Anda di halaman 1dari 21

Mencari hasil

pengukuran
termometer
Disusun Oleh :
Kelompok : x Farmalis
Anggota Kelompok : 1. Leo Anggara
2. Felianci Caroline
3. Dhikrotul Mila
4. Lukfiyanti Oktaviani
5. Sisca Aulia Sari
A. TERMOMETER
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu
(temperatur), ataupun perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa
latin thermo yang berarti panas dan meter yang berarti untuk mengukur. Ada
bermacam-macam termometer menurut cara kerjanya :
Termometer
Termometer Termometer Termometer Termometer
Makimum-
Raksa Ruangan Bimetal Laboratorium
Minimum

Termometer Termometer Termometer Termometer


Inframerah Optik Gas Termitor

TERMOHYGRO Termometer Termometer


METER Tanah Galileo
Pengukuran suhu tubuh, paling mudah dengan menggunakan termometer
digital. Jenis termometer ini dapat dilakukan di ketiak, mulut dan anus
(dubur).

Termometer dibuat berdasarkan prinsip bahwa volume zat cair akan


berubah apabila dipanaskan atau didinginkan. Volume zat cair akan
bertambah apabila dipanaskan sedangkan apabila didinginkan akan
berkurang. Naik atau turunnya cairan tersebut digunakan sebagai acuan
untuk menentukan suhu suatu benda.

Untuk lebih memahami prinsip kerja thermometer,panaskan air didalam


tabung sampai mendidih kemudian amati dengan teliti air
tersebut. Tentu tidak lama kemudian kamu akan Melihat
bahwa zat cair dalam pipa kaca naik mencapai titik
tertentu. Perubahan volume zat cair dalam
pipa dapat digunakan untuk mengkur suhu.
Cara Mengukur Suhu Tubuh dengan
Termometer
a). Langkah-langkah untuk mengukur suhu tubuh melalui dubur (untuk bayi) :
1. Beri jeli atau pelumas pada ujung termometer.
2. Baringkan bayi dalam posisi tengkurap.
3. Masukkan ujung termometer kedalam dubur bayi kurang lebih sedalam
3,5 cm.
4. Diamkan selama 3 menit, bayi tetap dalam posisi tengkurap.
5. Keluarkan termometer dari dubur bayi dan bacalah
hasilnya.
b). Langkah-langkah untuk mengukur suhu tubuh melalui mulut :
1. Letakkan ujung termometer di bawah lidah.
2. Tutup mulut selama 3 menit.
3. Keluarkan termometer dari mulut dan
bacalah hasilnya.
c). Langkah-langkah untuk mengukur suhu tubuh di bawah ketiak :
1. Letakkan termometer di bawah ketiak dengan posisi lengan ke
arah bawah.
2. Silangkan lengan di depan dada.
3. Tunggu sekitar 5 menit.
4. Keluarkan dan baca hasilnya.
1. Sebelum terjadi perubahan
suhu,volume air raksa berada
pada kondisi awal.
2. Perubahan suhu lingkungan disekitar
termometer direspon air raksa
dengan perubahan volume.
3. Volume merkuri akan mengembang
jika suhu meningkat dan akan
menyusut ketika suhu menurun.
4. Skala pada termometer akan
menunjukkan nilai suhu sesuai
keadaan lingkungan.
Perbandingan Skala Termometer

Rumus Konversi Suhu


Contoh Soal Konversi Suhu

1. Suhu suatu ruangan adalah 86 F. Berapakah suhu ruangan tersebut dalam skala Celsius?

Jawab:
Dengan menggunakan Persamaan (a.1) diperoleh:

Jadi, suhu ruangan tersebut adalah 30 C.

2. Suhu seorang anak adalah 35 C. Berapakah suhu anak tersebut dalam skala Fahrenheit?

Jawab:
Dengan menggunakan Persamaan (a.2) diperoleh:
Jadi, suhu anak tersebut adalah 95 F.
3. Suhu badan Tina adalah 30 R. Berapakah suhunya dalam skala Celsius?

Jawab:
Dengan menggunakan Persamaan (1 - 3) diperoleh:

Jadi, suhu badan Tina adalah 37,5 C.

4. Suhu di suatu padang pasir adalah 40 C. Berapakah suhunya dalam skala Reamur?

Jawab:
Dengan menggunakan Persamaan (1 - 4) diperoleh:

Jadi, suhu padang pasir tersebut adalah 32 R.


