Anda di halaman 1dari 22

REFRESHING

STROKE
Pembimbing :
dr. Wiwin Sundawiyani, Sp.S

Oleh:
Nublah Permata Lestari (2012730145)

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU SARAF


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017
DEFINISI
STROKE Gangguan disfungsi neurologis akut yang disebabkan oleh
gangguan peredaran darah dan terjadi secara mendadak
MENURUT (dalam beberapa detik) atau setidaknya secara cepat (dalam
beberapa jam) dengan gejala yang sesuai dengan daerah

WHO focal yang terganggu.

STROKE Gejala dan atau tanda klinis yang berkembang dengan cepat
yang berupa gangguan fungsional otak fokal maupun
MENURUT global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih
dari 24 jam yang tidak disebabkan oleh sebab lain selain

PERDOSSI penyebab vaskuler.


EPIDEMIOLOGI
Usia merupakan faktor risiko yang paling penting bagi
semua jenis stroke. Insiden stroke meningkat secara
eksponensial dengan bertambahnya usia.

Di AS stroke menempati urutan


ke 3 penyebab kematian setelah
penyakit jantung dan kanker

Di Indonesia (di 28 RS) ada


sebanyak 2065 penderita stroke
selama Oktober 1996-Maret 1997

Laki-laki : perempuan
2,5 : 1
ANATOMI DAN
SIRKULASI OTAK
ETIOLOGI
Trombosis aterosklerosis Penyakit jaringan ikat
Transient iskemik Trombophlebitis serebral
Emboli Kelaianan hematologi
Perdarahan hipertensi Trauma atau kerusakan
Ruptur dan sakular rotis dan artri basilar
aneurisma atau
malformasi arterivena Angiopati amyloid
Arteritis Kerusakan aneuriisma
Meningovaskular sipilis, aorta
arteritis sekunder dari Komplikasi angiografi
piogenik dan meningitis
tuberkulosis
FAKTOR RISIKO
Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi
o Usia
o Jenis Kelamin
o Herediter
o Ras/Etnik

Faktor yang dapat dimodifikasi


o Hipertensi
o Penyakit Jantung
o Diabetes Mellitus
o Hiperkolesterolemia
o Obesitas
o Merokok
Berdasarkan patologi anatomi dan penyebabnya:
Stroke
Stroke Iskemik
Hemoragik
Transient Perdarahan
Ischemic Attack intra serebral
(TIA) Perdarahan
Trombosis subarachnoid
serebri
Embolia serebri

Berdasarkan sistem pembuluh darah:

Sistem Sistem vertebro-


Karotis basiler
Serangan iskemik
sepintas/ TIA

RIND
Berdasarkan
stadium/
pertimbangan waktu:
Progressing stroke
stroke in evolution

Completed stroke
KLASIFIKASI STROKE
STROKE
Stroke iskemik aliran darah ke
otak terhenti karena aterosklerosis
atau bekuan darah yang telah
menyumbat suatu pembuluh darah.

Stroke hemoragik pembuluh


darah pecah sehingga menghambat
aliran darah yang normal dan darah
merembes ke dalam suatu daerah di
otak dan merusaknya.
STROKE ISKEMIK
1. Arteri serebri anterior
2. Arteri serebri media
3. Arteri karotis interna
4. Arteri serebri posterior
5. Arteri basilaris
6. Cabang vertebrobasilar
sirkumferensial
7. Cabang vertebrobasiler paramedian
8. Cabang vertebrobasilar basalis
9. Infark lakunar
STROKE HEMORAGIC
1. Perdarahan intraserebral
Perdarahan putaminal
Perdarahan kaudatus
Perdarahan talamik
Perdarahan substansia alba

2. Perdarahan subarakhnoid
GEJALA KLINIS

Kelemahan atau Penglihatan ganda.


kelumpuhan dari anggota Sulit memikirkan atau
badan yang dipersarafi. mengucapkan kata-kata yang
Kesulitan menelan tepat.
Kehilangan kesadaran Pergerakan yang tidak biasa.
(Tidak mampu mengenali Hilangnya pengendalian
bagian dari tubuh) terhadap kandung kemih.
Nyeri kepala Ketidakseimbangan dan
Hilangnya sebagian terjatuh.
penglihatan atau Pingsan.
pendengaran Rasa mual, panas dan sangat
sering muntah-muntah.
DASAR DIAGNOSIS
ANAMNESIS
Kelumpuhan anggota gerak sebelah badan, mulut
mencong, bicara pelo, tidak dapat berkomunikasi
dengan baik timbul sangat mendadak.
Ditanya faktor resiko penyakit DM, hipertensi,
penyakit jantung, obat-obat yang sedang dikonsumsi.
Kasus berat penurunan kesadaran sampai koma,
dilakukan pencatatan perkembangan kesadaran sejak
serangan terjadi
PEMERIKSAAN FISIK
Fungsi visual, dengan pemeriksaan lapang pandang dan tes konfrontasi
Pemeriksaan pupil dan refleks cahaya
Pemeriksaan Dolls eye phenomenon (jika tidak ada kecurigaan cedera leher)
Sensasi, dengan memeriksa sensasi kornea dan wajah terhadap benda tajam
Gerakan wajah mengikuti perintah atau sebagai respon terhadap stimuli noxious
(menggelitik hidung)
Fungsi faring dan lingual, dengan mendengarkan dan mengevaluasi cara
berbicara dan memeriksa mulut
Fungsi motorik dengan memeriksa gerakan pronator, kekuatan, tonus, kekuatan
gerakan jari tangan atau jari kaki
Fungsi sensoris, dengan cara memeriksa kemampuan pasien untuk mendeteksi
sensoris, dengan jarum, rabaan, vibrasi berjalan penderita dan pemeriksaan
disdiadokokinesis
Ataksia pada tungkai, dengan meminta pasien menyentuh jari kaki pasien ke
tangan pemeriksa
Refleks asimetri (contoh: refleks fisiologi anggota gerak kanan meningkat, yang kiri
normal)
Refleks patologis (Babinski, Chaddock)
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Laboratorium
Pemeriksaan darah rutin
Pemeriksaan kimia darah lengkap
Pemeriksaan hemostasis (darah lengkap)
Pemeriksaan tambahan yang dilakukan atas indikasi

