Anda di halaman 1dari 18

Obat-obat Anestesi inhalasi

SIFAT-SIFAT OBAT ANESTETIK


INHALASI YANG IDEAL
Obat tersebut sebaiknya memiliki bau yang nyaman, tidak iritan terhadap traktus respiratorius dan
memungkinkan dilakukannya induksi yang baik dan cepat.
Obat tersebut sebaiknya memiliki kelarutan gas darah yang rendah induksi cepat dan pemulihan
yang cepat dari anestesi.
Obat tersebut sebaiknya stabil secara kimia dalam penyimpanan dan sebaiknya tidak berinteraksi
dengan bahan sirkuit anestesi atau dengan soda lyme.
Obat tersebut sebaiknya tidak mudah terbakar ataupun meledak.
Obat tersebut sebaiknya dapat menghasilkan ketidaksadaran dengan analgesia dan yang lebih
disukai lagi adalah dapat memberikan efek relaksasi otot sebesar beberapa derajat.
Obat tersebut sebaiknya cukup poten untuk memungkinkan penggunaan konsentrasi oksigen
terinspirasi yang tinggi, jika perlu.
Obat tersebut sebaiknya tidak dimetabolisme di dalam tubuh, nontoksik dan tidak memicu reaksi-
reaksi alergi.
Obat tersebut sebaiknya menghasilkan depresi yang minimal terhadap sistem kardiovaskular dan
respiratorius serta sebaiknya tidak berinteraksi dengan obat-obat lainnya yang umum digunakan
selama anestesi, misalnya Obat-Obat presor ataupun katekolamin.
Obat tersebut sebaiknya tergolong inert yang komplit dan tereliminasi secara komplit dan cepat
dalam suatu bentuk yang tidak berubah melalui paru-paru.
Obat tersebut harus mudah digunakan dengan alat vaporizer (penguap) standar.
Obat tersebut tidak bersifat epileptogenik ataupun meningkatkan tekanan intrakranial.
MINIMUM ALVEOLAR
CONCENTRATION = MAC
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan MAC
obat-obatan sedatif seperti Obat-Obat premedikasi, analgetik
nitrat oksida
pertambahan usia
obat-obatan yang mempengaruhi pelepasan neurotransmiter seperti metildopa, pankuronium dan
klonidin
tekanan atmosfir yang lebih tinggi, karena potensi anestetik terkait dengan tekanan parsial misalnya
MAC untuk enfluran adalah 1,68% (1,66 kPa) pada tekanan 1 ata, namun nilai 0,84% (masih 1,66 kPa)
pada 2 ata
hipotensi
hipotermi
miksoudem
kehamilan

Faktor-faktor yang meningkatkan MAC


usia muda
pireksia
stimulasi simpatoadrenal , misalnya hiperkapni
adanya ephedrin, atau amfetamin
tirotoksikosis
pemakai alcohol kronik
DESFLURAN
Strukturnya :CHF2OCHFCF3
Sifat fisik :
- Tidak berwarna
- Disimpan dalam botol berwarna gelap tampa bahan pengawet
- Obat tersebut tidak terurai dengan pemberian soda lime, cahaya
maupun metal
- Memerlukan vaporizer khusus (TEC-6)
- Titik didih mendekati suhu ruangan 23,5C
- Potensinya rendah (nilai MAC-nya sekitar6,0
%)
Metabolisme :
kira-kira 0,02% desfluran yang terinhalasi dimetabolisme di dalam
tubuh
Sistem pernapasan :
- Merangsang jalan napas bagian atas,sehingga
tidak digunakan untuk induksi anestesia
Efek terhadap kardiovaskular :
- Bersifat simpatomimetik menyebabkan takikardi
dan hipertensi
Efek terhadap Sistem saraf Pusat:
- Menyebabkan penurunan resistensi
serebrovaskular dan meningkatkan tekanan
intrakranial
Sistem muskuloskeletal :
- Menyebabkan relaksasi otot pada dosis
tertentu
ENFLURAN
Enfluran (2-kloro-1,1,2-triflurometil eter)
Sifat-sifat fisik :
tergolong jernih,tidak berwarna, agen anestetik volatil dengan bau
menyerupai eter.
Pengambilan dan distribusi:
Enfluran memiliki koefisien kelarutan gas darah senilai 1,9 yang
berada diantara halotan dan isofluran
Efek terhadap sistem pernapasan:
Tergolong non iritan dan tidak menyebabkan peningkatan saliva
ataupun sekresi bronkus
Efek terhadap kardiovaskular :
Menyebabkan depresi kontraktilitas miokard yang menyebabkan
terjadinya penurunan cardiac output
Uterus :
Menyebabkan terjadinya relaksasi otot uterus
pada dosis tertentu
Sistem Saraf pusat :
Depresi aktivitas EEG yang bergantung pada
dosis pemberian
Keuntungan-keuntungan Enfluran :
Risiko disfungsi hepar yang rendah
Insiden arimia yang rendah
Kerugian-kerugiannya :
Aktivitas kejang pada EEG
Tidak boleh digunakan pada pasien yang telah
mengidap penyak ginjal
Halotan
Halotan : 2-bromo-2-kloro-1,1,1-trifluoroetan
Sifat:
Baunya enak dan tidak merangsang saluran
pernapasan ,sehingga sering digunakan sebagai
induksi anestesia kombinasi dengan N2O
Pengambilan dan distribusi :
Memiliki koefisien kelarutan gas darah senilai 2,5
Metabolisme:
20 % Halotan dimetabolisme di hepar.
Efek terhadap sistem respiratorius:
Menyebabkan terjadinya retensi sputum post operatif
Efek terhadap sistem kardiovaskular
Menyebabkan depresi kontraktilitas miokard
Efek terhadap saraf pusat
Tidak menyebabkan aktifitas kejang pada EEG.
Uterus
Halotan menyebabkan terjadinya relaksasi otot uterus
dan dapat menyebabkan perdarahan post-partum
Otot skeletal
Halotan menyebabkan terjadinya relaksasi
otot skeletal dan mempotensiasi relaksan-
relaksan non-depolarisasi
Keuntungan-keuntungan utamanya adalah :
induksi yang mulus.
stimulasi saliva dan secret bronkus yang minimal.
bronkodilatasi.

