Anda di halaman 1dari 25

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN

Pembimbing
dr. Alphonsius Anapaku, Sp.OG

Oleh
Alphonsius J.F. Kote
Fanny Crosintiari
Salah satu penyulit yang sering terjadi (5-15%) hipertensi
dalam kehamilan.
Salah satu dari tiga penyebab tertinggi mortalitas dan
morbiditas ibu bersalin.
Keadaaan dengan TD diastolik minimal 90 mmHg atau TD
sistolik minimal 140 mmHg atau kenaikan tekanan diastolik
minimal 15 mmHg atau kenaikan tekanan sistolik minimal
sebesar 30 mmHg.
TD harus diukur paling sedikit 2 kali (selang waktu 4 jam)
Preeklampsia

Eklampsia

Superimposed
Klasifikasi preeclampsia

Hipertensi
kronis

Gestasional
hipertensi
Epidemiologi
Hipertensi dalam kehamilanawal atau akhir usia reproduksi
wanita >40 thn insidens me 3 kali lipat : 20-30 thn.
Insiden preeklampsi dipengaruhi oleh paritas, predisposisi
ras, genetic, dan faktor lingkungan.
Indonesia, sekitar 6-12%
Penyebab HDKbelum jelas. Ada beberapa teori tentang
terjadinya hipertensi :
a) Invasi trofoblastik abnormal pembuluh darah uterus.
b) Intoleransi imunologis antara jaringan plasenta ibu dan
janin.
c) Maladaptasi maternal pada perubahan kardiovaskular atau
inflamasi dari kehamilan normal.
d) Faktor nutrisi.
e) Pengaruh genetik.
Patofisiologi
Menghasilkan oksidan/radikal
Kegagalan invasi bebas (radikal hidroksil)
trofoblastik

Merusak membran sel yg


Faktor genetik, mengandung asam lemak tidak
a. Spiralis mengalami
imunologi,atau vasokonstriksi jenuh menjadi peroksidase lemak
inflamasi

Merusak membran sel


Aliran darah
uteroplasenta

Disfungsi endotel
Hipoksia dan iskemik
plasenta
Disfungsi
endotel

Kebocoran Aktivasi
vasospasme
kapiler koagulasi
Hipertensi Gestasional
a) TD 140/90 mmHg yang timbul pertama kali selama
kehamilan.
b) Proteinuria (-)
c) TD kembali normal < 12 minggu postpartum.
d) Diagnosis akhir baru bisa ditegakkan postpartum.
e) Mungkin ada gejala preeklampsia lain yang timbul,
contohnya nyeri epigastrium atau trombositopenia.
Preeklampsia
a) Kriteria minimal
TD 140/90 mmHg pada kehamilan > 20 minggu.
Proteinuria 300 mg/24 jam atau 1+ dipstick.
b) Kemungkinan Terjadinya Preeklampsia Berat
TD 160/110 mmHg.
Proteinuria 2.0 g/24 jam atau 2+ dipstick.
Nyeri kepala persisten atau gangguan penglihatan atau cerebral
lain.
Nyeri epigastrium persisten.
Eklampsia
Serangan konvulsi
Konvulsi terjadi secara general dan dapat terlihat sebelum,
selama, atau setelah melahirkan.
Peningkatan tiba-tiba proteinuria atau
tekanan darah atau
jumlah trombosit <100.000/mm3
pada wanita dengan hipertensi atau proteinuria
sebelum kehamilan 20 minggu.
a) Hipertensi (140/90 mmHg) terbukti mendahului
kehamilan.
b) Hipertensi (140/90 mmHg) diketahui sebelum 20
minggu, kecuali bila ada penyakit trofoblastik.
c) Hipertensi berlangsung lama setelah kelahiran.
Pemriksaan
fisik

Peningkatan Peningkatan
tekanan darah berat badan
Volume plasma

Hematologik Fungsi ginjal

Pemeriksaan
penunjang

Hematokrit Elektrolit

Tekanan
Koagulasi dan osmotik koloid
fibrinolisis plasma/tekana
n onkotik
Preeklampsi Ringan

Rawat Inap:
bila hasil fetal assessment jelek
Rawat Jalan (UK <37 minggu): Cenderung menuju PEB
Istirahat Dalam 2 kali kunjungan tidak ada
Diet biasa perubahan,
Pemeriksaan fetal assessment
Pemeriksaan Lab Evaluasi, bila jelek terminasi
Kunjungan ulang setiap1 minggu
Bila proteinuri PEB Bila baik preterm pulang
aterm terminasi
Preeklampsi Berat
Perawatan
konservatif Perawatan aktif

1. Tirah baring 1. Rawat inap


2. Infus D5%, 60-125 cc/jam 2. Tirah baring
3. MgSO4: Infus D5% 60-125 cc/jam
Loading dose: MgSO4 40%: 5 gr
IV bolus 3. Antikejang MgSO4
Maintenance: 4. Pemberian antihipertensi
MgSO4 40% 10 gr drip
Antihipertensi:
Bila TD 180/110 mmHg inj. 1
ampul klonidin Terminasi
Bila TD <180/<110 nifedipine
3x10mg
Terminasi
Induksi persalianan, bila:
1. KTG normal
2. PS 5

Eklampsia terminasi

SC, bila:
1. Syarat drip oxytidak
terpenuhi
2. Persalinan belum
terjadi dalam 12 jam
3. Hasil KTG patologis
Pencegahan
Pencegahan nonmedical
Pencegahan medical
Hipertensi kronis
Antihipertensi yang digunakan :
Metildopa : dosis awal 500 mg 3 x perhari,
maksimal 3 gram perhari
Calcium chanel blockers : Nifedipin dengan dosis
bervariasi antara 30-90 mg perhari
Diuretik thiazidetidak diberikan
Prognosis
Bila penderita tidak terlambat dalam pemberian
pengobatan maka gejala perbaikan akan tampak jelas
setelah kehamilannya diakhiri.
Diuresis terjadi setelah 12 jam kemudian setelah
persalinantanda prognosis yang baik
Eklampsi tidak mempengaruhi kehamilan berikutnya,
kecuali pada janin dari ibu yang sudah mempunyai
hipertensi kronik.
Prognosis janin pada penderita eklampsi tergolong
buruk.