Anda di halaman 1dari 14

PEMERIKSAAN TINJA

PARASITOLOGI

LAB PARASITOLOGI DAN MIKOLOGI FK UNS

Tujuan

  • Mampu melakukan persiapan pemeriksaan tinja

  • Mampu melakukan pemeriksaan makroskopis tinja

  • Mampu melakukan pembuatan sediaan dari spesimen

  • Mampu melakukan pemeriksaan dan identifikasi parasit secara mikroskopis dalam sediaan dan spesimen tinja

Hal-hal penting yg perlu diperhatikan

dalam pengiriman spesimen ke Lab

  • - saat & cara pengambilan harus tepat, supaya

mempunyai arti diagnostik

  • - peralatan yg digunakan hrs bersih & bebas dari kontaminan

  • - untuk spesimen yg tidak segera diperiksa, hrs

diberi lar fiksatif (zat pengawet). Spesimen cair

hrs segera diperiksa 30 menit stlh dikeluarkan, spesimen lunak harus 1 jam & spesimen padat pd hari yg sama

  • - pemberian label pd spesimen (nama, umur, tanggal & saat pengambilan)

Pemeriksaan makroskopik tinja

  • 1. Konsistensi tinja (tinja padat, setengah padat, lunak, tinja cair)

  • 2. Adanya bahan selain tinja yg terdpt dlm tinja (lendir, darah, cac dws, proglotid &

bahan lain)

  • 3. Warna (kuning smp kuning tua, coklat smp hitam, warna lain)

  • 4. Bau (amis ada cacing usus)

Metode dasar dari sediaan basah

  • Sediaan basah saline : menunjukkan telur cacing, larva, trofozoit, protozoa dan kista. Dapat juga melihat sel darah merah dan sel darah putih

  • Sediaan basah iodine : untuk pengecatan glikogen dan nukleus sel kista. Identifikasi secara spesifik

  • Sediaan basah Buffered Methylene Blue (BMB) : Mengecat trofozoit amoeba, tapi tidak dapat mengecat kista amoeba, trofozoit atau kista flagellata

Bahan dan reagen

  • Cover slip/dek glass

  • Object glass

  • Mikroskop

  • Cairan desinfektan

  • Kawat melingkar (atau stik aplikator, batang korek api, atau tusuk gigi)

  • Marker untuk memberi label

  • Botol yang berisi : larutan saline, iodine lugol, Buffered Methylene Blue

Cara kerja

  • Meberi identitas

Cara kerja  Meberi identitas  1 tetes saline di sisi kiri dan 1 tetes iodine
  • 1 tetes saline di sisi kiri dan 1 tetes iodine di kanan

Cara kerja  Meberi identitas  1 tetes saline di sisi kiri dan 1 tetes iodine
Cara kerja  Meberi identitas  1 tetes saline di sisi kiri dan 1 tetes iodine
  • Ambil spesimen dg stik aplikator

Cara kerja  Meberi identitas  1 tetes saline di sisi kiri dan 1 tetes iodine
Cara kerja  Meberi identitas  1 tetes saline di sisi kiri dan 1 tetes iodine
Cara kerja  Meberi identitas  1 tetes saline di sisi kiri dan 1 tetes iodine
  • Tutup saline dan iodine yg telah tercampur dengan coverslip (hindari gelembung)

 Tutup saline dan iodine yg telah tercampur dengan coverslip (hindari gelembung)
 Tutup saline dan iodine yg telah tercampur dengan coverslip (hindari gelembung)
 Tutup saline dan iodine yg telah tercampur dengan coverslip (hindari gelembung)
 Tutup saline dan iodine yg telah tercampur dengan coverslip (hindari gelembung)

Cara Pemeriksaan

  • Tempatkan slide pada mikroskop dan gunakan fokus 10x

  • Atur cahaya agar dapat melihat pada lapang pandang yang jelas

  • Periksa seluruh lapang pandang dengan metode zig-zag

  • Identifikasi parasit

Pemeriksaan sediaan tinja

menggunakan lensa obyektif 10x

Pemeriksaan sediaan tinja menggunakan lensa obyektif 10x
Pemeriksaan sediaan tinja menggunakan lensa obyektif 10x
Pemeriksaan sediaan tinja menggunakan lensa obyektif 10x
Pemeriksaan sediaan tinja menggunakan lensa obyektif 10x
Pemeriksaan sediaan tinja menggunakan lensa obyektif 10x
Pemeriksaan sediaan tinja menggunakan lensa obyektif 10x
Pemeriksaan sediaan tinja menggunakan lensa obyektif 10x
Pemeriksaan sediaan tinja menggunakan lensa obyektif 10x
Pemeriksaan sediaan tinja menggunakan lensa obyektif 10x
Pemeriksaan sediaan tinja menggunakan lensa obyektif 10x
Pemeriksaan sediaan tinja menggunakan lensa obyektif 10x

Pemeriksaan sediaan tinja

menggunakan lensa obyektif 45x

Pemeriksaan sediaan tinja menggunakan lensa obyektif 45x
Pemeriksaan sediaan tinja menggunakan lensa obyektif 45x
Pemeriksaan sediaan tinja menggunakan lensa obyektif 45x

Terima kasih