Anda di halaman 1dari 126

BAB 1

PENDAHULUAN
Pendahuluan
Tahun 2015 tahun berakhirnya Millennium
Development Goals (MDGs)
Tahun 2016 dimulainya Sustainable Developmet
Goals (SDGs) sampai tahun 2030
Pendahuluan

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di


Indonesia mulai dikembangkan sejak tahun 1971.

Tujuan pemerintah mendirikan puskesmas untuk mendekatkan pelayanan


kesehatan kepada masyarakat yang sebagian besar masih tinggal di
pedesaan.

Pelayanan upaya kesehatan di Puskesmas dilaksanakan melalui 6 kegiatan


pokok secara terpadu dan menyeluruh
Pendahuluan

Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah suatu standar dengan batas-


batas tertentu untuk mengukur kinerja penyelenggaraan kewenangan
wajib daerah Kab/Kota yang berkaitan dengan pelayanan dasar kepada
masyarakat yang mencakup jenis pelayanan, indikator, dan nilai.

Identifikasi masalah menggunakan data SPM


Puskesmas Tempuran periode JanuariApril 2016

Cakupan yang tidak mencapai target masalah yang


disepakati analisis pemecahan masalah.
Perumusan Masalah

Mengetahui hasil kegiatan pelayanan di


Puskesmas Tempuran dibandingkan dengan
SPM yang berlaku periode JanuariApril 2016.
Tujuan Khusus
Mengetahui proses P1, P2, dan P3 pada Puskesmas Tempuran.

Mengetahui hasil pencapaian upaya kesehatan dasar dan pengembangan pada Puskesmas
Tempuran pada bulan Januari-April 2016.

Mengidentifikasi masalah manajemen pelayanan yang terjadi di Puskesmas Tempuran


pada periode JanuariApril 2016.

Menentukan prioritas masalah yang ada pada Puskesmas Tempuran.

Menentukan alternatif pemecahan masalah dari prioritas masalah yang terpilih di


Puskesmas Tempuran.

Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan masalah pencapaian upaya kesehatan


Puskesmas Tempuran.

Membuat rencana kegiatan dari pemecahan masalah terpilih di Puskesmas Tempuran.


BAB II

ANALISIS SITUASI
Keadaan Geografis

Luas wilayah kerja Puskesmas Tempuran


adalah seluas 49,04 Km2

Utara : Kecamatan
Kaliangkrik dan
Kecamatan
Bandongan
Selatan : Kecamatan
Borobudur dan Kecamatan
Salaman
Barat : Kecamatan Kajoran
Timur : Kecamatan
Mertoyudan

Pembagian wilayah terdiri dari 15 desa


Penilaian Strata Posyandu Puskesmas Tempuran

Terdapat 3
PUSTU
1. Prajeksari
2. Temanggal
3. Ringinanom
Keadaan Penduduk

Berdasarkan sumber dari kantor statistik tahun 2014, jumlah


penduduk di wilayah Puskesmas Tempuran sebanyak 48.475 terdiri
dari :
Jumlah laki-laki : 24,850 jiwa
Perempuan : 23.625 jiwa
Jumlah KK : 12.440 KK
Jumlah jiwa per KK rata-rata : 4 jiwa
Kepadatan penduduk : 988,48 jiwa/km2
Tingkat Pendidikan
Sosial Budaya

Sarana peribadatan yang ada di kecamatan Tempuran


terdiri dari 92 masjid, 1 buah gereja dan 213 buah mushola.
Sosial Ekonomi
Data Kesehatan Lingkungan

Sarana pelayanan air bersih

Dari data diatas terlihat sebagian besar penduduk (68,22%) di wilayah kerja
Puskesmas Tempuran memakai sumur gali sebagai sumber air bersih
Sarana Jamban

Dari data di atas terlihat bahwa penggunaan jamban cemplung leher angsa
(64,20%) dalam masyarakat yang berada di wilayah kerja puskesmas Tempuran
lebih rendah dari profil Jawa Tengah (64,24%).
VISI DAN MISI
Visi Puskesmas Tempuran:
Prima dalam Pelayanan Kesehatan Menuju Kemandirian
Masyarakat Tempuran Untuk Hidup Sehat.

Misi Puskesmas Tempuran:


Meningkatkan keprofesionalan SDM
Melengkapi sarana penunjang pelayanan
Memenuhi kepuasan pelanggan dengan pelayanan yang cepat, ramah, tepat,
nyaman, dan aman
Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata
dan terjangkau
Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat
serta lingkungannya
Deskripsi Kerja

Dokter/Kepala Puskesmas
Tugas Wajib
Melaksanakan kegiatan teknis operasional dana kegiatan teknis penunjang
di bidang pelayanan kesehatan, penggerakkan pengembangan kesehatan
serta usaha pemberdayaan masyarakat dan keluarga secara paripurna dan
mandiri sesuai wilayah kerjanya.
Dokter
Tugas Wajib
Mengusahakan agar pelayanan pengobatan di wilayah kerja puskesmas dapat
berjalan dengan baik.

Deskripsi Kerja

Dokter Gigi
Tugas Wajib
Mengusahakan agar pelayanan kesehatan gigi dan mulut wilayah kerja
puskesmas agar dapat berjalan dengan baik.
Deskripsi Kerja

Perawat Gigi
Tugas Wajib
Melaksanakan pelayanan kesehatan gigi di puskesmas.

Tata Usaha
Tugas Wajib
Menghimpun dan menyususn semua laporan kegiatan puskesmas serta
menghimpun, mengatur, dan menyimpan semua surat masuk.

Petugas Puskesmas
Tugas Wajib
Melaksanakan dan mengkoordinir pelaksanaan kegiatan di puskesmas di
wilayah kerja puskesmas agar berjalan dengan baik.
Deskripsi Kerja

Petugas Pengobatan
Tugas Wajib
Melaksanakan pengobatan rawat jalan di puskesmas.
Memeriksa dan mengobati penyakit menular secara pasif atas delegasi
dokter.
Melaksanakan penyuluhan kesehatan.
Melakukan rujukan kasus bila tidak mampu mengatasi.
Melakukan pencatatan dan pelaporan.

Petugas P2M
Tugas Wajib
Melaksanakan dan mengkoordinir kegiatan pencegahan dan
pemberantasan penyakit menular di wilayah kerja puskesmas.
Deskripsi Kerja

Petugas KIA
Tugas Wajib
Melaksanakan kegiatan KIA di wilayah kerja puskesmas agar dapat
berjalan dengan baik.

Petugas Sanitasi
Tugas Wajib
Mengubah, mengendalikan atau menghilangkansemua unsur fisik dan
lingkungan yang memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan
masyarakat.

Petugas Gizi
Tugas Wajib
Melakuakn kegiatan dan mengkoordinir perbaiakn gizi di wilayah kerja
puskesmas.
Deskripsi Kerja

Petugas Imunisasi
Tugas Wajib
Melaksanakan dan mengkoordinir koordinasi imunisasi di wilayah kerja
puskesmas.

Petugas Laboratorium
Tugas Wajib
Melakukan pemeriksaan laboratorium di wilayah kerja puskesmas.

Petugas Apotek
Tugas Wajib
Memeriksa, meracik, dan membungkus obat.
Petugas Pendaftaran
Tugas Wajib
Melakuakn proses pelayanan di pendaftaran pada semua pengunjung
puskesmas.

Deskripsi Kerja

Petugas Gudang Obat


Tugas Wajib
Mengelola obat-obat yang ada di puskesmas
Machine

Sarana Fisisk :
Puskesmas Induk : 1 buah
Pustu : 3 buah ( desa Ringinanom, Prajegsari, Temanggal)
PKD : 11 buah
Posyandu : 80 buah
UKS : 34 SD/MI
Posyandu lansia : 19 buah

Penunjang Medis :
Minor set, alat pengukur vital sign, dan alat diagnostic lainnya.
Dental set.
Mikroskop monookuler 1 buah.
Sarana obat : jumlah cukup, jenis terbatas, dan dalam keadaan kurang.
Penunjang Non Medis:
Loket pendaftaran
Balai pengobatan
Ruang KIA/KB
Ruang poli gigi
Ruang imunisasi dan klnik sanitasi
Aula atau ruang pertemuan
Laboratorium
Apotek dan gudang obat
Kantor kepala puskesmas
Ruang tata usaha
Ruang bidan
Ruang perawat
Mushola
Toilet
Sarana Penunjang Lain:
Sarana penunjang lain yang dimiliki
puskesmas meliputi 2 buah mobil
puskesling dan 6 buah sepeda
motor.
Money
Biaya operasional Puskesmas Tempuran berasal dari hal berikut dibawah
ini :

1.Dana rutin dari dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Retribusi diberikan ke PEMDA dikembalikan ke puskesmas sebanyak 85% (1
juta/ bulan). Dari 85% dana tersebut, 10% untuk manajemen, 40% untuk jasa
medis, 50% untuk operasional kegiatan.

