Anda di halaman 1dari 64

KETENTUAN UMUM PENGADAAN BARANG/JASA

PEMERINTAH

Bandung, 16 17 Juni 2017


Mahmud Toha
081316881836
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN

SIMAK-
BMN

Riwayat
Renja K/L
RPJMN RPJM Renstra Kebutuhan

Kebutuhan

2017
2
METODE PROJECT DELIVERY
Project Delivery Method adalah pendekatan metode pelaksanaan proyek dan
mendefinisikan hubungan, peran dan tanggung jawab dari anggota tim proyek
dan urutan dari aktifitas yang diperlukan untuk penyelesaian suatu proyek

3
METODE PROJECT DELIVERY
Masing-masing metode Project Delivery (dengan definisi mengacu kepada standar FIDIC
Conditions of Contract) memiliki karakteristik masing-masing:
Design-Bid-Build: proyek konstruksi dengan tingkat kepastian desain yang tinggi,
sedikitnya faktor ketidakpastian serta resiko kecil bagi Pemilik Pekerjaan yang akan
bertanggung jawab pada desain.
Design and Build: pekerjaan kontrak lump sum dimana Kontraktor terlibat dalam
pekerjaan desain. Cocok untuk pekerjaan dengan ketidakpastian relatif tinggi,
kompleksitas teknologi dan/atau durasi pekerjaan yang singkat.
Design-Build-Maintain (DBM): sama dengan Kontrak DB, namun resiko pemeliharaan
selama periode tertentu dipindahkan kepada Kontraktor.
Design-Build-Operate: sama dengan Kontrak DB, namun resiko operasional selama 20
tahun dipindahkan kepada Kontraktor.
Design-Build-Operate-Maintain (DBOM): sama dengan Kontrak DB, namun resiko
operasional dan pemeliharaan selama periode tertentu dipindahkan kepada
Kontraktor.
EPC/ Turnkey Project: pekerjaan kontrak lump sum dimana Kontraktor bertanggung
jawab penuh atas pekerjaan desain dan pengadaan material konstruksi, termasuk
peralatan.
4
VARIASI METODE PROJECT DELIVERY

5
GARIS BESAR PENGADAAN BARANG/JASA
Rencana Umum Pengadaan
PA/KPA
Anggaran

Pengkajian Ulang Rencana Umum Pengadaan


PPK
Penyusunan Dokumen Pengadaan

Rencana Pelaksanaan Pengadaan


POKJA/ULP
Penyusunan Dokumen Pengadaan

2017
Garis Besar Pengadaan Barang/Jasa
Rencana Umum
Pengadaan (RUP)
1. Pengumuman
Rencana
2. Pendaftaran dan
Pelaksaaan
Pengambilan
Pengadaan (RPP)
Dokumen Persiapan
Rencana Pemilihan
3. Penjelasan
Penyedia (RPLP)
4. Pemasukan Dokumen
Penawaran
5. Pembukaan
Dokumen Pemilihan
6. Evaluasi Dokumen Penandatanganan
Penawaran Kontrak
7. Penetapan Pemenang Pelakasanaan
8. Pengumuman Pelaksanaan Pekerjaan
Pemenang Serah Terima
9. Sanggahan
10.SPPBJ
2017
7
TAHAPAN PERSIAPAN PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DI LINGKUNGAN
DIREKTORAT BINA PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI
(SUMBER: PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2010 DAN PEMBAHARUANNYA TENTANG PENGADAAN BARANG /JASA PEMERINTAH)

RUP Anggaran KU RUP RPP KU RPP RPLP

Identifikasi RKAKL Kebijakan Spek. Spek. Dokumen


Kebutuhan DIPA Umum Teknis/KAK Teknis/KAK Pengadaan
Kebijakan RAB HPS HPS Jadwal
Umum KAK Rancangan Rancangan Pelelangan
RAB Kontrak Kontrak
KAK

PA/KPA PPK POKJA/ULP

Alur Tugas dan Tanggung Jawab

2017
8
RUP (Rencana Umum Pengadaan)
Identifikasi Kebutuhan
Kebijakan Umum
RAB
KAK (Untuk Penganggaran, Standar PMK)

2017
9
BERDASARKAN PMK 196/PMK.02/2015
TENTANG
PETUNJUK PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN RENCANA
KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA
DAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN
KAK
RAB

2017
10
Anggaran
RKAKL
DIPA

2017
11
RENCANA ANGGARAN DAN BIAYA

SBU
Admini
B/J
strasi

SBK Pend
ukun
g
Survei
Pasar

Rencana Anggaran dan


Biaya

2017
12
KU RUP (Kaji Ulang RUP)

Kebijakan Umum
RAB
KAK (Untuk Penganggaran, Standar
PMK)

2017
13
KERANGKA ACUAN KERJA
1. Apa yang
7. Berapa akan di
2. Mengapa
Aggaran hasilkan
dilaksanakan
yang di /diperlukan
butuhkan

