Anda di halaman 1dari 38

ANALISIS PRODUK

(INDOMIE)
DINAR N S 12010116420186
RIZKY PRADANA 99116240059
APA ITU PEMASARAN ?

MENURUT William J. Stanton (2000)


Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan kegiatan usaha
yang di tujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan,
dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan
baik kepada konsumen yang ada maupun pembeli potensial.
Dari pengertian yang telah dijabarkan menurut Willian J. Stanton
diketahui bahwa didalam pemasaran terdapat empat variabel inti
dari dari sistem pemasaran atau bauran pemasaran (Marketing Mix)
Marketing mix merupakan variabel yang dapat digunakan
perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dari segmen
pasar tertentu yang dituju perusahaan, yang terdiri dari empat P,
yaitu : Product (produk) , Price (harga), Promotion (promosi),
Place (tempat atau distribusi).
STRATEGI PEMASARAN

Segmenting

Targeting

Potisioning
Proses pengembangan product (kotler)
JENIS JENIS PRODUK
Menurut Kotler (2000)
1. Berdasarkan Wujudnya

2. Berdasarkan daya tahan


Barang tidak tahan lama (nondurable goods).
sabun, pasta gigi, minuman kaleng, dan sebagainya.
Barang tahan lama (durable goods).
lemari es, mesin cuci.
Berdasarkan konsumennya
a. Barang konsumen
Convenience Goods Speciality goods

Shooping Goods Unsought goods


B. Barang Industri
Material and part
merupakan barang yang seluruhnya atau sepenuhnya masuk ke dalam
produk jadi. Kelompok ini dibagi menjadi dua kelas yaitu bahan baku
serta bahan jadi dan suku cadang.
Capital Items
merupakan barang tahan lama (long Lasting) yang memberi
kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola produk jadi.
Supplies and service
merupakan barang yang tidak tahan lama serta jasa yang memberi
kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola keseluruhan
produk jadi.
Dalam merencanakan penawaran produk
ada lima tingkatan produk (Fandy Tjiptono, 2008):

1. Produk utama atau inti (core benefit), yaitu manfaat yang sebenarnya
dibutuhkan dan akan dikonsumsi pelanggan setiap produk.
2. Produk generic, produk dasar yang memenuhi fungsi produk paling
dasar/rancangan produk minimal dapat berfungsi.
3. Produk harapan (expected product) yaitu produk formal yang ditawarkan
dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal diharapkan dan
disepakati untuk dibeli.
4. Produk pelengkap (equipmented product) yaitu berbagai atribut produk
yang dilengkapi/ditambahi berbagai manfaat dan layanan sehingga
dapat menentukan tambahan kepuasan dan dapat dibedakan dengan
produk asing.
5. Produk potensial yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang
mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa yang akan datang
Keputusan pembelian (Kotler)
Contoh Kasus