1.Dana tidak rutin, Jamkesmas dari pusat, digunakan untuk kegiatan


operasional manajemen, persalinan, dan pelayanan kesehatan dasar dan dana
alokasi khusus tergantung program khusus yang akan dilaksanakan. Selain itu
terdapat BOK ( Bantuan Operasional Kesehatan) yang biasanya digunakan
untuk operasional kegiatan puskesmas.
Method
Metode yang digunakan di Puskesmas Tempuran ini antara lain :
1. Mini lokakarya, yang diselenggarakan setiap satu bulan sekali.
2. Rapat antar coordinator. Rapat ini bersifat fleksibel. Biasanya ,
diselenggarakan setiap hari jumat.

Material
Puskesmas Tempuran dalam menjalankan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat menggunakan SOP (Standart Operasional Pelayanan) dalam
setiap upaya kegiatan wajib dan pengembanagn puskesmas
Proses

P1 (perencanaan)
Tahap Persiapan
Pada tahap ini semua koordinator program menjadi perencana
program puskesmas. Bahan perencanaan diberikan oleh Kepala Puskesmas
denga mengacu pada hasil evaluasi pada tahun yang lalu dan standart
pelayanan minimal (SPM) tahunan. Target ditentukan oleh Dinas
Kesehatan dan Puskesmas bersama tim mengadakan pengkajian bersama
didalam membuat Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) lima tahunan.
Kemudian kepala puskesmas mengadakan sosialisasi PTP kepada seluruh
petugas Puskesmas.

Tahap Analisis situasi


Sumber data diperoleh dari laporan setiap bulan (tangal 5-10) dari
pemegang program kepada Kepala Puskesmas. Data diolah dengan
menggunakan rumus-rumus yang ada di SPM dan disajikan sesuai dengan
form yang disajikan Dinkes.
Tahap Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK)
Masalah dan penyebab masalah dirumuskan sesuai data rill dengan turun
langsung ke lapangan dengan Tim Perencanaan Tingkat Puskesmas. Perumusan
pemecahan masalah sesuai analitik dan dirumuskan setelah turunlangsung ke
lapangan. Kemudian disusun prioritas dan dijadikan RUK.

Tahap Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK)


Setelah menyusun RUK dilakukan penyusunan RPK. Hambatan- hambatan
yang ditemui dalam menyusun RPK antara lain perihaldana dan tenaga untuk
turun langsung ke lapangan. Sedangkan hambatan potensial sudah dianalisis
berdasarkan sumberdaya yang ada. Hambatan dana diatasi dengan cara mencari
sumber dana yang bisa didekati untuk digunakan, sedangkan hambatan tenaga
diatasi dengan menggerakan tenaga yang ada semaksimal mungkin. Dalam
penyusunan PTP dibutuhkan / dukungan kerjasama lintas program dan lintas
sektoral serta bimbingan teknis.
P2 ( Penggerakan dan Pelaksanaan)
Pengorganisasian
Puskesmas telah memiliki struktur organisasi yang sesuai dengan
fungsi Puskesmas. Terdapat pembagian tugas, wewenang, dan tanggung
jawab setiap staf yang jelas. Walaupun ada perangkapan tugas itu tidak
mengganggu kelancaran tugas. Setiap staf juga sudah membuat uraian
tugasnya dan dalam pelaksanaan tugas setiap petugas juga sudah membuat
jadwal kegiatannya.

Kerjasama lintas program


Penggalangan kerjasama lintas program dilaksanakan dalam bentuk
Lokakarya Mini. Lokakaarya Mini ini yang merupakan pertemuan rutin
antara pimpinan dan staf ini dilakukan 12 kali dalam setahun, setiap bulan
sekali dan terakhir dilaksanakan pada tanggal 28 September 2011. Pada
Lokakarya ini dibahas pembagian tugas masing-masing staf berupa :
Tugas wajib
Tugas integrasi
Tugas tambahan
Kerjasama Lintas Sektoral
Puskesmas melakukan kerjasama lintas sektoral dilaksanakan dalam bentuk
rapat koordinasi kecamatan yang dilakukan tiap 3 bulan (tergantung undangan),
juga dapat dilakukan jika ada kegiatan bersama yang dilaksanakan lintas sector.
Dalam pertemuan rutin ini dibahas program-program sektoral yang mempunyai
kesamaan sasaran dengan program kesehatan. Hasil pertemuan tersebut
berbentuk kesepakatan, pembentukan tim, dan informasi yang kemudian akan
ditindaklanjuti.

Kerjasama Lintas Wilayah


Puskesmas menjalin kerjasama lintas wilayah dengan puskesmas lain terkait
dengan masalah kesehatan yang menuntut adanya kerjasama dan kesamaan dalam
tujuan yang ingin dicapai.
Motivasi Kerja
Pimpinan puskesmas bertugas untuk meningkatkan motivasi kerja staf agar
dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan dalam bentuk motivasi kesadaran
kerja, pujian dan penghargaan. forum dialog antara staf dengan keala puskesmas
berada pada lokakarya mini yang dilakukan setiap bulan. bagi petugas yang
melanggar peraturan atau melaksanakan tugas tidak sesuai standart diberikan
teguran lisan, bila sudah 3 kali teguran tertulis, dan bila sudah 3 kali diberikan
teguran tertulis tetap tidak ada perubahan, maka selanjutnya dilaporkan ke Dinas
Kesehatan.

Pembimbingan
Pembimbingan oleh Kepala Puskesmas dapat dilakukan misalnya dalam bentuk
penyampaian informasi kebijakan terbaru kepala coordinator P2M TB dan konsultasi
staf P2M sehubungan dengan masalah tugas yang dihadapinya. Selain itu juga
tersedia rujukan kepustakaan sebagai bahan peningkatan pengetahuan.
P3 ( Pengawasan, Pengendalian, dan Penilaian)
Pengawasan
Pengawasan dilakukan oleh pimpinan puskesmas dan dan dibantu oleh
coordinator program yang ada di puskesmas. Kepala puskesmas dapat mengawasi
secara langsung maupun mengawasi para coordinator dari laporan mereka masing-
masing setiap bulannya di lokakarya mini. Selain itu juga ada feedback dari Dinas
Kabupaten.

Pengendalian
Kepala puskesmas melakukan pengendalian pelaksanaan program-program
melalui system pencatatan dan pelaporan. Kepala puskesmas memiliki
kewewenangan melakukan tindakan koreksi bila terjadi penyimpangan. Selain itu,
hasil pemantauan selalu dikomunikasikan dengan pihak terkait dan dilakukan
pengawasan setiap ada kegiatan. Data diolah dengan menggunakan rumus-rumus
yang ada di SPM dan dan disajikan sesuai dengan form yang disajikan oleh Dinkes.
Penilaian
Untuk meningkatkan hasil daya guna, perencanaan dan pelaksanaan
program serta memberi petunjuk dalam pengolahan tenaga, dana dan fasilitas
untuk program yang ada pada saat ini dan yang dating, maka dilakukan
penelitian dengan memakai instrument data cakupan yang meliputi tahapan
sebagai berikutMenentukan indicator (standart) sesuai target yang ditetapkan
Dinas Kesehatan Kabupaten.
Menampilkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan dengan dihitung melalui
SP2TP (system pencatatan dan pelaporan terpadu puskesmas), PWS
(Pemantauan Wilayah Setempat), dan akhirnya dirangkum dalam SPM
(Standart Pelayanan Minimal).
Membandingkan akumulasi hasil kegiatan yang telah dilaksanakan
pertahunnya dengan standart yang diharapkan
Mencari penyebab terjadinya penyimpangan
Menetapkan cara-cara untuk memperbaiki penyimpangan tersebut
Melaksanakan cara-cara perbaikan tersebut.
:
BAB III
DATA KHUSUS
PROGRAM
PUSKESMAS
Hasil Kegiatan
Pelayanan KIA
Puskesmas
Tempuran bulan
Januari April 2016
Cakupan
Sasaran
Target Sasaran 1 Pencapaian
Indikator Bulan
(%) Tahun Kegiatan Persen (%) (%)
Berjalan