5. Suhu suatu ruangan adalah 27 C. Berapakah suhunya dalam skala Kelvin?

Jawab:
Dengan menggunakan Persamaan (1 - 5) diperoleh:
t K = t C + 273
= 27 + 273
= 300
Jadi, suhu ruangan tersebut adalah 300 K.

6. Suhu sebuah filamen lampu listrik yang sedang menyala adalah 2.925 K. Berapakah suhu
filamen lampu tersebut dalam skala Celsius?

Jawab:
Dengan menggunakan Persamaan (1 - 6) diperoleh:
t C = t K 273
= 2.925 273
= 2.652
Jadi, suhu filamen lampu listrik yang sedang menyala tersebut adalah 2.652 C.
Kalibrasi Termometer
Kalibrasi termometer adalah proses membuat skala pada sebuah termometer. Berikut
ini beberapa langkah melakukan kalibrasi termometer. Pertama, siapkan sebuah
termometer air raksa atau termometer alkohol tanpa skala. Kedua, siapkan es
secukupnya. Ketiga, siapkan air secukupnya. Keempat, siapkan sebuah pemanas air
yang bisa digunakan untuk memanaskan air hingga mendidih. Kelima, masukkan es dan
air ke dalam sebuah wadah (air dan es mempunyai massa yang sama). Setelah itu,
masukkan termometer ke dalam wadah yang berisi air dan es.
Pada mulanya termometer bersentuhan dengan udara sehingga termometer lebih
panas dari es. Setelah dimasukkan ke dalam wadah, panjang kolom air raksa akan
berkurang karena campuran air dan es lebih dingin. Biarkan hingga panjang kolom air
raksa tidak berubah (permukaan atas air raksa tidak bergerak). Ketika panjang kolom
air raksa tidak berubah, campuran es batu dan air telah berada dalam kesetimbangan
termal. Tandai posisi kolom air raksa tersebut (tandai bagian ujung atas kolom air
raksa). Ini adalah suhu titik es atau titik beku air.
Keenam, didihkan air menggunakan pemanas listrik atau kompor J. Masukkan
termometer ke dalam wadah yang berisi air yang sedang dipanaskan. Ketika air
semakin panas atau suhu air meningkat, panjang kolom air raksa juga semakin
bertambah (permukaan air raksa bergerak ke atas). Setelah air mendidih, permukaan
atas raksa berhenti bergerak. Tandai ujung kolom air raksa tersebut. Ini adalah
temperatur titik didih air atau titik uap.
B. Mikrometer sekrup
Mikrometer sekrup adalah alat ukur panjang yang memiliki
tingkat ketelitian tertinggi. Tingkat ketelitian mikrometer sekrup
mencapai 0,01 mm atau 0,001 cm. Mikrometer memiliki 3 jenis umum
pengelompokan yang didasarkan pada aplikasi berikut :

Mikrometer
Luar

Mikrometer
Dalam

Mikrometer
Kedalaman
Skala pada Mikrometer
Sekrup ada 2 Yaitu :

1. Skala Utama (SU), yaitu skala pada pegangan yang diam


(tidak berputar) ditunjuk oleh bagian kiri pegangan putar
dari mikrometer sekrup.

2. Skala Nonius (SN), skala pada pegangan putar yang


membentuk garis lurus dengan garis mendatar skala diam
dikalikan 0,01 mm.
Mikrometer Terdiri atas :

1). Rahang tetap, yang berisi skala utama yang dinyatakan


dalam satuan mm. Panjang skala utama umumnya mencapai 25 mm.
2). Poros berulir, yang dipasang pada silinder pemutar (bidal).
3). Rahang geser, yang dihubungkan dengan bidal, yang digunakan
untuk memegang benda yang akan diukur bersama dengan rahang
tetap.
Langkah
menggunakan
mikrometer sekrup

a). Putar bidal (pemutar) berlawanan arah dengan arah jarum jam sehingga ruang
antara kedua rahang cukup untuk ditempati benda yang akan diukur.
b). Letakkan benda di antara kedua rahang.
c). Putar bidal (pemutar) searah jam sehingga saat poros hampir menyentuh
benda, pemutaran dilakukan dengan menggunakan roda bergigi agar poros
tidak menekan benda. Dengan memutar roda berigi ini, putaran akan
berhenti segera setelah poros menyentuh benda. Jika sampai
menyentuh benda yang diukur, pengukuran menjadi tidak
teliti.
d). Putar sekrup penggeser hingga terdengar bunyi klik satu kali.
e). Baca hasil pengukuran pada skala utama dan skala nonius
dengan rumus :
H = (skala utama x 0,5 mm) + (skala nonius x 0,01 mm)
hal yang diperlukan sewaktu menggunakan
mikrometer sekrup:

