Anda di halaman 1dari 26

Awan Kostrad

Seorang Pendamping Usaha anggota Koperasi Jasa


Keuangan adalah seorang Fasilitator yang memiliki
kompetensi keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja
yang dibutuhkan dalam melakukan pendampingan
usaha anggota koperasi.
Sehingga perlu keahlian Teknik Fasilitasi atau
Cara menyediakan fasilitas agar anggota
dampingan, usahanya berkembang.

Fasilitator : Orang yang menyediakan fasilitas


Sarana untuk Cara Orang yang
Fasilitas

Teknik Fasilitasi

Fasilitator
melancarkan menyediakan menyediakan
atau untuk fasilitas fasilitas
memudahkan
Tujuan proses fasilitasi atau pendampingan usaha adalah agar
mereka mampu mandiri, tumbuh dan berkembang
usahanya, dan mampu mengenali kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman serta mampu memanfaatkan peluang
dengan menggunakan kekuatannya dan mengatasi
kelemahan serta mengelola ancaman yang datang padanya
PRINSIP FASILITASI DALAM MELAKUKAN
PENDAMPINGAN USAHA

1. Meleburkan diri
2. Memulai dari apa yang mereka punya
3. Saling belajar dan mengajar
4. Anggota KOPERASI sebagai pelaku, fasilitator
sebagai Pendamping
5. Kekeluargaan
6. Terbuka
Organisasi

Pendanaan Administrasi

Pengembangan Jaringan Kegiatan


Usaha anggota
dampingan berjalan
dengan baik

Mampu mengelola Memiliki admi-


pinjaman dgn baik nistrasi lengkap
KRITERIA dan dikerjakan
KESUKSESAN
FASILITASI

Memiliki Usaha anggota


Jaringan kerja utk Produktifitasnya
Mengembangkan usaha meningkat
Peran
Motivator

PERAN
FASILITATOR

Peran
Penghubun Peran
g/ katalis/ Konsultan
Mediator
Proses
mengikutsertakan
Mediasi pihak ketiga

Mediator Perantara
Elemen Kompetensi 1
Merencanakan Pendampingan Usaha
Karakteristik pinjaman/pembiayaan anggota
diidentifikasi
Pengertian Pinjaman
Yang dimaksud pinjaman adalah penyediaan dana atau tagihan yang dapat
dipersamakan dengan itu, dan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan
pinjam meminjam antara KSP/USP/KJS dengan pihak lain yang mewajibkan
pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu
disertai dengan pembayaran sejumlah imbalan

Pemberian Pinjaman
Pemberian pinjaman atau penyaluran dana merupakan salah satu kegiatan
usaha yang mendominasi pengalokasian dana yang dimiliki KSP / USP/KJS.
Oleh karena itu pemberian pinjaman merupakan sumber utama dari
pendapatan usaha simpan pijam, yang berupa pendapatan jasa ( bunga ).
Dalam pemberian pinjaman KSP / USP/KJS harus berhati hati, agar resiko
yang dihadapi dapat seminim mungkin.
Secara garis besar jenis produk pinjaman terdiri
dari :
Pinjaman Konsumtif
Yaitu pinjaman untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat konsumtif, misalnya :
Pinjaman untuk pembelian Elektroni [ TV, radio, VCD ]Pinjaman untuk
pembelian meubel ( meja, kursi, almari dll )
Pinjaman Produktif
Yaitu pijaman untuk membiayai kebutuhan usaha, sehingga dapat
memperlancar / memperbesar kegiatan produksi atau memperbesar omset
penjualan. Selanjutnya secara lebih rinci pinjaman produktif dibedakan
menjadi 2 , yaitu :
Pinjaman Produksi.
Adalah pinjaman untuk membiayai kegiatan usaha pembuatan barang [
pabrikan ] atau produksi barang pertanian, perikanan, peternakan dan lain
sebagainya.
Lanjutan:

Pinjaman Komersial.
Adalah pinjaman untuk membiayai usaha perdagangan [ kredit
bakul / mlijo ], kredit candak kulak dan lain sebagainya

