Anda di halaman 1dari 24

RUANG LINGKUP

TAPAK DAN
ELEMEN-ELEMEN
PEMBENTUK TAPAK

Mata Kuliah : Perancangan Tapak


RUANG LINGKUP TAPAK DAN
ELEMEN-ELEMEN PEMBENTUK TAPAK
Perencanaan dan perancangan tapak merupakan
bagian dari perencanaan lingkungan

Pihak-pihak yang berperan dalam perencanaan


lingkungan

Dasar perencanaan dan perancangan tapak

Elemen-elemen pembentuk tapak.


Perencanaan dan Perancangan Tapak
Merupakan Bagian dari Perencanaan
Lingkungan
Perencanaan tapak (site planning) adalah seni menata lingkungan

buatan manusia dan lingkungan alamiah guna menunjang kegiatan


manusia. Pengkajian perencanaan tapak (site planning) sering
tersusun dalam dua komponen yang berhubungan, yaitu : faktor
lingkungan alam dan faktor lingkungan buatan manusia.
Lingkungan Alam : Sistem ekologi, air, udara, Tanah, energi,

tumbuhan, manusia dan hewan yang saling mempengaruhi


membentuk suatu komunitas
Lingkungan Buatan : Bentuk-bentuk kota, struktur fisik, tata ruang,

pola social, ekonomi, politik, administrasi, dll. yang membentuk


lingkungan fisik dan sosial.
Arsitektur Lansekap mempunyai wawasan dan berperan aktif
dalam berbagai proyek, mulai dari yang berskala besar
seperti : studi perancangan regional, studi kebijaksanaan
ruang terbuka, perancangan tapak daerah industri,
perancangan kawasan rekreasi, public parks, sampai kepada
desain dan konsultasi proyek-proyek dalam skala yang lebih
kecil seperti taman lingkungan, dan taman rumah.

Komponen kegitan arsitektur lansekap.


Perencanaan lansekap (Landscape Planning)

Perancangan Tapak (Site Planning)

Perancangan Detail Lansekap (Detailed Landscape Planning)


Kegiatan manusia merupakan bagian penting dari sistem

ekologi ini. Karena itu dalam pembangunan yang menjadi


persoalan ialah bagaimana mempertahankan keselarasan dan
tidak melampaui kapasitas alam dari sistem tersebut guna
menunjang kegiatan manusia.

Suatu rancangan tapak yang baik akan meningkatkan kegiatan

manusia di samping menonjolkan potensi tapak yang alami.

Dalam perencanaan dan perancangan tapak dikaji bagaimana

kesesuaian suatu tapak dengan berbagai sistem lingkungan


binaan manusia.

Jadi perencanaan dan perancangan tapak meliputi hubungan

dengan sistem alam maupun dengan sistem buatan manusia, di


perkotaan maupun di area yang jauh dari perkotaan.
Tanggung jawab utama arsitek terletak pada perancangan
bangunan ruang tertutup untuk kegiatan manusia. Tetapi
bangunan selalu terletak di atas tapak, dalam konteks ruang,
perilaku dan persepsi manusia. Jadi arsitek mempunyai
tanggung jawab langsung untuk merencanakan program
hubungan antara rancangan bangunan dan lokasi tapak serta
lingkungannya.

Seorang arsitek dengan pendidikan dan keterampilan serta


pengalaman yang dimilikinya, harus memiliki persepsi dan
dapat merangkum persepsi serta preferensi owner dan orang-
orang yang akan menggunakan hasil karyanya. Dia juga harus
memiliki kemampuan untuk memahami dan memilah persepsi
yang terbentuk sehingga hasil karyanya dapat diterima oleh
owner maupun masyarakat disekitar tapak yang dikelolanya.
Pihak-pihak yang Berperan
dalam Perencanaan Lingkungan
Untuk pembangunan lingkungan yang baik akan melibatkan ahli :
Ahli Geologi, Ahli Geodesi, Ahli Lingkungan
Ahli Biologi, Ahli Fisika, Ahli Kimia

Planolog, Ahli Sipil, Ahli Transportasi, Ahli Perancang Kota (Urban

Designer), Arsitek, Ahli Lanskap, Interior Designer.


