Anda di halaman 1dari 21

Distribusi Lag Dengan

Metode Almon
Nama Anggota Kelompok :
1. Imam Kuswoyo (145090500111020)
2. Ayu Aisyah Ashari (145090501111001)
Model Dinamis Distribusi Lag
Suatu variabel tak bebas apabila
dipengaruhi oleh variabel bebas pada waktu t,
serta dipengaruhi juga oleh variabel bebas pada
waktu t 1, t 2 dan seterusnya disebut model
dinamis distribusi lag. Model dinamis distribusi
lag ada 2 jenis yaitu :
Model Dinamis Distribusi Lag
O Model Infinite Lag
= + 0 + 1 1 + 2 2 + +
disebut model infinite lag sebab panjang beda kalanya
tidak diketahui dan dapat didekati dengan metode
Koyck.

O Model Finite Lag


= + 0 + 1 1 + 2 2 + + +
disebut model finite lag sebab panjang beda kalanya
diketahui yaitu sebesar k dan dapat didekati dengan
metode Almon.
Metode Almon
O Metode ini digunakan jika diagram pencar antara
dengan lag itu naik kemudian menurun.
O Model yang digunakan dalam metode Almon
adalah model finite lag sebagai berikut :

= + 0 + 1 1 + 2 2 + + +

atau

= + =0 +
Metode Almon
O Berdasarkan teori matematik yang dikenal dengan nama
Weir-Strasss Theorem, Almon berasumsi bahwa i dapat
didekati oleh suatu polinomial dalam i yang memiliki
derajat, dengan i merupakan panjangnya beda kala (lag).
Polinomial tersebut bisa berderajat 0, 1, 2, dst. Apabila
grafik berbentuk kuadratik maka model dapat ditulis :

= 0 + 1 + 2 2

O Model diatas merupakan polinomial dalam i yang kuadratik


atau berpangkat dua (second-degree polynomial in i).
Metode Almon
O Apabila koefisien mengikuti grafik kubik
maka model dituliskan sebagai berikut :

= 0 + 1 + 2 2 + 3 3

O Model diatas merupakan polinomial dalam i


yang berpangkat tiga (third-degree polynomial
in i).
Metode Almon
O Secara umum model dapat dituliskan :

= 0 + 1 + 2 2 + +

O Model diatas merupakan polinomial dalam i


yang berpangkat m (m-degree polynomial in i)
dengan k m< (panjang beda kala maksimum)
Metode Almon
O Almon mengasumsikan bahwa polinomial
berpangkat dua adalah yang paling tepat
digunakan.
O Dengan mensubstitusi model kuadratik ke
model finite lag maka diperoleh model :

= + 0 1 + 1 1 + 2 2 1 +
=0 =0 =0
Metode Almon
O Apabila didefinisikan :
0 = =0 1
1 = =0 1
2 = =0 2 1
Maka menjadi :

= + 0 0 + 1 1 + 2 2 +

Dengan persamaan regresi dugaan :

= + 0 0 + 1 1 + 2 2
Metode Almon
O Dapat diperkirakan koefisiennya dengan metode kuadrat terkecil.
Setelah semua diperkirakan dari persamaan, koefisien dapat
dihitung berdasarkan rumus model secara umum sebagai berikut :
0 = 0
1 = 0 + 1 + 2
2 = 0 + 21 + 42
3 = 0 + 31 + 92

= 0 + 1 + 2 2
dengan
0 merupakan perkiraan 0
1 merupakan perkiraan 1
= 1,2, ,
Sebelum menerapkan metode Almon, harus
melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Menentukan panjang maksimum dari beda


kala (k).
2. Menentukan nilai m.
Kelebihan Metode Almon
1. Almon memberikan metode yang fleksibel yaitu
mempersatukan berbagai struktur beda kala, yang
berarti bahwa koefisien bisa naik dan bisa turun
sedangkan dalam metode Koyck sangat kaku
karena koefisien harus menurun secara
geometris.
2. Metode Almon tidak perlu mengkhawatirkan
tentang adanya variabel tak bebas beda kala
sebagai suatu variabel bebas baik dalam model
maupun persoalan yang timbul dalam estimasi.
Penyelesaian Kasus
Tahun Y X
1995 32 34
1996 33 36
1997 35 38
1998 37 40
1999 40 44
2000 43 47
2001 47 51
2002 49 55
2003 54 59
2004 58 63

Y = Pengeluaran
X = Pendapatan
Penyelesaian Kasus
Penyelesaian Kasus
O Diperoleh regresi dugaan sebagai berikut :

= 7.7952 + 1.43060 2.27241 + 0.55772

O Dari persamaan diatas diketahui

0 = 1.4306 ,

1 = 2.2724

2 = 0.5577
Penyelesaian Kasus
0 =
0 = 1.4306
1 =
0 +
1 +
2 = 1.4306 2.2724 +
0.5577 = 0.2841
2 =
0 + 2
1 + 4
2 = 1.4306 + 2(2.2724) +
4(0.5577) = 0.8834
3 =
0 + 3
1 + 9
2 = 1.4306 + 3(2.2724) +
9(0.5577) = 0.3673
4 =
0 + 4
1 + 16
2 = 1.4306 + 4(2.2724) +
16(0.5577) = 1.2642
Penyelesaian Kasus
O Nilai apabila disubstitusikan dalam model
dinamis distribusi lag maka persamaan regresi
dugaan distribusi lag untuk pengeluaran
menjadi :

= 7.7952 + 1.4306 0.28411 0.88342
0.36733 + 1.26424
Interpretasi
O Koefisien regresi pada variabel bertanda positif
berarti bahwa hubungan antara pengeluaran
sekarang dengan pendapatan sekarang searah atau
positif. Semakin besar pendapatan sekarang maka
semakin besar pengeluaran sekarang.
O Koefisien regresi pada variabel 1 bertanda
negatif berarti bahwa hubungan antara pengeluaran
sekarang dengan pendapatan 1 tahun yang lalu
berlawanan arah atau negatif. Semakin besar
pendapatan 1 tahun sebelumnya maka semakin
kecil pengeluaran sekarang.
Interpretasi
O Koefisien regresi pada variabel 2 bertanda
negatif berarti bahwa hubungan antara pengeluaran
sekarang dengan pendapatan 2 tahun yang lalu
berlawanan arah atau negatif. Semakin besar
pendapatan 2 tahun sebelumnya maka semakin
kecil pengeluaran sekarang.
O Koefisien regresi pada variabel 3 bertanda
negatif berarti bahwa hubungan antara pengeluaran
sekarang dengan pendapatan 3 tahun yang lalu
berlawanan arah atau negatif. Semakin besar
pendapatan 3 tahun sebelumnya maka semakin
kecil pengeluaran sekarang.
Interpretasi
O Koefisien regresi pada variabel 4 bertanda positif
berarti bahwa hubungan antara pengeluaran sekarang
dengan pendapatan 4 tahun sebelumnya searah atau
positif. Semakin besar pendapatan 4 tahun sebelumnya
maka semakin besar pengeluaran sekarang.
Gambar. Beda kala kala