Anda di halaman 1dari 48

Pelatihan Konseling Dan Tes

Sukarela HIV
UU VCT/ PITC
Kepmenkes NO. 1507 / Thn 2005 Tentang Pedoman Pelayanan Konseling & Testing HIV/AIDS Secara
Sukarela
Kepmenkes 1426 th2006 ttg Petunjuk Teknis Promosi Kesehatan di RS
Kepmenkes 585 th 2007 ttg Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas
Kepmenkes No.060/Menkes/SK/I/2009 Tentang Tim Pelatih VCT Nasional PITC
Kepmenkes No. 1285 tahun 2002 tentang Pedoman Penanggulangan HIV/AIDS & PMS
Kepmenkes No. 1190 tahun 2004 tentng Pemberian Gratis OAT dan ARV untuk HIV/AIDS
Kepmenkes No. 241 tahun 2006 tentang Standar Pelayanan Laboratorium Kesehatan Pemeriksa
HIV dan Infeksi Oportunistik
Kepmenkes No. 832 tahun 2006 Tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Bagi ODHA & Standar
Pelayanan Rumah Sakit Rujukan ODHA dan satelitnya
Kepmenkes No. 567 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan PDBNPsikotropika dan Zat Adiktif
(NAPZA)
Kepmenkes No. 1197 tahun 2007 Tentang Pokja Penanggulangan HIV/AIDS Depkes
Kepmenkes No.296 tahun 2008 tentang Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas
Surat Edaran Menkes No. GK/Menkes/001/I/ 2013 Layanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke
Anak Keputusan Teknis
Peran VCT & PITC dalam
Pencegahan dan Perawatan HIV
VCT
Goal
VCT {1}

Pencegahan penularan HIV :


Dari orang dengan HIV (+) kepada mereka
yang HIV (-) atau pasangan yang tak dites
Dari ibu dengan HIV (+) kepada anak
Dari orang dengan 'HIV (-)' kepada mereka
yang (-) atau tak dites
Goal Mempromosikan Layanan Dini :
VCT {2} Medik
- Terapi ARV
- Terapi & pencegahan IO
- PMTCT
Keluarga Berencana
Dukungan emosi
Konseling ODHA
Dukungan sosial
Bantuan hukum dan rencana masa depan

*PMTCT (prevention from mother to child transmission)


= pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak
VCT VCT dapat menjadi strategi keseh masy
yang efektif mencegah penularan HIV :

Penurunan perilaku berisiko tinggi

Peningkatan penggunaan kondom

Penyediaan layanan berkualitas merupakan


kunci sukses

VCT merupakan pintu masuk layanan


perawatan dan dukungan HIV/AIDS

Layanan VCT perlu dipasarkan


Tes Sukarela
Versus Mandatori
Merupakan
Strategi
Kesehatan
Masyarakat Tak terbukti tes wajib HIV lebih efektif

Terbukti VCT merupakan strategi


kesehatan masyarakat yang efektif
Apakah
Sebuah dialog confidential antara
Konseling seseorang dengan penyedia jasa kesehatan
Dalam VCT ? bertujuan memberdayakan orang untuk cope
atas stres dan membuat keputusan personal
terkait HIV & AIDS.

Proses konseling termasuk


mengevaluasi risiko personal atas penularan
Peran VCT HIV dan memfasilitasi perubahan perilaku
Dalam untuk mencegah penularan.
Pencegahan
dan Perawatan * Voluntary Counselling and Testing Technical Update,
UNAIDS, 2000
HIV
Konseling Pra tes
Penilaian faktor risiko
Informasi tentang HIV/AIDS
Mendiskusikan keuntungan& kerugian mengetahui
status HIV
Mempersiapkan klien untuk mengetahui hasil Tes HIV
Informasi pengurangan dampak buruk
Rencana memberitahu pasangan bila hasil tes HIV
positif (partner notification)
Konseling pasca tes
Mempersiapkan klien untuk menerima &
membuka hasil
Menolong klien untuk memahami dan 'cope'
dengan hasilnya
Memberikan informasi lanjutan
Informasi rujukan klien ke layanan lain
Konseling pengurangan dampak buruk
Mendiskusikan 'partner notification'
Jika hasil tes HIV negatif
Yakinkan bahwa klien paham hasilnya
Menolong klien 'cope'secara emosional
Mendiskusikan 'window period' dan testing
ulang
Diskusikan pengurangan dampak buruk
Jika hasil tes HIV positif
Berikan waktu kepada klien untuk
mengungkapkan emosinya
Yakinkan bahwa klien paham hasil tes
Menolong klien 'cope' dengan hasilnya
Diskusikan pelayanan komprehensif
Konseling lanjutan dan 'partner notification'
Kebijakan
United
Nations VCT mensyaratkan tes HIV setelah ada
informed consent orang yang akan diperiksa