Pemeriksaan Kardiologi
EKG

Pemeriksaan Radiologi
Pemeriksaan foto thoraks
CT scan otak
(2.5 x derajat
kesadaran) + (2x
muntah) + (2x nyeri
kepala) + (0.1 x
tekanan diastolik)- (3x
penanda ateroma) 12
Skor Gajah Mada (SGM)

Menggunakan 3 variabel
pemeriksaan yaitu :
- Penurunan Kesadaran
- Nyeri Kepala
- Refleks Babinski
PENATALAKSANAAN
Stadium Hiperakut Stadium Akut
Tindakan resusitasi serebro- Pada stadium ini, dilakukan
kardio-pulmonal bertujuan agar penanganan faktor-faktor
kerusakan jaringan otak tidak etiologik maupun penyulit.
meluas. Juga dilakukan tindakan terapi
Oksigen 2 L/menit fisik, okupasi, wicara dan
Cairan kristaloid/koloid psikologis serta telaah sosial
Dilakukan pemeriksaan CT untuk membantu pemulihan
scan otak, elektrokardiografi, pasien. Penjelasan dan edukasi
foto toraks, darah perifer kepada keluarga pasien perlu,
lengkap dan jumlah trombosit, menyangkut dampak stroke
protrombin time/INR, APTT, terhadap pasien dan keluarga
glukosa darah, kimia darah serta tata cara perawatan
(termasuk elektrolit), analisis
gas darah. pasien yang dapat dilakukan
keluarga.
Stroke Iskemik Stroke Hemoragik

Pengobatan medik untuk Neuroprotektor dapat diberikan kecuali
yang bersifat vasodilator. Tindakan
memulihkan sirkulasi bedah mempertimbangkan usia dan
letak perdarahan yaitu pada pasien
otak di daerah yang yang kondisinya kian memburuk
terkena stroke dengan perdarahan serebelum
berdiameter >3 cm3, hidrosefalus akut
Untuk tujuan khusus ini akibat perdarahan intraventrikel atau
serebelum, dilakukan VP-shunting, dan
digunakan obat-obat perdarahan lobar >60 mL dengan tanda
yang dapat peningkatan tekanan intrakranial akut
dan ancaman herniasi.
menghancurkan emboli Pada perdarahan subaraknoid, dapat
atau thrombus pada digunakan antagonis Kalsium
(nimodipin) atau tindakan bedah
pembuluh darah. (ligasi, embolisasi, ekstirpasi, maupun
gamma knife) jika penyebabnya adalah
aneurisma atau malformasi arteri-vena
(arteriovenous malformation, AVM).
Stroke Iskemik Stroke Hemoragik
Terapi trombolisis Tekanan darah harus diturunkan sampai
tekanan darah premorbid atau 15-20% bila
r-TPA (recombinant tissue tekanan sistolik >180 mmHg, diastolik >120
mmHg, MAP >130 mmHg, dan volume
plasminogen activator) yang hematoma bertambah. Bila terdapat gagal
jantung, tekanan darah harus segera
diberikan pada penderita diturunkan dengan labetalol iv 10 mg
stroke akut baik i.v maupun (pemberian dalam 2 menit) sampai 20mg
(pemberian dalam 10 menit) maksimum 300
intra arterial dalam waktu mg; enalapril iv 0,625-1.25 mg per 6 jam;
kurang dari 3 jam setelah kaptopril 3 kali 6,25-25 mg per oral.
Jika didapatkan tanda tekanan intrakranial
onset stroke. meningkat, posisi kepala dinaikkan 30, posisi
kepala dan dada di satu bidang, pemberian
Terapi neuroprotektif manitol (lihat penanganan stroke iskemik),
dan hiperventilasi (pCO2 20-35 mmHg).
Neuroprotektor antara lain: Penatalaksanaan umum sama dengan pada
citicoline, pentoxyfilline, stroke iskemik, tukak lambung diatasi dengan
antagonis H2 parenteral, sukralfat, atau
pirasetam. inhibitor pompa proton; komplikasi saluran
napas dicegah dengan fisioterapi dan diobati
dengan antibiotik spektrum luas.
PROGNOSIS
Sekitar 50% penderita yang mengalami kesembuhan
dapat kembali menjalankan fungsi normalnya
Penderita lainnya mengalami kelumpuhan fisik dan
mental dan tidak mampu bergerak, berbicara atau
makan secara normal
Sekitar 20% penderita meninggal di rumah sakit
Yang berbahaya adalah stroke yang disertai dengan
penurunan kesadaran dan gangguan pernapasan
atau gangguan fungsi jantung
Kelainan neurologis yang menetap setelah 6 bulan
cenderung akan terus menetap, meskipun beberapa
mengalami perbaikan.
TERIMA KASIH