Anda di halaman 1dari 26

Konsulen :

dr. Eko Waskito, M.Ked(An), Sp.An


Oleh :
Ferry Zulfahmi S.Ked
Hardi Rulluy Chandra S.Ked
Teuku Ahmad Hasany S.Ked
Teuku Mustafa Kamal S.Ked

SMF/Bagian Ilmu Anestesi RSUD Langsa


Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama
Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana
terdapatnya cairan pleura dalam jumlah yang
berlebihan di dalam rongga pleura, yang
disebabkan oleh ketidakseimbangan antara
pembentukan dan pengeluaran cairan pleura.
Pada keadaan normal rongga pleura selalu ada cairan
serosa yang berfungsi untuk mencegah melekatnya
pleura viseralis dan pleura parietalis
Cairan fisiologis ini disekresi oleh pleura parietalis dan
diabsorbsi kembali oleh pleura viseralis.
Jumlah cairan dalam rongga pleura sekitar 10-200 ml.
Cairan pleura komposisinya sama dengan cairan plasma,
tetapi pada cairan pleura mempunyai kadar protein
lebih rendah yaitu
< 1,5 gr/dl.
Etiologi terjadinya efusi pleura bermacam-macam,
yaitu:
Tuberkulosis paru (merupakan penyebab yang paling

sering di Indonesia)
Penyakit primer pada pleura

Penyakit penyakit sistemik

Keganasan baik pada pleura maupun diluar pleura.


Dalam keadaan normal selalu terjadi filtrasi cairan
ke dalam rongga pleura melalui kapiler pada pleura
parietalis tetapi cairan ini segera direabsorpsi oleh
saluran limfe sehingga terjadi keseimbangan antara
produksi dan reabsorpsi, tiap harinya diproduksi cairan
kira-kira 16,8 ml (pada orang dengan berat badan 70
kg). Kemampuan untuk reabsorpsinya dapat meningkat
sampai 20 kali Apabila antara produk dan
reabsorpsinya tidak seimbang (produksinya meningkat
atau reabsorpsinya menurun) maka akan timbul efusi
pleura
Akumulasi cairan pleura dapat terjadi bila:
1. Meningkatnya tekanan intravaskuler dari pleura meningkatkan
pembentukan cairan pleura melalui pengaruh terhadap hukum
Starling.Keadaan ni dapat terjadi pada gagal jantung kanan, gagal jantung
kiri dan sindroma vena kava superior.
2. Tekanan intra pleura yang sangat rendah seperti terdapat pada
atelektasis, baik karena obstruksi bronkus atau penebalan pleura visceralis
3. Meningkatnya kadar protein dalam cairan pleura dapat menarik lebih
banyak cairan masuk ke dalam rongga pleura
4. Hipoproteinemia seperti pada penyakit hati dan ginjal bisa
menyebabkan transudasi cairan dari kapiler pleura ke arah rongga pleura
5. Obstruksi dari saluran limfe pada pleum parietalis. Saluran limfe
bermuara pada vena untuk sistemik. Peningkatan dari tekanan vena sistemik
akan menghambat pengosongan cairan limfe.
Berdasarkan jenis cairan :
- transudat
terjadi kalau faktor sistemik yang mempengaruhi
pembentukan dan penyerapan cairan pleura
mengalami perubahan.
- eksudat
terjadi jika faktor lokal yang mempengaruhi
pembentukan dan penyerapan cairan pleura
mengalami perubahan.
- Hemoragik
Transudat
Terjadi apabila hubungan normal antara tekanan
kapiler hidrostatik dan ostmotik koloid terganggu
sehingga terbentuknya cairan akan melebihi
reabsorbsinya. Biasanya hal ini terdapat pada:
1) Meningkatnya tekanan kapiler sistemik
2) Meningkatnya tekanan kapiler pulmoner,
3) Menurunnya tekanan osmotic koloid dalam pleura
4) Menurunnya tekanan intra pleura.
Pada keadaan :
- Kegagalan jantung kongestif (gagal jantung kiri)
- Sindroma nefrotik
- Asites (oleh karena serosis hepatis)
- Sindroma vena cava superior
- Tumor
- Sindroma meig
Eksudat
Terjadi bila ada proses peradangan yang
menyebabkan permabilitas kapiler pembuluh darah
pleura meningkat sehingga sel mesotelial berubah
menjadi bulat atau kuboidal dan terjadi pengeluaran
cairan ke dalam rongga pleura.
- Infeksi : tuberculosis , pneumonia, dsb
- Tumor
- Infark paru
- Radiasi
- Penyakit kolagen
Penyebab pleuritis eksudativa yang paling sering
adalah akibat M. tuberculosis dan dikenal sebagai
pleuritis eksudativa tuberkulosa
Hemoragik
Efusi hemoragik dapat disebabkan oleh :
- Tumor

