Anda di halaman 1dari 20

Defenisi

Proses sol gel dapat didefinisikan sebagai


proses pembentukan senyawa anorganik
melalui reaksi kimia dalam larutan pada suhu
rendah, dimana dalam Proses tersebut terjadi
perubahan fasa dari suspensi koloid (sol)
membentuk fasa cair kontinyu (gel).
Proses penggabungan
gugus hidroksil ke
logam dengan
menggantikan ligan
pada prekusor

Pengabungan molekul sehingga


membentuk ikatan M-O-M pada
molekul dan melepaskan molekul
HOH dan ROH
Metal Organic Route
Rute logam organik lebih sering dikenal dengan
alkoksida logam yang dilarutkan dalam larutan
organik yang terjadi reaksi oxolation atau olation
pada jembatan hidrogen.
The Inorganic Route
Rute ini menggunakan garam logam yang
dilarutkan dalam larutan air (klorida, oksiklorida,
dan nitrat). Rute ini lebih murah dan lebih mudah
untuk dikerjakan daripada alkosida (rute
organik), tetapi reaksinya lebih sulit untuk
dikontrol
Jika reaksi hidrolisis dan kondensasi selesai
maka dilanjutkan dengan ageing, merupakan
proses pematangan gel yang terbentuk.
Proses ageing terjadi reaksi pembentukan
jaringan gel yang lebih kaku, kuat dan
menyusut di dalam larutan.
Proses sol-gel memiliki keuntungan dalam sintesis
keramik, seperti:
Kemurnian yang tinggi, karena prekursor
organologam alkoksi dapat dimurnikan dengan cara
destilasi dan rekristalisasi.
Homogenitasnya lebih baik, karena reagen yang
digunakan dicampur pada ukuran atau tingkatan
molekul.
Porositasnya rendah dan tinggi, dengan
menggunakan pendekatan perlakuan pada
pemanasan dan pembakaran.
Biaya yang mahal untuk proses
menggunakan prekusor alkoksida
Waktu proses yang relatif lama
Terjadi penyusutan volume yg besar saat
pengeringan
Penggunaan pelarut organik yang dapat
merusak kesehatan
Hidrotermal berasal dari kata hidro yang
artinya air dan termal yang berarti panas.
Jadi, metode hidrotermal adalah proses
pemanasan pelarut air.
Sintesis hidrotermal secara umum dapat
didefinisikan sebagai metode sintesis suatu
kristal yang sangat ditentukan oleh kelarutan
suatu mineral dalam air yang bersuhu
(temperatur maksimum pada alat 400oC) dan
bertekanan tinggi (tekanan maksimum pada
alat 400 Bar)
Diagram skematik autoklaf yang digunakan
dalam sintesis hidrotermal

(1) Stainless steel


autoclave
(2) Precursor solution
(3) Teflon liner
(4) Stainlees steel led
(5) Spring
1. Temperatur relatif rendah untuk reaksi
2. Dengan menaikkan temperatur dan tekanan
dapat menstabilkan preparasi senyawa dalam
keadaan oksidasi yang tidak biasanya
3. Pada kondisi super-heated water, oksida logam
yang tidak larut dalam air dapat menjadi larut. atau
bila temperatur dan tekanan tersebut belum mampu,
maka dapat ditambahkan garam alkali atau logam
yang anionnnya dapat membentu kompleks dengan
padatan sehingga padatan menjadi larut
4. Menghasilkan partikel dengan kristalinitas
tinggi
5. Kemurnian tinggi
6. Distribusi ukuran partikel yang homogen
Peralatan mahal
Tidak dapat mengontrol morfologi dan
ukuran nanopartikel
Defenisi
Metode sintesis senyawa anorganik yang
didasarkan pada pengendapan lebih dari satu
substansi secara bersamasama ketika
melewati titik jenuhnya
Metode KoPresipitasi
didasarkan pada pengendapan lebih dari satu
substansi secara bersamasama ketika melewati
titik jenuhnya

Melibatkan kation logam pH


diendapkan secara
bersama dalam bentuk
hidroksida, karbonat,
Produk Suhu
oksalat atau sitrat
Kecepatan
pengadukan
1. pH

Se
Surface Adsorption

Mixed Crystal
Formation
Empat jenis
Kopresipitasi
Occulation

Mechanical Entrapment
1. Surface Adsorption

Terjadi apabila ion-ion yang teradsorpsi ditarik


ke bawah bersama-sama endapan selama proses
koagulasi sehingga permukaaan endapan
mengandung ion-ion yang teradsorpsi.
Example :
Pada endapan AgCl, akan mengandung sedikit nirat.
Pada penentuan Cl- terbentuk endapan AgCl (koloid
terkoagulasi) terkontaminasi dengan ion Ag+ bersama
dengan NO3- atau ion lain yang terdapat pada lapisan
counter-ion sehingga AgNO3 ikut mengendap
2. Mixed Crystal Formation

Satu dari ion yg terdapat pada kisi kristal dari


endapan digantikan dengan ion lain yang
memiliki muatan dan ukuran yang hampir
sama
Example:
Penentuan sulfat sebagai BaSO4 kehadiran ion Pb
atau Sr menyebabkan suatu kristal campur yang
mengandung PbSO4 atau SrSO4.
3. Occulation

Terjadi pada saat pertumbuhan kristal


berlangsung cepat, ion-ion asing pada
counter-ion kemungkinan terperangkap di
dalam kristal yg tumbuh.

4. Mechanical Entrapment

Terjadi karena beberapa kristal yang


tumbuh terletak berdekatan sehingga
memerangkap molekul pelarut.
Kelebihan dan kelemahan metode
kopresipitasi
Kelebihan Kelemahan

Pencampuran Proses ini tidak tepat untuk


homogen dari pembuatan material yang
endapan reaktan tingkat kemurniannya
mengurangi tinggi
suhu reaksi, Metode ini tidak berjalan
Prosesnya dengan baik bila reaktan
sederhana untuk yang digunakan berbeda
mensintesis kelarutannya
bubuk oksida Tidak memiliki kondisi
logam. sintesis yang universal
dalam pembentukan
beberapa oksida logam