Analisis strategi produk mie instan Indomie dari


PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
(ICBP)
perusahaan yang memproduksi mi instan dengan sejumlah merek
andalan seperti Indomie, Supermi, Sarimi, Sakura, Pop Mie, Pop
Bihun, dan mie telur cap 3 ayam.
Indomie merupakan salah satu market leader mie instan yang ada
diindonesia, penguasa diindustri mie instan selama puluhan tahun.
Indomie menjadi top of mind mie instan diindonesia.
Tidak hanya perkasa diindonesia, tetapi diluar negri.
iklim bisnis kondusif selama puluhan tahun itu
meninabobokan kreativitas Indofood.
Sejak diluncurkan pada tahun 1970 hingga tahun 2000-an, Indomie
memang berjaya. Bukan berarti tak ada pesaing, namun belum ada
merek mie isntan lain yang bisa menggeser posisi Indomie sebagai
merek mie instan nomor satu di Indonesia. Namun, sejak 2002
dominasi Indofood di pasar mi instan mulai mengalami penurunan
dengan hadirnya Mie Sedap milik PT Sayap Mas Utama, anak usaha
Wings Group dengan inovasi kriuk kriuknya.
Penurunan Indomie terlihat pada 2002 pangsa pasarnya 90%,
kemudian menurun menjadi 75% pada 2003, dan pada 2007 sekitar
73,7% dengan menggabungkan pangsa Indomie, Supermie, Sarimi, dan
Pop Mie (duniaindustri.com)
Sejak lima tahun terakhir pasar mie instan menjadi arena pertarungan
antara Indomie (Grup Indofood) dengan Mie Sedaap (Grup Wings).
Keduanya menguasai sekitar 93% dari seluruh pasar mi instan
Sementara sisanya dikuasai sejumlah pemain kecil. Kemudian PT
Mayora Indah Tbk (MYOR), mulai merambah bisnis mi instan dengan
mengusung merek baru di segmen konsumen premium yakni Bakmi
Mewah pada tahun 2015 dengan inovasi toping daging ayam dan jamur
asli.
Varian Indomie
Dari webiste resmi mie instan indomie (Indomie.com) ada 38 varian mie :
Indomie Goreng (8)
- Mie Goreng Ayam - Mie Goreng Iga Penyet
- Mie Goreng Soto - Mie Goreng Cabe Hijau
- Mie Goreng Rendang - Mie Goreng Pedas
- Mie Goreng Spesial - Mie Goreng Spesial Plus
Indomie Kuah (9)
Rasa ayam spesial - Rasa Soto Mie
Rasa Bakso sapi - Rasa Kaldu Udang
Rasa Soto Spesial - Rasa kari ayam bawang
Rasa Kari Ayam - Rasa Kaldu ayam
Rasa Ayam Bawang
Indomie Jumbo (2) Indomie Mie Kriting Goreng (3)
Mie Goreng Spesial Jumbo Rasa spesial
Mie Goreng Jumbo Rasa Ayam Rasa ayam panggang
Panggang
Rasa ayam cabe rawit
Indomie Selera Nusantara (3)
Indomie Taste Of asia (3)
Rasa Soto Banjar
Mie goreng bulgogi ala kore
Rasa Mie Cakalang
Mi kuah laksa ala singapura
Rasa Mie Celor
Mi kuah rasa tomyum ala Thailand
Indomie Kuliner Indonesia (2)
Indomie My Noodles (Anak-anak) (3)
Mie Kuah Rasa soto Lamongan
Mie Goreng Rasa rumput laut
Mie Goreng rasa Dendeng balado
Mie goreng rasa salmon teriyaki
Indomie Bite Mie (Cemilan) (3)
Mie goreng rasa pizza chesse
Bite mie rasa barbeque
Indomie Real Meat (2)
Bite mie rasa udang tempura
REAL MEAT Rasa rendang
Bite mie rasa seaweed
REAL MEAT rasa ayam jamur
INDOMIE LENGAH

INDOMIE
TAHAP KEDEWASAAN
sebagian besar pembeli potensial sudah menerima kehadiran produk, laba stabil atau
menurun karena pengeluaran untuk pemasaran dalam persaingan, dibagi menjadi 3 bagian :
1. Tahap kedewasaan yang meningkat (growth maturity). Penjualan total meningkat dengan
lambat, berasal dari pembeli lama. Pembeli baru sedikit.
2. Tahap kedewasan yang stabil (Stable Maturity). Disebut juga dengan masa kejenuhan
(saturation). Volume penjualan konstan.
3. Tahap Kedewasaan yang menurun (decaying maturity), yang ditentukan oleh :
- Perubahan selera konsumen

Strategi pemasarannya :
- Modifikasi pasar / segmentasi
- Inovasi produk
- Modifikasi marketing mix
Marketing Mix Produk indomie

Product Ada berbagai macam pilihan rasa.

Price Harga bersaing dengan product sejenis.

