Anda di halaman 1dari 15

Hariz Ichsan

1602101020083
Taksonomi
Secara taksonomi Cryptobia menurut J. Leidy,
1846 adalah, sebagai berikut:
Kingdom : Protozoa
Phylum : Euglenozoa
Class : Kinetoplastea
Order : Eubodonida
Family : Cryptobiaceae
Genus : Cryptobia
Spesies : Cryptobia sp (J. Leidy, 1846)
Morfologi Cryptobia sp
C. branchialis berukuran panjang 14 23 m dan lebar 3.5
6.0 m, flagellum anterior 7.7 11 m, flagellum posterior
10 15 m. Tahap extracelular C. iubilans berbentuk oval
sampai memanjang, panjang 5.5 12.5 m, lebar 3.5 5.5
m. C. salmositica memanjang, panjang 14.9 (6.0 25.0)
m, lebar 2.5 (1.3 4.0) m. Spesimen kering udara C.
bullocki memiliki panjang 17.6 (12.5 23.1) m, lebar 2.7 (1.2
4.5) m. Flagellum anterior 13.1 (8.3 19.1) m, flagellum
posterior 8.5 (4.4 15.7) m.
Siklus Hidup
Siklus hidup Cryptobia sp tidak langsung memerlukan inang antara
dimana tahap larva parasit berkembang pada inang antara tersebut, dan
inang utama dimana parasit tumbuh dan berkembang menjadi dewasa.
Inang utama biasanya memakan inang antara sehingga parasit dapat
berpindah. Selain itu parasit dapat juga berpindah pada inang lain tetapi
tidak mengalami perubahan fase, inang ini disebut inang paratenik.
Beberapa jenis parasit bersifat inang spesifik yang berarti bahwa parasit
tersebut hanya dapat menginfeksi satu atau terbatas spesies inang.
Pengetahuan tentang siklus hidup parasit sangat berguna dalam
melakukan pencegahan, karena parasit dapat dihilangkan atau dicegah
dengan mudah pada tahap yang paling lemah dari parasit, sebaliknya
dapat menghindari treatment pada tahap yang paling resistan terhadap
parasit. Sebagian besar protozoa memiliki siklus hidup langsung. Tahap
infeksi parasit ini berada dalam air dan selanjutnya menginfeksi inang
yang sama atau inang yang lain dan menyebar dalam populasi ikan. Parasit
darah, Cryptobia memerlukan vector/inang antara yaitu lintah Piscicola sp,
dan disebarkan pada ikan ketika lintah menghisap darah ikan.
Jenis-Jenis Spesies Cryptobia sp.
Cryptobia congeri
Cryptobia dahli
Cryptobia coryphaenoidana
Cryptobia libera
Cryptobia stilbia
Cryptobia eilatica
Cryptobia bialata
Cryptobia borreli
Cryptobia branchialis
Cryptobia bullocki
Cryptobia salmositica.
Cryptobia helicis.
Penyebaran Cryptobia sp.
Secara langsung
Ektoparasit C. branchialis terlepas dari insang ikan dan
menjadi bebas dalam kolom air, kemudian terbawa air
melalui mulut dan parasit ini melengket pada filament
insang. C. salmositica tidak hanya menyebar melalui lintah
tetapi juga dapat menyebar tanpa perantaraan lintah.
Penyebaran dapat terjadi secara langsung melalui kontak
antar ikan, atau mukus yang mengandung parasit dan
terlepas ke dalam kolom air dapat menyebar ke ikan
lainnnya bila bersentuhan dengan mukus tersebut. Parasit
masuk ke dalam tubuh inang melalui luka atau secara aktif
melakukan penetrasi terhadap epithel insang.
Secara tidak langsung
Parasit berkembang biak dalam tubuh lintah dan
parasit pada lintah bersifat infektif pada ikan.
Sejumlah besar parasit terakumulasi dalam tubuh
lintah dan disebarkan pada inang ketika lintah
makan/mengisap darah inang.
Dampak dan Penanggulangannya
Cryptobia menginfeksi dan menyebabkan penyakit
pada banyak spesies ikan air tawar dan ikan air laut
(Cryptobiosis). Parasit ini memiliki distribusi geografis
yang cukup luas. Ektoparasit (terdiri dari 5 spesies)
hidup pada permukaan tubuh atau melekat pada
insang dan permukaan tubuh, sedangkan endoparasit
(7 spesies) hidup pada darah atau pada saluran
pencernaan inang.
Cryptobiosis pada ikan air tawar
C. branchialis, C. Iubilans, C. salmositica dan C.
borreli adalah pathogen pada ikan air tawar. C.
branchialis adalah ektoparasit, sedangkan C. iubilans
hidup rongga pencernaan. Kedua patogen ini
menyebar secara langsung antara ikan. C. salmositica
tidak hanya dapat menyebar secara tidak langsung
melalui lintah, tetapi juga dapat menyebar tanpa
perantaraan lintah. C. borreli memerlukan lintah
untuk penyebaran secara tidak langsung.
Ikan yang terserang Cryptobia sp
Cryptobiosis pada ikan air laut
C. bullocki menyebabkan penyakit dan kematian pada
ikan air laut. Parasit menyebar melalui lintah.
Prosedur diagnosa untuk deteksi yang digunakan pada
C. salmositica dapat digunakan untuk C. bullocki.
Diagnosis
Tanda-tanda klinis seperti anorexia, exopthalmia,
pembengkakan perut dapat digunakan sebagai diagnosa
awal. Parasit dapat dideteksi dengan mudah dengan teknik
siapan basah (wet mount) pada infeksi akut. Sampel segar
diambil dari insang, mukus, organ dalam, darah diambil
dari ikan hidup atau baru mati dan diperiksa dibawah
mikroskop medan terang atau phase kontras. Untuk
konfirmasi identifikasi, smear kering udara parasit difiksasi
pada ethanol 100% dan pada buffered formalin, diwarnai
dengan pewarnaan giemsa dan diperiksa di bawah
mikroskop menggunakan minyak emersi.
Tanda klinis
Tanda klinis seperti anaemia, exopthalmia,
pembesaran perut, lambat bergerak. Terjadi nekrosis
pada hati dan limpa ikan. Terjadi luka-luka ulcer dan
hemarhage pada rongga perut, oedema, haemorhage
dan nekrosis pada usus dan juga oedema pada
lambung. Terjadi kerusakan pada glomeruli dan ada
luka pada ginjal ikan.
Penanggulangannya
Penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan
menggunakan dicampur dengan dengan rasio 2 : 5
disemprotkan ke permukaan kolam sampai
konsentrasi 7 ppm yang dilakukan 1 setiap 2 minggu.
Terima Kasih