Dilihat dari Segi Jaminan


Maksudnya adalah setiap pemberian suatu fasilitas kredit harus
dilindungi dengan suatu barang atau surat-surat berharga minimal
senilai pinjaman yang diberikan. Jenis pinjaman dilihat dari segi
jaminan ini adalah sebagai berikut :
Pinjaman dengan Jaminan
Merupakan pinjaman yang diberikan dengan suatu jaminan tertentu.
Jaminan tersebut dapat berbentuk barang berwujud atau tidak
berwujud. Artinya, setiap pinjaman yang dikeluarkan akan dilindungi
senilai jaminan yang diberikan si calon peminjam.
Pinjaman tanpa Jaminan
Yaitu pinjaman yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang
tertentu. Pinjaman jenis ini diberikan dengan melihat prospek usaha,
karakter, serta loyalitas si calon peminjam selama berhubungan
dengan KSP/KJS yang bersangkutan.
Prosedur Pemberian Pinjaman

Pengertian
Yang dimaksud dengan prosedur pemberian pinjaman Adalah rangkaian
kegiatan yang harus dilakukan didalam mengelola permohonan pinjaman
dari saat permohonan diterima, sampai dengan pencairan dana.
Dengan demikian fungsi dari prosedur pemberian pinjaman adalah :
Memberi pelayanan yang lebih baik kepada anggota.
Mengusahakan pemberian pinjaman dalam waktu relative singkat
sehingga dana yang diperlukan dapat diberikan pada saat yang
diperlukan.
Mengeliminir permasalahan yang mungkin timbul dalam pelayanan
pemberian pinjaman.
Prosedur Pemberian Pinjaman

Untuk dapat memperoleh pinjaman, anggota [ calon peminjam ] harus


mengikuti prosedur seperti berikut :
1].Permohonan Pinjaman.
2].Evaluasi / analisa Pinjaman.
3].Keputusan Pinjaman.
4].Perjanjian Pinjaman.
5].Pencairan Pinjaman
Rangkaian kegiatan dalam prosedur pemberian pinjaman hendaknya
dapat diselesaikan dalam target waktu yang relative cepat, sejak
pengajuan pinjaman sampai pencairan [misalnya : 7 hari}
Analisa Pinjaman
Adalah suatu rangkaian kegiatan yang sangat besar peranannya di
dalam pengambilan keputusan kredit. Fungsi utama dari pada
evaluasi analisa pinjaman ini adalah untuk menilai sampai sejauh
mana kredit tersebut diperlukan oleh calon peminjam dan menilai
kondisi serta kemampuan melunasi pinjamannya.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam mengevaluasi pinjaman


adalah :
Melakukan interview pada calon peminjam.
Melaksanakan penelitian.
Melakukan peninjauan ketempat usaha .
Memilih strategi pendampingan
Strategi pendampingan yg tepat memerlukan analisa yg
tepat pula
Personal SWOT Analysis untuk peminjam Anggota Koperasi
Setiap usaha anggota dampingan memerlukan pendekatan
dan strategi yang bisa jadi berbeda. Perlu strategi yang
sesuai
Skala Prioritas pendampingan dan jadwal dan materi
pendampingan usaha
Elemen Kompetensi 2
Melakukan Pendampingan Usaha
Melakukan Kunjungan Kerja pada
peminjam/mitra pembiayaan
Dalam peninjauan secara langsung dilapangan ini, hal- hal yang
perlu diperhatikan antara lain :
1]. Kedudukan / Tempat pendirian Usaha .
- Legalitas kepemilikan, Per izinan, Faktor keamaman
2]. Kondisi Usaha.
- Tingkat kelancaran usaha, Pangsa Pasar,
3]. Fasiitas pendukung.
- Sumber Daya yang dimiliki [ tenaga Kerja, Sumber Air ]
4]. Penilaian terhadap barang barang jaminan yang tercantum dalam
surat pernyataan dari calon peminjam
Surat Bukti Kepemilikan. dari barang yang dijaminkan.
Keberadaan barang barang yang dijaminkan.
Kondisi barang barang yang dijadikan jaminan.
Pendamping memberikan konsultasi dan
bimbingan

konsultasi dan bimbingan marketing


konsultasi dan bimbingan keuangan
konsultasi dan bimbingan produksi
konsultasi dan bimbingan strategi
konsultasi dan bimbingan MSDM
Membangun Kerjasama antara peminjam
dengan sumber daya produktif

Hasil Pendampingan Usaha di evaluasi


Elemen Kompetensi 3
Melaporkan Hasil Kegiatan melakukan
pendampingan Usaha

Mempersiapkan Format laporan


Membuat Laporan dan melaporkan Pendampingan Usaha