Anda di halaman 1dari 31

BAGIAN NEUROLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Referat
FEBRUARI 2017

SPINA BIFIDA
Pembimbing:
dr. Debby Veranico, Sp.S
Oleh:
Abdul Fattah Ch. Bachmid

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2017
Spina bifida berarti terbelahnya arcus
vertebrae dan bisa melibatkan jaringan saraf
dibawahnya atau tidak
Angka kejadian 1 per 1000 kelahiran
Spina bifida terdiri dari sebuah hiatus yang
biasanya terletak dalam vertebra
lumbosakralis, dan lewat hiatus ini menonjol
sakus meningus sehingga terbentuk
meningokel
Jika sakus tersebut juga berisi medulla
spinalis, anomali tersebut dinamakan
meningomielokel

Pendahuluan
Anatomi & Fisiologi
Spina bifida adalah kelainan neural tube
(neural tube defect) yang terjadi akibat
kegagalan neural tube untuk menutup
dengan sempurna

Defenisi
Spina bifida okulta

Kecacatan ini disebabkan karena tidak


menyatunya lengkung-lengkung vertebra
(defek terjadi hanya pada kolumna
vertebralis) dan terjadi pada sekitar 10%
kelahiran

Klasifikasi
Spina bifida kistika

Adalah suatu defek neural tube berat


dimana jaringan saraf dan atau
meningens menonjol melewati sebuah
cacat lengkung vertebra dan kulit
sehingga membentuk sebuah kantong
mirip kista
Spina bifida dengan meningokel

Meningokel merupakan bentuk spina


bifida dimana cairan yang ada di kantong
terlihat dari luar (daerah belakang), tetapi
kantong tersebut tidak berisi spinal cord
atau sara
Spina bifida dengan meningomielokel

Merupakan bentuk spina bifida dimana


jaringan saraf ikut di dalam kantong
tersebut
Spina bifida dengan mielokisis atau
rakiskisis

Merupakan bentuk spina bifida berat


dimana lipatan-lipatan saraf gagal naik di
sepanjang daerah torakal bawah dan
lumbosakral dan tetap sebagai masa
jaringan saraf yang pipih
Bahan-bahan teratogen yang dapat
menyebabkan terjadinya defek neural
tube adalah:

1. Carbamazepine
2. Valproic acid
3. Defisiensi folic acid
4. Sulfonamide

Etiologi
Faktor maternal lain yang dapat
menyebabkan defek neural tube meliputi:

1. Riwayat keluarga dengan defek neural


tube
2. Penggunaan obat-obat anti kejang
3. Overweight berat
4. Demam tinggi pada awal kehamilan
5. Diabetes mellitus
Defek neural tube disini yang dimaksud
adalah karena kegagalan pembentukan
mesoderm dan neurorectoderm.
Defek embriologi primer pada semua
defek neural tube adalah kegagalan
penutupan neural tube, mempengaruhi
neural dan struktur kutaneus ectodermal.
Hal ini terjadi pada hari ke 17-30
kehamilan.

Patogenesis
Kurang lebih 90% dari kasus yang terjadi
bukanlah faktor genetic/keturunan tetapi
sebagian besar terjadi dari kombinasi
faktor lingkungan dan gen dari kedua
orang tuanya
Defek neural tube dapat dideteksi dengan
pemeriksaan AFP (Alfa Feto Protein) pada
cairan amnion atau AFP yang diperiksa
dari darah ibu hamil
AFP adalah protein serum utama yang
terdapat pada awal kehidupan embrio dan
90% dari total globulin serum dari fetus

Diagnosis
Beberapa kelainan fetus lain yang dapat
dideteksi dari peningkatan AFP meliputi:
1. Anencephaly
2. Spina bifida kistika
3. Encephalocele
4. Omphalocele
5. Turner syndrome
6. Gastroschisis
7. Oligohydramnions
8. Sacrococcygeal teratoma
9. Kelainan ginjal polikistik
10. Kematian janin intra uteri
11. Obstruksi traktus urinarius
Anencephaly

Bayi yang lahir dengan anencephaly


ditandai dengan tidak terbentuknya kubah
tengkorak, sehingga otak yang
mengalami malformasi menjadi terpapar

Diagnosis Banding
Encephalocele

Merupakan defek pada cranium yang


biasanya terjadi pada daerah oksipital.
Pada daerah ini, meningen beserta bagian
dari korteks serebri atau batang otak atau
serebellum menonjol keluar dan ditutupi
oleh kulit
Terapi

