Anda di halaman 1dari 13

KELOMPOK 9 :

Najib Nur Adib 26010215130085


Bagas Kharismanto 26010215130104
Bella Manik Hapsari 26010215130064
Tiara Dwimastuti S 26010215140070
Randy Galuh 26010215130109
Filter pasir lambat digunakan untuk menghilangkan alga
dan kekeruhan dari air permukaan. Air dengan
kekeruhan yang tinggi, dikelola menggunakan rapid
gravity filter atau microstrainer untuk menjaga kinerja
filter pasir lambat.. Filter lambat mampu mengolah air
dengan kekeruhan sampai 100-200 mg/l untuk
beberapa hari, 50 mg/l merupakan ukuran kekeruhan
maksimum untuk pengolahan dengan waktu yang lama,
dan penyaringan terbaik terjadi bila kekeruhan rata-
rata 10 mg/l
Variabel dan parameter penelitian meliputi :
Ketebalan media : 50 cm, 80 cm dan 100 cm.
Diameter media : 0.25-0.42 mm, kerikil : 20-30 mm.
Rate filtrasi : 0.1 m/jam, 0.3 m/jam dan 0.6 m/jam.
Analisa yang dilakukan berupa :
Analisis total coli dengan metode Most Probable Number
(MPN), Analisis kekeruhan dengan metode Hellige
Turbidimetri (Unit Kekeruhan Silika), Analisis zat
organic dengan metode Permanganat Value.
NO PARAMETER HASIL SATUAN

1 TOTAL COLI 10000 Jml/100 ml

2 KEKERUHAN 4,80 NTU

3 ZAT ORGANIK 13,37 Mg/l


ketebalan ketebalan ketebalan removal
Hari Ke
50 cm 80 cm 100 cm %

3 8 4 2 33,3
6 9 2 2 33,4
9 9 3 2 52,7
12 7 2 2 59,1
15 4 1 0 60,5
18 1 0 0 67,2
21 1 0 0 72,5
24 0 0 0 78,2
27 0 0 0 84,7
30 0 0 0 88,1
Pada penurunan kadar bakteri total coli, hasil penurunan
lebih baik pada media pasir dengan ketebalan 100 cm,
karena pada hari pertama dengan ketebalan 100 cm telah
dapat menghilangkan bakteri total coli hingga tidak
terdapat lagi bakteri total coli dimulai pada hari ke 15
penyaringan. Hal ini dikarenakan lapisan schmutzdecke
sudah mulai baik dan dapat berhasil menurunkan bakteri
total coli di dalam sampel air. Efisiensi filter terhadap
penurunan bakteri total coli mengalami peningkatan
88,1%. Sehingga slow sand filter ini efektif dalam
menurunkan bakteri total coli
Zat organik merupakan parameter yang mudah diamati dan
untuk mengetahui tingkan pencemaran dari air. Pada air
yang tercemar dapat ditemui berbagai material organik
beracun.
Cara paling mudah untuk mengetahui adanya zat organik
adalah dengan menggunakan parameter Permanganat Value
(PV).
Pemeriksaan Nilai Permanganat (PV) untuk menentukan
kadar zat organik di dalam air sampel secara kimiawi.
Pemeriksaan PV ini didasarkan pada jumlah miligram Kalium
Permanganat (KmnO4) yang dibutuhkan untuk
mengoksidasi zat organik yang ada di dalam suatu sampel
air.
ketebalan ketebalan ketebalan removal
Hari Ke
50 cm 80 cm 100 cm %
3 10,7 7,7 9,2 33,4
6 10,3 7,7 9 40,1
9 9,2 7,1 8,4 42,2
12 9,2 6,8 8,4 42,2
15 8,7 6,8 8,4 42,2
18 8,7 6,4 7,3 60,4
21 7,3 6,4 7 72,5
24 7 5,6 6,7 83,3
27 7 5,2 6,3 87,7
30 7 5 6 90
Pada hari ke 15 hingga hari ke 30 kadar zat
organik sudah mengalami penurunan, hal ini
disebabkan karena lapisan schmutzdecke sudah
mulai terbentuk dan dapat mendegradasi bahan
organik di dalam air tambak, sehingga dengan
ketebalan 50 cm, 80 cm dan 100 cm telah dapat
meremoval kadar zat organik hingga memenuhi
kebutuhan akan air tambak.
Kekeruhan merupakan sifat optis larutan, yaitu hamburan
atau absorbansi cahya yang melaluinya. Kekeruhan menjadi
pertimbangan penting dalam penyediaan air bersih.
Kekeruhan didalam air disebabkan oleh adanya zat
tersuspensi, seperti lempung, lumpur, zat organik, plankton,
dan zat-zat halus lainnya. Kekeruhan merupakan sifat optis
dari suatu larutan, yaitu hamburan dan absorpsi cahaya yang
melaluinya (Sumestri, 1984).
Kekeruhan tidak dapat langsung dihubungkan dengan kadar
semua jenis zat tersuspensi, karena tergantung juga pada
ukuran dan bentuk butir.
Hari ketebalan ketebalan ketebalan removal
Ke 50 cm 80 cm 100 cm %
3 2,84 2,43 1,3 42,6
6 2,7 2,03 1 42,8
9 2,57 2 1 63,3
12 2,01 1,3 0 70,1
15 1,88 1 0 75,4
18 1,35 1 0 83,8
21 1 0 0 86,6
24 0 0 0 88,4
27 0 0 0 88,7
30 0 0 0 95,7
Pada penurunan parameter kekeruhan dengan
menggunakan ketebalan 50 cm, 80 cm dan 100 cm
telah dapat meremoval parameter kekeruhan pada hari
ke 24. Dari hasil penurunan yang ditunjukkan pada
tabel 4.10 menggunakan media dengan ketebalan pasir
100cm lebih efektif. Hal ini dikarenakan adanya lapisan
schmutzdecke yang terbentuk pada awal pengoperasian
walaupun lapisan tersebut masi mendekati tingkat
stabil.
Penelitian ini dapat disimpulkan Tercapai efektifitas
removal sebesar 93,1% untuk total coli, 95,3% untuk zat
organik, 95,7% untuk kekeruhan dengan variabel
ketebalan 100 cm dan untuk variabel ketebalan 80cm
efektifitas removalnya sebesar 88,1% untuk total coli.
Sedangkan untuk ketebalan 50cm masih belum tercapai
efektifitas removal yang baik. Penurunan kadar total coli,
kekeruhan, dan zat organic terhadap slow sand filter
cukup efektif untuk mengolah air tambak