Anda di halaman 1dari 23

REFERAT UVEITIS

Yuni Iriani Sarbini


Perseptor
Dr.Laila Wahyuni Sp.M
ANATOMI
FUNGSI UVEA

Regulasi sinar ke
Imunologi
retina

Produksi akuos
humor oleh korpus
Nutrisi
siliaris (prosessus
siliaris)

Filtrasi
UVEITIS

Uveitis adalah peradangan atau inflamasi yang


terjadi pada lapisan traktus uvealis yang meliputi
peradangan pada iris, korpus siliaris, dan koroid
yang disebabkan oleh infeksi, trauma, neoplasia,
atau proses autoimun.
EPIDEMIOLOGI
Penderita umumnya berada pada usia 20-50 tahun

Pada penderita berusia tua umumnya uveitis


diakibatkan oleh toksoplasmosis, herpes zoster,
dan afakia.

Di Eropa kejadian tersebut diperkirakan antara 3%


dan 7% dan di Amerika Serikat, angka terbaru dari
California mengungkapkan bahwa 10% kebutaan
karena uveitis.
KLASIFIKASI

KLINIS PATOLOGI
Uveitis Anterior Infeksi
Uveitis Uveitis Akut Non Infeksi Granulomatosa
Intermediet
Uveitis Kronik Non
Uveitis Posterior Granulomatosa

ANATOMI ETIOLOGI
Non- Granulomatosa Granulomatosa
Onset Akut Tersembunyi
Nyeri
Nyata Tidak ada atau ringan
Fotofobia
Penglihatan Kabur Nyata Ringan
Merah Sirkumneal Sedang Nyata
Keratic precipitates
Nyata Ringan
Pupil
Putih halus Kelabu besar (mutton fat)
Sinekia posterior
Noduli iris Kecil dan tak teratur Kecil dan tak teratur
Lokasi Kadang-kadang Kadang-kadang
Perjalanan penyakit
Tidak ada Kadang-kadang
Kekambuhan
Uvea anterior Uvea anterior, posterior,difus
Akut Kronik
Sering Kadang-kadang
ETIOLOGI

EKSOGEN trauma, operasi inraokuler, iatrogenik

Bakteri, virus, jamur, parasit


Penyakit sistemik
ENDOGEN Imunologik
Neoplastik

IMMUNODEFISIENSI AIDS

IDIOPATIK
PATOFISIOLOGI
Radang iris & Blood Aqueous Peningkatan protein, fibrin,
korpus siliaris Barrier rusak sel-sel radang dalam akuos
humor
Proses peradangan
akut limfosit, makrofag,
sel plasma Slitlamp : tampak
COA sebagai flare yaitu
partikel-partikel
Keratic Presipitate kecil dengan gerak
hipopion hifema (KP) Brown (efek
Tyndall)

Akumulasi sel-sel Mutton fat


radang pada perifer
pupil yang disebut seklusio pupil &
Sel-sel radang,
Koeppe nodules, oklusio pupil.
fibrin, dan fibroblast
bila dipermukaan
dapat menimbulkan
iris disebut
perlekatan Sinekia anterior &
Busacca nodules.
sinekia posterior
Perlekatan-
perlekatan menghambat mendorong iris ke
tersebut + akuos humor
aliran akuos tertumpuk di bilik depan yang
tertutupnya
humor dari COP mata belakang tampak sebagai
trabekular oleh iris bombe
sel-sel radang
ke COA

Fase akut
gumpalan-
gumpalan pada Glaukoma TIO semakin
kasus berlansung sekunder meningkat.
sudut bilik mata
kronis
depan
Fase lanjut
seklusio pupil

gangguan
produksi akuos
humor (hipofungsi
korpus siliaris)
penurunan TIO
GEJALA KLINIS
Gejala subjektif Gejala objektif
Nyeri
Mata merah
Fotofobia dan Injeksi siliar
lakrimasi Perubahan kornea
Penglihatan kabur Kelainan kornea
Iris Bombe
Perubahan pada lensa
Perubahan TIO
DIAGNOSIS
Anamnesis
Mata sakit, merah, sekret (-), silau, pandangan
kabur/penurunan tajam penglihatan
Perlu ditanyakan mengenai riwayat penyakit
sekarang karena dapat menjadi faktor penyebab
Pemeriksaan Oftalmologi
- visus
- perubahan TIO
- injeksi silier
- keratik presipitat pada kornea
- flare pada COA
- sinekia
DIAGNOSIS BANDING

KERATO
KONJUNGTIVITIS
KONJUNGTIVITIS

GLAUKOMA
NEOPLASMA
AKUT
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Radiografi thorak untuk Sarkoidosis dan TB

Tes darah rutin untuk membedakan penyebab bakteri atau virus


dan mengetahui keganasan seperti limfoma dan leukimia.

FTA-ABS test untuk Sifilis

VRDL untuk sifilis

Purified protein derivative (PPD) test untuk TB

Angiotensin-converting enzyme (ACE) test untuk Sarkoidosis


PEMERIKSAAN PENUNJANG
Antinuclear antibody (ANA) untuk SLE dan juvenile rheumatoid
arthritis.

HLA-B27 typing untuk ankylosing spondilytis, sindrom


Reiter, inflammantory bowel disease,psoriasis artritis, sindrom
Behcet.

Gallium scan untuk Sarkoidosis

Anergy evaluation untuk Sarkoidosis

Toxoplasmosis enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA)

MRI pada kepala akan membantu dalam penegakan cases of


intraocular (CNS) lymphoma.
PENATALAKSANAAN
Mengembalikan tajam penglihatan

Mengurangi rasa nyeri di mata

Mengeliminasi peadangan atau penyebab


peradangan

Mencegah terjadinya sinekia iris

Mengendalikan tekanan intraokular


TERAPI NONSPESIFIK

KOMPRES
ANTIINFLAMASI
HANGAT
Sulfas atropin 1%
sehari 3 kali tetes Dexamethasone
Homatropin 2% phosphate 4 mg (1 ml)
sehari 3 kali tetes Prednisolone succinate
Scopolamin 0,2% 25 mg (1 ml)
Triamcinolone acetonide
sehari 3 kali tetes 4 mg (1 ml)
Methylprednisolone
KACA MATA acetate 20 mg
MIDRIATIKUM
HITAM
KOMPLIKASI
Glaukoma

Katarak

Sinekia Anterior

Sinekia Posterior

Seklusio Pupil

Oklulsi Pupil
Endofthalmitis

Panofthalmitis

Ablasio Retina
PROGNOSIS
Prognosis baik bila didiagnosis lebih awal dan
dengan pengobatan yang tepat