Anda di halaman 1dari 17

JOURNAL READING

PATIENT WITH BLEPHARITHIS ARE AT ELEVATED RISK OF


ANXIETY AND DEPRESSION
Pembimbing : dr. Trining Purnomo Sp.M
dr. S. Mastuti Sp.M

ANDRIAN DWI RIZKI SETYAWAN


30101306872

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MATA


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG-RST BHAKTI WIRA TAMTAMA
IDENTITAS JURNAL
Judul:
PATIENT WITH BLEPHARITHIS ARE AT ELEVATED RISK OF
ANXIETY AND DEPRESSION
Penulis

Chun-Chi Chiang1,2, Cheng-Li Lin3, Yi-Yu Tsai1,2, Chiao-Ling Peng3, Ya-Tang


Liao3, Fung-Chang Sung3,4
1 Department of Ophthalmology, China Medical University Hospital,
Taichung, Taiwan, 2 School of Medicine, China Medical University, Taichung,
Taiwan, 3 Management Office for Health Data, China Medical University
Hospital, Taichung, Taiwan, 4 Department of Public Health, China Medical
University College of Public Health, Taichung, Taiwan.
Penerbit

PLoS ONE
Tahun terbit

30 DESEMBER 2013
TUJUAN

Untuk mengevaluasi apakah


pasien blepharitis memiliko
risiko kecemasan dan depresi
yang lebih tinggi daripada
pasien yang tidak mengalami
blefaritis

Retrospective Cohort

DESIGN PENELITIAN
Data diperoleh dari National
Tanggal pertama diagnosis blefaritis
9764 pasien blefaritis dan 39056 Health Insurance Research
pasien non-blefaritis didefinisikan sebagai tanggal index untuk
Database (NHIRD) 1997- memperkirakan tindak lanjut waktu
2010. Program asuransi
tersebut mencakup sekitar
99% dari 23,74 juta
Tanggal lahir dan
penduduk dan asuransi
jenis kelamin
tersebut 97% dikontrak oleh
rumah sakit dan klinik
perawatan komprehensif di
Insiden, rate ratio (IRR), dan hazard
ratio (HR)
taiwan.
Penyakit yang dianggap sebagai komorbiditas yaitu hipertensi
(ICD-9-CM kode 401to 405, A260, A269), diabetes (ICD-9-CM
kode 250, A181), hiperlipidemia (ICD-9-CM kode 272, A182),
penyakit arteri koroner (ICD-9-CM kode 410 untuk 414, A270,
A279) dan stroke (ICD-9-CM kode 430 untuk 438, A290 untuk DEPRESI / CEMAS
A299).

Pasien dengan riwayat depresi (ICD-9-CM: 300.00,


296.2, 296.3, 300.4 dan 311) atau kecemasan (ICD-
9-CM: 300.00) sebelum tanggal indeks atau
dengan informasi yang kurang pada usia atau
jenis kelamin dikeluarkan
PENDAHULUAN
Radang pada palpebra
dapat diakibatkan oleh infeksi
Blefariris stafilokokus, seborrheic, atau
Peradangan Kronik
(radang tepi palpebra) meibomian gland disfuncttion
(MGD)

Gejala utamanya adalah iritasi, rasa


terbakar, dan gatal pada tepi
palpebral. Mata yang terkena bertepi
merah. Banyak sisik atau granulasi dapat terjadi gangguan sitokin mampu melintasi
terlihat menggantung di bulu mata mood depresi dan cemas. blood brain barrier
palpebral superior maupun inferior

Ketidaknyamanan pada mata, dan penampilan


yang tidak menarik, dan gelisah dapat memicu Penyakit Sistemik
stress psikologis dan dampak negative social kronik
pada pasien, sehingga
HASIL
HASILPENELITIAN
PENELITIAN
TABEL 1. KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN PENYAKIT KOMORBID PADA PASIEN BLEPHARITIS DAN NON-
BLEPHARITIS DENGAN MENGGUNAKAN STUDI COHORT
TABEL 2. INSIDEN RATES BERDASARKAN JENIS KELAMIN, UMUR PADA PASIEN BLEFARITIS DAN NON BLEFARITIS SERTA
MENGGUNAKAN UJI COX MODEL
PEMBAHASAN
KONDISI MEDIS
INFEKSI
SISTEMIK

