Anda di halaman 1dari 23

Demokrasi pancasila

perspektif politik HUKUM


DALAM INTERNSHIP MATERI MKU UR 9 Agustus 2016

Drs.H.Isril.MH
Dosen Ilmu Pemerintahan
Fisip-UR
Pengertian
demokrasi-demokrasi pancasila
DEMOKRASI BERASAL DARI DEMOS=RAKYAT
DAN CRATEIN= MEMERINTAH- Yunani.

PEMERINTAHAN RAKYAT = PEMERINTAHAN DARI


RAKYAT(from the people), UNTUK RAKYAT(for the
people) DAN OLEH RAKYAT (by the people)- Abraham
Lincoln.

UNTUK ITU : DEMOKRASI DAPAT DIMAKNAI


SEBAGAI SUATU SISTEM PEMERINTAHAN YANG
HARUS MELIBATKAN RAKYAT.
lanjutan
DEMOKRASI PANCASILA : Adlh MERUPAKAN PAHAM
DEMOKRASI YANG BERSUMBER DARI KEPRIBADIAN
DAN FALSAFAH HIDUP BANGSA INDONESIA, YANG
PERWUJUDANNYA SEPERTI DALAM KETENTUAN
PEMBUKAAN UUD 1945-Prof.Darji Darmo Dihardjo.
DEMOKRASI PANCASILA : ADALAH KERAKYATAN
YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN
DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN YANG
BERKETUHANAN YANG MAHA ESA, YANG
BERKEMANUSIAN YANG ADIL DAN BERADAB, YANG
MEMPERSATUKAN INDONESIA, DAN BERKEADILAN
SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDDONESIA-
Prof.Notonegoro
lanjutan
Secara ringkas menurut AGUSTAM dalam Jurnal TAPIs
VOL 7, 2011 (hlm 82), demokrasi Pancasila memiliki
beberapa pengertian sebagai berikut:

1. Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang


berdasarkan kekeluargaan dan gotong-royong yang
ditujukan kepada kesejahteraan rakyat, yang
mengandung unsur-unsur berkesadaran religius,
berdasarkan kebenaran, kecintaan dan budi pekerti
luhur, berkepribadian Indonesia dan
berkesinambungan.
2. Dalam demokrasi Pancasila, sistem
pengorganisasian negara dilakukan oleh rakyat sendiri
atau dengan persetujuan rakyat.
lanjutan

3. Dalam demokrasi Pancasila kebebasan


individu tidak bersifat mutlak, tetapi harus
diselaraskan dengan tanggung jawab sosial.
4. Dalam demokrasi Pancasila,
keuniversalan cita-cita demokrasi
dipadukan dengan cita-cita hidup bangsa
Indonesia yang dijiwai oleh semangat
kekeluargaan, sehingga tidak ada dominasi
mayoritas atau minoritas
LANJUTAN
UNTUK ITU : DEMOKRASI PANCASILA DAPAT
DIMAKNAI SEBAGAI PAHAM DEMOKRASI
YANG DILIPUTI, DISEMANGATI DAN DIJIWAI
OLEH NILAI SILA-SILA PANCASILA DAN
DIATUR DALAM UUD 1945.
ASAS KERAKYATAN (KEDAULATAN RAKYAT)
YANG TERMUAT PADA SILA KEEMPAT
PANCASILA : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN
OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM
PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN
DIJABARKAN DALAM PASAL 1(2) UUD 1945
PASAL 1 AYAT (2) UUD 1945 (AMANDEMEN) :
KEDAULATAN BERADA DITANGAN RAKYAT DAN
DILAKSANAKAN MENURUT UNDANG-UNDANG
DASAR SEBELUM AMANDEMEN :KEDAULATAN
ADALAH DITANGAN RAKYAT, DAN DILAKUKAN
SEPENUHNYA OLEH MAJELIS PERMUSYAWARATAN
RAKYAT

