Anda di halaman 1dari 33

MANAJEMEN

RISIKO
Manajemen risiko adalah suatu metode
yang sistematis untuk mengidentifikasi,
menganalisis, mengendalikan, memantau,
mengevaluasi dan mengkomunikasikan
risiko yang ada pada suatu kegiatan.
KONSEP DASAR RISIKO

Risk is the potential of losing Resiko adalah potensi kehilangan


something of value sesuatu yang bernilai

Any human endeavor carries some Setiap usaha manusia membawa


risk, but some are much riskier than beberapa risiko, tetapi ada yg lebih
others. berisiko daripada yg lain.

Risk perception is the subjective Persepsi risiko adalah penilaian


judgment people make about the subjektif orang tentang keparahan
severity of a risk, and may vary risiko, dan dapat bervariasi orang ke
person to person. orang.

Hansson, Sven Ove; Edward N. Zalta, editor (Spring 2014). "Risk". The Stanford Encyclopedia of Philosophy. Retrieved 9 May 2014.
Resiko (Risk) didefinisikan sebagai peluang terpaparnya
seseorang atau alat pada suatu hazard (bahaya).

Bahaya (Hazard) adalah sesuatu yang dapat menyebabkan


cedera pada manusia atau kerusakan pada alat atau
lingkungan.

Contoh
Lantai RS yang licin adalah bahaya
Jika seorang pasien memakai tripod berjalan di lantai yang
licin maka dia mempunyai risiko jatuh
Risiko di Rumah Sakit

Risiko Klinis :
Semua isu yang dapat berdampak terhadap pencapaian
pelayanan pasien yang bermutu, aman dan efektif.

Risiko Nonklinis / Corporate Risk :


Semua isu yang dapat berdampak terhadap tercapainya
tugas pokok dan kewajiban hukum dari RS sebagai
korporasi
HOSPITAL RISK

Clinical Risk
Non Clinical Risk
Finacial Risk
Legal Risk
Reputational Risk
Hazardous Material Risk
Kategori Risiko di Rumah Sakit
( Categories of Risk )

1. Patient care-related risks


2. Medical staff-related risks
3. Employee-related risks
4. Property-related risks
5. Financial risks
6. Other risks

Roberta Caroll, editor : Risk Management Handbook for Health Care Organizations, 4th edition, Jossey Bass, 2004
1. RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAYANAN PASIEN
(PATIENT CARE RELATED RISKS)

Akibat melakukan Pelayanan medis yang kurang tepat atau salah


Akibat pelepasan rahasia pasien oleh RS atau Staf
Akibat kurangnya perlindungan keamanan (misal bayi diculik)
penelantaran dan kekerasan terhadap pasien
Akibat kurangnya pemberitahuan risiko kepada pasien
Akibat pemberian pengobatan yang diskriminatif
Akibat Triase yang tidak tepat dan transfer pasien dari ER
Tidak dimintanya informed consent tindakan/penelitian klinis
Pemulangan pasien yang tidak tepat
2. RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN
TENAGA MEDIS ( MEDICAL STAF RELATED RISK )

1. Credential terhadap staf medis yang tidak


tepat
2. Tindakan medis yang tidak sesuai
kompetensi dan prosedur
3. Manajemen pasien yang tidak tepat
4. Training staf yang tidak adekuat
5. Tuduhan malpraktik
3. RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN
KARYAWAN (EMPLOYEE RELATED RISKS)

Risiko keselamatan dan kecelakaan kerja


Risiko akibat lingkungan kerja yang tidak/kurang
aman/risiko tinggi tertular penyakit
Kebijakan pelayanan kesehatan untuk karyawan dengan
meminimalisasi risiko penyakit akibat kerja dan
kecelakaan serta menyediakan pengobatan dan
kompensasi kepada karyawan yang terkena penyakit
akibat kerja
Potensi Bahaya Kerja di RS
KIMIA
BIOLOGI
Ethylene Oxide
Virus:
Formaldehyde
Hepatitis B,C
Glutaraldehyde
HIV/AIDS
Obat Kemoterapi
SARS
Gas Anestesi
Bakteri:
Mercury, Chlorine
TBC
ERGONOMIK
Jamur, Parasit
Posisi Statis,
Mengangkat,
Membungkuk
Mendorong
Psikososial
Kerja Shift
Stress
Kekerasan
Lingkungan
4. RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN
PROPERTY (PROPERTY RELATED RISKS)