100% 768 256 290 113.3% 113.3%


Cakupan kunjungan bumil K1

95% 768 256 232 90.6% 95.4%


Cakupan kunjungan bumil K4

100% 154 51 69 134.8% 134.8%


Deteksi kasus resiko tinggi ibu
hamil

100% 64 XX 64 100% 100%


Ibu hamil resiko tinggi yang
ditangani (PONED)

100% 28 XX 28 100% 100%


Ibu hamil dengan komplikasi
yang ditangani (PONED)

95% 732 244 4 1.6% 1.7%


Cakupan pertolongan persalinan
oleh tenaga kesehatan

100% 697 232 239 102.9% 102.9%


Cakupan Kn1 (lahir - 48 jam)

95% 697 232 239 103.0% 108.4%


Cakupan kunjungan neonatus
(Kn2) (48 jam - 7 hari)
Sasaran
Target Sasaran 1 Cakupan Pencapai
Indikator Tahun
Bulan
(%) an (%)
Berjalan
Kegiatan Persen (%)
95% 697 232 239 103.0% 108.4%
Cakupan kunjungan neonatus
(Kn3) (8 hari - 23 hari)

90% 697 232 250 107.6% 119.6%


Cakupan kunjungan bayi

100% 18 XX 8 44.4% 44.4%


BBLR yang ditangani

Neonatal resti yang 100% 101 XX 101 100% 100%

ada/ditemukan
80% 101 XX 101 100% 125%
Neonatal resti atau komplikasi
yang ditangani (PONED)

100% 15 XX 15 100% 100%


Jumlah dukun bayi yang terlatih

100% 15 15.0 15 100% 100%


Jumlah dukun bayi yang hadir

100% 10 3,33 4 120% 120%


Frekuensi pembinaan dukun
Hasil Kegiatan Pelayanan
Kesehatan Anak Pra Sekolah
dan Usia Sekolah di
Puskesmas Tempuran bulan
Januari April 2016
Cakupan
Sasaran 1 Sasaran
Target Pencapaia
Indikator Tahun Bulan
(%) n (%)
Berjalan Kegiatan Persen (%)

95% 2918 973 - - -


Deteksi dini tumbuh kembang
anak balita dan pra sekolah

Cakupan pemeriksaan 100% 949 316 - - -

kesehatan siswa SD & setingkat


oleh tenkes atau terlatih/guru
UKS/dokter kecil
80% 2473 824 - - -
Cakupan pemeriksaan
kesehatan siswa TK

80% 914 305 - - -


Cakupan pelayanan kesehatan
remaja (penjaringan kelas 1
SLTP, SLTA atau sederajat)

100% 1559 520 - - -


Jumlah TK yang dibina
KB
Hasil Kegiatan Pelayanan KB
Puskesmas Tempuran bulan
Januari April 2016

Cakupan
Sasaran 1 Sasaran
Pencapaian
Indikator Target (%) Tahun Bulan
(%)
Berjalan Kegiatan Persen (%)

80% 8555 XXX 6500 75.98% 94.97%

Jumlah seluruh
peserta aktif KB
Hasil Kegiatan Pelayanan
Usila
Puskesmas Tempuran bulan
Januari April 2016

Sasaran
Target Sasaran Cakupan Pencapaian
Indikator Bulan
(%) 1 Tahun (%)
Berjalan
Kegiatan Persen (%)
100% 15 XXX 19 126.67% 94.97%
Jumlah posyandu pra
usila dan usila yang ada
70% 11251 3750 528 14.08% 20.11%
Cakupan pelayanan pra
usila dan usila
GIZI
GIZI Kegiatan terdiri dari :
konseling gizi
monitoring garam di
pasar atau masyarakat
pemberian vitamin A
dosis tinggi (balita dan
ibu hamil)
pemberian kapsul yodium
pada ibu nifas dan anak
kunjungan rumah BGM
dan gizi buruk.
Hasil Kegiatan Pemantauan dan Pertumbuhan Balita
Puskesmas Tempuran bulan Januari April 2016
Indikator:
Balita yang datang dan ditimbang (D/S) . Balita BGM
Balita yang naik berat badannya (N/D)

Cakupan

Sasaran 1 Sasaran Bulan Pencapaian


Indikator Target (%) Kegiata
Tahun Berjalan Persen (%) (%)
n

Balita yang datang 80% 3481 XXX 3117 89.54% 111.9%

dan ditimbang
(D/S)

Balita yang naik 80% 3117 XXX 2790 90.47% 113.08%

berat badannya
(N/D)

<1.5% 3117 XXX 23 0.73% 205.4%


Balita BGM
Hasil Kegiatan Pelayanan Gizi
Puskesmas Tempuran bulan
Januari April 2016

Indikator:

Cakupan bayi Cakupan


(6-11 bulan) anak balita Cakupan
yang diberi (12-59 Cakupan bufas yang Balita gizi buruk
kapsul vitamin bulan) yang ibu hamil mendapatk yang
A dosis tinggi diberi kapsul yang diberi an kapsul mendapatkan
1 kali per vitamin A 2 90 tablet Fe perawatan
vitamin A
tahun kali per
tahun
Cakupan
Target Sasaran 1 Sasaran Bulan Pencapaian
Indikator
(%) Tahun Berjalan (%)
Kegiatan Persen (%)

Cakupan bayi (6-11 95% 374 XXX 374 100% 105.2%

bulan) yang diberi kapsul


vitamin A dosis tinggi 1
kali

per tahun

Cakupan anak balita (12- 95% 2692 XXX 2690 99,93% 105.1%

59 bulan) yang diberi


kapsul vitamin A 2 kali
per tahun
90% 768 256 284 110.9% 123.2%
Cakupan ibu hamil yang
diberi 90 tablet Fe

100% 8 XXX 8 100% 100%


Balita gizi buruk
mendapat perawatan

Cakupan bufas 89% 732 244 222 90.98% 102.2%

mendapat kapsul vitamin


A
KESEHATAN LINGKUNGAN
Kesehatan Lingkungan

TUJUAN:
berubahnya,
terkendalinya atau
hilangnya semua
unsur JENIS KEGIATAN :
fisik dan lingkungan Pelayanan
yang terdapat di kesehatan
masyarakat dimana lingkungan
dapat memberikan Pelayanan
pengaruh jelek higienis dan
terhadap kesehatan. sanitasi di tempat
umum
Hasil Kegiatan Pelayanan Kesehatan Lingkungan
Puskesmas Tempuran
Indikator:
Bulan Januari April 2016
1. - Institusi yang dibina - Penduduk yang memanfaatkan jamban
2. - Rumah sehat - Rumah yang mempunyai SPAL

Sasaran Cakupan
Sasaran 1 Pencapaian
Indikator Target (%) Bulan
Tahun (%)
Berjalan Kegiatan Persen (%)

Institusi yang
70
dibina
70% 11196 11196 6561 59% 83.72%
Rumah sehat

75% 8031 8031 7403 92% 122.91%


Penduduk yang
memanfaatkan
jamban

Rumah yang 65% 1597 1597 1597 100% 117.65%

mempunyai
SPAL
Hasil Kegiatan Pelayanan Higienis dan Sanitasi
Puskesmas Tempuran bulan Januari April
2016

Indikator:
TTU yang diperiksa
TTU yang memenuhi syarat sanitasi
TP2M yang diperiksa
TP2M yang memenuhi syarat sanitasi
Rumah/bangunan bebas jentik Aedes
Cakupan
Sasaran
Target Pencapaian
Indikator Bulan
(%) (%)
Berjalan Kegiatan Persen (%)

Jumlah Tempat 100% 117 39 46 118%

Tempat Umum (TTU)


yang diperiksa
80% 46 XXX 40 87%
Tempat-tempat
umum(TTU) yang
memenuhi syarat
sanitasi

Tempat Pengolahan 90% 63 21 18 86%


Makanan &
Penjualan(TP2M)
diperiksa
75% 18 XXX 7 39%
TP2M yang memenuhi
syarat sanitasi

Rumah/bangunan
100%
bebas jentik Aedes
PENCEGAHAN DAN
PEMBERANTASAN PENYAKIT
(P2P)
UPAYA PENCEGAHAN DAN
PEMBERANTASAN PENYAKIT (P2P)
Tujuan :

menurunkan angka kesakitan, kematian serta


mencegah akibat buruk lebih lanjut dari penyakit.

