Anda di halaman 1dari 20

PAPER

DEMENSIA

Oleh :
Haniyah Dwi Utami

Pembimbing :
dr. Mustafa M Amin, M.Ked.KJ, MSc, Sp.KJ (K)
KEPANITERAAN KLINIK SENIOR SMF ILMU JIWA
RUMAH SAKIT HAJI MEDAN SUMATERA UTARA
2017
DEMENSIA
DEFINISI
Demensia adalah berkurangnya kognisi pada tingkat kesadaran yang
stabil.

Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi


keempat (DSM-IV) demensia dicirikan oleh adanya defek kognitif
multipel yang mencakup hendaya memori tanpa hendaya kesadaran.
Fungsi kognitif yang dapat terserang pada demensia meliputi:
intelegensia umum, pengetahuan dan memori, bahasa, pemecahan
masalah, orientasi, persepsi, atensi dan konsentrasi, daya nilai, serta
kemampuan sosial.
ETIOLOGI DEMENSIA
Demensia
Alzheimer
Demensia Penyakit
Vaskular Pick

Penyakit
HIV
Binswanger
Etiologi
Penyakit
Demensia Penyakit
Jisim Lewy Parkinson

Trauma Penyakit
Kepala Penyakit Huntington
Creutzfeldt-
Jakob
Gambaran Klinis Demensia

Hendaya memori
secara khas merupakan Waham dan
gambaran awal dan Kepribadian
Halusinasi
prominen

Mood Perubahan Reaksi Reaksi


Kognitif Katastrofik Sundowner
Diagnosis Demensia

Pedoman Diagnostik:
Adanya penurunan kemampuan daya ingat dan daya pikir,
yang sampai mengganggu kegiatan harian seseorang (personal
activities daily living) seperti: mandi, makan, kebersihan diri,
buang air besar dan kecil.
Tidak ada gangguan kesadaran (clear consciousness).
Gejala dan disabilitas sudah nyata untuk paling sedikit 6
bulan.
Diagnosis Demensia
F00 Demensia pada Penyakit Alzheimer
Pedoman Diagnostik:
Terdapatnya gejala demensia.
Onsetnya bertahap (insidious onset) dengan deteriorasi lambat.
Tidak adanya bukti klinis, atau temuan dari pemeriksaan khusus,
yang menyatakan bahwa kondisi mental itu dapat disebabkan oleh
penyakit otak atau sistemik lain yang dapat menimbulkan demensia
(misalnya hipertiroidisme, hiperkalsemia, defisiensi B12, defisiensi
niasin, neurosifilis, hidrosefalus bertekanan normal, atau hematoma
subdural).
Diagnosis Demensia

F00 Demensia pada Penyakit Alzheimer


Pedoman Diagnostik:
Tidak adanya serangan apopletik yang mendadak, atau gejala
neurologik kerusakan otak fokal seperti hemiparesis, hilangnya
daya sensorik, defek lapang pandang mata, dan inkoordinasi yang
terjadi dalam masa dini dari gangguan itu (walaupun fenomena ini di
kemudian hari dapat bertumpang tindih).
F00 Demensia pada Penyakit Alzheimer

F00.0 Demensia pada


Penyakit Alzheimer F00.1 Demensia pada
Onset Dini Penyakit Alzheimer
Onset Lambat
F00.2 Demensia pada
F00.9 Demensia Pada penyakit Alzheimer,
Penyakit Alzheimer Tipe Tak Khas atau Tipe
YTT Campuran (atypical or
mixed type)
Diagnosis Demensia
F01 Demensia Vaskular
Pedoman Diagnostik:
Terdapatnya gejala demensia.
Hendaya fungsi kognitif biasanya tidak merata (mungkin terdapat
hilangnya daya ingat, gangguan daya pikir, gejala neurologis fokal).
Daya tilik diri (insight dan daya nilai (judgment) secara relatif tetap
baik.
Suatu onset yang mendadak atau deteriorasi yang bertahap, disertai
adanya gejala neurologis fokal, meningkatkan kemungkinan
diagnosis demensia vaskular.
Pada beberapa kasus, penetapan hanya dapat dilakukan dengan
pemeriksaan CT-Scan atau pemeriksaan neuropatologis.
F01 Demensia Vaskular

F01.0 Demensia F01.1 Demensia F01.2 Demensia


Vaskular Onset Akut Multi-infark Vaskular Subkortikal
secara cepat Onsetnya lebih Fokus kerusakan
sesudah lambat, biasanya akibat iskemia
serangkaian stroke setelah serangkaian pada substansia
akibat trombosis iskemik minor alba di hemisfer
serebrovaskuler, yang menimbulkan serebral
embolisme atau akumulasi dari Korteks serebri
perdarahan infark pada biasanya tetap baik
parenkim otak
F01 Demensia Vaskular

