Anda di halaman 1dari 33

TAGUCHI

METHODS
(METODE TAGUCHI)
METODE TAGUCHI

Metode Taguchi adalah sebuah metode


statistik yang dikembangkan oleh Genichi
Taguchi untuk memperbaiki kualitas hasil
produksi dan serta dapat menekan biaya dan
resources seminimal mungkin.
Metode Taguchi dikembangkan dengan
metode baru yang memberikan tingkat
kepercayaan yang sama dengan SPC
(Statistical Process Control).
KONSEP METODE TAGUCHI

Kualitas harus didesain ke dalam produk


dan bukan sekedar memeriksanya.
Kualitas terbaik dicapai dengan
meminimumkan deviasi dari target.
Produk harus didesain sehingga robust
terhadap faktor lingkungan yang tidak
dapat dikontrol.
KONSEP METODE TAGUCHI

Biaya kualitas harus diukur sebagai fungsi


deviasi dari standar tertentu dan kerugian
harus diukur pada seluruh sistem.
Metode Taguchi merupakan off-line quality
control artinya pengendalian kualitas yang
preventif, sebagai desain produk atau
proses sebelum sampai pada produksi di
tingkat shop floor.

Kontribusi Taguchi pada
kualitas :
Loss Function:
Merupakan fungsi kerugian yang ditanggung
oleh masyarakat (produsen dan konsumen)
akibat kualitas yang dihasilkan.
Bagi produsen yaitu dengan timbulnya biaya
kualitas sedangkan bagi konsumen adalah
adanya ketidakpuasan atau kecewa atas
produk yang dibeli atau dikonsumsi karena
kualitas yang jelek.
Kontribusi Taguchi pada
kualitas :
Bagian terpenting dari orthogonal array terletak
pada pemilihan kombinasi level dari variable-
variabel input untuk masing-masing
eksperimen.
Robustness:
Meminimasi sensitivitas sistem terhadap
sumber-sumber variasi.
Orthogonal Array (OA)
OA merupakan salah satu kelompok dari percobaan
yang hanya menggunakan bagian dari kondisi total,
dimana bagian ini mungkin separuh, seperempat atau
seperdelapan dari percobaan faktorial penuh.
Keuntungan OA adalah kemampuan untuk
mengevaluasi berapa faktor dengan jumlah tes yang
minimum. Jika terdapat 7 faktor dengan 2 level, maka
jika menggunakan full factorial akan diperlukan 27
buah percobaan. Dengan OA jumlah percobaan dapat
dikurangi shg dapat mengurangi waktu dan biaya
percobaan.
SASARAN METODE TAGUCHI

Sasaran metode Taguchi adalah


menjadikan produk robust terhadap
noise, karena itu sering disebut sebagai
Robust Design.
Kelebihan Metode Taguchi

Dapat mengurangi jumlah pelaksanaan percobaan


dibandingkan jika menggunakan full factorial, shg dapat
menghemat waktu dan biaya.
Dapat melakukan pengamatan terhadap rata-rata dan
variasi karakteristik kualitas sekaligus, shg ruang lingkup
pemecahan masalah lebih luas.
Dapat mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap karakteristik kualitas melalui perhitungan
ANOVA dan Rasio S/N, shg faktor-faktor yang
berpengaruh tersebut dapat diberikan perhatian khusus.
Kelemahan Metode Taguchi
Percobaan dilakukan dengan banyak
faktor dan interaksi akan terjadi
pembauran beberapa interaksi oleh
faktor utama, akibatnya keakuratan hasil
percobaan akan berkurang.
Tahap-tahap dalam Desain
Produk/proses Taguchi

System Design
Tahap konseptual untuk memperoleh ide-ide baru dan
mewujudkan dalam produk baru atau inovasi proses.
Parameter Design
Tahap pembuatan prototipe matematis bedasarkan tahap
sebelumnya melalui percobaan secara statistik. Tujuannya
adalah mengidentifikasi setting parameter yang akan
memberikan performansi rata-rata pada target dan
menentukan pengaruh dari faktor gangguan pada variasi dari
target.
Tolerance Design
Penentuan toleransi dari parameter yang berkaitan dengan
kerugian pada masyarakat akibat penyimpangan produk.
Karakteristik Kualitas

Karakteristik kualitas adalah hasil suatu proses


yang berkaitan dengan kualitas.