- Trauma

- Infark paru

- tuberkulosis
Efusi transudat atau eksudat dapat dibedakan
menurut perbandingan jumlah laktat dehidrogenase
(LDH) dan protein yang terdapat di dalam cairan
pleura dan serum. Efusi pleura eksudatif memenuhi
setidaknya salah satu dari ketiga kriteria berikut,
sementara transudatif tidak sama sekali memenuhi
kriteria ini:
Perbandingan kadar protein cairan pleura/protein
serum > 0,5
Perbandingan kadar LDH cairan pleura/LDH serum >
0.6
Kadar LDH cairan pleura > 2/3 kadar normal
tertinggi serum (>200)
Perbedaan transudat dan eksudat
1. Sesak nafas
2. Rasa berat pada dada
3. Berat badan menurun pada neoplasma
4. Batuk berdarah pada karsinoma bronchus atau
metastasis
5. Demam subfebris pada TBC, demam menggigil
pada empiema
6. Ascites pada sirosis hepatis
a. Anamnesa keluhan pada gejala klinis
b. Pemeriksaan fisik didapatkan (pada sisi yang sakit)
*cairan pleura <300 cc tidak ada tanda2 fisik
* >500 cc penurunan pergerakan hemitoraks
yang sakit, fremitus dan suara
napas melemah
* >1000 cc dada cembung dan egofoni
* >2000 cc suara napas melemah atau
menurun, mungkin menghilang
sama sekali dan mediastinum
terdorong kearah paru yang sehat
c. Rontgen thoraks
d. Pemeriksaan Laboratorium

Analisa Cairan Pleura


Transudat : jernih, kekuningan
Eksudat : kuning, kuning-kehijauan
Kilotoraks : putih seperti susu (banyak mengandung
lemak)
Empiema : kental dan keruh
Empiema anaerob : berbau busuk
Mesotelioma maligna : sangat kental dan
berdarah
Tumor paru
Schwarte atau penebalan pleura
Atelektasis lobus bawah
Diagfragma letak tinggi
Ditujukan pada pengobatan dasar dan pengosongan
cairan (torasentesis).
Indikasi untuk melakukan torasentesis:
- Menghilangkan sesak napas yg ditimbulkan
oleh akumulasi cairan rongga pleura
- Bila terapi spesifik pada penyakit primer
tidak efektif atau gagal
- Bila terjadi reakumulasi cairan
Pengambilan pertama cairan pleura tidak boleh > 1000
cc karena pengambilan dalam waktu singkat dapat
menyebabkan sembab paru yang ditandai batuk
dan sesak nafas
Aspirasi cairan pleura
berguna sebagai sarana
diagnostik dan
terapeutik.
Cara :
Pelaksanaan sebaiknya
dilakukan pada pasien
dengan posisi duduk.
Aspirasi dilakukan pada
bagian bawah paru sela
iga garis aksila posterior
dengan memakai jarum
abocath nomor 14 atau
16
Pemasangan WSD :
Efusi Pleura massive

Efusi Pleura
haemorhagic
Hematotoraks,
Empyema
Chylotoraks, Chiliform
Lakukan pengobatan yang adekuat pada
penyakit-penyakit dasarnya yang dapat
menimbulkan efusi pleura. Merujuk penderita ke
rumah sakit yang lebih lengkap bila diagnosa
kausal belum dapat ditegakkan.
Tindakan yang dapat dilakukan untuk menentukan
dan mengobati penyakit dasarnya misalnya biopsi
pleura , bronkoskopi, torakotomi, dan torakoskopi.
Efusi pleura maligna memiliki prognosis jelek
TERIMA KASIH