Anda di halaman 1dari 31

Bed Site Teaching

Ulfa Rahmadanti Setiawan


12100116243

Preseptor : Hana Sofia Rachman, dr.,Sp.A

ILMU KESEHATAN ANAK


RSUD AL-IHSAN
2017
IDENTITAS PASIEN

Nama Lengkap : An. NN


Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal Lahir : 19 Oktober 2016
Umur : 10 Bulan 2 hari
Anak ke :2
Alamat : Ciparay
Tanggal Masuk : 21 Agustus 2017
Tanggal Pemeriksaan : 22 Agustus 2017
IDENTITAS ORANG TUA
Nama ayah : Tn A
Umur : 37 tahun
Pekerjaan : Buruh
Pendidikan : SMP

Nama ibu : Ny. E


Umur : 32 tahun
Pekerjaan : IRT
Pendidikan : SMA
Keluhan Utama
Mencret
ANAMNESA
Heteroanamnesa
Pasien dibawa oleh Ibunya ke IGD RS Al-
Ihsan dengan keluhan mencret sejak 4 hari
SMRS. Pasien mengalami mencret sebanyak lebih dari
7 kali perhari dengan konsistensi cair namun sedikit
berampas, berlendir, dan berbau amis tanpa disertai
darah. Ibu pasien tidak mengetahui seberapa banyak
mencret yang dikeluarkan oleh pasien karena pasien
menggunakan pampers, tapi dalam sehari beliau
mengatakan bahwa beliau bisa mengganti pampers
anaknya lebih dari 7 kali dan isinya selalu penuh.
ANAMNESA
Heteroanamnesa
Ibu pasien mengatakan bahwa keluhan
disertai muntah sebanyak 1 kali pada 1 hari
SMRS. Muntah hanya berisi makanan dan tidak
ada darah. Keluhan juga disertai dengan
adanya nyeri di bagian perut. Ibu pasien juga
memperhatikan pasien menjadi lebih rewel,
dan lebih terlihat haus. Ibu pasien mengatakan
bahwa terdapat penurunan frekuensi dari
buang air kecil pada pasien. Keluhan didahului
dengan demam , 2 hari sebelum mencret.
ANAMNESA
Heteroanamnesa

Ibu pasien mengatakan bahwa pasien tidak


mengeluhkan batuk pilek , perut kembungsebelum
datang ke RS. Berat badan pasien tidak terlihat
adanya penurunan. Keluhan tidak disertai dengan
adanya kejang dan penurunan kesadaran.
ANAMNESA
Heteroanamnesa

Ibu pasien mengatakan bahwa 3 hari sebelum


mengalami mencret, pasien diberi makan bubur yang
dibelidari luar oleh ibunya. Pasien diberi susu seperti
biasa, namun dotnya tidak direndam air panas terlebih
dahulu. Ibu pasien juga mengatakan bahwa pasien
sering memasukkan mainannya ke dalam mulut.
ANAMNESA
Heteroanamnesa
Riwayat Penyakit Dahulu:
Sebelumnya pasien tidak pernah mengalami
keluhan seperti ini

Riwayat Penyakit Keluarga:


Tidak ada riwayat keluhan yang sama dalam
anggota keluarga.
ANAMNESA
Heteroanamnesa
Riwayat Kehamilan dan Persalinan
Pasien merupakan anak ke-2 (P2 A0). Pasien lahir
cukup bulan dengan usia kehamilan 9 bulan. Persalinan
dilakukan secara spontan di bidan. Berat badan lahir
2800 gram dengan panjang lahir 50 cm.
ANAMNESA
Heteroanamnesa
Riwayat Imunisasi
Vaksin Sudah / Belum Usia

BCG Sudah 1 bulan

Hepatitis B Sudah 0,1,6 bulan

Polio Sudah 0, 2, 4, 6 bulan

DPT Sudah 2, 4, 6 bulan

Campak Sudah 9 bulan


ANAMNESA
Heteroanamnesa
Riwayat Makanan
0-6 bulan : ASI + Air putih
6-10 bulan : Bubur susu, Bubur beras

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan


Motorik Kasar : Dapat berdiri sendiri tanpa dibantu
Motorik halus : Ingin menyentuh apa saja, dan
memasukan benda ke dalam mulutnya
Bahasa : belajar menyatakan satu dua kata
Personal sosial : melambaikan tangan byebye
PEMERIKSAAN FISIK
Kesadaran : Kompos mentis
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Tanda vital :
- Tekanan darah : sulit dinilai
- Nadi : 120 kali / menit
- Respirasi : 32 kali / menit, reguler, tipe
abdominotorakal
- Suhu : 36,6 O C
PEMERIKSAAN FISIK
Antropometri :
- TB : 68 cm
- BB : 7,8 kg
- BMI : 11,47 kg/m2

Status Gizi
- TB / U : 0 - -2 SD menurut z score
- BB / U : 0 - -2 SD menurut z score
BB/TB : 0 -1 SD menurut z score )