ASAS KERAKYATAN (KEDAULATAN RAKYAT ) SUDAH


MELIBATKAN RAKYAT DALAM PROSES POLITIK
SECARA LANGSUNG, SEHINGGA RAKYAT DIIKUTKAN
DALAM PROSES PEMBENTUKAN LEMBAGA-LEMBAGA
NEGARA TERUTAMA PRESIDEN/WAKIL PRESDIEN,
LEGISLATIF (DPR,DPD,MPR, DPRD DAN GUBERNUR,
WALIKOTA DAN BUPATI
LANJUTAN
MAKANYA
1. ADA PEMILIHAN UMUM YANG
DIATUR DALAM BAB VII B PASAL 22E-
REZIM PEMILU
2. ADANYA PEMILIHAN GUBERNUR,
BUPATI DAN WALIKOTA DALAM BAB
VI PEMERINTAHAN DAERAH PASAL
18(4) REZIM OTONOMI DAERAH
LANJUTAN
AYAT 1 PASAL 22E : PEMILIHAN UMUM
DILAKSANAK SECALA LANGSUNG, UMUM,
BEBAS, RAHASIA, JUJUR DAN ADIL SETIAP
LIMA TAHUN SEKALI.
AYAT 2 PASAL 22E : PEMILIHAN UMUM
DISELENGGARAN UNTUK MEMILIH ANGGOTA
DPR,DPD. PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN
DAN DPRD
AYAT 4 PASAL 18 : GUBERNUR, BUPATI DAN
WALIKOTA MASING-MASING SEBAGAI KEPALA
PEMERINTAH DAERAH DIPILIH SECARA
DEMOKRATIS
CIRI DEMOKRASI PANCASILA-IDRIS (2005)-PENDDIKAN
PEMBELAJARAN DAN PENYEBARAN KEWARGANEGARAAN
KEDAULATAN ADA DITANGAN RAKYAT
SELALU BERDASARKAN KEKELUARGAAN DAN
KEGOTONG ROYONGAN
CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN MELALUI
MASYAWARAH UNTUK MENCAPAI MUFAKAT
TIDAK KENAL ADANYA PARTAI PEMERINTAH DAN
PARTAI OPOSISI
DIAKUI ADANYA KESELARASAN ANTARA HAK DAN
KEWAJIBAN
MENGHARGAI HAK ASASI MANUSIA
TIDAK MENGANUT SISTEM MONOPARTAI
PEMILU DILAKSANAKAN SECARA LUBER
TIDAK KENAL ADANYA DIKTATOR MAYORITAS DAN
TIRANI MINORITAS
MENDAHULUKAN KEPENTINGAN RAKYAT ATAU
KEPENTINGAN UMUM
UNTUK ITU
DEMOKRASI PANCASILA BENTUKNYA
HENDAKNYA DIDASARKAN ATAS
PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN, DAN
ISINYA YAITU HASIL KEBIJAKSANAAN DAN
KEPUTUSAN YANG DIAMBIL HARUS
MENDAHULUKAN KEPENTINGAN RAKYAT
DAN TIDAK MEMIHAK KEPADA
KEPENTINGAN KELOMPOK, GOLONGAN
DAN PERORANGAN.
PENJABARAN KEDAULATAN RAKYAT
DALAM BATANG TUBUH UUD 1945
PASAL 1 AYAY(1) : KEDAULATAN BERADA DITANGAN RAKYAT
DAN DILAKSANAKAN MENURUT UUD
PASAL 2 AYAT(1) : MPR TERDIRI ATAS ANGGOTA DPR DAN DPD
YANG DIPILIH MELALUI PEMILU DAN DIATUR LEBIH LANJUT
DENGAN UU
PASAL 6A AYAT(1) : PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DIPILIH
DALAM SATU PASANGAN SECARA LANGSUNG OLEH RAKYAT
PASAL 18 AYAT (3) : PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI.
DAERAH KABUPATEN, DAN KOTA MEMILIKI DPRD YANG
ANGGOTA-ANGGOTANYA DIPILIH MELALUI PEMILU
LANJUTAN
PASAL 19 AYAT (1) : ANGGOTA DPR DIPILIH MELALUI PEMILU
PASAL 22C AYAT (1) : ANGGOTA DPD DIPILIH DARI SETIAP
PROVINSI MELALUI PEMILU
PASAL 22E : PEMILU DISELENGGARAKAN UNTUK MEMILIH
ANGGOTA DPR,DPD, PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DAN
DPRD
PASAL 28 : KEMERDEKAAN BERSERIKAT DAN BERKUMPUL,
MENGELUARKAN POKIRAN DENGAN LISAN DAN TULISAN
DAN SEBAGAINYA DITETPAK DENGAN UU
ELEMEN DEMOKRASI PANCASILA DALAM
UUD 1945
1. NEGARA HUKUM (RECHTSSTAAT) : SUPREMASI
HUKUM ATAU MENTAATI SEMUA PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN : PASAL 1 AYAT(3) :
NEGARA IN DONESIA ADALAH NEGARA HUKUM
2. RAKYAT BERDAULAT ( KEDAULATAN RAKYAT ) :
ALINEA KEEMPAT PEMBUKAAN UUD 1945 DAN
PASAL 1 AYAT(2)
3. KEPENTINGAN UMUM (RESPUBLICA) :PASAL 1 AYAT
(1) NEGARA INDONESIA IALAH NEGARA YANG
BERBENTUK REPUBLIK
4. ADANYA LEMBAGA PERWAKILAN : MPR,DPR,DPD
DAN DPRD
5. MENGHARGAI HAK ASASI MANUSIA: Pasal 28 A s/d J
Politik Hukum=Per Per UU an
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
ADALAH : PERATURAN TERTULIS YANG
MEMUAT NORMA HUKUM , YANG
MENGIKAT SECARA UMUM DAN DIBENTUK
ATAU DITETAPKAN OLEH LEMBAGA
NEGARA ATAU PEJABAT YANG BERWENANG
MELALUI PROSEDUR YANG DITETAPKAN
DALAM PERATURAN PERUNDANG-
UNDANGAN ( UU 12/2011 PASAL 1 AYAT (2) )
HIRARKI PERATURAN PER UU AN- PASAL 7 UU
12/2011
UUD 1945
TAP MPR
UNDANG-UNDANG
PERATURAN PEMERINTAH PENGGATI UU
PERATURAN PEMERINTAH
PERATURAN PRESIDEN
PERATURAN DAERAH : PROVINSI,
KABUPATEN DAN KOTA
DEMOKRASI-KEDAULATAN RAKYAT DAN PEMILU