Jenis Kegiatan :
P2 Malaria
P2 TB Paru
P2 ISPA
P2 Diare
Imunisasi
Hasil Kegiatan P2 TB Paru Puskesmas
Tempuran bulan Januari April 2016
Indikator:
- Cakupan suspek TB paru - Angka konversi
(conversion rate)
- Penemuan kasus TB BTA (+) (Case Detection Rate)
- Angka kesembuhan (cure rate)

Sasaran Cakupan
Target Pencapaian
Indikator Sasaran 1 Bulan
(%) Kegiatan Persen (%) (%)
tahun Berjalan
80 514 171 67 39.18% 48.98
Cakupan suspek TB paru

70 514 171 1 0.58% 0.84


Penemuan kasus TB BTA (+)
(Case Detection Rate)

80 1 XXX 1 - 25.00
Angka konversi

Angka kesembuhan 85 3 XXX 3 - 75.0

(cure rate)
P2 ISPA

Indikator :
Cakupan balita dengan
pneumoni yang
ditemukan/ditangani (sesuai
standar) (100%)
P2 Pneumonia
Indikator :

Balita dengan pneumonia yang ditangani

sesuai standar

Sasaran 1 Sasaran
Target Pencapaian
Indikator tahun Bulan Kegiatan Persen (%)
(%) (%)
Berjalan

Cakupan balita 100 246 82 19 23,17% 23,17

dengan pneumoni
yang
ditemukan/ditangani
(sesuai standar)
P2 Diare
Indikator :

Balita dengan diare yang ditangani

sesuai standar

Indikator Target (%) Sasaran 1 Sasaran bulan Hasil kegiatan Persen (%) Pencapaian
tahun berjalan (%)

Balita dengan 100 144 48 100 208 208


diare yang
ditangani

Angka < 1 / 10.000 - 100 0 0% 0


kematian
diare
Imunisasi
Indikator : Polio 1
Jumlah bumil yang Polio 4
mendapat TT1

Jumlah bumil yang Campak


mendapat TT2
Hepatitis B1 (0 - 7
Desa UCI
hr)
BCG
Hepatitis B1 Total
DPT 1
Hepatitis B2
DPT 2

DPT 3 Hepatitis B3
Hasil Kegiatan P2P
Imunisasi
di Puskesmas
Tempuran bulan
Januari April 2016
Sasaran Sasaran
Target Cakupan Pencapaian
Indikator 1 Tahun Bulan
(%) (%)
Berjalan
Kegiatan Persen (%)
98 768 256 65 25 25,91
Jumlah bumil yang mendapat
TT1*

95 768 256 71 28 29,19


Jumlah bumil yang mendapat
TT2*

100 15 xxx 11 73 73
HBO*

95 678 226 206 91 95,95


BCG*

95 678 226 198 88 92,22


DPT HB Total (1)*

95 678 226 217 96 101,07


DPT HB Total (2)*

98 768 256 65 25 25,91


DPT HB Total (3)*
Cakupan
Sasaran 1
Sasaran
Target Tahun Pencapaian
Indikator Bulan
(%) (%)
Berjalan Kegiatan Persen (%)

95 678 226 192 85 89,43


Polio 1*

95 678 226 167 74 77,78


Polio 4*

95 678 226 246 109 114,58


Campak*

95 678 226 229 101 106,66


Hepatitis B1

95 678 226 198 88 92,22


Hepatitis B1 Total

95 678 226 182 81 84,77


Hepatitis B2

95 678 226 216 96 100,61


Hepatitis B3
PROMOSI KESEHATAN
PROMOSI KESEHATAN

= upaya di bidang kesehatan,


menitikberatkan pada peningkatan
Jenis kegiatan:
kesehatan taraf hidup masyarakat
Penyuluhan kelompok dan
melalui upaya pembinaan dan
umum didalam dan luar gedung
pengembangan peran aktif
puskesmas
masyarakat
Penyuluhan, pencegahan dan
melalui media penyuluhan
penanggulangan

Tujuan : penyalahgunaan NAPZA


meningkatkan pengetahuan Perkembangan Sekolah Sehat
masyarakat tentang kesehatan.
Hasil Kegiatan Penyuluhan Kelompok dan
Umum di Dalam dan Luar Gedung
Puskesmas Tempuran bulan Januari April
2016
Indikator :

Rumah tangga sehat

Bayi yang dapat ASI eksklusif

Desa dengan garam beryodium

Keluarga sadar gizi (kadarzi)

Posyandu purnama

Posyandu mandiri

Jumlah kunjungan posyandu seluruhnya (y)


Frekuensi pembinaan (y/x) (12x/tahun)
Jumlah kader terlatih (1 posyandu 5 kader)
Jumlah kader aktif
Sasaran Cakupan
Target Sasaran Pencapaian
Indikator Bulan
(%) (1 Tahun) (%)
Berjalan Kegiatan Persen (%)

65 12250 4083 10579 259,09 398,6


Rumah Tangga Sehat
80 400 xxx 189 47,25 59,06
Bayi yang dapat ASI eksklusif

90 - - - - -
Desa dengan garam beryodium

80 - - - - -
Keluarga sadar gizi (Kadarzi)
40 80 xxx 29 36,25 90,6
Posyandu Purnama

6 80 xxx 8 10,00 166,7


Posyandu Mandiri

100 960 320 320 100 100


Jumlah kunjungan ke
posyandu seluruhnya

100 800 267 320 119,85 119,85


Frekuensi Pembinaan
100 400 xxx 284 71,00 71
Jumlah kader terlatih
80 301 xxx 284 94,3 117,8
Jumlah kader aktif
Hasil Kegiatan Promosi Kesehatan
Puskesmas Tempuran bulan Januari April 2016
Indikator:
- Penyuluhan P3NAPZA di sekolah
- Penyuluhan HIV/AIDS di sekolah
- Penyuluhan NAPZA dan HIV/AIDS oleh petugas kesehatan
- Kasus infeksi menular seksual yang diobati
Sasaran Sasaran Cakupan
Target Pencapaian
(1Tahun) Bulan
(%) Kegiatan Persen (%) (%)
Berjalan

Penyuluhan P3 NAPZA* di 100 12 4 - - -

Sekolah
Penyuluhan HIV/AIDS* di 100 12 4 - - -

Sekolah
Penyuluhan NAPZA dan 24 96 32 1 3,12 13

HIV/AIDS oleh petugas


kesehatan
Klien yang mendapatkan - - - - - -

penanganan HIV/AIDS
Kasus infeksi menular - - - - - -

seksual yang diobati


Hasil Kegiatan Perkembangan Sekolah Sehat
Puskesmas Tempuran bulan Januari April
2016

Indikator:
- Pembentukan dokter kecil
- Pembinaan dokter kecil
- PSN di sekolah

Sasaran
Target Sasaran Pencapaian
Indikator Bulan Cakupan
(%) 1 tahun (%)
Berjalan

Pembentukan dokter 100% - - - - -

kecil

Pembinaan dokter 100% 37 - - - -

kecil
PSN di sekolah 90% 49 - - - -
Upaya Pengobatan
Adalah upaya untuk menghilangkan penyakit dan gejalanya, dilakukan oleh
tenaga kesehatan dengan cara dan yang khusus untuk keperluan tersebut.