HIV Tes harus selalu merupakan keputusan


individual setelah benar-benar memahami
informasi
Peran VCT
Dalam
Pencegahan
dan Perawatan
HIV
INFORMED CONSENT
DIAGNOSA / VCT
Saya yang bertanda tangan di bawah ini telah mengerti
tentang HIV/AIDS, memahami prosedur pemeriksaan dan
tahu segala akibat yang mungkin timbul dari diketahuinya
status HIV saya, serta telah diberikan konseling dengan baik
maka saya:
Bersedia / Tidak bersedia diperiksa HIV
Bersedia / Tidak bersedia diberitahu statusnya
Bersedia / Tidak bersedia dibuka statusnya

Yang memberi pernyataan Saksi / petugas


Goal
Sosialisasi
VCT {3}
Normalisasi HIV
Tantang stigma
Promosi kewaspadaan
Mendukung hak azasi

Peran VCT
Dalam
Pencegahan
dan Perawatan
HIV
Apa
VCT mengurangi perilaku berisiko, terutama
keuntungan mereka yang hasil tesnya +
VCT?
VCT membantu pengambilan keputusan untuk
tes dan membantu penyesuaian diri

VCT membantu pengungkapan status HIV


Peran VCT kepada anggota keluarga dan mereka yang
dicintai
Dalam
Pencegahan
dan Perawatan VCT memfasilitasi akses dukungan
HIV masyarakat, materi dukungan & layanan
psikososial
Peran VCT dalam Pencegahan dan Perawatan
HIV
Penerimaan dan coping
akan serostatus

Perencanaan masa depan Promosi dan fasilitasi


(layanan yatim-piatu, perubahan perilaku
keluarga dan pembuatan (Sexual, menyuntik yang
wasiat, warisan) aman)

Normalisasi dan
destigmatisasi HIV & AIDS Pemberian layanan
kesehatan ibu (ODHA)
Dukungan sebaya, sosial & VCT
masyarakat, termasuk dan layanan
kelompok ODHA terkait Pencegahan, penapisan
dan terapi IMS
Akses ke Keluarga
Berencana

Manajemen dini IO
Akses akan kondom
(perempuan dan laki )

Akses layanan pengobatan ARV - antiretroviral


dini termasuk terapi ARV IO - infekasi oportunistik
pencegahan TB, & IO IMS - infeksi menular seksual

Module 1 Sub Module 3 PPT02


Provider Initiated HIV Testing &
Counseling
LATAR BELAKANG
Program VCT cukup berhasil di banyak negara
TETAPI ..
Di negara-negara dengan prevalensi HIV TINGGI, <
10% individu menyadari bahwa mereka mengidap
HIV (+)
Menjangkau individu HIV (+) haruslah menjadi
PRIORITAS KESEHATAN MASYARAKAT
LATAR BELAKANG
WHO :
Meningkatkan PITC disamping VCT
REKOMENDASI :
UNIVERSAL SYSTEMATIC OFFER
TES HIV merupakan LANGKAH PENTING
untuk tercapainya UNIVERSAL ACCESS
bagi ODHA
KATEGORI PITC menurut WHO
Untuk TES DIAGNOSTIK :
menegakkan diagnosis, misalkan pada penderita
dengan Berat badan yang signifikan tanpa sebab
yang jelas atau adanya Infeksi Oportunistik ---
apakah HIV (+) ??
KATEGORI PITC menurut WHO
Penawaran rutin :
Penawaran rutin Testing dan Konseling HIV
pada semua pasien yang sexually active yang
datang ke layanan kesehatan apapun
penyakitnya
Pintu masuk : -Klinik KIA
-Klinik TB
-Klinik IMS
PERHATIAN KHUSUS
Dalam pelaksanaan PITC harus ada
MEKANISME RUJUKAN UNTUK :
o PASKA KONSELING
o DUKUNGAN MEDIS DAN PSIKOSOSIAL BAGI
MEREKA POSITIF
MODEL PERSETUJUAN OPT OUT