6.Bagaimana 3. Siapa yang


Kegiatan melaksanakan
tersebut
diaksanakan

4. Kapan
5. Dimana
Akan
dilaksanakan
dilaksanakan

Data dan Informasi


2017
14
RPP (Rencana Pelaksanaan Pengadaan)

Spek. Teknis/KAK Detail


HPS
Rancangan Kontrak

2017
15
Persyaratan Pelaksanaan Kegiatan
1 Pemilihan Jenis Pelaksanaan Kegiatan
Perpres No.54 Tahun 2010 beserta perubahan
2
Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah KAK
1. Permen PUPR NO.31/PRT/M/2015
Swakelola Kontraktual
Lampiran BAB IV
2. PMK 196/PMK.02/2015
Kriteria : Tahapan :
Persiapan Pengadaan
Pekerjaan Meningkatkan
Kemampuan Teknis Rencana Pemilihan 3
SDM Sesuai Tusi K/L Pemilihan Sistem RAB
Pengadaan Berdasarkan KAK yang Disusun dan Standar Biaya
Pekerjaan Yang Tidak Penetapan Metode
Diminati Oleh Penyedia Masukan (PMK Terbaru, Standar Lain Yang Berlaku)
Penyusunan Jadwal
Barang Jasa
Penyusunan Dokumen
Penyelenggaraan Dilkat, Pengadaan Barang/Jasa
Kursus, Seminar. Penetapan HPS 4
HPS
Jaminan Pengadaan Permen PUPR NO.31/PRT/M/2015
Pekerjaan Project
Sertifikat Garansi
Percontohan dan Survey BUKU PEDOMAN UMUM BAB II.C
Untuk Perkembangan Pelaksanaan Pemilihan
Penyedia Barang/Jasa
Penyusunan HPS didasarkan pada data harga
Teknologi/Metode Kerja
Pelaksanaan Kontrak pasar setempat, yang diperoleh berdasarkan hasil
survei menjelang dilaksanakannya Pengadaan

2017
16
KETENTUAN PELAKSANAAN PENGADAAN DALAM
PERPRES 54/2010
K/L/D/I

Intansi
Pasal 26
Swakelola Pemerintah
s/d
Lain Pasal 32

Pokmas
Pengadaan
Pasal 3

Perorangan
Pasal 33
Penyedia s/d
Pasal 95
Badan Usaha

2017
17
KETENTUAN PELAKSANAAN PENGADAAN DALAM
PERPRES 54/2010
Lelang Umum/Sederhana

Barang/
Konstruksi/Jas Penunjukan/Pengadaan Langsung
a Lainnya

Sayembara/Kontes
Non Elektronik Perka LKPP 14/2012
Seleksi Umum/Sederhana Perka LKPP 15/2012

Jasa
Konsultansi Penunjukan/Pengadaan Langsung

Pemilihan Sayembara
Penyedia

E-Lelang Umum/Sederhana
E-Tendering Perka LKPP 14/2012
E-Seleksi Umum/Sederhana Perka LKPP 15/2012
Perka LKPP 1/2015
Elektronik E-Purchasing

E-Auction Perka LKPP


17/2012
SE LKPP 1/2013

2017
18
Pekerjaan Konstruksi

19
PENILAIAN KUALIFIKASI
Kualifikasi merupakan proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha
serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari Penyedia Barang/Jasa.

Prakualifikasi Pascakualifikasi
Pemilihan pekerjaan konstruksi yang Pelelangan Umum;
bersifat kompleks melalui Pelelangan Pelelangan Sederhana/Pemilihan
Umum; Langsung;
Pemilihan penyedia pekerjaan konstruksi
yang menggunakan metode Penunjukan
Langsung, kecuali untuk penanganan
darurat;

Penilaian kualifikasi dilakukan dengan metode sistem gugur

20
EVALUASI KUALIFIKASI
Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)
Sertifikat Badan Usaha (SBU)
tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang
dihentikan dan/atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan, tidak
sedang dalam menjalani sanksi pidana
tidak masuk dalam Daftar Hitam
memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT
Tahunan)
memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam kurun waktu 4
(empat) tahun terakhir
Memiliki kemampuan pada klasifikasi/sub klasifikasi pekerjaan yang sesuai/sejenis
untuk badan usaha non kecil
memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil
memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta untuk
mengikuti pengadaan pekerjaan konstruksi paling kurang 10% dari nilai total HPS
memiliki Kemampuan Dasar (KD)

21
EVALUASI ADMINISTRASI
Surat Penawaran
jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu
bertanggal

Jaminan Penawaran (1)