Indikator kinerja kerja :

Kasus baru : Kasus lama :


Kunjungan
kasus lama :

pernyataan diagnosa kunjungan kedua kunjungan ketiga dan


pertama kali oleh suatu kasus baru seterusnya suatu kasus
dokter / paramedis penyakit yang sama (lama) penyakit yang
bahwa seseorang dalam satu periode masih dalam
menderita penyakit penyakit yang periodepenyakit yang
tertentu bersangkutan bersangkutan
Hasil Kegiatan Pengobatan Rawat Jalan
Puskesmas Tempuran bulan Januari April
2016

Sasaran Cakupan
Sasaran Bulan Pencapaian
Indikator Target (%) (1 tahun)
Berjalan (%)
Kegiatan Hasil (%)

60 22753 7584 13431 177 295


Jumlah kasus baru (x)

1,21 13431 xxx 1,22 - 99.00


Frekuensi kunjungan =
Jumlah kasus B+L+KK/B
Frekuensi kunjungan =
(x+y+z)/x

BOR (Bed Occupancy 60 x - - - -

Rate)
LOS (Length Of Stay) 4 x xxx - - -

Deteksi kasus baru dan 18 - 16396 871 5.31 30

lama P2PTM
Hasil Kegiatan Pengobatan Rawat Jalan
Puskesmas Tempuran bulan Januari April
2016

Sasaran
Sasaran Bulan Cakupan Pencapaian
Indikator Target (%) (1 tahun)
Berjalan (%)
Kegiatan Hasil (%)

Hipertensi 83/1000 pddk - - - - -

Jantung ischemic 3/1000 pddk - - - - -

Stroke 2/1000 pddk - - - - -

Gg mental 5-14 th 104/1000 pddk - -


- - -

Gg mental > 15 th 140/1000 pddk - -


- - -

Kebutaan 1,47 - - - - -

Kecelakaan Lalu 4.1/100.000


- - - - -
pddk
Lintas

Diabetes Melitus 1.6/1000 pddk - - - - -

Neoplasma 0.5/1000 pddk - - - - -


Hasil Kegiatan Upaya Kesehatan
Gigi Puskesmas Tempuran bulan
Januari April 2016
Sasaran Sasaran Cakupan
Target Pencapaian
Indikator (1 tahun) Bulan
(%) (%)
Berjalan Kegiatan Persen

UKGS tahap 3 50 37 12 28 227,03 454,05

Jumlah kunjungan 5 48003 16001 1243 7,77 155,37

gilut dirawat jalan


(dalam dan luar
gedung)
Hasil Kegiatan Upaya Kesehatan
Jiwa Puskesmas Tempuran bulan
Januari April 2016

Sasaran Cakupan
Sasaran
Target (1tahun) Pencapaian
Indikator Bulan
(%) (%)
Berjalan
Kegiatan Persen (%)

15 2459 xxx 90 3,66 24

Pelayanan
gangguan jiwa
BAB IV

ANALISIS
MASALAH
79

Berdasarkan
Standar
Pelayanan
Minimal (SPM)

copyright www.brainybetty.com 2006 All Rights Reserved 8/27/2017


80
INPUT PROSES
Fungsi OUTPUT
Man
Manajemen Cakupan
Money
(P1,P2,P3) dan Kegiatan
Method
Manajemen dan Mutu
Material
Machine Mutu

LINGKUNGAN
- Fisik OUTCOME
- Sosialekonomi
- Kependudukan
- Kebijakan
- Sosial Budaya

Kerangka Pemikiran Pendekatan Sistem


1. Identifikasi Masalah

8. Monitoring &
2. Penentuan
Evaluasi
Prioritas Masalah

7. Penyusunan 3. Penentuan
rencana penerapan Penyebab Masalah

6. Penetapan 4. Memilih
pemecahan masalah Penyebab yang
terpilih paling mungkin
5. Menentukan
alternatif
pemecahan masalah
Metode Hanlon Kuantitatif

Metode utk menentukan

Prioritas Masalah

(A + B) X C X D

Keterangan :
A : Besar Masalah (nilai 1-5)
B : Kegawatan Masalah (nilai 1-5)
C : Kemudahan Penanggulangan (nilai 1-5)
D : PEARL Factor (nilai 0 atau 1)
BESARNYA MASALAH
Program-program yang belum mencapai target
No. Program Pencapaian Besarnya
(<100%) Masalah
(Pencapaian
-100%)
1 Cakupan Kunjungan bumil K4 95.4% 4.61%
Cakupan pertolongan persalinan oleh
2
tenaga kesehatan 1.7% 98.27%
3 BBLR yang ditangani 44.4% 55.56%
4 Jumlah seluruh peserta aktif 94.97% 5.03%
5 cakupan pelayanan pra usila dan Usila 20.11% 79.89%
Tempat Pengolahan Makanan &
6
Penjualan(TP2M) diperiksa* 95.24% 4.76%
7 T2PM yg memenuhi syarat sanitasi* 51.85% 48.15%
8 Rumah sehat 83.72% 16.28%
9 Cakupan suspek tb paru* 48.98% 51.02%
Penemuan kasus TB BTA(+) (Case Detection
10
Rate) 0.84% 99.16%
No Program Pencapaia Besarnya
. n (<100%) Masalah
(Pencapaia
Program-program yang belum mencapai
n -100%)
target
11 Angka konversi(convertion rate) * 25.00% 75.00%

12
Angka kesembuhan (cure rate) 75.00% 25.00%
Cakupan balita dg pneumoni yg
13
ditemukan/ 23.17% 76.83%
14 Jumlah bumil yg mendapat TT1* 25.91% 74.09%
15 Jumlah bumil yg mendapat TT2* 29.19% 70.81%

16
Desa UCI 73% 27.00%
17 BCG* 95.95% 4.05%
18 DPT 1* 92.22% 7.78%
19 Polio 1* 89.43% 10.57%
20 Polio 4* 77.78% 22.22%
No Program Pencapaia Besarnya
. n (<100%) Masalah
(Pencapaia
Program-program yang belum mencapai n -100%)
target
21 Hepatitis B1 total* 92.22% 7.78%

22
Hepatitis B2* 84.77% 15.23%
23 Bayi yg dapat ASI eksklusif 59% 40.94%
24 Posyandu purnama (indikator 2008) 91% 9.40%
25 Jumlah kader terlatih* 71% 29.00%
Penyuluhan NAPZA dan HIV/AIDS oleh
26
petugas kes 13% 87.00%
27 Frekuensi Kunjungan 99% 0.88%
28 deteksi kasus baru dan lama p2ptm 30% 70.49%
Pelayanan gangguan jiwa di sarkes
29
umum 24% 76.00%
Kriteria A: Besar Masalah
Menentukan besar masalah dengan cara
menghitung selisih presentasi pencapaian hasil
kegiatan dengan pencapaian 100%.

Menentukan kelas dengan menggunakan Rrumus


Sturgess

Keterangan:
n = jumlah masalah
k = jumlah kelas

k = 1 + 3,3 Log n
k = 1 + 3,3 Log 29
k = 1 + 4,8
k = 5, 8 = 6 kelas
Langkah 3

Menentukan interval dengan menghitung selisih persentase besar masalah


terbesar dengan besar masalah terkecil kemudian dibagi dengan nilai kelas.