KECUALI ANDA KEBERATAN, MAKA KAMI AKAN


melakukan TES HIV
DALAM MELAKUKAN PITC PRINSIP
KESUKARELAAN/VOLUNTARY HARUSLAH
DIJUNJUNG TINGGI.
PETUGAS KEHATAN JANGAN SAMPAI TERJEBAK
DALAM TINDAKAN MANDATORY - HATI2 dengan
PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN.
KEBERATAN PASIEN ATAU HAK PASIEN UNTUK
MENOLAK TES HIV HARUS DIHORMATI.
Feeder Diagnosis CST

Pasien Petugas
kesehatan

Masyarakat Manajer
VCT
kasus

Kelompok Kelompok
resiko Dukungan
VCT
Konseling pra tes
Informed consent
Tes HIV
Konseling pasca tes
PITC
Pemberian informasi singkat HIV/AIDS dan
motivasi tes
Informed consent
Tes HIV
Konseling pasca tes
Feeder Diagnosis CST

Pasien Petugas
kesehatan

Masyarakat Manajer
PITC
kasus

Kelompok Kelompok
resiko Dukungan
Feeder Diagnosis CST

Pasien Petugas
kesehatan

Masyarakat Manajer
VCT
kasus

Kelompok Kelompok
resiko Dukungan
PITC VCT
Sakit (HIV?) + resiko Sehat + resiko
Sakit non-HIV + resiko

Opt-out Voluntary

Dokter/Counselor VCT counselor

Sarana Kesehatan Komunitas


Sarana Kesehatan

Lebih cepat di tes, dukungan Lebih lama di tes, rujukan CST


emosional ke VCT
Perbedaan VCT & PITC

VCT PITC
Siapa saja yang berhak memberikan
konseling?
Konselor yang terlatih dan bersertifikat
Klinik VCT
TUJUAN.
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan Konseling dan Testing HIV/AIDS secara sukarela di UPTD
Puskesmas
RUANG LINGKUP
Tindakan dimulai dari anamnesa, konseling, tindakan, sampai dengan pencatatan
KRITERIA PENCAPAIAN
Penatalaksanaan VCT di UPTD Puskesmas dapat dilaksanakan 100% sesuai prosedur
penatalaksanaan klinik VCT
DEFINISI
Voluntary Counseling Test (VCT) adalah Proses konseling pra testing, konseling post testing, dan
testing HIV secara sukarela yang bersifat confidential dan secara lebih dini membantu orang
mengetahui status HIV. Konseling pra testing memberikan pengetahuan tentang HIV & manfaat
testing, pengambilan keputusan untuk testing, dan perencanaan atas issue HIV yang akan dihadapi.
Konseling post testing membantu seseorang untuk mengerti & menerima status (HIV+) dan merujuk
pada layanan dukungan. Voluntary Counseling Test (VCT) merupakan pintu masuk penting untuk
pencegahan dan perawatan HIV
PERALATAN
Alat
Papan nama dan petunjuk
Poster HIV/AIDS dan IMS
Leaflet HIV/AIDS dan IMS
Brosur HIV/AIDS dan IMS
Kotak saran
Tempat sampah
Meja dan kursi
Jam kerja layanan, kalender dan kondom.
Alat peraga penis dan alat peraga reproduksi wanita
Lemari arsip dan dokumen
Bahan
Tisu
Air minum
Persedian air minum
DOKUMEN TERKAIT
RekamMedis
Register Harian RPU
Formulir Rujukan Internal
Formulir Rujukan Eksternal
Formulir informed consent
Formulirpradan pasca konseling,
RUANG TERKAIT
Ruang Pemeriksaan Umum
Ruang Laboratorium
Rumah sakit rujukan terkait
Laboratorium
Alat pemeriksaan HIV
Terimakasih
Informed
Berbasis pada prinsip otonomi hak
Consent menentukan diri