Diterbitkan oleh penerbit yang sesuai dengan kriteria
masa berlakunya tidak kurang
nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam Jaminan Penawaran
nilai Jaminan Penawaran tidak kurang
nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf
nama Pokja ULP yang menerima Jaminan Penawaran sama dengan nama Pokja ULP yang
mengadakan pelelangan
paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang dilelangkan
Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan
dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja, setelah surat pernyataan wanprestasi
dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan
Jaminan Penawaran atas nama perusahaan kemitraan (Kerja Sama Operasi/KSO) harus ditulis
atas nama perusahaan kemitraan/KSO

22
EVALUASI ADMINISTRASI
Jaminan Penawaran (2)
Kriteria pencairan jaminan penawaran sesuai dengan persyaratan yaitu:
peserta terlibat KKN (yang dilakukan oleh badan usaha non kecil);
peserta menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan;
tidak bersedia menambah nilai Jaminan Pelaksanaan dalam hal sebagai calon pemenang dan calon
pemenang cadangan 1 dan 2 harga penawarannya di bawah 80% HPS;
tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi kualifikasi dalam hal sebagai calon pemenang dan
calon pemenang cadangan 1 dan 2 dengan alasan yang tidak dapat diterima; atau
mengundurkan diri atau gagal tanda tangan kontrak

Surat Kuasa (apabila dikuasakan)


Harus ditandatangani direktur utama / pimpinan perusahaan;
Nama penerima kuasa tercantum dalam akte pendirian/anggaran dasar;
Dalam hal kemitraan, surat kuasa ditandatangani oleh anggota kemitraan yang diwakili menurut perjanjian
kerja sama

surat perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (apabila bermitra), memenuhi persyaratan:


mencantumkan nama kemitraan sesuai dengan data kualifikasi;
mencantumkan lead firm dan mitra/anggota;
mencantumkan modal (sharing) dari setiap perusahaan;
mencantumkan nama pihak yang mewakili kemitraan/KSO;
ditandatangani para calon peserta kemitraan/KSO

23
EVALUASI TEKNIS
Metode Pelaksanaan
Memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan pekerjaan dari awal sampai akhir
secara garis besar dan uraian/cara kerja dari masing-masing jenis pekerjaan utama dan
pekerjaan penunjang/sementara yang ikut menentukan keberhasilan pelaksanaan pekerjaan
utama yangdapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini menggambarkan
penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. Penilaian metode pelaksanaan tidak mengevaluasi
job-mix/ rincian/campuran/ komposisi material dari jenis pekerjaan

Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan


Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu (yaitu
sampai dengan serah terima pertama/Provision Hand Over (PHO)
Peralatan Utama Minimal
Jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah yang disediakan untuk pelaksanaan pekerjaan

Personil Inti
Tingkat pendidikan, jabatan dalam pekerjaan yang diusulkan, pengalaman kerja, keahlian/
keterampilan, yang ditempatkan secara penuh

24
EVALUASI TEKNIS
Bagian Pekerjaan yang akan Disubkontrakkan
sebagian pekerjaan utama disubkontrakkan kepada penyedia jasa spesialis
penawaran di atas Rp. 25 Miliar sampai dengan Rp. 50 Miliar mensubkontrakkan sebagian
pekerjaan yang bukan pekerjaan utama kepada subpenyedia jasa Usaha Mikro dan Usaha
Kecil serta koperasi kecil; dan/atau
penawaran di atas Rp. 50 Miliar mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan
pekerjaan utama kepada sub penyedia jasa Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil
dan dalam penawarannya sudah menominasikan sub penyedia jasa dari lokasi pekerjaan
setempat, kecuali tidak tersedia sub penyedia jasa yang dimaksud

RK3K
Memenuhi persyaratan yaitu adanya sasaran dan program K3 yang secara umum
menggambarkan penguasaan dalam mengendalikan risiko bahaya K3

25
EVALUASI HARGA

Apabila Total Harga Penawaran Terkoreksi Melebihi Nilai Total HPS, Dinyatakan Gugur

Harga satuan penawaran yang nilainya lebih besar dari 110% (seratus sepuluh perseratus) dari harga
satuan yang tercantum dalam HPS, dilakukan klarifikasi. Apabila setelah dilakukan klarifikasi ternyata
harga satuan penawaran tersebut timpang, maka harga satuan penawaran timpang hanya berlaku
untuk volume sesuai dengan Daftar Kuantitas dan Harga

Mata pembayaran yang harga satuannya nol atau tidak ditulis dilakukan klarifikasi dan kegiatan
tersebut harus tetap dilaksanakan. Harganya dianggap termasuk dalam harga satuan pekerjaan
lainnya

26
EVALUASI HARGA
Klarifikasi/Evaluasi kewajaran harga dalam hal harga penawaran nilainya di bawah 80% (delapan
puluh perseratus) HPS, dengan ketentuan
Meneliti dan menilai kewajaran harga satuan dasar meliputi harga upah, bahan, dan peralatan
dari harga satuan penawaran, sekurang-kurangnya pada setiap mata pembayaran utama;
Meneliti dan menilai kewajaran kuantitas/koefisien dari unsur upah, bahan, dan peralatan
dalam Analisa Harga Satuan;
Hasil penelitian butir a) dan butir b) digunakan untuk menghitung harga satuan yang dinilai
wajar tanpa memperhitungkan keuntungan yang ditawarkan;
Harga satuan yang dinilai wajar digunakan untuk menghitung total harga penawaran yang
dinilai wajar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Total harga sebagaimana dimaksud pada huruf d. dihitung berdasarkan volume yang ada
dalam daftar kuantitas dan harga.

