Anda di halaman 1dari 16

OLEH

AFIFAH THOHIROH

27 August 2017 1
PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS TUGAS AFIFAH THOHIROH
PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS
TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 2
Berikut ini adalah klasifikasi dari Aerobacter
aerogenes bedasarkan pembagian yang
dilakukan oleh Bergey,
Kingdom : Bacteria
Phylum : Proteobacteria
Kelas : Gammaproteobacteria
Ordo : Enterobacteriales
Family : Enterobacteriaceae
Genus : Aerobacter
Spesies : Aerobacter aerogenes
PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS
TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 3
Aerobacter aerogenes merupakan
bakteri gram negatif yang berbentuk
basil, dengan ukuran 0,6 1,0 m x
1,2 3,0 m, motil, tidak membentuk
spora,berkapsul,dan memiliki flagel..
Bakteri ini sering ditemukan
bersama E. Coli hidup bebas di alam
seperti di air, tanah dan juga di
saluran pencernaan manusia dan
hewan.
PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS
TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 4
Sifat pertumbuhan dari Aerobacter
aerogenes yaitu dapat tumbuh baik hampir di
semua media buatan pada laboratorium
mikrobiologi. Seperti tampak pada gambar
merupakan hasil isolasi pada media Mac
conkey. Tampak berdasarkan gambar
tersebut koloni Aerobacter aerogenes, besar,
putih-merah, keruh, cembung, bulat dan
halus. Selain itu A. aerogenes juga mengurai
karbohidrat seperti glukosa dan laktosa
menjadi asam dan gas seperti
halnya Escherichia coli.

PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS


TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 5
Aerobacter aerogenes sering ditemukan bersama E. Coli pada
lingkungan yang sama (tanah & air), selain dapat hidup sebagai
saprobe di saluran pencernaan hewan dan manusia. Aerobacter
aerogenesadalah salah satu jenis bakteri coliform, yang merupakan
kelompok bakteri yang digunakan sebagai indikator kondisi sanitasi
yang tidak baik terhadap makanan dan minuman.
Adanya bakteri Coliform pada makanan dan minuman menunjukkan
kemungkinan adanya organisme yang bersifat enteropatogenik dan
atau toksigenik yang berbahaya bagi kesehatan. Aerobacter
aerogenes dapat menyebabkan pelendiran dan ropiness pada
makanan..Aerobacter aerogenes merupakan patogen
oportunistik. Kebanyakan individu yang terkena infeksi memiliki
kondisi fisik yang membuatnya lebih mudah bagi bakteri lain untuk
tumbuh dan menyebar. InfeksiAerobacter aerogenes sering dijumpai
diperoleh di rumah sakit,terutama pada pasien di unit perawatan
intensif. Faktor risiko lain untuk infeksi termasuk penggunaan
antibiotik (hal ini dapat mengurangi bakteri alami yang bersaing
dengan Aerobacter aerogenes), infus , dan luka
bakar. Aerobacter Aerogenes lebih sering mempengaruhi bayi yang
baru lahir dan orang tua.
PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS
TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 6
Pengobatan antimikroba hampir semua mampu mengatasi
infeksi Aerobacter aerogenes . Beta-laktam,
fluoroquinolones, aminoglikosida dan TMP-SMZ semua
merupakan pengobatan yang efektif. Sebagian besar strain
bakteri ini resisten terhadap satu atau lebih dari pengobatan
ini , sehingga organisme harus di cek dan diuji mengenai
kerentanan sebelum pengobatan dimulai.

Umumnya resisten terhadap beta-laktam, karena sebagai


penghasil beta-laktamase (enzim yang memecah beta-
laktam) dapat diinduksi pada bakteri terkena antibiotik
ini. Aerobacter Aerogenes juga biasa mengembangkan
resistansi terhadap generasi pertama, kedua dan ketiga
sefalosporin selama pengobatan.

PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS


TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 7
Spesies Aerobacter terutama A. cloacae dan A.
aerogenes,merupakan patogen yang
penting danbertanggung jawab untuk berbagai
infeksi, termasuk bakteremia, infeksi saluran
pernafasan, kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran
kemih (ISK), endokarditis, infeksi intra-
abdomen, septic arthritis ,osteomielitis, dan
infeksi mata.
Jika bakteri mencapai darah (bakteremia), dapat
menyebabkan sepsis. Bakteri yang memasuki cairan
serebrospinal, dapat menyebabkan
meningitis.Aerobacter aerogenes keseluruhan
memiliki tingkat kematian rendah (10,2 persen),
dengan ketidaktelitian masalah medis yang
mendasari meningkatnya risiko kematian.
PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS
TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 8
Gejala klinis yang timbul dari infeksi saluran
pernapasan, kemih atau kulit yang
disebabkan oleh bakteriAerobacter
aerogenes mirip dengan gejala umum dari
kondisi ketika disebabkan oleh infeksi bakteri
lainnya.Bakteremia yang disebabkan oleh
infeksi A. aerogenes sering menyebabkan
peningkatan denyut jantung, pernapasan
cepat dan demam. Kasus yang ekstrim dapat
melibatkan hipertensi, shock dan kematian.

PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS


TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 9
Pemeriksaan yang dapat dilakukan terhadap
bakteri Aerobacter aerogenes dapat dilakukan secara
kualitatif maupun kuantitatif. Berikut ini
penjabarannya:

1. Pemeriksaan Kualitatif
Pemeriksaan ini dilakukan hanya untuk mendeteksi
apakah didalam suatu produk atau sampel apakah
terdapat bakteri Aerobacter aerogenes atau tidak.
Pemeriksaan ini ada 3 tahap yaitu, Presumptive test,
partially confirmed test, dan completed test.

PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS


TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 10
Air di dalam media Lactose
broth ditambahkan indicator,
hasil positif : indicator
berubah warna kemudian
timbul gas. Jika indikator
berubah warna dan timbul gas
bias dipastikan E. coli dan A.
aerogenes positif.
PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS
TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 11
Jika presumptive test positif, maka
dilanjutkan ke test berikutnya yaitu
partially confirmed test. Cairan positif
hasil dari test yang pertama kemudian
di tanam di media EMBA (Eosin
Methylene Blue Agar) 37 C selama 24
jam. Jika positing berarti bakteri
koliform tumbuh di dalam media
tersebut.
PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS
TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 12
Kolonidari confirmed test
ditanam di media lactose
broth, tambahkan indikator.
Kemudian hasil positif jika
indikator berubah dan muncul
gas.

PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS


TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 13
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui
jumlah mikroba yang terdapat didalam suatu
sampel, dengan prinsip menghitung jumlah
bakteri dalam 1 ml air. Langkah langkahnya :
a. Air diencerkan dengan pengenceran yang
berbeda- beda
b. Masing masing pengenceran ditanam
pada plat agar
c. Kemudian di inkubasi 37C selama 24 jam
d. Dihitung jumlah koloni yang tumbuh, 1
koloni berasal dari 1 bakteri
e. Mis: Pd. Pengenceran 100 X : 3 koloni
Jumlah bakteri per ml air = 3 X 100 = 300
bakteri

PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS


TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 14
PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS
TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 15
Gerardi, H, Michael. 2003. The Microbiology of Anaerobic
Digesters. Willey Interscience Publications.New Jersey
http://www.ehow.com/about_6514920 enterobacter-
aerogenes-disease.html.
Diakses tanggal 13 Februari 2017
Narumi, E, Hassutji. 2008. Enterobacteria. Departemen
Mikrobiologi FKH Unair.
Journal of Microbiology, Immunology and Infection; En-Pen
Chang, D Chiang, M Lin, T Chen, F Wang, C Liu; 2009 Vol. 42
http://www. n1nt1.blogspot.com/2011/06/kultur-dan-uji-
biokimia-bakteri-gram.html
Diakses tanggal 13 Februari 2017
http://jimmy-zone.blogspot.com/2011/12/aerobacter-
aerogenes.html
Diakses tanggal 13 Februari 2017

PTT ENTEROBACTER AEROGENESIS


TUGAS AFIFAH THOHIROH 27 August 2017 16