Range = 99,16 % - 4,05 % = 15,85 %

Langkah 4

Menentukan skala interval dan nilai tiap interval


sesuai jumlah kolom/kelas
Tabel Skala Interval 88

Kolom/Kelas Skala Interval Nilai


Skala 1 4,05 19,89 1
Skala 2 19,9 35,74 2
Skala 3 35,75 51,59 3
Skala 4 51, 6 76,44 4
Skala 5 76,45 83,29 5
Skala 6 83,3 99,16 6

Langkah 5

Menentukan nilai tiap masalah sesuai dengan


kelasnya
89

copyright www.brainybetty.com 2006 All Rights Reserved 8/27/2017


90
Kriteria B: Kegawatan Masalah

Keganasan Tingkat urgensi Tingkat penyebaran/meluasnya


Sangat mendesak = 5 masalah
Sangat ganas =5 Sangat mudah
Mendesak = 4
Ganas =4 Cukup mendesak = 3 menyebar/meluas5
Cukup ganas =3 Kurang mendesak = 2 Mudah menyebar/meluas 4
Tidak mendesak Cukup menyebar/meluas= 3
Kurang ganas =2 = 1
Sulit menyebar/meluas = 2
Tidak ganas = 1 Tidak menyebar/meluas= 1
Tabel Kriteria B .Kegawatan Masalah
91
Program Skor Skor
No Skor Urgensi
Keganasan Penyebaran Skor B
Cakupan kunjungan
1 2.25
bumil k4 3.50 3.00 8.75
Cakupan pertolongan
2 persalinan oleh tenaga 3.25
kesehatann 4.75 4.75 12.75
3 BBLR yang ditangani 3.75 3.75 3.25 10.75
Jumlah seluruh peserta
4 3.00
aktif 2.75 2.75 8.50
Cakupan pelayanan
5 3.00
pra usila dan usila 2.50 2.50 8.00
Tempat Pengolahan
6 Makanan dan 3.00
penjualan diperiksa 3.00 3.00 9.00
T2PM yg memenuhi
7 3.75
syarat sanitasi* 2.50 3.50 9.75
8 Rumah Sehat 3.00 3.00 3.00 9.00
Cakupan suspek TB
9 3.75
Paru 3.50 3.75 11.00
Penemuan kasus TB
10 BTA(+) (Case Detection 4.50
Rate) 4.25 4.25 13.00
Program Skor Skor 92
No Skor Urgensi
Keganasan Penyebaran Skor B
Angka konversi
11 3.00
(convertion rate) 3.00 3.00 9.00
Angka kesembuhan
12 2.25
(cure rate) 3.25 3.50 9.00
Cakupan balita dg
pneumoni yg
13 2.75
ditemukan/ ditangani
(sesuai standar) 3.50 3.00 9.25
Jumlah bumil yang
14 2.50
mendapat TT1 2.75 3.00 8.25
Jumlah bumil yang
15 2.50
mendapat TT2 2.75 2.25 7.50

16 Desa UCI 2.75


3.25 2.50 8.50
17 BCG 4.50 3.75 3.00 11.25
18 DPT 1 4.50 3.75 3.25 11.50
19 Polio 1 4.75 4.25 3.75 12.75

20 Polio 4 3.75
4.75 4.25 12.75
Program Skor Skor 93
No Skor Urgensi
Keganasan Penyebaran Skor B
21 Hepatitis B1 total 4.50 3.75 3.50 11.75

22 Hepatitis B2 3.75
4.50 3.75 12.00

Bayi yg dapat ASI


23 2.50
ekslusif
4.00 3.25 9.75
Posyandu purnama
24 2.50
(indikator 2008) 3.25 2.50 8.25
25 Jumlah kader terlatih 3.25 3.00 2.50 8.75
Penyuluhan NAPZA
26 dan HIV/AIDS oleh 2.75
petugas kesehatan 2.75 2.50 8.00
27 Frekuensi Kunjungan 2.00 2.00 2.00 6.00
deteksi kasus baru dan
28 2.00
lama p2ptm 2.25 2.50 6.75
Pelayanan gangguan
29 2.25
jiwa di sarkes umum 2.25 2.75 7.25
Kriteria C: Kemudahan
Penanggulangan

Bobot penilaian antara 1-5 yaitu :

Sulit ditanggulangi :1

Cukup sulit ditanggulangi :2

Tidak mudah ditanggulangi: 3

Mudah ditanggulangi :4

Sangat mudah ditanggulangi :5


Tabel Kriteria C 95
( Kemudahan Dalam Penganggulangan)
Skor
No Program
Kemudahan

1 Cakupan kunjungan bumil k4 4.00


2 Ibu hamil resti yang ditangani (PONED) 3.00
3 Ibu hamil dengan komplikasi yang ditangani (PONED) 3.00
Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga
4 3.00
kesehatann
5 BBLR yang ditangani 4.00
6 Neonatal resti yang ada/ditemukan 4.00
7 Neonatal resti komplikasi yang ditangani (PONED) 4.50
8 Frekuensi pembinaan dukun 3.00
Deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan pra
9 3.00
sekolah
Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa SD & setingkat
10 oleh tenkes atau terlatih/guru UKS/dokter kecil* 2.75
(Penjaringan kelas 1)
96
Skor
No Program
Kemudahan
Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa TK, kelas 1 SLTP,SLTA
11 3.75
dan setingkat
Cakupan pelayanan kesehatan remaja penjaringan kelas 1
12 3.50
SLTP,SLTA/sederajat)
13 Jumlah TK yang dibina 3.00
14 Pelayanan KB jumlah seluruh peserta aktif 4.25
15 Cakupan pelayanan pra usila dan usila 4.00
16 T2PM yg memenuhi syarat sanitasi* 3.75
17 Cakupan suspek TB Paru 3.75
18 Penemuan kasus TB BTA(+) (Case Detection Rate) 3.75
19 Angka konversi (convertion rate) 3.50

20 Angka kesembuhan (cure rate) 3.50


97
Skor
No Program Kemudaha
n
Cakupan balita dg pneumoni yg ditemukan/ ditangani (sesuai
21 3.75
standar)
22 Jumlah bumil yang mendapat TT1 3.50
23 Jumlah bumil yang mendapat TT2 3.75
24 Desa UCI 4.25
25 BCG 4.25
26 DPT 1 4.50
27 Polio 1 2.00
28 Polio 4 2.50
29 Hepatitis B1 total 2.00
98
Kriteria D: PEARL Factor
P: Propriate (Kesesuaian dengan program nasional/kesepakatan dunia/
program daerah)

E : Economic (Secara ekonomi murah, kegiatan tersebut untuk


dilaksanakan)

A : Acceptable(Dapat diterima oleh masyarakat, Pemda, dll)

R : Resource (Tersedianya sumber daya yang mendukung kegiatan)

L : Legality (Ada landasan hukum/etika kedokteran, dll)

Bobot nilai bila dijawab ya bernilai 1 dan bila dijawab tidak bernilai 0. Hasil
maksimal dari perhitungan rumus Hanlon tersebut adalah 100, semakin tinggi
nilai angka perhitungan maka masalah tersebut akan diprioritaskan untuk
ditanggulangi.
Tabel Kriteria D
No PEARL FACTOR P E A R L 99
Hasil Kali
1 Cakupan Kunjungan bumil K4 1 1 1 1 1 1

2 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga 1 1 1 1 1 1


kesehatan
3 BBLR yang ditangani 1 1 1 1 1 1
4 Jumlah seluruh peserta aktif 1 1 1 1 1 1

5 cakupan pelayanan pra usila dan Usila 1 1 1 1 1 1

6 Tempat Pengolahan Makanan & 1 1 1 1 1 1


Penjualan(TP2M) diperiksa*
7 T2PM yg memenuhi syarat sanitasi* 1 1 1 1 1 1
8 Rumah sehat 1 1 1 1 1 1
9 Cakupan suspek tb paru* 1 1 1 1 1 1

10 Penemuan kasus TB BTA(+) (Case Detection 1 1 1 1 1 1


Rate)

11 1 1 1 1 1 1
Angka konversi(convertion rate) *
12 Angka kesembuhan (cure rate) 1 1 1 1 1 1

13 1 1 1 1 1 1
Cakupan balita dg pneumoni yg ditemukan/
14 Jumlah bumil yg mendapat TT1* 1 1 1 1 1 1
No PEARL FACTOR P E A R L 10
Hasil Kali
15 Jumlah bumil yg mendapat TT2* 1 1 1 1 1 1 0
16 Desa UCI 1 1 1 1 1 1

17 1 1 1 1 1 1
BCG*
18 DPT 1* 1 1 1 1 1 1
19 Polio 1* 1 1 1 1 1 1

20 Polio 4* 1 1 1 1 1 1

21 1 1 1 1 1 1
Hepatitis B1 total*
22 Hepatitis B2* 1 1 1 1 1 1
23 Bayi yg dapat ASI eksklusif 1 1 1 1 1 1
24 Posyandu purnama (indikator 2008) 1 1 1 1 1 1

25 1 1 1 1 1 1
Jumlah kader terlatih*

26 1 1 1 1 1 1
Penyuluhan NAPZA dan HIV/AIDS oleh petugas kes
27 Frekuensi Kunjungan 1 1 1 1 1 1