Apabila total harga penawaran yang diusulkan lebih kecil dari hasil evaluasi sebagaimana
tersebut diatas, maka harga penawaran dinyatakan tidak wajar dan gugur harga

Apabila total harga penawaran lebih besar dari hasil evaluasi sebagaimana tersebut diatas, maka
harga penawaran dinyatakan wajar dan apabila peserta tersebut ditunjuk sebagai pemenang
pelelangan, harus bersedia untuk menaikkan Jaminan Pelaksanaan menjadi 5% (lima perseratus)
dari nilai total HPS.

27
Jasa Konsultansi Konstruksi

28
PENILAIAN KUALIFIKASI
Kualifikasi merupakan proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha
serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari Penyedia Barang/Jasa.

Prakualifikasi Pascakualifikasi
Pemilihan Penyedia Jasa Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi
Konsultansi Perorangan

*Penilaian administrasi kualifikasi dilakukan dengan metode sistem gugur.


*Penilaian teknis kualifikasi dilakukan dengan metode sistem nilai

29
EVALUASI KUALIFIKASI
Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)
Sertifikat Badan Usaha (SBU)
tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak
sedang dihentikan dan/atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama
perusahaan, tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana
tidak masuk dalam Daftar Hitam
memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak
terakhir (SPT Tahunan)
memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam kurun
waktu 4 (empat) tahun terakhir
Memiliki kemampuan pada klasifikasi/sub klasifikasi pekerjaan yang
sesuai/sejenis untuk badan usaha non kecil
memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil

30
EVALUASI KUALIFIKASI
Evaluasi Teknis Kualifikasi
Pengalaman pada pekerjaan sejenis dengan bobot 40-55%
Kesesuaian besaran nilai pekerjaan sejenis yang pernah diselesaikan dengan nilai
pekerjaan yang akan dikompetisikan dengan bobot 35-45%
Pengalaman Pekerjaan pada lokasi yang sama pada tingkat Kabupaten/Kota
dengan bobot 5-15%
Domisili Perusahaan Induk (tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota, kecuali Provinsi DKI
Jakarta) dengan bobot 5%

Dalam hal perusahaan baru, maka perusahaan yang bersangkutan mendapat bobot
5% dari 100% dan urutan short list dimulai dari perusahaan yang berdirinya terbaru

31
EVALUASI ADMINISTRASI
Surat Penawaran
jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang
jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi
bertanggal

surat perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (apabila bermitra) memenuhi


persyaratan antara lain:
mencantumkan nama kemitraan sesuai dengan data kualifikasi;
mencantumkan lead firm dan mitra/anggota;
mencantumkan modal (sharing) dari setiap perusahaan;
mencantumkan nama pihak yang mewakili kemitraan/KSO;
ditandatangani para calon peserta kemitraan/KSO

32
EVALUASI TEKNIS
Unsur-unsur pokok dinilai:
pengalaman perusahaan (bobot nilai antara 10% s.d 20%), sub unsur yang dinilai:
pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis;
pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan;
pengalaman manajerial dan fasilitas utama; dan
kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap

pendekatan dan metodologi (bobot nilai antara 20% s.d 40%), sub unsur yang dinilai:
pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK
kualitas metodologi
hasil kerja (deliverable)
fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK

33
EVALUASI TEKNIS
Unsur-unsur pokok dinilai:
kualifikasi tenaga ahli (bobot nilai antara 50% s.d 70%), sub unsur yang dinilai:
tingkat pendidikan
pengalaman kerja profesional seperti yang disyaratkan dalam KAK
sertifikat keahlian/profesi
lain-lain: penguasaan bahasa Inggris, bahasa Indonesia (bagi konsultan Asing),
bahasa setempat, aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara, aturan, situasi,
dan kondisi (custom) setempat

Peserta dinyatakan lulus evaluasi teknis apabila hasil evaluasi teknis memenuhi
ambang batas nilai teknis (passing grade)

Hasil evaluasi teknis harus ambang batas total nilai teknis (passing grade) dan
ambang batas masing-masing nilai unsur teknis

34
EVALUASI HARGA

Rincian penawaran biaya yang terdiri dari:


rincian Biaya Langsung Personil (remuneration); dan
rincian Biaya Langsung Non Personil (direct reimbursable cost).