Ahli Sosiologi, Ahli Budaya, Ahli Ekonomi, Ahli Politik

Dll

Pihak mana saja yang berperan dan seberapa banyak keterlibatannya


sangat tergantung pada ruang lingkup proyek. Namun yang perlu
dicatat adalah, peran Arsitek pada kegiatan tersebut hanya
merupakan salah satu pendukung, bukan pihak yang tahu segalanya.
Sebagai Arsitek, perancangan tapak (site planning) pada
sebuah ruang lingkup proyek tertentu dapat berperan sebagai :
Pemilihan Tapak

Mencari dan memilih yang sesuai untuk kegiatan tertentu


Penilai Tapak

Menilai kesesuaian tapak untuk kegiatan tertentu


Perancang Tapak

Membuat keserasian antara bangunan dan tapak untuk


kegiatan tertentu.
Dalam kegiatan proyek, seorang arsitek dapat berperan hanya
memilih tapak, memilih tapak, dan menilai tapak maupun
ketiga-tiganya, tergantung ruang lingkup proyek. Namun yang
harus disadari ialah dengan tenaga ahli apa saja dia harus
berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.
Dasar Perencanaan dan Perancangan Tapak

Pengertian Dasar Perencanaan dan Perancangan Tapak


adalah : Seni menata lingkungan buatan dan lingkungan
alamiah guna menunjang kegiatan makhluk hidup
(manusia, hewan dan tumbuhan).
Komponen Desain : Tahap Programming dan Tahap desain

Tahap Programming :

- Penetapan tujuan, sasaran, dan gagasan awal


- Survei/pengamatan karakteristik tapak
- Penilaian faktor internal dan eksternal
- Studi banding Pengamatan lingkungan
- Program kegiatan tapak.
Tahap Programming
Penelaahan Konsep ruang luar (makro dan mikro)
Konsep Utilitas dan konsep pendukung lainnya
Melakukan analisis tapak (konsolidasi antara program
kebutuhan dan hasil pengamatan karakteristik tapak)
Penjabaran dari konsep, melaui aplikasi dalam bentuk
tiga dimensi

Tahap Desain
Pembuatan gambar pelaksanaan kerja, sketsa, maket
presentasi, dokumen pelelangan, serta dokumen
pelaksanaan.
ELEMEN PEMBENTUK TAPAK
Inti dari merancang tapak adalah menghasilkan blok masa
bangunan ( kelompok ruang dalam) dan ruang luar pada suatu
lokasi, dimana keduanya harus mempunyai makna yang sama
pentingnya.
Elemen Pembentuk Blok Massa Bangunan

Bentuk/Selubung Bangunan Lantai, Dinding (massif atau


bukaan), Atap (bentuk, warna, textur)
Kulit Bangunan Warna, Textur, Bahan, dll.
Elemen Pembentuk Ruang Luar

Lantai Hard Material, Soft Meterial, dll)


Dinding Dinding masif, dinding transparan, dan dinding semu.
Tiga bagian pokok dalam proses desain :

Tahapan rencana lansekap (planning in design) pemikiran secara


makro dan merupakan pemikiran awal dari tapak.
Tahapan rencana tapak lansekap (landscape site planning)
gubahan tata ruang luar secara dua dimesi.
Tahapan rancangan rinci (detailed landscape design) keputusan
akhir terhadap penyelesaian masalah di dalam tapak secara tiga
dimensi.

Bagian-bagian dari komponen desain :


Unsur Desain (garis, bidang, ruang, bentuk, fungsi, tekstur, warna)
Prinsip Desain (balans, ritme, aksen)
Aplikasi Desain (bahan, skala, sirkulasi, rekayasa tapak, visual, tata
hijau, parkir, refleksi air, pencahayaan, drainase, dan kenyamanan)