28 1 1 1 1 1 1
deteksi kasus baru dan lama p2ptm
29 Pelayanan gangguan jiwa di sarkes umum 1 1 1 1 1 1
10
Penentuan Prioritas Masalah 1

Kegiatan Pelayanan
Kesehatan
Setelah nilai dari kriteria A,B,C dan D didapat,
hasil tersebut dimasukan dalam formula nilai
prioritas dasar (NPD) serta nilai prioritas total (NPT)
untuk menentukan prioritas masalah yang
dihadapi:

NPD = (A+B) x C
NPT = (A+B) x C x D
Tabel. Urutan prioritas berdasarkan perhitungan Hanlon kuantitatif
10
No Program A C D NPD NPT
B 2
Penyuluhan NAPZA dan
26 6 4.50 1
HIV/AIDS oleh petugas kes 8.00 63.00 63.00
T2PM yg memenuhi syarat
7 3 4.50 1
sanitasi* 9.75 57.38 57.38
14 5 4.25 1
Jumlah bumil yg mendapat TT1* 8.25 56.31 56.31

2 Cakupan pertolongan persalinan 6 3.00 1


oleh tenaga kesehatan 12.75 56.25 56.25
Angka konversi(convertion rate)
11 5 3.75 1
* 9.00 52.50 52.50
Penemuan kasus TB BTA(+)
10 6 2.75 1
(Case Detection Rate) 13.00 52.25 52.25
cakupan pelayanan pra usila dan
5 5 4.00 1
Usila 8.00 52.00 52.00
20 Polio 4* 2 12.75 3.50 1 51.63 51.63
15 5 4.00 1
Jumlah bumil yg mendapat TT2* 7.50 50.00 50.00
19 Polio 1* 1 12.75 3.50 1 48.13 48.13
21 Hepatitis B1 total* 1 11.75 3.75 1 47.81 47.81
23 Bayi yg dapat ASI eksklusif 3 9.75 3.75 1 47.81 47.81
18 DPT 1* 1 11.50 3.75 1 46.88 46.88
17 BCG* 1 11.25 3.75 1 45.94 45.94
10
3
No Program A C D NPD NPT
B
25 Jumlah kader terlatih* 2 8.75 4.25 1 45.69 45.69
22 Hepatitis B2* 1 12.00 3.50 1 45.50 45.50
3 BBLR yang ditangani 4 10.75 3.00 1 44.25 44.25
Cakupan balita dg pneumoni yg
13 5 3.00 1
ditemukan/ 9.25 42.75 42.75

9 3 3.00 1
Cakupan suspek tb paru* 11.00 42.00 42.00
Tempat Pengolahan Makanan &
6 1 4.00 1
Penjualan(TP2M) diperiksa* 9.00 40.00 40.00
16 Desa UCI 2 8.50 3.75 1 39.38 39.38
24 Posyandu purnama (indikator 2008) 1 8.25 4.25 1 39.31 39.31
1 Cakupan Kunjungan bumil K4 1 8.75 4.00 1 39.00 39.00
12 Angka kesembuhan (cure rate) 2 9.00 3.50 1 38.50 38.50
8 Rumah sehat 1 9.00 3.00 1 30.00 30.00
28 deteksi kasus baru dan lama p2ptm 5 6.75 2.50 1 29.38 29.38
4 Jumlah seluruh peserta aktif 1 8.50 3.00 1 28.50 28.50
Pelayanan gangguan jiwa di sarkes
29 5 2.00 1
umum 7.25 24.50 24.50
27 Frekuensi Kunjungan 1 6.00 2.00 1 14.00 14.00
10
4

Urutan Prioritas Masalah


Urutan
Program
Masalah
Penyuluhan NAPZA dan HIV/AIDS oleh petugas
1 kesehatan
2 T2PM yg memenuhi syarat sanitasi*
3 Jumlah bumil yg mendapat TT1*
4 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
5 Angka konversi(convertion rate) TB *
6 Penemuan kasus TB BTA(+) (Case Detection Rate)
7 Cakupan pelayanan pra usila dan Usila
8 Polio 4*
9 Jumlah bumil yg mendapat TT2*
10 Polio 1*
10
Urutan Program 5
Masalah

11 Hepatitis B1 total*

12 Bayi yang mendapat ASI eksklusif

13 DPT 1*

14 BCG*

15 Jumlah kader terlatih*

16 Hepatitis B2*

17 BBLR yang ditangani

18 Cakupan balita dengan pneumoni yang ditemukan

19 Cakupan suspek tb paru*


Tempat Pengolahan Makanan & Penjualan(TP2M)
20 diperiksa*
10
6
Urutan Program
Masalah

21 Desa UCI

22 Posyandu purnama (indikator 2008)

23 Cakupan Kunjungan bumil K4

24 Angka kesembuhan (cure rate)

25 Rumah sehat

26 deteksi kasus baru dan lama p2ptm

27 Jumlah seluruh peserta aktif

28 Pelayanan gangguan jiwa di sarkes umum

29 Frekuensi Kunjungan
BAB V

ANALISIS PEMECAHAN
MASALAH
ANALISIS PEMECAHAN
MASALAH
Hanlon kuantitatif : Penyuluhan NAPZA dan
HIV/AIDS oleh petugas kesehatan pada
masyarakatmasyarakat

Berdasarkan hasil diskusi bersama Kepala


Puskesmas Tempuran: Tempat pengolahan
penjualan makanan dan minuman (TP2M) yang
memenuhi syarat sanitasi (52,85%)

Target Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang


tahun 2011 : 75%
Target
Sasa Sasara % Pe
dinkes J F M A H
Hasil Sasara ran 1 n bulan Ca nca
KESLING Kab. a e a p a
Kegiatan n tahu berjala kup pai
Magelan n b r r sil
n n an an
g 2011
Tempat
Jumlah Jumlah
pengelolahan dan
TP2M yang TP2M 51.
penjualan makanan 39
75% memenuhi yang 18 xxx 2 2 2 1 7 85
(TP2M) yang %
syarat diperiks %
memenuhi syarat
sanitasi a
sanitasi
Analisis Penyebab Masalah
INPUT KELEBIHAN KEKURANGAN
Koordinator programtelah terlatih untuk
melakukan pemeriksaan terhadap tempat
pengolahan makanan dan minuman Pengetahuan pengusaha yang masih kurang
MAN (TP2M) terhadap tempat pengolahan makanan dan
(Tenaga Kerja) Koordinator program telah melakukan minuman (TP2M) yang memenuhi syarat
edukasi dan memberikan saran terhadap sanitasi
tempat pengolahan dan penjualann
makanan dan minuman (TP2M)
Tersedianya bantuan operasional
MONEY
kesehatan untuk kegiatan penyuluhan dan Tidak ditemukan masalah
(Pembiayaan)
transportasi
Masyarakat kurang peduli terhadap saran
METHOD(Metode) Active promotif case finding yang telah diberikan pada koordinator
program

Tersedianya aula Puskesmas untuk


MATERIAL
dilakukannya pelatihan atau penyuluhan.
(Perlengkapan) Tidak ditemukan masalah
Tersedianya kendaraan operasional untuk
pelaksanaan inspeksi sanitasi.
Tidak tersedianya poster, pamflet atau
MACHINE
Tersedianya blanko kuesioner TP2M brosur mengenai TP2M warung makan
(Peralatan)
yang memenuhi syarat sanitasi
PROSES KELEBIHAN KEKURANGAN

Jadwal sosialisasi mengenai kriteria


Kurang optimalnya penyusunan
TP2M yang memenuhi syarat sanitasi
P1 ulang jadwal inspeksi sanitasi dan
Jadwal pemeriksaan TP2M secara
(Perencanaan) jadwal kadang berbenturan dengan
berkala sesuai dengan KepMenKes
program kesehatan
no.715 tahun 2003

Kurangnya kepedulian pengusaha


P2 Inspeksi koordinator bagian kesehatan
mengenai TP2M yang memenuhi
(Pelaksanaan) lingkungan ke TP2M yang terdaftar
syarat sanitasi

P3 Keterbatasan waktu dan sumber


Pencatatan hasil pemeriksaan TP2M
(Pengawasan daya manusia (SDM) untuk
Evaluasi dilakukan terhadap TP2M yang
Pengendalian melakukan pengawasan terhadap
tidak memenuhi syarat sanitasi
dan Penilaian) TP2M

