Anda di halaman 1dari 9

PELAYANAN KESEHATAN KERJA

Yudi Priyanto, S.KM., M.Kes


yudpriyanto10@gmail.com
Pengertian :

Merupakan salah satu unit layanan yang berada di


Rumah Sakit, yang terintegrasi dengan unit-unit
layanan lain di Rumah Sakit, dengan tujuan
utamanya untuk memberikan pelayanan
kesehatan kerja pada SDM Rumah Sakit dan
pekerja RS.
Tujuan :
Menurunkan insiden dan prevalensi penyakit pada
SDM Rumah Sakit dan pekerja dari penyakit
menular, penyakit tidak menular, PAK dan KAK
sehingga dapat meningkatkan produktivitas
mereka, dimana layanan kesehatan kerja yang
diberikan tidak hanya terbatas pada kegiatan P3K.
Pelayanan kesehatan kerja di RS meliputi;
1. Pemeriksaan kesehatan bagi pekerja sesuai dengan
risiko pekerjaan. (related to job medica chek up)
a. Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja,
b. Pemeriksaan kesehatan berkala,
c. Pemeriksaan kesehatan khusus, meliputi :
o pekerja/buruh yang mengalami kecelakaan atau
penyakit yang memerlukan perawatan yang
lebih dari 2 (dua) minggu;
o pekerja/buruh yang berusia >40 th atau
wanita dan dan pekerja/buruh yang cacat serta
dan pekerja/buruh yang berusia muda yg mana
melakukan pekerjaan ttt;
Lanjutan
2. Pelaksanaan program fit to work dalam rangka
penentuan jenis pekerjaan yg sesuai dg status
kesehatan pekerja Rumah Sakit.
3. Pelaksanaan program pendampingan kembali bekerja
(return to work) bagi SDM Rumah Sakit dan pekerja
yang mengalami keterbatasan setelah mengalami sakit
lebih dari 2 minggu / KAK-PAK, yg mana memerlukan
rehabilitasi medik dan/atau rehabilitasi okupasi/kerja.
4. Surveilans medik Hasil pemeriksaan kesehatan
sebelum bekerja, berkala dan khusus dilakukan analisis
& di follow up untuk bisa dilakukan rujukan ke
spesialis terkait, rotasi kerja, merekomendasikan
pemberian istirahat kerja, dll.
Lanjutan
5. Surveilan lingkungan kerja
o Menilai, menganalisa dan mengevaluasi hasil
pengukuran lingkungan kerja
o Memberikan rekomendasi hasil evaluasi pengukuran
lingkungan kerja
6. Memberikan pengobatan dan perawatan serta
rehabilitasi bagi SDM Rumah Sakit dan pekerja/buruh
yang menderita sakit.
7. Memberikan diagnosis dan tatalaksana Penyakit Akibat
Kerja dan penanganan Kecelakaan Akibat Kerja
8. Perlindungan spesifik dengan pemberian imunisasi
pada SDM Rumah Sakit dan pekerja yang bekerja pada
area/tempat kerja yang berisiko dan berbahaya (antara
lain; thypoid, hepatitis, influenza dan Ca.Cervix).
Lanjutan
9.Memantau kesehatan SDM RS & pekerja yg bekerja pd
tempat kerja yg mengandung potensi bahaya tinggi,
suai dg peraturan perundangan.
10. Pengembangan program peningkatan kesehatan &
kemampuan fisik, serta kondisi mental (rohani) SDM
Rumah Sakit dan pekerja/buruh di Rumah Sakit, a.l :
(a) Pemberian makanan tambahan dg gizi yg
mencukupi utk SDM RS (extra fooding) bg ptgs
radiologi, ptgs lab, petugas kesling & petugas yg
bekerja di area berisiko tinggi srt petugas yg dinas
bergilir (sore, malam dan di luar hari kerja atau
libur),
(b) Pelaksanaan program kebugaran jasmani terprogram
(pengukuran kebugaran jasmani & latihan fisik
terprogram), senam kesehatan & rekreasi.
Lanjutan
(c) Pembinaan mental/rohani.
(d) Pengelolaan Gizi dan ASI di Rumah Sakit,
meliputi :
o Pengelolaan kantin bersih, sehat dan selamat /
hygiene sanitasi.
o Penerbitan surat kesehatan penjamah makanan/
hygiene perorangan.
o Pemantauan status gizi dan konseling gizi.
o Pemantauan tumbuh kembang anak di Tempat
Penitipan Anak (TPA).
o Pengelolaan ASI di Rumah Sakit (penyediaan
ruang ASI, Pemberian Makanan Tambahan-PMT,
konseling dan Komunikasi Informasi Edukasi-KIE
tentang ASI).