peningkatan pengetahuan mahasiswi ubaya setelah mendapatkan
edukasi melalui media booklet.
Dapat mengetahui pengaruh edukasi melalui media booklet terhadap minat mahasiswi
ubaya untuk melakukan vaksin HPV.
Untuk masyarakat
Diharapkan penelitian ini dapat membangun kesadaran masyarakat khususnya remaja
wanita akan pentingnya vaksin HPV untuk proteksi diri sejak dini.
Jenis kanker nomor 2 tertinggi pada Deteksi dini kanker serviks di Surabaya
perempuan di dunia (Globocan/IARC,2012). 916 wanita (8,47%)
9 orang tinggal di kecamatan Rungkut
Surabaya.
(Departemen Kesehatan Surabaya, 2015).

Faktor utama : infeksi HPV Human


Papilloma Virus (dr.Hadina Sabrida,
MRS)

Vaksin HPV merupakan pencegahan


primer terhadap kanker serviks,
FDA (Food Drugs Administration) Amerika
Penggunaan media Serikat menyetujui penggunaannya
Booklet dapat
mempengaruhi
pengetahuan 50,0%
responden, (Maria
Agustin, 2014)

Tijauan Pustaka
Kerangka
Konseptual
Eksperimental
Eksperimental
Jenis Penelitian

Belum
Mahasiswa
Belum
melakukan
Universitas
menikah
Wanita usia
Subjek Penelitian
vaksin
Surabaya
diatasHPV
18 tahun
Jumlah sampel
yang kami
gunakan adalah
100 orang
Mahasiswi Simple
Universitas Random
Penentuan sampel
Populasi
Surabaya Sampling

Wanita
BelumBelum
Sampel
menikah
melakukanusia
Wanita
diatasHPV
vaksin 18 tahun
No Variabel Definisi Operasional Instrumen Hasil Ukur

1 Variabel Dependen Dalam penelitian ini akan dilihat apakah ada peningkatan Kuisioner, bolpoint Hasil dari kuisioner
(Pengetahuan dan pengetahuan tentang Human Papilloma Virus (HPV), dan dibandingkan antara data pre
minat) apakah ada minat untuk melakukan vaksin HPV. test dan post test pertanyaan
Pengukuran pengetahuan dilakukan melalui tes objektif tipe dalam kuisioner di sesuaikan
pilihan ganda, Pre test dan Post test dengan isi dari booklet

2 Variabel Independent Dalam penelitian ini media booklet berisikan informasi Booklet
(media Booklet) meliputi:
Pengertian Human Papilloma Virus (HPV)
Orang yang beresiko terkena HPV
Penyebab HPV,
Cara pencegahan dan penanggulangan HPV
Dalam penelitian ini digunakan analisis data menggunakan Statistika Non parametrik, di
mana digunakan 1 Uji yaitu:

Pengujian dua sample Bebas (Uji Wilcoxon data tak berpasangan)

Uji ini digunakan untuk mengolah data pebandingan pengetahuan sebelum dan
sesudah diberi edukasi melalui media booklet
Data yang akan dilihat adalah jumlah soal yang dijawab benar sebelum dan
sesudah diberi edukasi melalui media booklet, kemudian jumlah soal yang dijawab
benar sebelum dan sesudah itu dihitung selisihnya kemudian diberi rangking tiap
hasil dari sample, dari rangking itu hitung T statistik kemudian bandingkat dengan
nilai Kritis T dalam tabel statistik sesuai jumlah sampel yang akan diuji