35
PENYUSUNAN KAK PEKERJAAN JASA
KONSULTANSI KONSTRUKSI SESUAI PERMEN PUPR
NO.31/PRT/M/2015

Uraian Kegiatan yang akan


dilaksanakan

Waktu pelaksanaan yang


diperlukan
PALING SEDIKIT MEMUAT
spesifikasi teknis Barang/Jasa
yang akan diadakan

besarnya total perkiraan biaya


pekerjaan

2017
PENYUSUNAN KAK PEKERJAAN JASA
KONSULTANSI KONSTRUKSI SESUAI PERMEN PUPR
NO.31/PRT/M/2015
Lingkup Kegiatan

SBU sesuai jenis pekerjaan yang dilelangkan (Kualifikasi)

Analisis Kebutuhan Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung:


1. Posisi
2. Pengalaman
3. Persyaratan SKA (Utama,Madya,Muda)
Persyaratan
4. Pengalaman mengerjakan pekerjaan sejenis
yang harus 5. Lingkup Tugas Tenaga Ahli
dituangkan 6. Lama penempatan/Orang Bulan (OB)
dan
diperhatikan Jangka waktu pelaksanaan kegiatan
(hari kalender)

Harga Perkiraan Sendiri (HPS)

Keluaran/ Output

Target Waktu per Keluaran/Output

2017
ANALISA KEBUTUHAN TENAGA AHLI
(SESUAI PERMEN PUPR NO.09/PRT/M/2013)

Dalam menentukan kebutuhan


Tenaga Ahli perlu disampaikan Output Kegiatan
Analisa Penugasan Tenaga Ahli
dalam KAK.
Strata & Kualifikasi Tenaga
Analisa Penugasan mencangkup : Ahli yang dibutuhkan
tugas dan tanggung jawab tenaga
ahli, persyaratan pendidikan,
Jangka Waktu Penyelesaian
pengalaman pekerjaan sejenis, Pekerjaan
pengalaman pekerjaan total serta
SKA/ Sertifikat keahlian yang
Analisa Beban
dibutuhkan (apabila diperlukan). Kerja/Tenaga Ahli
Penetapan persyaratan SKA untuk
Ahli Muda, Madya dan Utama sesuai
Permen PU NO.09/PRT/M/2013 Total kebutuhan/Jumlah &
Kualifikasi Tenaga Ahli
adalah sebagai berikut:

2017
2017
39
CONTOH FORMAT KAK (1)
SESUAI PERMEN PUPR NO.31/PRT/2015
BUKU PEDOMAN JK 04 08 BAB IV. KERANGKA ACUAN KERJA

2017
CONTOH FORMAT KAK (2)
SESUAI PERMEN PUPR NO.31/PRT/2015
BUKU PEDOMAN JK 04 08 BAB IV. KERANGKA ACUAN
KERJA

2017
3
Contoh RAB
Permen PUPR NO.31/PRT/M/2015
Lampiran BAB IV

2017
42
3
Contoh RAB
Permen PUPR NO.31/PRT/M/2015
Lampiran BAB IV

2017
43
PROPORSI PERSONIL : NON
PERSONIL

Perka LKPP No.14/2012


Biaya Langsung Non Personil pada prinsipnya tidak melebihi 40%
(empat puluh perseratus) dari total biaya, kecuali untuk jenis
pekerjaan konsultansi yang bersifat khusus, seperti: pekerjaan
penilaian aset, survei untuk memetakan cadangan minyak bumi,
pemetaan udara, survei lapangan, pengukuran, penyelidikan tanah
dan lain-lain.

2017
44
HPS 4
Permen PUPR NO.31/PRT/M/2015
Penyusunan HPS didasarkan pada data harga pasar setempat, yang diperoleh berdasarkan hasil survei menjelang
dilaksanakannya Pengadaan

RAB Kontrak Lumpsum


Kontrak Harga Satuan Untuk Biaya Personil dijelaskan
Daftar Kuantitas dan detail pada KAK dan cukup
Harga harus diupload, mencantumkan Total HPS Biaya
HPS
dan merupakan bagian Personil
dari Dokumen Seleksi. Untuk Biaya Non Personil = Harus
ditampilkan detail masing
masing kebutuhan.