Pembedahan

Pencegahan

Penggunaan suplemen folic acid 400 micrograms


(0,4 mg) / hari sebelum hamil dan 800
micrograms / hari selama kehamilan.
Penggunaan suplemen folic acid ini penting untuk
menurunkan resiko terjadinya defek neural tube
seperti spina bifida

Penatalaksanaan
Spina bifida termasuk dalam defek neural tube
yang berarti terbelahnya arcus vertebrae dan
bisa melibatkan jaringan saraf di bawahnya atau
tidak
Angka kejadian 1 per 1000 kelahiran
Macam-macam spina bifida:
1. Spina bifida okulta
2. Spina bifida kistika
3. Spina bifida dengan meningokel
4. Spina bifida dengan meningomielokel
5. Spina bifida dengan mielokisis atau rakiskisis

Kesimpulan
Spina bifida dapat didiagnosis prenatal
dengan:

1. Pemeriksaan kadar AFP di dalam serum


ibu hamil dan cairan amnion
2. Ultrasonografi

Bukti baru menunjukkan bahwa asam


folat dapat menurunkan insidens
terjadinya defek neural tube
Berhman, E. R., Kliegman, R., & Arvin, A.M. (2000). Ilmu Kesehatan Anak. Vol 1. Edisi 15. (Penerjemah:
Wahab, S., dkk). Jakarta: EGC
Black, M. J., & Hawks, H.J. (2009). Medical surgical nursing clinical management for positive outcomes. 8
th Edition. St Louis Missouri: Elsevier Saunders.
Dewi, R.H. (2010). Asuhan keperawatan anak spina bifida dengan meningokel. Juni 28, 2013.
http://www.scribd.com/doc/30381861/Asuhan- Keperawatan-Spina-Bifida-Dengan-Meningokel
Genders, N. (2006) Fundamental aspects of complementary therapies for healthcare professionals. Chapter
7: CAM therapies in practice: art therapy, music therapy and relaxation and imagery. Quay Books Mark
Allen Group: 85-98.
Judarwanto, W. (2013). Waspadai 10 kondisi kehamilan penyebab gangguan Janin. Juni 21, 2013.
http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan anak/2013/04/09/waspadai-10-kondisi-kehamilan-penyebab-
gangguan- janin-549318.html
Rachmad. (2013). Kelainan kongenital. Juni 28, 2013.
http://www.angelfire.com/ga/RachmatDSOG/congenital.html
Sherwood, L. (2001). Human physiology: From cell to systems. (2 Eds). (Pendit, B.U, alih bahasa). West, a
Division of International Thomson Publishing Inc.
Smeltzer, S.,C. & Bare, B.,G. (2002). Brunner & Suddarths textbook of medical- surgical. (Waluyo,A. [et
al], penerjemah). Philadelphia: Lippincott - Raven Publishers. (Sumber asli diterbitkan 1996).
Wong, D. L., Hockenberry-Eaton, M., Wilson, D., Winkelstein, M. L., & Schwartz, P. (2001). Wongs
essentials of pediatric nursing (7th ed.). St. Louis: Mosby, Inc.
World Health Organization. (2009). Pelayanan kesehatan anak di rumah sakit: Pedoman bagi rumah sakit
rujukan tingkat pertama di kabupaten/kota. Jakarta: WHO Indonesia.
Greenberg Mark S, Developmental anomalies in Handbook of Neurosurgery, page 222 256, 7th ed,
Thieme Publishers, New York, 2010.
Dias Mark S, McLane David G, Normal and Abnormal Early Development of the Nervous System in A.A.N.S
Pediatric Neurosurgery. Page 46 65 . 4th ed W.B.Saunders. New York, 2001
Kurtzweil Paula., ( 1999 ). How folate can help prevent birth defects. Article FDA Consumer,
http;//www.fda.gov/Fdac/features/796 fol.html
Larsen, Hans R., ( 2005 ) Folic acid. http;//www.pinc.com/healthnews/folate.
Pantanowitz Liron, Sur Monalisa. ( 2004 ). Malformations Associated With Spina Bifida. The Internet
Journal of Pediatrics and Neonatology.

Daftar Pustaka
7ER1M4 K451H

Anda mungkin juga menyukai