INFLAMASI AKUT INFLAMASI INFLAMASI KRONIK

DISREGULASI SITOKIN

PROTEIN DARAH PERIFER + LCS


KEMOKIN
PROSTAGLANDIN IL-1 BETA
ADHESI MOLEKUL IL-6
INTERFERON GAMMA
TNF ALFA
KONJUNGTIVA
INFLMASI +PSIKONEUROLOGI

AIR MATA

DEPRESI ATAU CEMAS


RESPON EVAPORATIVE DRY EYE STRESS

BLEFARITIS
STUDI SEBELUMNYA STUDI PENELITIAN INI

wanita 3x
menderita depresi KOHEREN
atau cemas

HORMON
SEX pria
Pada kelompok muda yang merupakan
kelompok utama dalam bekerja;
simptom blefaritis seperti
ketidaknyamanan ocular dan
penampilan psikologis mungkin
mempengaruhi performa dan social
aktivitas, yang meningkatkan resiko
cemas dibandingkan teman sebaya
yang tidak mengalami blefaritis.

blefaritis menderita
ketidaknyamanan ocular kronik
INSIDEN MENINGKAT BERDASARKAN UMUR dan penurunan visus, yang
mempengaruhi kualitas hidup,
terutama untuk orang yang lebih
tua. Oleh karena itu, pasien
blefaririts dengan umur lebih tua
blefaritis memiliki kecenderungan
Pasien dengan usia tua lebih mudah untuk mengalami depresi
mendapat perhatian medis. Ini mungkin
menjelaskan mengapa insidensi rate depresi dan
cemas pada orag tua meningkat dalam penelitian ini
Nemet et al juga menemukan beberapa kondisi
utama kardiovaskular (penyakit arteri koroner,
hiperlipidemia dan hipertensi) berhubungan dengan
blefaritis

KOHEREN

prevalensi pasien dengan blefaritis lebih tinggi pada pasien dengan


hipertensi, DM, hiperlipidemia, stroke dan penyakit arteri koroner.
Penelitian telah menunjukkan hubungan antara inflamasi dan
perkembangan penyakit kardiovaskular, diabetes dan kanker
KELEMAHAN

peneliti menggunakan
International Classification of meskipun jumlah pasien blefaritis
Disease codes untuk yang tidak terdeteksi akan
mengidentifikasi diagnosis dari dikatagorikan sebagai non-
blefaritis, depresi, cemas dan blefaritis dan akan mendapatkan
kondisi medis lain. Pasien kesempatan kecil terpilih sebagai
dengan symptom blefaritis ringan bagian dari perbandingan cohort.
mungkin tidak akan pergi ke Jumlah dari masing-masing cohort
dokter yang mengakibatkan lebih banyak untuk mencegah
hasil kasus yang tidak bias
terdiagnosa
KESIMPULAN
Insidensi rate dari kecemasan adalah 1.67
lipat lebih tinggi pada blefaritis dibandingkan
dengan non-blefaritis (15.9 vs 9.5 per 1000
orang per tahun. Dengan menyesuaikan
HRs 1.58 (95% CI=1.46-1.70) insidensi rate dari kecemasan dan depresi lebih
tinggi pada wanita dibandingkan dengan pria
dan meningkat berdasarkan usia

Insidensi rate depresi pada pasien blefaritis


1.52 kali lipat lebih tinggi (7.66 vs 5.05 per
1000 orang per tahun), dengan
menyesuaikan HRs 1.42 (95% CI=1.28-
1.58).

Jenis kelamin dan perbedaan usia pada


insidensi rate dari kecemasan lebih tinggi
dari pada insidensi rate dari depresi

usia spesifik pada pasien blefaritis dan


non-blefaritis dengan IRR dari cemas
lebih tinggi pada usia kurang dari 40
tahun, dengan menyesuaikan HR 1.97
(95% CI=1.59-2.43)