Anda di halaman 1dari 27

Polimerisasi Vinil

Polimerisasi Vinil
Polimerisasi Rantai : a. Radikal bebas
b. Kationik
c. Anionik
d. Katalis logam
Contoh polimerisasi vinil:
Poli(vinil klorida)
Polistirena
Polipropilena
Polimerisasi Vinil Radikal Bebas
Terdiri dari 3 tahap:
a. Inisiasi
b. Propagasi
c. Terminasi
INISIATOR TERMAL
INISIATOR TERMAL
Radical Generation

Thermolysis
R N N R' R N N + R' R + N2 + R'

Thermal decomposition of azo-compounds

NC CN
N N
N N
CN CN
2,2-azobis(2-methylpropanenitrile) 1,1-azobis(1-cyclohexanenitrile)
(AIBN)
R O O R' R O + R' O
Thermal decomposition of peroxides

O +
Na O O
O O S O O
O O O O S +
O O O Na

Benzoylperoxide (BPO) di-tert-butylperoxide sodium persulfate


Redox Initiators
O 2+ 3+
+ _
O H + Fe O + Fe OH

Redox decomposition of cumyl hydroperoxide

S2O42- + S2O32- SO4 + SO42- + S2O3-

Redox decomposition of persulfate


DEKOMPOSISI INISIATOR
FOTOINISIATOR
Mekanisme Polimerisasi
Polimerisasi Kation
Tahapan Polimerisasi :
Inisiasi : adisi elektrofil ke monomer
Propagasi : adisi karbokation ke monomer
Terminasi
Inisiator :
Asam-asam lewis, AlCl3, BF3, TiCl4, SnCl4
Asam-asam mineral : H2SO4, H3PO4
AlCl3 + RCl AlCl4-R+
Adisi elektrofilik : mengikuti atutan
Markovnikov terbentuknya
intermediete karbokation yg stabil
Laju polimerisasi dipengaruhi daya solvasi
pelarut/polaritas polarut
Teknik Polimerisasi
Metode Kelebihan Kekurangan
Badan Sederhana, tidak ditambah kontaminan Reaksi eksotermis, dan
(Bulk) sulit terkontrol, viskositas
tinggi
Suspensi Panas cepat terdispersi, viskositas rendah, Diperlukan pencucian
polimer didapat dalam bentuk butiran dan dan/atau pengeringan, bisa
bisa dipakai rangsung terjadi aglomerasi,
kontaminasi oleh bahan
penstabil
Larutan Panas cepat terdispersi, viskositas rendah, Biaya tambahan untuk
bisa dipakai rangsung sebagai larutan pelarut, pelarut yang sulit
dihilangkan, transfer rantai
yang mungkin dengan
pelarut, polusi lingkungan
Emulsi Panas cepat terdispersi, viskositas rendah, Kontaminasi, chain transfer
dapat diperoleh BM tinggi, bisa dipakai agent digunakan untuk
rangsung sebagai emulsi, bekerja baik mengontrol DP,
dengan polimer-polimer lengket Diperlukan pencucian
dan/atau pengeringan
Material Polimer Emulsi
Penggunaan surfaktan anionik dan
nonionik dalam resep polimer dispersi
sangat umum di industri
meningkatkan kestabilan elektrostatik dan
sterik

Product bulletin Hexion: VV 2.0. October 2002.


Formula Polimer Dispersi
Mekanisme Polimerisasi Emulsi
Teori Harkins:
1. Nukleasi partikel

2. Pertumbuhan partikel
Mekanisme Polimerisasi Emulsi

3. Konsumsi monomer sisa


Mekanisme Polimerisasi Emulsi
Mekanisme Polimerisasi Emulsi

Teori Fitch-Tsai:
1. Particle Formation (Nucleation)
Homogeneous nucleation (Hansen-Ugelstad-
Fitch-Tsai Theory):
jcrit
M Precursor
M M particle
M M
Precipitation

Propagation in aqueous phase

Warwick
Manufaktur Polimerisasi Emulsi
Proses di industri bisa dibagi menjadi:
1. Batch
2. Semi-batch
3. Kontinyu
Manufaktur Polimerisasi Emulsi

Batch:
Monomer + air polimer + air

Monomer
Inisiator
Surfaktan
Air
Manufaktur Polimerisasi Emulsi

Semi-batch
1. Monomer monomer + polimer
2. Monomer + polimer polimer
Feeding: Inisiator, air
Feeding: Monomer, surfaktan, air
Manufaktur Polimerisasi Emulsi

Kontinyu:
Continuous stirred tank reactor
(CSTR)

Plug flow tubular


reactor (PFTR)
Tugas Makalah
Makalah membahas sintesis salah satu polimer,
mulai dari :
Sintesis polimer :
melalui adisi/kondensasi atau
polimerisasi rantai atau bertahap atau
secara emulsi/bulk/dll,
termasuk bahan-bahan yang digunakan dalam sintesis
polimer tersebut.
Sifat fisika, kimia, mekanik polimer yang dihasilkan
Karakterisasi hasil sintesis polimer
Proses manufacturing polimer tsb serta
aplikasinya, contoh ABS untuk pembuatan helm,
dsb.