Kurangnya pengetahuan pengusaha


mengenai TP2M yang memenuhi
syarat sanitasi
Ketersediaan lahan yang cukup luas
Kurangnya perilaku hidup bersih
Lingkungan Tersedianya karyawan pada masing-
dari karyawan TP2M warung
masing warung makan tersebut
makan.
Belum pernah mendapat pamphlet
tentang sanitasi warung makan
Kemungkinan penyebab masalah, yaitu sbb:
Kurangnya kepedulian dan keingintahuan
pengusaha terhadap evaluasi yang telah
dilakukan koordinator program.
Belum melakukan perencanaan sosialisasi pada
pengusaha tentang sanitasi TP2M yang baik.
Tidak ada sanksi bagi pengusaha yang tidak
memenuhi syarat sanitasi TP2M.
Tidak ada rewards bagi pengusaha yang telah
memenuhi syarat sanitasi TP2M
Alternatif Pemecahan Masalah
No. Masalah Alternatif Pemecahan Masalah
1. Kurangnya kepedulian dan Melakukansosialisasi mengenai pentingnya
keingitahuan pengusaha terhadap sanitasi TP2M kepada masing-masing
evaluasi yang telah dilakukan pengusaha
koordinator program

2. Belum melakukan perencanaan


Membuat jadwal sosialisasi pada pengusaha
sosialisasi pada pengusaha tentang
tentang sanitasi TP2M yang baik
sanitasi TP2M yang baik
3. Tidak ada sanksi bagi pengusaha
Membuat peraturan yang mengharuskan
yang tidak memenuhi syarat sanitasi
setiap pengusaha memiliki TP2M yang
TP2M.
memenuhi syarat
.
4. Tidak ada rewards bagi pengusaha
Memberikan rewards berupa sertifikat TP2M
yang telah memenuhi syarat sanitasi
yang memenuhi syarat sanitasi
TP2M.
Alternatif Pemecahan Masalah

Melakukan sosialisasi mengenai pentingnya


sanitasi TP2M kepada masing-masing
pengusaha
Membuat jadwal sosialisasi pada pengusaha
tentang sanitasi TP2M yang baik
Membuat peraturan yang mengharuskan
setiap pengusaha memiliki TP2M yang
memenuhi syarat
Memberikan rewards berupa sertifikat TP2M
yang memenuhi syarat sanitasi
Diagram Alternatif Pemecahan
Masalah
Penentuan Pemecahan Masalah Dengan
Kriteria Matriks Menggunakan Rumus
M x I x V/C

Efektivitas program

Pedoman untuk mengukur efektivitas program:

Magnitude ( m ) Besarnya penyebab masalah yang dapat


diselesaikan.

Importancy ( I ) Pentingnya cara penyelesaian masalah

Vulnerability ( v ) Sensitifitas cara penyelesaian masalah

Kriteria m, I, dan v kita beri nilai 1-5

Bila makin magnitude maka nilai nya makin besar, mendekati 5.


Begitu juga dalam melakukan penilaian pada kriteria I dan v.
Efisiensi pogram

Biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan


masalah (cost)

Kriteria cost (c) diberi nilai 1-5. Bila cost nya makin
kecil, maka nilainya mendekati 1.
Hasil Akhir Penentuan Prioritas
Pemecahan Masalah
Penyelesaian Nilai
Hasil akhir Urutan
Masalah Kriteria
(M x I x V) /
M I V C
C
Melakukansosialisasi mengenai 2,5 2,5 2,5 3,7 4,46 IV
pentingnya sanitasi TP2M kepada masing-
masing pengusaha 5

Membuat jadwal sosialisasi pada 5 3,75 1,25 1,2 18,75 II


pengusaha tentang sanitasi TP2M yang
baik 5

Membuat peraturan yang mengharuskan 2,5 5 5 1,2 50 I


setiap pengusaha memiliki TP2M yang
memenuhi syarat 5

Memberikan rewards berupa sertifikat 5 1,25 3,75 5 4,68 III


TP2M yang memenuhi syarat sanitasi
Hasil Akhir Penentuan Prioritas
Pemecahan Masalah

Membuat peraturan yang mengharuskan setiap


pengusaha memiliki TP2M yang memenuhi syarat

Membuat jadwal sosialisasi pada pengusaha tentang


sanitasi TP2M yang baik

Memberikan rewards berupa sertifikat TP2M yang


memenuhi syarat sanitasi

Melakukan sosialisasi mengenai pentingnya sanitasi TP2M


kepada masing-masing pengusaha
PENYUSUNAN RENCANA
PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan Tujuan Sasaran Tempat Pelaksana Waktu Biaya Metode Tolak ukur

1. Membuat Memberikan Pengusaha Puskesm Menkes Disesuai Anggara Sidang Meningkatk


peraturan yang efek jera TP2M as kan n an jumlah
mengharuskan kepada Tempura Pemerint TP2M yang
setiap pengusaha pengusaha n ah memenuhi
memiliki TP2M untuk lebih syarat
yang memenuhi peduli sanitasi
syarat terhadap
sanitasi TP2M
2. Membuat Meningkatkan Pengusaha Kecamat Puskesmas Disesuai Puskesm Musyawa Terlaksanan
jadwal sosialisasi pengetahuan TP2M an bagian kan as rah ya
pada pengusaha pengusaha Tempura Kesehatan sosialisasi
tentang sanitasi mengenai n Lingkunga sesuai
TP2M yang baik syarat sanitasi n jadwal
TP2M

3. Memberikan Agar Pengusaha Kecamat Menkes Disesuai Anggara Pemberia Peningkatan


rewards berupa pengusaha TP2M an dan kan n dana n kualitas
sertifikat TP2M lebih terpacu Tempura Puskesmas dari sertifikat TP2M
yang memenuhi untuk n bagian Puskesm
syarat sanitasi memperbaiki Kesehatan as
kualitas TP2M Lingkunga
n
BAB VI

KESIMPULAN DAN
SARAN
KESIMPULAN
Sesuai dengan hasil kesepakatan bersama Kepala
Puskemas Tempuran, masalah yang menjadi prioritas
adalah tempat pengolahan penjualan makanan dan
minuman (TP2M) yang memenuhi syarat sanitasi.

Hasil penghitungan SPM, pencapaian TP2M yang


memenuhi syarat sanitasi adalah 52,85%, dimana target
Dinkes Kabupaten Magelang tahun 2011 adalah 75%.

Hasil pencapaian tersebut merupakan suatu permasalahan


yang perlu dianalisis untuk dicari solusinya.
Kesimpulan

Setelah penentuan prioritas alternatif pemecahan


penyebab masalah dengan menggunakan
kriteria matriks, dipilih 3 prioritas alternatif
pemecahan masalah, yang disusun sebagai
rencana pelaksanaan kegiataan (plan of action),
yaitu:
Membuat peraturan yang mengharuskan setiap pengusaha
memiliki TP2M yang memenuhi syarat
Membuat jadwal sosialisasi pada pengusaha tentang sanitasi
TP2M yang baik
Memberikan rewards berupa sertifikat TP2M yang memenuhi
syarat sanitasi
SARAN
Pembentukan tim evaluasi terstruktur yang terdiri dari dokter dan
koordinator bagian Kesehatan Lingkungan untuk mengevaluasi
pelaksanaan dari peraturan TP2M yang memenuhi syarat sanitasi.
Pencatatan dan pelaporan secara rutin dan berkala mengenai TP2M dan
memberikan rewards atau sertifikasi pada TP2M yang memenuhi syarat
Terhadap sanitasi.
Puskemas Mengikut sertakan tenaga medis dan paramedis dalam seminar-seminar
Tempuran dan workshop tentang topik-topik pengolahan sanitasi TP2M yang
baik.

Masyarakat diharapkan memiliki kepedulian untuk memiliki TP2M


yang memenuhi syarat sanitasi.
Pengusaha diharapkan antusias untuk mengikuti penyuluhan yang
diadakan untuk mengetahui syarat-syarat dan kondisi-kondisi yang
Untuk berkaitan dengan sanitasi TP2M.
masyarakat