Consent adalah ketika dua orang atau lebih


menyetujui sesuatu setelah menyamakan
pendapat

Peran VCT Asumsinya adalah kedua belah pihak berada


dalam level yang sama
Dalam
Pencegahan
dan Perawatan Berikan informasi lebih dahulu, pastikan
HIV informasi dimengerti, baru terjadi pengertian
bersama ~ relasi equal
Informed
Informasi yang diberikan meliputi risiko,
Consent {2} keuntungan, alternatif, (bervariasi tergantung
konteks , jurisdiksi dll.)

Informasi harus diberikan untuk


meningkatkan partisipasi, kepatuhan klien

Peran VCT
Dalam
Pencegahan
dan Perawatan
HIV
Perbandingan VCT - KTS PITC TKiPK
Pertemuan Pra tes Konseling berfokus klien Sukarela Klien
Secara individual Komunikasi, Konseling Pemeriksaan Lab khusus
HIV Hasil positif maupun negatif sama-sama pentingnya untuk
upaya pencegahan dan peningkatan kualitas hidup Pelayanan
kesehatan berfokus pada pasien (patient-centered) Kebutuhan
Pasien Individual (kontraktual) Komunikasi, Informasi, Edukasi
pem. penunjang diagnosis Evaluasi pem penunjang Dx, termasuk
HIV Dukungan positif maupun negatif Disclosure & tracing
pasangan Tindak lanjut Klien dengan hasil HIV positif dirujuk ke
layanan PDP dan dukungan lain yang ada di masyarakat Bila
positif tetapkan stadium klinis, CD4 Akses Pengobatan tmsk HIV
(PMO) Akses positif prevention & rujukan Chronic Care
Implementasi dari PITC harus meliputi pengukuran untuk
mencegah tes yang dipaksakan, penyebaran status HIV
tanpa ijin, dan kemungkinan hasil negatif lainnya terkait
mengatahui status HIV seseorang. Atas pelaksanaan PITC
diharapkan populasi berisiko dan pasangannya lebih
mudah terjangkau sampai pada pelayanan PMTCT
(Preventif Mother of Child Tansmition). Mengapa perlu
PITC?, penyebabnya adalah VCT tidak dapat
diimplementasikan pada skala besar dalam komunitas
dan negara yang memiliki pendapatan rendah.
TIPK (PITC) harus dianjurkan sebagai bagian dari standar
pelayanan bagi: setiap orang dewasa, remaja dan anak-anak
yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan dengan tanda,
gejala, atau kondisi medis yang mengindikasikan atau patut
diduga telah terjadi infeksi HIV terutama pasien dengan riwayat
penyakit tuberculosis dan IMS; asuhan antenatal pada ibu hamil
dan ibu bersalin; bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan infeksi
HIV; anak-anak dengan pertumbuhan suboptimal atau
malnutrisi di wilayah epidemi luas, atau anak dengan malnutrisi
yang tidak menunjukan respon yang baik dengan pengobatan
nutrisi yang adekuat; dan laki-laki dewasa yang meminta
sirkumsisi sebagai tindakan pencegahan HIV
URAIAN UMUM

Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli
(disebut konselor / pembimbing) kepada individu yang mengalami sesuatu
masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi
pelanggan. Konseling merupakan dialog yang terjaga kerahasiaan antara konselor
dan pelanggan
HIV adalah virus yang menyeran dan merusak system kekebalan tubuh kita
sehingga kita tidak bias bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang
tubuh kita. HIV merupakan suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS
Pra adalah sebelum dan post adalah setelah, status adalah keadaan (orang,
badan, dsb) dalam hubungan dengan masyarakat di sekelilingnya
Confidentiality atau kerahasiaan adalah pencegahan bagi mereka yang tidak
berkepen-tingan dapat mencapai informasi, berhubungan dengan data yang
diberikan kepihak lain untuk keperluan tertentu dan hanya diperbolehkan untuk
keperluan tertentu tersebut.