Jenis Kegiatan : Jenis Kegiatan :


Advisory/ Technical Studi Pra Studi Kelayakan, Studi Kelayakan, Baseline Study, Sistem Informasi,
Assistence/Pendampingan. Studi Lingkungan/Kawasan, AMDAL, Identifikasi Program, Studi/Kajian/Telaah,
Supervisi, Manajemen Proyek, Manajemen Evaluasi, Produk Hukum, Pedoman, Petunjuk, Sertifikasi, dan Lainnya.
Konstruksi. Perencanaan Umum dan Pererncanaan Teknis : Master Plan, Pra Design, Basic
Pekerjaan Yang Beresiko Tingggi dan/atau Design, Concept Design, Design Development, Detail Engineering Design, Final
menggunakan teknologi tinggi dimana Engineering Design, Review Design, Quantity Surveyor.
volume atau waktu pelaksanaannya masih Survei : Pemetaan/Foto Udara, Pengukuran Topografi, Bathymetri, Hydrologi, Soil
bersifat perkiraan pada saat kontrak di Investigation/geoteknik, Sosial Ekonomi, Survey Lalu Lintas dan O-D, Survey
tandatangani. Kondisi Jalan/Jembatan, Leger Jalan, Survei lainnya.

2017
45
MENYUSUN HPS (HARGA PERKIRAAN SENDIRI)
SESUAI PERMEN PUPR NO.31/PRT/M/2015

Penyusunan HPS didasarkan pada data harga pasar setempat, yang diperoleh berdasarkan
hasil survei menjelang dilaksanakannya Pengadaan

informasi biaya satuan


hasil
yang dipublikasikan biaya Kontrak inflasi tahun
informasi biaya perbandingan
secara resmi oleh daftar biaya/tarif sebelumnya atau sebelumnya,
satuan yang dengan Kontrak
asosiasi terkait dan Barang/Jasa yang yang sedang suku bunga
dipublikasikan sejenis, baik
sumber data lain yang dikeluarkan oleh berjalan dengan berjalan
secara resmi oleh yang dilakukan
dapat pabrikan/distributor mempertimbangkan dan/atau kurs
Badan Pusat dengan instansi
dipertanggungjawabkan, tunggal faktor perubahan tengah Bank
Statistik (BPS) lain maupun
misal : Billing Rate biaya Indonesia
pihak lain
INKINDO

Biaya Langsung Personil :


Menyusun RAB untuk konsultan terdiri dari Biaya Langsung Tenaga Ahli dan Tenaga
Personil dan Biaya Langsung Non Personil Pendukung

Biaya Langsung Non Personil :


HPS dihitung sudah termasuk PPN Biaya Sewa, Perlengkapan
Kantor, Biaya Survey, dll

HPS ditetapkan oleh PPK

2017
SURAT EDARAN MENTERI PU NO.03/SE/M/2014 TENTANG PEDOMAN BESARAN BIAYA
LANGSUNG PERSONIL/REMUNERASI DALAM PERHITUNGAN HPS JASA KONSULTANSI
DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

DICABUT

SE Menteri PUPR
No.01/SE/M/2017
menghitung/menentukan
billing rate mengacu
kepada Pepres 54/2010
Pasal 66 ayat (7) huruf b

2017
PEDOMAN STANDAR MINIMAL 2016 BIAYA LANGSUNG PERSONIL DAN BIAYA LANGSUNG NON
PERSONIL UNTUK KEGIATAN JASA KONSULTANSI
(INKINDO)

Sebagai acuan
standar minimum
Jasa Konsultansi

2017
MENETAPKAN NILAI BILLING RATE TENAGA AHLI PADA
PEDOMAN STANDAR MINIMAL INKINDO 2016
Contoh : Ketua tim disyaratkan seorang Master Teknik (S2) Memiliki Sertifikat Ahli Madya Manajemen
Konstruksi dengan pengalaman kerja selama 5 (lima) tahun termasuk pengalaman 3 tahun dalam
manajemen proyek konstruksi atau pengadaan proyek konstruksi ICB dan/atau NCB atau Sarjana Teknik
(S1) dengan pengalaman kerja selama 9 (sembilan) tahun termasuk pengalaman 3 tahun dalam
manajemen proyek konstruksi atau pengadaan proyek konstruksi ICB dan/atau NCB. Disyaratkan Maka :

Nilai yang diambil


untuk penyusunan
HPS adalah
Rp.35.500.000,-

Dalam melakukan
evaluasi apabila
penyedia
menawarkan
tenaga ahli dengan
kualifikasi S1 maka
Pokja melakukan
negosiasi sesuai
pedoman billing
rate.
HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS)

Daftar Kuantitas dan Harga


Kontrak Harga Satuan harus diupload, dan
merupakan bagian dari
RAB HPS Dokumen Seleksi.
Daftar Kuantitas dan Harga
Kontrak Lumpsum tidak diupload, hanya
menampilkan total Nilai HPS.
Detail kebutuhan untuk
penawaran dijelaskan pada
KAK.

2017
MEMILIH JENIS KONTRAK
SESUAI PERMEN PUPR NO.31/PRT/M/2015
Kontrak Harga Satuan, apabila :
1. Pembayaran berbasis input,
2. Berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap untuk setiap satuan/unsur pekerjaan
dengan spesifikasi teknis tertentu,
3. Volume pekerjaannya masih bersifat perkiraan sementara,
4. Pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas volume pekerjaan
yang benar-benar telah dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa

Kontrak Lump Sum, apabila :


1. Pembayaran berbasis output
2. Berdasarkan atas produk/keluaran (Output based) yang harus dihasilkan konsultan
sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan
dalam batas waktu tertentu,
3. Jumlah harga yang pasti dan tetap, dan
4. Semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya
ditanggung oleh penyedia jasa.

