Anda di halaman 1dari 30

COMBUSTIO

CASE REPORT
Identitas
Nama : Tn. M
Umur : 34 th
Jenis kelamin : laki - laki
Agama : Islam
Alamat : Kp. Jawa RT 02/ 03,
Cibungbulang
Status : Tidak menikah
No. RM : 409687
Anamnesis
Keluhan utama : luka bakar

Riwayat penyakit sekarang :


Pasien datang ke IGD RSUD pada hari Minggu, 9 Oktober 2016,
pukul 20.30 dengan mengeluh rasa panas pada luka bakar yang
didapat 6 jam SMRS. Pasien membantu seorang tetangga
untuk memasang gas elpiji, setelah 2 kali mencoba memasang
connector, gas kemudian bocor dan pasien berinisiatif
merendam gas di dalam ember air di kamar mandi, setelah
beberapa saat pasien menunggu lalu membuka pintu kamar
mandi gas mulai mengecil, namun tiba-tiba muncul bara api di
ruangan sekitar yang akhirnya membakar tubuh pasien beserta
6 orang di sekitarnya. Kemudian pasien langsung mencoba
mematikan api yang berkobar di tubuhnya dengan masuk ke
dalam sumur selama lebih dari 5 menit. Pasien merasakan
tubuhnya sangat nyeri dan perih pada bagian yang terbakar.
Mual (-) muntah (-) batuk (-) sesak (-) pingsan (-) demam (-)
Riwayat penyakit dahulu :
Pasien belum pernah mengalami luka
bakar, tidak ada riwayat DM, hipertensi, alergi
maupun asma
Riwayat keluarga :

Riwayat penyakit serupa pada keluarga


tidak ada
Status Generalis
KU : Tampak sakit berat
Kesadaran : Compos mentis E4 M6 V5

Tanda Vital Ekstremitas :


Thorax :
TD : 110/80 mmHg Akral hangat, CRT
BJ I = II reguler, <2/2
RR : 24 x/mnt murmur (-) gallop (-)
S : 36C BND Vesikuler Rh -/-
Wh -/- Kulit : luka bakar
N : 110 x/mnt pada wajah, leher,
BB : 65 kg kedua lengan,
Abdomen : punggung.
BU (+) Normal Kehitaman (+) bula
Mata : CA -/- SI -/- (+)
NT (-) NK (-)
Leher : KGB dbn
Diagnosa
IGD : Combutio grade I- II 28 %
Terapi :
IVFD RL 3000 cc habis dalam 8 jam I
lanjut 4000 cc habis dalam 24 jam
Ketorolac 2 x 1 amp IV
Ceftriaxone 2 x 1 gr IV
Ranitidin 2 x 1 amp IV
Dexametason 3 x 1 amp IV
ATS/TT
Foto Torax
BT/CT, Elektrolit
D. Cateter, lapor jika urine <0,5 cc/kgBB/jam
Pro Nekrotomi debridement pkl 11. 00 WIB tgl 10/10/16
Lab
EKG
Sinus Takikardia
Old Anteroseptal MI
10/10/2016
Post Nekrotomi Debridement
WD/ Combustio gr IIa-b 36 % + sepsis
Diuresis 1,6 cc/kgBB/jam

Planing :
Puasa s/d sadar penuh, diet biasa lunak ekstra putih telur
IVFD RL 30 tts/mnt
Th : Ceftriaxon 2 x 1 gr
Ranitidin 2 x 1
Ketorolac 3 x 30 mg
Monitor diuresis pastikan > 0,5 cc/kgBB/jam
GV 1x/hari dgn Burnazin salep
11/10/2016
S :-
O : TD 130/90 mmHg; S 36,6C; N 96 x/mnt; RR 24
x/mnt

Diuresis 0,9 cc/kgBB/jam


A : combustio gr IIa-b 36 % +
sepsis
P : GV 1x/ hr dgn burnazin salep
Th/ lanjut
12/11/2016
S :-
O : TD 110/80 mmHg; S 36C; N 82 x/mnt; RR 20
x/mnt
fascialis = pus
antebrachii bilateral = rembes +
diuresis 0,9 c/kgBB/jam
A : post ND
P : GV 1x/ hari dg burnazin tutup dgn
kassa lembab
Diet lunak ekstra putih telur
Tinjauan Pustaka
Combustio atau luka bakar adalah
trauma yang disebabkan oleh panas,
arus listrik, bahan kimia, dan radiasi
yang mengenai kulit, mukosa, dan
jaringan yang lebih dalam.

DEFINISI COMBUSTIO
1. Luka bakar suhu tinggi (Thermal Burn)
1. Gas
2. Cairan
3. Bahan padat (solid)
2. Bahan kimia (Chemical Burn)
3. Sengatan listrik (Electrical Burn)
4. Radiasi (Radiasi Injury)

ETIOLOGI
LUAS LUKA BAKAR
The Rule of Nines of
Wallace
DERAJAT LUKA BAKAR
Patofisiologi
Patofisiologi
Cedera termis ketidakseimbangan cairan dan
elektrolit sampai syok asidosis, nekrosis
tubular akut, dan disfungsi serebral (pada fase
akut atau syok, biasanya 72 jam I)

Kulit(barier) hilang luka mudah terinfeksi,


terjadi penguapan cairan tubuh yang berlebih
disertai pengeluaran protein dan energi
gangguan metabolism

Jaringan nekrosis melepas toksin (burn toxin,


suatu lipid protein kompleks) SIRS
kegagalan fungsi organ seperti hepar & paru
Luka bakar grade II
Dewasa > 20%
Anak/orang tua >15%
Luka bakar grade III
Komplikasi
Trauma Inhalasi

INDIKASI RAWAT INAP


Resusitasi Cairan
Menjaga dan mengembalikan
perfusi jaringan

Pemberian cairan pertama kali


48 jam setelah terkena luka
bakar

Output urin adekuat 0,5 s.d


1,5cc/kgBB/jam
Formula Parkland Evans Brooke
24 jam I RL % luka bakar x kgBB =
Nacl/24 jam
4cc/kgBB/% lukabakar

% luka bakar x kgBB =


plasma/24 jam

2000cc dextrose 5%/24 jam


(mengganti cairan hilang ec
penguapan)
Baxter
% luka bakar x kgBB x 4cc

jumlah cairan 8 jam I


sisa cairan 16 jam berikutnya

Hari kedua diberikan setengah


cairan hari pertama
Perawatan luka
Lukadibersihkan dengan kasa Nacl kemudian
medikasi topikal dengan silver sulfadiazin

Kulitterkelupas di debridement, bula 2-3 cm


dibiarkan

Luka bakar wajah superficial dapat diobati dengan


ointment antibacterial

Luka sekitar mata dengan ointment antibiotik

Luka bakar pada telinga eksternal dengan mafenide


acetat, dapat mencegah infeksi purulen kartilago
Medikasi
Antibiotik broadspectrum
Analgetik
ATS
Catheter folley
NGT
Human albumin
TERIMA KASIH