Anda di halaman 1dari 30

SISTEM

SISTEM KARAKTERISASI
KARAKTERISASI DAS
DAS

Beny, Dody, Agus, Agung,


Yusuf, Ragil Bambang
Pengelolaan DAS dengan permasalahan yang
komplek, diperlukan penanganan secara holistik,
integral dan koordinatif

Monitoring sangat diperlukan untuk memantau


terjadinya perubahan dan evaluasi tingkat
keberhasilan/kegagalan pengelolaan DAS

Kebutuhan akan data terkini, akurasi tinggi, pada


areal yang luas untuk memantau perubahan satu
kesatuan pengelolaan DAS
Bantuan PJ dan SIG sangat diperlukan untuk
membantu keterbatasan dana, waktu dan tenaga
kerja namun diperoleh akurasi tinggi secara
mudah, cepat dan murah setiap waktu
Analisis perubahan penutupan lahan dengan
berbagai metode klasifikasi penginderaan jauh
Perhitungan erosi kualitatif dan kuantitatif
sebagai indikator tingkat kerusakan atau
keberhasilan pengelolaan DAS
Kapasitas kemampuan penginderaan jauh
dan SIG sebagai alat pemantau keberhasilan
DAS, dengan analisis morfometrik dan
beberapa faktor sidik cepat
Penetapan metode monev DAS
dengan menggunakan PJ dan SIG
Peta Dasar : Topografi & Administrasi

Peta digital RBI, KONTUR, SRTM 2006

Peta RePPROT dan Peta Tanah

Citra Landsat 7ETM+, Path-Row:119-066


Pacitan-Jawa Timur, 11 Juli 2007

Soft ware : ILWIS, ERDAS, ARC-VIEW dll


Alat survai : GPS, kompas,Abney level dll
Contour/Terrain Elevation

Digital Elevation Model (DEM)

Digital Surface Model (DSM)

Digital Terrain Model (DTM)


Sub DAS GRINDULU : 1508-121 : Kismantoro
-Kab. Pacitan
1508-122 : Balong
-Kab. Wonogiri
1407-644 : Giriwoyo
-Kab. Ponorogo U
L 1507-433 : Bungur
D U 1507-434 : Arjosari
IN
R 1507-443 : Tegal Ombo
G 1507-444 : Bungkal
AS
D 1407-642 : Kalak
ub 1507-431 : Pacitan
S
1507-432 : Kebon Agung
1507-441 : Losak
1507-442 : Sukorejo
1507-413 : P.Bakung
1507-414 : Wawaran
1507-441 : Loron
Analisis PJ dapat dilakukan secara akurat dan
cepat untuk penetapan sebaran dan kelas aspek fisik
: lereng, arah lereng, topografi, curah hujan, dll.

Analisis PJ & SIG dengan raster dapat untuk


perhitungan matematis apapun sesuai formula
rumus suatu perhitungan.

PJ & SIG dapat cepat dilakukan perhitungan


matematis untuk pengkelasan maupun pembobotan
sesuai dengan formula yang telah ditentukan.
Analisis PJ dapat dilakukan secara akurat dan
cepat untuk penetapan sebaran dan kelas aspek fisik
: lereng, arah lereng, topografi, curah hujan, dll.

Analisis PJ & SIG dengan raster dapat untuk


perhitungan matematis apapun sesuai formula
rumus suatu perhitungan.

PJ & SIG dapat cepat dilakukan perhitungan


matematis untuk pengkelasan maupun pembobotan
sesuai dengan formula yang telah ditentukan.
Survai ISDL (Inventarisasi Sumber Daya Lahan) dengan menggunakan
citra satelit Landsat 7 ETM+ (Thematic Mapper) yang diambil pada
bulan 11 Juli tahun 2007 dengan nomer scene Path-Row 119-066.
Analisis PJ dapat dilakukan dengan mengatur komposisi kanal 5, 4 dan
3 dengan dengan RGB (Red Green Blue), HSI ((Hue Saturation
Intensity), dan YMC (Yellow Magenta Cyan).

Bentuk lahan di daerah hulu didominasi Pegunungan dan Perbukitan,


sedang di daerah tengah didominasi bentuk lahan Aluvial dan
Piedmont plan, sedang di daerah hilir kebanyakan dataran dan
deposit Alluvial-Colluvial. Tipe batuan di daerah atas lebih banyak
batuan beku yang sebagian besar sudah mulai melapuk sehingga
mudah terjadi longsor, sedangkan disebelah timur selain batuan beku
ada yang sedimen kapur, dan batuan metamorf.