F01.3 Demensia
Vaskular Campiran F01.8 Demensia F01.9 Demensia
Kortikal dan Vaskular Lainnya. Vaskular YTT.
Subkortikal
Komponen campuran
kortikal dan
subkortikal dapat
diduga dari
gambaran klinis
F02 Demensia Pada Penyakit Lain YDK
F02.0 Demensia pada Penyakit Pick F02.1 Demensia pada Penyakit
Pedoman Diagnostik: Creutzfeldt-Jakob
Adanya gejala demensia yang Pedoman Diagnostik:
progresif. Trias yang sangat mengarah pada
Gambaran neuropatologi berupa diagnosis penyakit ini:
atrofi selektif dari lobus frontalis Demensia yang progresif merusak
yang menonjol, disertai euforia, Penyakit piramidal dan
emosi tumpul, dan perilaku sosial ekstrapiramidal dengan mioklonus
yang kasar, disinhibisi, dan apatis
atau gelisah. Elektroensefalogram yang khas
trifasik.
Manifestasi gangguan perilaku pada
umumnya mendahului gangguan
daya ingat.
F02 Demensia Pada Penyakit Lain YDK
F02.2 Demensia pada Penyakit Huntington
Pedoman Diagnostik:
Ada kaitan antara gangguan gerak koreiform, demensia, dan riwayat
keluarga dengan penyakit Huntington.
Gerakan koreiform yang involunter terutama pada wajah, tangan dan bahu
atau cara berjalan yang khas, merupakan manifestasi dini dari gangguan ini.
Gejala ini biasanya mendahului gejala demensia, dan jarang sekali gejala dini
tersebut tak muncul sampai demensia menjadi sangat lanjut.
Gejala demensia ditandai dengan gangguan fungsi lobus frontalis pada tahap
dini, dengan daya ingat relatif masih terpelihara, sampai saat selanjutnya.
F02.3 Demensia pada Penyakit Parkinson
Demensia yang berkembang pada seseorang dengan penyakit Parkinson yang
sudah parah, tidak ada gambaran klinis khusus yang ditampilkan
F02 Demensia Pada Penyakit Lain YDK
F02.4 Demensia pada Penyakit HIV (Human Immunideficiency Virus)
Demensia yang berkembang pada seseorang dengan penyakit HIV, tidak
ditemukan penyakit atau kondisi lain yang bersamaan selain infeksi HIV itu.

F02.8 Demensia pada Penyakit Lain YDT YDK


Demensia yang terjadi sebagai manifestasi atau konsekuensi beberapa macam
kondisi somatik dan serebral lainnya

F03 Demensia YTT


Kategori ini digunakan bila kriteria umum untuk diagnosa demensia terpenuhi,
tetapi tidak mungkin diidentifikasi pada salah satu tipe tertentu
Penatalaksanaan Demensia

Pendekatan medis secara umum pada penderita demensia adalah


memberikan pelayanan medis suportif, dukungan emosional
untuk pasien dan keluarga, serta terapi farmakologis untuk gejala
spesifik, termasuk perilaku yang mengganggu.
Penatalaksanaan Demensia
Terapi
Terapi Psikososial
Psikososial

Membantu pelaku rawat memahami campuran


Melalui psikoterapi suportif dan perasaan kompleks yang dikaitkan dengan melihat
edukasional menjelaskan secara gamblang orang yang dicintainya mengalami kemunduran serta
sifat dan perjalanan penyakit mereka serta dapat memberi pemahaman dan juga izin untuk
mengekspresikan perasaan ini.

Menemukan cara mengatasi fungsi ego


yang defektif, seperti mencatat terjadinya Waspada terhadap kecenderungan pelaku rawat
problem orientasi dalam kalender, untuk menyalahkan diri mereka sendiri atau
membuat jadwal untuk membantu oranglain atas penyakit pasien dan harus
menyusun aktivitas, dan membuat catatan menghargai peran yang dimainkan oleh pasien
untuk problem memori. demensia tersebut dalam kehidupan anggota
keluarganya
Penatalaksanaan Demensia
Donepezil (Aricept), rivastigmin (Exelon), galantamin
(Reminyl), dan takrin (Cognex) adalah penghambat
Farmakologis asetilkolinesterase yang digunakan dalam pengobatan hendaya
kognitif ringan-sedang pada penyakit Alzheimer

Benzodiazepin untuk insomnia dan ansietas, Antidepresan


Simptomatik untuk depresi dan Antipsikotik untuk waham dan halusinasi,

Segilin (Eldepryl), suatu penghambat selektif oksidase-B monoamin,


Pendekatan serta obat anti inflamasi non steroid dapat memperlambat kemajuan
penyakit ini, Terapi sulih esterogen dapat mengurangi risiko penurunan
Pengobatan Lain kognitif pada wanita pasca menopause.
Perjalanan Penyakit dan Prognosis

Dengan penanganan psikososial dan


farmakologis dan kemungkinan karena sifat
otak yang swa-sembuh, gejala demensia dapat
berjalan secara lambat untuk sesaat atau
bahkan sedikit menyurut.