Melindungi aset dari kerugian akibat kebakaran, banjir, dll


Perlindungan dokumen Kertas/elektronik dan rekam medis
pasien kerusakan/kehancuran/kerahasiaan pemeliharaan
file
Prosedur penjagaan keamanan penanganan uang tunai dan
barang berharga
Asuransi untuk melindungi fasilitas dari kerugian
5.Risiko keuangan (Financial risks)

o Bad Debt
o Meningkatnya suku bunga,
o Krisis Moneter
o Keterlambatan pembayaran pasien/payer
6. RISIKO LAINNYA (Other risks)

Manajemen B3: Kimia, radioaktif,


limbah infeksius.
Tuntutan hukum & perubahan
peraturan
Risiko Penurunan reputasi
Reputational risk/Citra
MANAJEMEN RISIKO
DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN

Aktivitas Pelayanan Kefarmasian yg


dilakukan untuk identifikasi, evaluasi, dan
menurunkan risiko terjadinya kecelakaan
pada pasien, tenaga kesehatan dan
keluarga pasien, serta risiko kehilangan
dalam suatu organisasi.
MANAJEMEN RISIKO
DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN

MANAJEMEN RISIKO
PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI
MANAJEMEN RISIKO PELAYANAN
FARMASI KLINIK
PERAN APOTEKER DALAM MEWUJUDKAN KESELAMATAN PASIEN

Meliputi dua aspek


a. aspek manajemen : pemilihan perbekalan farmasi,
pengadaan, penerimaan, penyimpanan dan distribusi, alur
pelayanan, sistem pengendalian (memanfaatkan IT).
b. aspek klinik : skrining permintaan obat (resep atau
bebas), penyiapan obat dan obat khusus, penyerahan dan
pemberian informasi obat, konseling, monitoring dan
evaluasi.
MANAJEMEN RISIKO
PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI
LANGKAH-LANGKAH MANAJEMEN RESIKO
PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI
1. Menentukan konteks manajemen risiko pada proses pengelolaan
Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai.
2. Mengidentifikasi Risiko
Beberapa risiko yang berpotensi terjadi dalam pengelolaan Sediaan
Farmasi antara lain:
a. Ketidaktepatan perencanaan kebutuhan Sediaan Farmasi,
selama periode ttt
b. Pengadaan Sediaan Farmasi yang tidak melalui jalur resmi
c. Pengadaan Sediaan Farmasi yang
belum/tidak teregistrasi;
d. Keterlambatan pemenuhan kebutuhan
Sediaan Farmasi
e. Kesalahan pemesanan Sediaan Farmasi,
seperti spesifikasi (merek, dosis, bentuk
sediaan) dan kuantitas
f. Ketidaktepatan pengalokasian dana yang
berdampak terhadap pemenuhan/ketersediaan
Sediaan Farmasi
g. ketidaktepatan penyimpanan yang berpotensi
terjadinya kerusakan dan kesalahan dalam
pemberian
h. Kehilangan fisik yang tidak mampu telusur
i. Pemberian label yang tidak jelas atau tidak
lengkap
j. Kesalahan dalam pendistribusian.
Menganalisa Risiko
Pendekatan secara kualitatif, dilakukan
dengan memberikan deskripsi dari
risiko yang terjadi
Pendekatan kuantitatif, dengan cara
memberikan paparan secara statistik
berdasarkan data sesungguhnya
Mengevaluasi Risiko