1. Permukaan benda ukur, mulut ukur dari


mikrometer sekrup harus dibersihkan
dahulu adanya kotoran,
2. Sebelum dipakai kedudukan nol
mikrometer sekrup harus diperiksa,
3. Bukalah mulut ukur sampai sedikit
melebihi dimensi objek ukur,
4. Benda ukur dipegang dengan tangan
kiri dan mikrometer sekrup di telapak
tangan kanan, dan ditahan oleh
kelingking, jari manis, serta jari
tengah. Telunjuk dan ibu jari
dugunakan untuk memutar silinder
pusat.
Pada waktu mengukur, maka penekanan poros ukur benda
ukur tidak boleh terlalu keras sehingga memungkinkan
kesalahan ukur karena adanya deformasi (perubahan
bentuk) dari benda ukur maupun alat ukurnya sendiri.
Kecermatan pengukuran tergantung atas penggunaan
tekanan pengukuran yang cukup dan selalu tetap. Hal ini
dapat dicapai dengan cara memutar silinder putar melalui
gigi gelincir atau tabung gelincir atau sewaktu poros ukur
hampir mencapai permukaan benda ukur.
Hasil pengukuran pada skala utama dan skala nonius dapat
ditentukan dengan rumus : H = (skala utama x 0,5 mm) +
(skala nonius x 0,01 mm). Misalkan : terdapat sebuah objek
yang diukur, angka pada skala utama menunjukkan 8,
sedangkan sedangkan skala noniusnya berimpit pada angka
30. maka hasil pengukuranya adalah:
(8 x 0,5 mm) +( 30 x nst (0.01) mm) = 4,30 mm
Dari hasil pengukuran kita.sebagai contoh diameter sebuah botol yang
diukur dengan mistar bsa dinyatakan dalam 3,4+0,1 cm. Tulisan +0,1 cm (plus
minus 0,1 cm) menyatakan ketidakpastian yang diperkirakan , sehingga
diameter botol adalah antara 3,3 cm dan 3,5 cm. ketidak pastian hasil
pengukuran juga bisa dinyatakan dalam persen. Sebagai contoh, pada hasil
pengukuran diameter botol sama dengan 3,4+0,1 cm. persen ketidakpastiannya
adalah 0,1/3,4x 100% = 3 %.
Kadang-kadang hasil pengukuran tidak secara langsung menampilkan angka
ketidakpastiannya.Namun demikian, kita harus bisa memperkirakan berapa
ketidakpastian hasil pengukuran tersebut.Jika hasil pengukuran dituliskan 6,1
cm, kita perkirakan bahwa ketidakpastiannya 0,1 cm.
Jadi, panjang sebenarnya adalah antara 6,0 cm dan 6,2 cm.jangan sampai kita
menuliskan hasil pengukuran dengan menggunakan mistar , sebagai 6,10 cm.
Memang angka 6,10 cm sama dengan 6,1 cm, tetapi jika angka tersebut
dimaksudkan sebagai hasil suatu pengukuran, artinya sangat lain. angka 6,10
cm menyiratkan bahwa ketelitian alat ukur yang digunakan sampai 0,01 cm.
Dengan demikian , ketidakpastiannya pun sama dengan 0,01 cm. Jadi panjang
sebenarnya adalah antara 6,09 cm dan 6,11 cm. tidak mungkin mengukur
panjang dengan mistar memiliki ketelitian seperti itu. Dari sini kita sadari,
bahwa angka 0 di belakang koma pun sangat penting di dalam menyatakan hasil
pengukuran.
Ketelitian Mikrometer Sekrup

Jika selubung luar Mikrometer Sekrup diputar sekali, rahang


geser dan juga selubung luar akan maju atau mundur sejauh 0,5
mm. Satu kali putaran lengkap selubung luar sama dengan jarak
maju atau mundur rahang geser sejauh 0,5mm/50 = 0,01 mm.
Jadi, ketelitian mikrometer sekrup 0,01 mm.
Cara Membaca Mikrometer Sekrup

Gambar di bawah ini menunjukkan mikrometer sekrup yang


digunakan untuk mengukur diameter kelereng.
Cara membaca hasil pengukuran sebagai berikut.

1) Baca skala utama yang tampak 8,5 mm.

2) Baca skala nonius yang berimpit dengan sumbu skala utama, yaitu skala
40, sehingga nilai nonius = 40 0,01 = 0,4 mm

3) Hasil pengukuran = skala utama + skala nonius. Jadi, diameter kelereng


= (8,5 + 0,4) mm = 8,90 mm.