Unsur demokrasi yang dikemukakan oleh


para Ahli adalah sebagai berikut: - Agustam
(hlm 85 Jurnal TAPIs Vol 7,2011)
1) Menurut Sargen, Lyman Tower (1987),
yaitu keterlibatan rakyat dalam mengambil
keputusan politik, tingkat persamaan hak
antarmanusia, tingkat kebebasan dan
kemerdekaan yang dimiliki oleh warga
negara , sistim perwakilan dan sistim
pemilihan ketentuan manyoritas
lanjutan

2) Munurut Afan Gaffar (1999) ,Yaitu


akuntabilitas, rotasi kekuasaan
,rekruitmen politik yang terbuka,
pemilihan umum,dan hak-hak dasar.
3) Menurut Merriam Budiardjo (1977),
perlunya dibentuk lembaga-lembaga
demoktasi untuk melaksanakan nilai-
nilai demoktasi ,yaitu pemerintahan yang
bertanggung jawab,Dewan Perwakilan
Rakyat, organisasi politik, pers dan
media.
lanjutan

4) Menurut Frans Magnis Suseno


(1997). menyebutkan ada lima gugus
ciri hakiki Negara demokrasi. Kelima
gugus demokrasi tersebut adalah
Negara hukum, pemerintahan
dibawah control nyata masyarakat,
pemilihan umum yang bebas, prinsip
manyoritas dan adanya jaminan
terhadap hak-hak demokrasi.
TUJUAN PEMILU-HUNTINGTON(2001-18)
Pemilu sebagai implementasi perwujudan
kedaulatan rakyat. Asumsi demokrasi adalah
kedaulatan terletak di tangan rakyat.
Pemilu sebagai sarana untuk membentuk
perwakilan politik. Melalui pemilu, rakyat dapat
memilih wakil-wakilnya yang dipercaya dapat
mengartikulasikan aspirasi dan kepentingannya.
Pemilu sebagai sarana untuk melakukan
penggantian pemimpin secara konstitusional.
Pemilu sebagai sarana bagi pemimpin politik
untuk memperoleh legitimasi.
Pemilu sebagai sarana partisipasi politik
masyarakat untuk turut serta menetapkan
kebijakan publik.
Lanjutan-
Tujuan Pemilu :Rose Dan Mossawir Dalam Muhadam
Labolo/T.Ilham(2015-53)
MENENTUKAN PEMERINTAHAN SECARA
LANGSUNG MAUPUN TAK LANGSUNG
SEBAGAI WAHANA UMPAN BALIK ANTARA
PEMILIK SUARA DAN PEMERINTAH
BAROMETER DUKUNGAN RAKYAT
TERHADAP PENGUASA
SARANA RAKRUTMEN POLITIK
ALAT UNTUK MEMPERTAJAM KEPEKAAN
PEMERINTAH TERHADAP RAKYAT
Lanjutan-JIMLY ASSHIDDIQIE Dalam
Muhadam Labolo/T.Ilham(2015-56)
Tujuan Penyelenggaraan Pemilu :
Untuk memungkinkan terjadinya pergantian
kepemimpinan pemerintahan secara tertib dan
damai
Untuk memungkinkan terjadinya pergantian
pejabat yang mewakili kepentingan rakyat di
lembaga perwakilan
Untuk melaksanakan prinsip kedaulatan rakyat
dilembaga perwakilan
Untuk melaksanakan prinsip hak-hak asasi
warga negara
TERIMA KASIH
MOHON MAAF-WASSALAM