- Kesan : Gizi baik, perawakan normal


PEMERIKSAAN
Kepala
Bentuk : Normocephal
Wajah : simetris, edema (-), deformitas (-)
Rambut : hitam kecoklatan halus, tidak mudah rontok
Mata : edema palpebrae (-), konjunctiva tidak anemis,
sclera anicteric, pupil bulat isokor, reflex cahaya +
+.
Telinga : lokasi normal, simetris, daun telinga bentuknya
normal, sekret (-)
Hidung : lokasi normal, simetris, deviasi septum (-), sekret
(-), epistaxis (-), pch (-)
PEMERIKSAAN
Mulut :
Bibir : tampak kering
Gigi : Tidak diperiksa
Gusi : perdarahan gusi (-)
Mukosa : tidak ada kelainan
Lidah : Tidak ada kelaianan
faring : Tidak ada kelainan
Tonsil : T1/T1 Tenang
PEMERIKSAAN
Leher
JVP : tidak meningkat
Kel. Tiroid : tidak ada pembesaran
KGB : tidak teraba pembesaran
Thoraks
o Inspeksi : bentuk normal, pergerakan simetris, retraksi
intercostal (-)
o Palpasi : sulit dinilai
o Auskultasi :
Bunyi paru anterior : VBS kanan=kiri, ronkhi (-/-), wheezing (-/-),
slam (-/-)
Bunyi jantung S1, S2 murni regular, murmur (-) gallop (-)
PEMERIKSAAN
Abdomen
Inspeksi : bentuk datar, lembut, retraksi
epigastrik (-)
Palpasi : turgor kulit kembali cepat, nyeri tekan
(-)
hepar : tidak teraba
spleen : Tidak teraba
Perkusi : timpani
Auskultasi : bising usus meningkat
PEMERIKSAAN

Genital : perianal Rash -


Ekstrimitas
Bentuk normal, deformitas (-)
Sianosis perifer (-), clubbing finger (-)
Akral hangat
CRT < 2 detik
PEMERIKSAAN
Refleks Fisiologis:
o Biceps tendon reflex: +/+
o Triceps tendon reflex: +/+
o Knee-patellar reflex : +/+

Refleks Patologis:
o Babinski : -/-
o Chaddock : -/-
o Gordon : -/-
o Oppenheim : -/-

Cranial Nerve II, III, IV, VI, VII, XI, XII: dalam batas
normal
RESUME

Bayi perempuan dengan status gizi buruk


dibawa orang tuanya ke RSUD AL-Ihsan dengan
keluhan mencret. Frekuensi nya Lebih dari 7x/hari
dengan konsistensi cair namun sedikit berampas,
berlendir, dan berbau amis tanpa disertai darah.
Keluhan disertai muntah, nyeri perut, pasien
menjadi rewel, dan terlihat haus. Sebelumnya
pasien makan bubur yang dibeli dari luar. Selain
itu ibu pasien tidak pernah merebus dot untuk
susu pasien, pasien sering memasukan mainan ke
dalam mulutnya, serta pasien tidak mendapat ASI
Ekslusif.
RESUME
Pada pemeriksaan fisik ditemukan Kesadaran
pasien koposmentis, keadaan umum tampak sakit
sedang, tanda vital dalam batas normal. Pada bagian
mulut ditemukan mukosa bibir kering, bising usus
meningkat.
DIAGNOSIS

Diagnosis Banding
Diare akut disentri e.c Shigella dd Amoeba +
dehidrasi ringan sedang dengan perbaikan
Diare akut non-disentri dehidrasi ringan sedang
dengan perbaikan
USULAN PEMERIKSAAN

Hematologi rutin (Hemoglobin, hematokrit,


trombosit, leukosit, hitung jenis)
Hematologi (Hb, Ht, trombosit, leukosit, hitung jenis)
Elektrolit (Natrium, Kalium, Klorida)
Pemeriksaan feses:
- makroskopik warna, konsistensi, lendir,
darah
- mikroskopik leukosit, eritrosit, bakteri, parasit
- mikrobiologik kultur feses
DIAGNOSIS

Diagnosis Kerja
Diare akut disentri e.c Shigella dd Amoeba +
dehidrasi ringan sedang dengan perbaikan
PENATALAKSANAAN
LINTAS DIARE (Lima Langkah Tuntaskan Diare):
Berikan oralit.
Berikan tablet zinc selama 10 hari berturut turut.
Teruskan ASI makan.
Berikan antibiotik selektif.
Berikan nasihat pada ibu / keluarga.

o Dehidrasi Ringan Sedang Rencana terapi B


Berikan Oralit 75ml/kgBB anak
Tunda pemberian makan selama 3 jam kecuali ASI dan Oralit
Teruskan ASI
Zinc selama 10 hari berturut-turut
PENATALAKSANAAN
Antibiotik
Cotrimoxazole : 10 mg/kg BB dibagi 2x dosis selama 2
hari. Bila tidak kunjung membaik diberikan
Ciprofloxacin : 15-30 mg/ kg BB/ hari dibagi 2 x dosis.
(selama 5 hari)
PENATALAKSANAAN
o Berikan nasihat dan cek pemahaman
ibu/pengasuh tentang cara pemberian Oralit,
Zinc, ASI/makanan dan tanda-tanda untuk
segera membawa anaknya ke petugas
kesehatan jika anak:
Buang air besar cair lebih sering
Muntah berulang-ulang
Mengalami rasa haus yang nyata
Makan atau minum sedikit
Demam
Tinjanya berdarah
Tidak membaik dalam 3 hari
PENCEGAHAN

Pencegahan:
Minum air dari sumber air yang bersih dan
dimasak
Pengelolaan makanan yang dimasak dengan
baik, untuk menghindari kontaminasi
Cuci tangan sebelum menyiapkan susu dan
setelah merawat bayi
Ganti botol setelah digunakan, sebelum
digunakan bersihkan dan rebus dahulu
Jaga kebersihan lingkungan rumah (jamban)
PROGNOSIS
Quo ad vitam : ad bonam
Quo ad functionam : ad bonam
Quo ad Sanationam : ad bonam