Anda di halaman 1dari 23

BRAINSTEM EVOKED RESPONSE

AUDIOMETRY (BERA)

Mustika P. Paramita
BERA

Berfungsi menilai fungsi


pendengaran dan fungsi N.VIII

Tidak invasif dan bersifat objektif.


BERA adalah suatu pemeriksaan
neurologi yang berguna untuk
menilai fungsi pendengaran
batang otak terhadap
rangsangan suara (click) dengan
mendeteksi ataupun menilai
perubahan aktivitas listrik pada
telinga bagian dalam ke
colliculus inferior
PRINSIP KERJA BERA

Caranya dengan merekam


potensial listrik yang
dikeluarkan sel koklea selama
menempuh perjalanan mulai
telinga dalam hingga inti-inti
tertentu di batang otak
Bailey 2014.
JALUR PENDENGARAN DAN LOKASI ANATOMI YANG
BERKAITAN DENGAN GELOMBANG YANG DITIMBULKAN
BERA
Gelombang Asal
I N VIII di Koklea
II Nuklei Koklea
III Nervus olivary Superior
IV Nucleus of lateral lemniscus
V Colliculus Inferior
Kortek auditori di lobus
VI
temporal otak pada talamus
Kortex cerebri/Auditory
VII
radiation
MANFAAT BERA
Tes BERA ini dapat menilai fungsi pendengaran bayi
atau anak yang tidak kooperatif.

Berbeda dengan audiometry, alat ini bisa digunakan


pada pasien yang kooperatif maupun non-kooperatif
seperti pada anak baru lahir, anak kecil, pasien yang
sedang mengalami koma maupun stroke.

Tidak membutuhkan jawaban atau respons dari


pasien seperti pada audiometry karena pasien harus
memencet tombol jika mendengar stimulus suara.
Alat ini juga tidak membutuhkan ruangan kedap
suara.
CARA PEMERIKSAAN BERA
Pasien dalam posisi terlentang
Ruangan tenang
Membersihkan area kepala
Mengecek impedance
Menggunakan tiga buah elektroda yang di
letakan di dahi atau verteks dan di
belakang kedua telinga (Proc. Mastoideus)
atau pada kedua lobulus aurikuler yang di
hubungkan dengan preamplifier.
CARA PEMERIKSAAN BERA
Merah untuk telinga kiri dan biru untuk telinga
kanan.
Rangsang ini di berikan melalui head phone
secara unilateral dan rekaman dilakukan pada
masing-masing telinga.
Menemukan ambang batas dengar pasien
ABR dilakuakan pada 80dB
Untuk menilai fungsi batang otak pada umumnya
di gunakan bunyi rangsang Click, karena dapat
mengurangi artefak.
Bailey,2014
PENILAIAN BERA
Masa laten absolut gelombang I, III,V
Beda masing-masing masa laten absolut
(interwave latency I - V, I - III, III - V)
Beda masa laten absolut telinga kanan dan
kiri (interaural latency)
Beda masa laten pada penurunan
intensitas bunyi (latensy intensity function)
Rasio amplitudo gelombang V/I yang
meningkat dengan menurunnya intensitas.
Nilai Normal Bera

I III V I-III III-V I-V


Neonatus 2,0 4,8 7,0 2,8 2,2 4,9
6 weeks 1,8 4,4 6,6 2,7 2,2 4,9
3 month 1,7 4,3 6,4 2,5 2,2 4,7
6 month 1,7 4,1 6,2 2,4 2,1 4,6
12 month 1,7 4,0 6,0 2,2 2,0 4,3
Male 1,7 3,8 5,7 2,1 1,9 4,0
Female 1,6 3,7 5,5 2,0 1,8 3,9

Srinivas Bulusu 2012


Kramer, Ch 7 p236-246
Bailey 2014
APLIKASI KLINIS BERA
Identifikasi gangguan pendengaran
Klasifikasi tipe gangguan pendengaran:
Gangguan Conductive,Neural maupun
Sensori Hearing loss
Identifikasi patologi dari kelainan koklear
dan retrokokhlear
Skrining pendengaran pada bayi baru lahir
Lokalisasi lesi
I III V IWL IWL IWL Letak Lesi
I-III III-V I-V

- - - N.Cohlear,ggn
(Unilateral) (Unilateral) (Unilateral) pendengaran,teknik

- - - N.Cohlear,ggn
(Bilateral) (Bilateral) (Bilateral) pendengaran,kematian
otak,teknik

+ + _ Lesi batang otak

Lesi n Acoustic

Lesi batang otak bawah

Lesi batang otak atas

Lesi seluruh batang otak


TERIMA KASIH

MOHON ASUPAN
APPLICATIONS
Identifying the hearing loss
Classification of type of deafness
(conductive or sensorineural)