2017
KU RPP (Pengkajian Ulang Rencana Pelaksanaan Pengadaan)

Spek. Teknis/KAK Detail


HPS
Rancangan Kontrak

2017
52
RANCANGAN KONTRAK
Jenis-Jenis Kontrak sesuai Perpres 54/2010
Berdasarkan Cara Pembayaran

1) Lump Sum
Kontrak Lump Sum merupakan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa atas penyelesaian seluruh
pekerjaan dalam batas waktu tertentu sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak, dengan
ketentuan sebagai berikut:
jumlah harga pasti dan tetap serta tidak dimungkinkan penyesuaian harga;
semua risiko sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa;
pembayaran didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang dihasilkan sesuai dengan isi
Kontrak;
sifat pekerjaan berorientasi kepada keluaran (output based);
total harga penawaran bersifat mengikat; dan
tidak diperbolehkan adanya pekerjaan tambah/kurang.\

53
RANCANGAN KONTRAK
Jenis-Jenis Kontrak sesuai Perpres 54/2010
Berdasarkan Cara Pembayaran
2) Harga Satuan
Kontrak Harga Satuan merupakan Kontrak Pengadaan Barang/ Jasa atas penyelesaian
seluruh pekerjaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan berdasarkan harga satuan yang
pasti dan tetap serta tidak dimungkinkan penyesuaian harga;
Harga Satuan pasti dan tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan
spesifikasi teknis tertentu
volume atau kuantitas pekerjaannya masih bersifat perkiraan pada saat Kontrak
ditandatangani;
pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas volume pekerjaan
yang benar-benar telah dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa; dan
dimungkinkan adanya pekerjaan tambah/kurang berdasarkan hasil pengukuran
bersama atas pekerjaan yang diperlukan

54
RANCANGAN KONTRAK
Jenis-Jenis Kontrak sesuai Perpres 54/2010
Berdasarkan Cara Pembayaran
3) Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan
Kontrak gabungan Lump Sum dan Harga Satuan adalah Kontrak yang merupakan gabungan Lump Sum
dan Harga Satuan dalam 1 (satu) pekerjaan yang diperjanjikan.

4) Persentase
Kontrak Persentase merupakan Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi/Jasa Lainnya, dengan ketentuan
sebagai berikut:
Penyedia Jasa Konsultansi/Jasa Lainnya menerima imbalan berdasarkan persentase dari nilai
pekerjaan tertentu; dan
pembayarannya didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang dihasilkan sesuai dengan isi
Kontrak
5) Terima Jadi
Kontrak Terima Jadi (Turnkey) merupakan Kontrak Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/ Jasa
Lainnya atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan ketentuan sebagai
berikut:
jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh pekerjaan selesai dilaksanakan; dan
pembayaran dilakukan berdasarkan hasil penilaian bersama yang menunjukkan bahwa pekerjaan
telah dilaksanakan sesuai dengan kriteria kinerja yang telah ditetapkan.

55
RANCANGAN KONTRAK
Jenis-Jenis Kontrak sesuai Perpres 54/2010
Berdasarkan Pembebanan Tahun
Anggaran
1) Tahun Tunggal
Kontrak Tahun Tunggal merupakan Kontrak yang pelaksanaan pekerjaannya mengikat dana anggaran
selama masa 1 (satu) Tahun Anggaran.

2) Tahun Jamak
Kontrak Tahun Jamak merupakan Kontrak yang pelaksanaan pekerjaannya untuk masa lebih dari 1
(satu) Tahun Anggaran atas beban anggaran, yang dilakukan setelah mendapatkan persetujuan :
Menteri/Pimpinan Lembaga yang bersangkutan untuk kegiatan yang nilai kontraknya sampai
dengan Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) bagi kegiatan penanaman benih/bibit,
penghijauan, pelayanan perintis darat/laut/udara, makanan dan obat di rumah sakit, makanan
untuk narapidana di Lembaga Pemasyarakatan, pengadaan pita cukai, layanan pembuangan
sampah, dan pengadaan jasa cleaning service.
Menteri Keuangan untuk kegiatan yang nilainya diatas Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar
rupiah) dan kegiatan yang nilainya sampai dengan Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)

56
RANCANGAN KONTRAK
Jenis-Jenis Kontrak sesuai Perpres 54/2010
Berdasarkan Sumber Pendanaan
1) Pengadaan Tunggal
Kontrak Pengadaan Tunggal merupakan Kontrak yang dibuat oleh 1 (satu) PPK dengan 1 (satu)
Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu.