Kerugian-kerugiannya adalah :
aritmia.
kemungkinan terjadinya toksisitas hepar, khususnya
pada pemberian berulang.
masa pemulihan yang lambat jika dibandingkan obat-
obat anestetik lainnya (lihat Gambar 2.3).
ISOFLURAN

1-kloro-2,2,2-trifluoroetil difluorometil eter


Sifat-sifat fisik :
Isofluran adalah obat yang tidak berwarna,
tergolong cairan volatil (mudah menguap)
dengan bau enak yang ringan
Sistem respiratorius : mendepresi saluran napas
Sistem respiratorius : mendepresi jantung dan
pembuluh darah minimal dibandingkan anastesi
inhalasi lainnya
Relaksasi otot: relaksasi cukup baik dan
berpotensi dengan relaksan, pada uterus
wanita hamil menyebabkan relaksasi
SEVOFLURAN

fluorometil-2,2,2-trifluoro-1-etil eter
Sifat-sifat fisik : Sevofluran tidak mudah terbakar
dan memiliki rasa yang tajam
Metabolisme : bersifat hepatotoksik
Sistem respiratorius :
tidak iritan terhadap traktus respiratorius bagian
atas.
merelaksasikan otot polos bronkus namun tidak
seefektif halotan
Perbandingan Obat-Obat anestetik
volatil yang modern
Halotan Enfluran Isofluran Desfluran Sevofluran

Berat molekul 197 184,5 184,5 168 200

Titik didih (0C) 50 56 49 23,5 58,5

Koefisien 2,5 1,9 1,4 0,42 0,69


penguraian dalam
gas darah
Koefisien 220 98 91 18,7 55
penguraian dalam
minyak/air
MAC (dalam 0,75 1,68 1,15 6,3 1,7-2,0
oksigen)%
Bahan pengawet Timol Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Stabilitas dalam Tidak stabil ? Stabil Stabil Stabil Tidak stabil


absorber-absorber
CO2
Efek-efek sistemik Obat-Obat volatil
Halotan Enfluran Isofluran Desfluran Sevofluran

Kesetimbangan Lambat Sedang Sedang Cepat Cepat


alveolar
Pemulihan Lambat Sedang Cepat Sangat cepat Cepat

Sistem
kardiovaskular Menurun Meningkat Meningkat Meningkat Stabil
Denyut jantung Menurun Menurun Menurun sedikit Menurun sedikit Menurun sedikit
Cardiac output Stabil Menurun sedikit Menurun hingga stabil hingga stabil
SVR Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun
MAP Ya Ringan Tidak Menurun Menurun
Sensitisasi Tidak Tidak
miokardium
Sistem pernapasan
Iritasi Tidak ada Minimal Signifikan Signifikan Tidak ada
pernapasan Ya Menonjol Ya Menonjol Ya
Depresi
pernapasan
Sistem saraf pusat
Aktifitas kejang Tidak Ya Tidak Tidak Tidak
pada EEG
Sistem ginjal
Metabolit yang Tidak Ya Tidak Tidak Tidak
toksik terhadap
ginjal
Hepar
Hepatotoksisitas Ya Ya Tidak Tidak Ya?
Metabolisme 20 2,5 0,2 0,02 3-5
(%)
Sistem