Membandingkan risiko yang telah dianalisis


dengan kebijakan pimpinan Rumah Sakit (contoh
peraturan perundang-undangan, Standar
Operasional Prosedur, Surat Keputusan Direktur)
serta menentukan prioritas masalah yang harus
segera diatasi.
Evaluasi dapat dilakukan dengan pengukuran
berdasarkan target yang telah disepakati.
Mengatasi Risiko
a. Melakukan sosialisasi terhadap kebijakan pimpinan RS
b. Mengidentifikasi pilihan tindakan untuk mengatasi risiko;
c. Menetapkan kemungkinan pilihan (cost benefit analysis);
d. Menganalisa risiko yang mungkin masih ada; dan
e. Mengimplementasikan rencana tindakan, meliputi
menghindari risiko, mengurangi risiko, memindahkan risiko,
menahan risiko, dan mengendalikan risiko.
Manajemen Risiko
Pelayanan Farmasi Klinik
RISIKO KLINIK
1. Faktor risiko yang terkait karakteristik kondisi
klinik pasien
Faktor risiko yang terkait karakteristik kondisi
klinik pasien akan berakibat terhadap
kemungkinan kesalahan dalam terapi. Faktor
risiko tersebut adalah umur, gender, etnik, ras,
status kehamilan, status nutrisi, status sistem
imun, fungsi ginjal, fungsi hati
RISIKO KLINIK
2. Faktor risiko yang terkait penyakit pasien
Terdiri dari 3 faktor yaitu:
i. tingkat keparahan,
ii. persepsi pasien terhadap tingkat
keparahan,
iii. tingkat cidera yang ditimbulkan oleh
keparahan penyakit.
RISIKO KLINIK
3. Faktor risiko yang terkait farmakoterapi
pasien
Meliputi:
- toksisitas
- profil reaksi Obat tidak dikehendaki
- rute dan teknik pemberian
- persepsi pasien terhadap toksisitas
- rute dan teknik pemberian
- ketepatan terapi
Apoteker mengidentifikasi risiko yang potensial terjadi, kemudian harus
mampu :
Menganalisa risiko baik secara kualitatif maupun kuantitatif;
Melakukan evaluasi risiko;
Mengatasi risiko melalui:
a. melakukan sosialisasi terhadap kebijakan pimpinan Rumah Sakit;
b. mengidentifikasi pilihan tindakan untuk mengatasi risiko;
c. menetapkan kemungkinan pilihan (cost benefit analysis);
d. menganalisa risiko yang mungkin masih ada; dan
e. mengimplementasikan rencana tindakan (menghindari risiko,
mengurangi risiko, memindahkan risiko, menahan risiko, dan
mengendalikan risiko).
PERAN APOTEKER DALAM MEDICATION SAFETY

1. Mengelola laporan medication error (membuat kajian terhadap


laporan insiden dan mencari akar permasalahan terjadinya insiden).
2. Mengidentifikasi pelaksanaan praktek profesi terbaik untuk menjamin
medication safety (menganalisis penyebab medication error,
mengambil langkah proaktif untuk pencegahan, dan memfasilitasi
perubahan proses/sistem untuk menurunkan insiden yang sering
terjadi / berulangnya insiden sejenis).
PERAN APOTEKER DALAM MEDICATION SAFETY

3. Mendidik staf dan klinisi untuk menggalakkan praktek pengobatan


yang aman dengan mengembangkan program pendidikan untuk
meningkatkan medication safety dan kepatuhan terhadap aturan/
SOP yang ada).
4. Berpartisipasi dalam komite/tim yang berhubungan dg medication
safety, misalnya Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit
5. Terlibat dalam pengembangan dan pengkajian kebijakan
penggunaan obat.
6. Memonitor kepatuhan terhadap standar pelaksanaan keselamatan
pasien yang ada.
Manajemen Risiko Dalam Pelayanan Kefarmasian
Terutama Medication Error

Meliputi kegiatan :
- koreksi bila ada kesalahan sesegera mungkin
- pelaporan medication error
- dokumentasi medication error
- pelaporan medication error yang berdampak cedera
- supervisi setelah terjadinya laporan medication error
- sistem pencegahan :
i. pemantauan kesalahan secara periodik
ii. tindakan preventif
iii. pelaporan ke tim keselamatan pasien tingkat nasio

KARS
TERMINOLOGI KESELAMATAN PASIEN
DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN

1. Kejadian tidak diharapkan / KTD (Adverse Event), pada pemberian


obat Adverse Drug Event), contoh: Pemberian obat pada
orang yang salah
2. Reaksi obat yang tidak diharapkan (ROTD/Adverse Drug
Reaction), contoh: syok Anafilaksi
3. Efek obat yang tidak diharapkan (Adverse Drug Effect) , contoh:
Mengantuk pada penggunaan CTM meningkatkan risiko jatuh

Sutoto.KARS 33