2) Pengadaan Bersama
Kontrak Pengadaan Bersama merupakan Kontrak antara beberapa PPK dengan 1 (satu) Penyedia
Barang/Jasa untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu tertentu, sesuai dengan kebutuhan masing-
masing PPK yang menandatangani Kontrak.

3) Payung (Framework contract)


Kontrak Payung (Framework Contract) merupakan Kontrak Harga Satuan antara Pejabat K/L/D/I
dengan Penyedia Barang/Jasa yang dapat dimanfaatkan oleh K/L/D/I, dengan ketentuan sebagai
berikut:
diadakan untuk menjamin harga Barang/Jasa yang lebih efisien, ketersediaan Barang/Jasa
terjamin dan sifatnya dibutuhkan secara berulang dengan volume atau kuantitas pekerjaan yang
belum dapat ditentukan pada saat Kontrak ditandatangani; dan
pembayarannya dilakukan oleh setiap PPK/Satuan Kerja yang didasarkan pada hasil
penilaian/pengukuran bersama terhadap volume/kuantitas pekerjaan yang telah dilaksanakan
oleh Penyedia Barang/Jasa secara nyata.
57
RANCANGAN KONTRAK
Jenis-Jenis Kontrak sesuai Perpres 54/2010
Berdasarkan Jenis Pekerjaan
1) Kontrak Pengadaan Pekerjaan Tunggal
Kontrak Pengadaan Pekerjaan Tunggal merupakan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang hanya terdiri
dari 1 (satu) pekerjaan perencanaan, pelaksanaan atau pengawasan.

2) Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi


Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi merupakan Kontrak Pengadaan Pekerjaan Konstruksi yang
bersifat kompleks dengan menggabungkan kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan/atau pengawasan.
Model Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi antara lain dapat berbentuk:
Kontrak Berbasis Kinerja
Kontrak Rancang dan Bangun
Kontrak Rancang Bangun Konstruksi (EPC)
Kontrak Rancang-Bangun-Operasi- Pemeliharaan
Kontrak Jasa Pelayanan
Kontrak Pengelolaan Aset
Kontrak Operasi dan Pemeliharaan

58
HAL-HAL YANG DIKAJI ULANG
1. Apakah Spesifikasi Teknis yang
Ditetapkan telah sesuai dengan KAK dan
Identifikasi Kebutuhan
2. Apakah Spesifikasi yang ditetapkan tidak
menyebabkan persaingan yang tidak
Rancangan Spesifikasi sehat, misalnya mengarah kepada Produk
Kontrak Teknis tertentu
3. Apakah Spesifikasi Teknis yang
ditetapkan benar-benar ada di Pasar dan
dapat dipenuhi oleh Penyedia
Barang/Jasa
HPS 4. Apakah Spesifikasi Teknis bersifat Khusus
sehingga harus dibuat khusus
5. Level Penyedia yang mampu
menyediakan barang/jasa
(Produsen/Importir/Distributor/Retailer)
2017
59
HAL-HAL YANG DIKAJI ULANG

1. Apakah sudah ada


Dokumentasi/Riwayat Penyusunan
HPS
2. Apakah penyusunan HPS sudah
Rancanga Spesifikas
n Kontrak i Teknis disesuaikan dengan level penyedia
barang/jasa
3. Apakah Sumber Data HPS dapat
dipertanggungjawabkan
4. Apakah HPS sudah memperhitungkan
HPS Keuntungan dan Overhead yang Wajar
serta sudah memperhitungkan PPN
5. Apakah Dokumen HPS sudah
ditandatangani oleh PPK

2017
60
HAL-HAL YANG DIKAJI ULANG
1. Jenis Perjanjian (SPK atau Surat Perjanjian)
2. Apakah PPK sudah melengkapi Rancangan
Surat Perjanjian, SSUK, dan SSK
3. Jenis Kontrak Yang digunakan
Berdasarkan Cara Pembayaran
Rancanga Spesifikas Berdasarkan Pembebanan Tahun
n Kontrak i Teknis Anggaran
Berdasarkan Sumber Pendanaan
Berdasarkan Jenis Pekerjaan
4. Apakah Pekerjaan ini membolehkan Uang
HPS Muka
5. Apakah memerlukan Garansi dan/atau
Layanan Purna Jual
6. Ketentuan tentang Denda

2017
61
SETELAH KAJI ULANG RPP

Apabila ULP tidak sepakat dengan PPK, maka keputusan diserahkan kepada PA/KPA

Putusan PA/KPA bersifat final dan mengikat

PPK kemudian menetapkan RPP yang baru (apabila ada) dan menyerahkan kepada ULP untuk
diteruskan pada tahap penyusunan Rencana Pemilihan Penyedia

2017
62
RPLP (Rencana Pemilihan Penyedia)

Dokumen Pengadaan
Jadwal Pelelangan

2017
63
TERIMA KASIH

2017