Place Mudah didapatkan hingga ke desa desa.

Promotion Meskipun menjadi market leader tetep melakukan berbagai macam promosi
untuk menarik konsumen baru
Segmenting, Targeting, Positioning
Geografis : wilayah seluruh Indonesia, dari kepadatan tinggi sampai rendah.
Demografis : jenis kelamin (semua), agama (semua), pekerjaan (semua), pendidikan (tidak a
da batasan), ras (tidak ada batasan).
Segmenting
Psikografis : gaya hidup konsumtif, praktis dan hemat.
Perilaku : tingkat pemakaian tinggi hingga rendah, loyalitas konsumen, tujuan
penggunaan.

Target pasarnya dalah semua umur kecuali balita.


Targeting

Mie instant yang praktis dan nikmat untuk dikonsumsi, dapat dihidangkan dengan lauk pauk
Potisioning lainnya.
Ditinjau dari berbagai aspek, Indomie saat ini berada pada posisi
mature, sudah stabil, memiliki brand equity yang sangat kuat sehingga
dapat bertahan sebagai Top of Mind merek mie instan. Masyarakat
masih menyukai Indomie ketimbang merek mie lain. Tapi, hal itu
sebaiknya tak membuat perusahaan lengah untuk berinovasi. Strategi
Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) telah melalui tahap
perkenalan, tahap perkembangan dan tahap kedewasaan. Di tahap
kedewasaan ini (sudah mapan) , Indomie harus menjalankan strategi
peningkatan keistimewaan baru (feature improvement) pada tahun
tahun sebelumnya atau juga melakukan pengembangan product dari
kotler, jika tidak mau tertinggal Indomie harus terus mengembangkan
jenis jenis produk dan segmentasi produk untuk meggilas para
pesaingnya.
Strategi Pemimpin Pasar

1. Memperluas keseluruhan pasar


a. Pemakai baru
b. Penggunaan baru
c. Penambahan penggunaan
2. Mempertahankan pangsa pasar
a. Inovasi
b. Eksploitasi kelemahan pesaing
3. Perluas pangsa pasar
pangsa optimal
Indomie juga harus sensitif dengan perubahan perilaku konsumen.
Semakin kesini orang orang sudah mulai aware terhadap kesehatan
dan paham bahwa mengkonsumsi mie instan terlalu sering itu tidak
sehat.
Indomie harus berinovasi bagaimana produknya tetap bisa bertahan
dan menjadi market leader. Mencari tau bagaimana agar produknya
lebih sehat dan menjelaskan kepada konsumen melalui iklan iklan
yang masif.
TERIMA KASIH
1. Kegunaan bentuk (form utility)
2. Kegunaan tempat (place utility)
3. Kegunaan waktu (time utility)
4. Kegunaan pemilikan (possesion utility)
DASAR SEGMENTASI

1. Geografi
2. Demografi
3. Gaya hidup(Life Style)
4. Status Sosial
5. Manfaat yang didambakan
(benefit sought).
6. Pola konsumsi
Penetapan Posisi Pasar

1. Identifikasi konsep penetapan posisi yang


memungkinkan bagi masing-2 segmen
sasaran

2. Memilih, mengembangkan & meng-


komunikasikan konsep penetapan posisi
yang dipilih
Peran Perusahaan dalam
Pasar Sasaran

1.Pemimpin Pasar 40 %
2.Penantang Pasar 30 %
3.Pengikut Pasar 20 %
4.Perelung Pasar 10 %
Strategi Pengembangan Produk

a. Strategi Pertumbuhan Konsentrasi


- Horizontal Vertikal
b. Strategi Pertumbuhan Diversifikasi
- Terpusat Konglomerasi
Segmentasi Pasar

* # * #
* # * #
^ * ^
Penetapan Pasar Sasaran
(Target Market)

1. Mengevaluasi daya tarik masing-2


pasar

2. Memilih Segmen-segmen sasaran