1. Nominal is the best


Karakteristik kualitas yang menuju nilai target
yang tepat pada suatu nilai tertentu.
berat panjang lebar kerapatan
ketebalan diameter luas kecepatan
volume jarak tekanan waktu
2. Smaller the better

Pencapaian karakteristik jika semakin kecil


(mendekati nol) semakin baik.

penggunaan mesin persen kontaminasi


penyimpangan kebisingan
waktu proses produk gagal
pemborosan kerusakan
3. Larger the better
Pencapaian karakteristik kualitas jika
semakin besar semakin baik.

Kekuatan
km/liter
Efisiensi
Waktu antar kerusakan
Ketahanan thd korosi

Langkah-2 pelaksanaan percobaan


Taguchi

1. Penentuan karakteristik kualitas


(variabel tak bebas)
Variabel yang perubahannya tergantung
pada variabel-variabel lain.
Dalam percobaan Taguchi, variabel tak
bebas adalah karakteristik kualitas yang
terdiri dari tiga kategori :
a. Measurable Characteristic
(karakteristik yg dpt diukur)
1). Nominal is the best
2). Smaller the better
3). Larger the better

b. Attribute Characteristic
Hasil akhir yang diamati tdk dapat diukur
dengan skala kontinu, tetapi dapat
diklasifikasikan secara kelompok kecil,
menengah, besar atau dpt dikelompokan
berdasarkan berhasil (sukses) atau tidak.
c. Dynamic Characteristic
Merupakan fungsi representasi dari
proses yang diamati. Proses yang diamati
digambarkan sebagai signal atau input
dan output sebagai hasil dari signal.
2. Penentuan faktor yang berpengaruh
terhadap karakteristik kualitas
(variabel bebas)
Variabel yang perubahannya tidak
tergantung pada variabel lain.
Beberapa metode yang dapat digunakan
untuk mengidentifikasi faktor-faktor
tersebut :
a. Brainstorming
Diskusi kelompok untuk memberikan gambaran
tentang masalah yang dihadapi, setiap orang
mengungkapkan faktor-faktor yang berpengaruh
pada masalah yang dihadapi, dicatat kemudian
dilakukan penyaringan/pemilihan berdasarkan
urgensi masalah.

b. Flowcharting
Mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin
berpengaruh melalui flowchart proses
pembuatan obyek yang diamati.
c. Cause-effect diagram
Diagram istikawa digunakan untuk
mengidentifikasi penyebab faktor-faktor yang
potensial.
3. Mengidentifikasi dan memisahan faktor
kontrol dan faktor gangguan
Faktor yang diamati terdiri atas faktor kontrol
dan faktor gangguan.
Faktor kontrol : faktor yg nilainya dapat diatur
atau dikendalikan atau yg nilainya akan kita atur
atau dikendalikan.
Faktor gangguan (noise factor) : faktor yg
nilainya tidak bisa kita atur atau kendalikan, atau
faktor yang tidak akan kita atur atau kendalikan/
Faktor gangguan terdiri dari :

a. External (outer) noise :


Semua gangguan dari kondisi lingkungan
atau luar produksi.
b. Internal (inner noise) :
Semua gangguan dari dalam produksi
sendiri.
c. Unit to unit noise :
Perbedaan antara unit yang diproduksi
dengan spesifikasi yang sama.
4. Penentuan jumlah level dan nilai level
faktor
Level faktor dapat dinyatakan secara
kuantitatif seperti temperatur, kecepatan,
waktu dll.

