Anda di halaman 1dari 16

Swarantika Aulia Rarasati

Pembimbing:
Dr. Abel Tasman Yuza, Sp. BM
Latar belakang
Odontektomi gigi M3 RB nyeri 6-8 jam post op diatasi dengan NSAID
Tujuan: membandingkan efek analgesik, anti inflamasi, anti trismus diclofenac dan meloxicam
(single dose)
Material dan metode
36 pasein dibagi 2 kelompok. Grup A diclofenac, B meloxicam.
Obat diminum 1 jam preop
Evaluasi rasa nyeri, konsumsi analgesik, pembengkakan, trismus
Hasil
Pasien dengan 15 mg meloxicam, less pain, trismus lebih lebar
Kesimpulan
15 mg meloxicam 1 jam pre op efek analgesik, anti trismus yang lebih baik dari 100 mg
diclofenac
Pengambilan M3 RB
Nyeri post op (periode awal)
Trismus
Pembengkakan wajah
NSAID
Drug of choice
Analgesik, anti-inflamasi, anti-piretik
Menghambat COX (katalisator as.
Araksidonat prostaglandin)
DICALOFENAC MELOXICAM
NSAID NSAID kelas oxicam
Analgesik, anti-inflamasi, anti piretik Obat umum untuk osteoarthritis,
arthritis rheumatoid, ankylosis
Obat umum untuk pengambilan m3
spondylitis, dan kondisi rhumatologi
Efek jangka pendek: nyeri GIT lainnya
(vomit) Untuk BM blm digunakan secara
Efek jangka panjang: resiko vaskular luas
Sediaan: 25 mg, 50 mg, 75 mg Sediaan: tab 7,5 mb, 15 mg. Caps 5
mg, 10 mg.

DIBANDINGKAN
DESAIN KRITERIA SELEKSI
Inklusi:
Percobaan klinis
18-30 tahun
Double blind Tidak ada penyakit sistemik
Randomized Diagnosa klinis dan radiografis : impaksi M3 RB tanpa
rasa nyeri
Parallel group Tingkat kesulitan operasi grade II, II atau IV
Ekslusi:
Sesuai deklarasi Helsinki komite
Konsumsi analgesik h-1 minggu
etik
Gastritis, ulkus peptikum
Informed consent ke subjek Kehamilan atau laktasu
(tindakan, resiko) Hipertensi terkontrol dengan penggunaan obat rutin
PEMILIHAN ACAK INTERVENSI

36 pasien dari Departemen Bedah Dilakukan oleh dokter yang sama


Mulut dan Maksilofasial dari School Anestesi: blok N. Lingualis, N. Bukalis,
of Dentistry Universitas Cuauhtemoc, N. Alveolar inferior
San Luis Potosi, Mexico
Bahan: 2 kalpsul1,8 ml, 2% lidokain
Pasien dibagi menjadi 2 grup, A (100 dan 1;100.000 epinefrin
mg diclofenac) dan B (15 mg Insisi flap mukoperiosteal sepanjang
meloxicam) distal M2 tepi anterior ramus
Obat dikonsumsi satu jam pre op ascending mandibula
Suturing : silk 4.0 jumlah jahitan
Evaluator dipilih secara acak untuk
dihitung
setiap pasien
PENILAIAN ANALGESIK PENILAIAN RASA NYERI

Pasien diberi 500 mg acetaminophen Menggunakan VAS (Visual Analog


minum 1-2 tablet min. 6 jam post op Scale)
catat waktu pertamakali minum
acetaminophen 0-10
Akhir evaluasi (24 jam post op) Dicatat setiap jam setelah 12 jam post
kembalikan acetaminophen yang tidak
diminum dihitung op hingga 24 jam post op
Untuk failure therapy ketorolac 30
mg sublingual setelah 30 menit minum
acetaminophen.
Hitung total acetaminiphen+ketorolac
PENILAIAN PEMBENGKAKAN DAN
METODE STATISTIK
TRISMUS
Metode Ustun et al. Disajikan dalam rata-rata, standar
Menilai jarak dari angulus mandibula
deviasi, median, rentang nilai, frekuensi
dan 4 titik anatomis wajah (jaringan Variabel numerik dg distribusi normal
lunak pogonion, titik terluar bibir, student T-test
titik terluar mata, dan tragus) jarak
antara tragus dan 3 titik anatomis Variabel numerik tanpa distribusi
wajah diukur normal dan variabel urut mann-
Whtney U-test
Diukur dengan pembukaan mulut
maksimal Variabel kategori Fisher test
Pre op dan 6, 24, 48, 72 jam, hari ke-7 P value < 0.05 perbedaan signifikan
post op
Tidak terdapat perbedaan statistik yang signifikan antara grup A dan B terkait
distribusi usia, jenis kelamin, tinggi dan berat badan
Waktu penggunaan obat acetaminophen tercatat pada jam ke-3, 6, 9, 12, dan 24,
konsumsi analgesik dan ketorolac sublingual untuk terapi yang gagal tidak terdapat
perbedaan pada kedua grup
Tingkat rasa nyeri yang diukur dengan VAS mencapai puncak rasa nyeri pada 5 jam
post operatif dan berkurang setelahnya. Meloxicam bekerja lebih baik hanya pada
4 jam awal post operatif dibandingkan dengan diclofenac
Perbandingan pembengkakakan wajah
pada grup A dan B tidak menunjukkan
perbedaan yang spesifik
Pembukaan mulut pre operatif tercatat sebasar 5 cm, dan berkurang 40% 24 jam
post operatif dan mengalami peningkatan seiring berjalannya waktu. Nilai trismus
tercatat lebih besar pada pasien yang mengkonsumsi meloxicam dibandingkan
dengan diclofenac
Konsumsi analgesik pre op kontroversial, tetapi terbukti mengurangi nyeri post
op
Percobaan seluruhnya osteotomi nyeri dapat dicegah dg analgesik profilaksis
Diclofenac dan meloxicam NSAID pilihan untuk post odon
Diclofenac mirip paracetamol, ibuprofen, dan ketorolac
Meloxicam (gol oxicam) memiliki efek analgetik lebih baik dr diclofenac
(Demenezes dan Cury, 2010).
Efek diclofenac: pencernaan dan saraf
Efek meloxicam: lebih ringan dari diclofenac
Kesimpulan