Makin banyak level yang diteliti maka


hasil percobaan akan lebih teliti karena
data yang diperoleh akan lebih banyak,
tetapi banyaknya level juga akan
meningkatkan ongkos percobaan.
5. Identifikasi interaksi antar faktor
kontrol
Interaksi muncul jika dua faktor atau
lebih yang mengalami perlakuan secara
bersama akan memberikan hasil yg
berbeda.
. Kesalahan dalam penentuan interaksi
akan berpengaruh pada kesalahan
interpretasi data dan kegagalan dalam
penentuab proses yang optimal.
6. Perhitungan derajat kebebasan
(degree of freedom)
Dilakukan untuk menghitung jumlah minimum
percobaan yang harus dilakukan untuk menyelidiki
faktor-faktor yg diamati.
Jika nA dan nB adalah jumlah perlakuan untuk
faktor A dan faktor B maka :

Dof untuk faktor A = nA 1


Dof untuk faktor B = nB 1
Dof unt interaksi faktor A dan B = (nA 1)( nB 1)
Jumlah total dof = (nA 1)+( nB 1) +
(nA 1)( nB 1)
7. Pemilihan Orthogonal array
Dalam memilih jenis Orthogonal Array harus
diperhatikan jumlah level faktor yang diamati yaitu :

a. jika semua fator adalah 2 level : pilih OA untuk


2 level faktor.
b. jika semua fator adalah 3 level : pilih OA untuk
3 level faktor.
c. jika beberapa fator adalah 2 level dan lainnya 3
level : pilih yang mana yang dominan.
d. jika terdapat campuran 2, 3, atau 4 level faktor :
lakukan modifikasi OA dengan metode Merging
Coloumn.
8. Penugasan untuk faktor dan
interaksinya pada OA
Penugasan faktor-faktor baik faktor kontrol maupun
faktor gangguan dan interaksi-interaksinya pada
orthogonal array terpilih dengan memperhatikan
grafik linier dan tabel triangular.
Kedua hal tersebut merupakan alat bantu
penugasan faktor yang dirancang oleh Taguchi.
Grafik linier mengindikasikan berbagai kolom ke
mana faktor-faktor tersebut. Tabel triangular berisi
semua hubungan interaksi-interaksi yang mungkin
antara faktor-faktor (kolom-kolom) dalam suatu OA
9. Persiapan dan pelaksanaan
percobaan
Persiapan percobaan meliputi
penentuan jumlah replikasi percobaan
dan randomisasi pelaksanaan
percobaan.
Replikasi adalah pengulangan kembali
perlakuan yang sama dalam suatu
percobaan dengan kondisi yang sama
untuk memperoleh ketelitian yang lebih
tinggi.
Replikasi bertujuan untuk:
1) Mengurangi tingkat kesalahan
percobaan,
2) Menambah ketelitian data percobaan,
dan
3) Mendapatkan harga estimasi
kesalahan percobaan sehingga
memungkinkan diadakan test
signifikasi hasil eksperimen.
Randomisasi: Secara umum randomisasi
dimaksudkan untuk:
1) Meratakan pengaruh dari faktor-faktor yang
tidak dapat dikendalikan pada semua unit
percobaan,
2) Memberikan kesempatan yang sama pada
semua unit percobaan untuk menerima suatu
perlakuan sehingga diharapkan ada
kehomogenan pengaruh pada setiap perlakuan
yang sama, dan
3) Mendapatkan hasil pengamatan yang bebas
(independen) satu sama lain.
10. Analisis Data
Pada analisis dilakukan pengumpulan data
dan pengolahan data yaitu meliputi
pengumpulan data, pengaturan data,
perhitungan serta penyajian data dalam suatu
lay out tertentu yang sesuai dengan desain
yang dipilih untuk suatu percobaan.
Selain itu dilakukan perhitungan dan
penyajian data dengan statistik analisis
variansi, tes hipotesa dan penerapan rumus-
rumus empiris pada data hasil percobaan.
Contoh Studi Kasus
Orthogonal Array (OA) dan penggunaannya dalam
perancangan percobaan, kita lihat terlebih dahulu susunan
angka di bawah ini.
00001111
00110011
01010101
01100110
Susunan di atas terdiri atas 4 baris dan 8 kolom. Setiap baris,
cuma ada dua jenis angka 1 dan 0. Apa menariknya susuan
tersebut? Kalau diperhatikan pelan-pelan, tidak usah buru-
buru, setiap kita pilih tiga baris, yang manapun, maka kita akan
menemukan setiap kemungkinan kombinasi angka. Karena
ada dua jenis setiap barisnya, maka kalau ada tiga baris ya
ada 2 x 2 x 2 = 8 kemungkinan kombinasi yaitu 000, 001, 010,
001, 011, 101, 110, 111.