Anda di halaman 1dari 29

KELOMPOK SATU

Ghaisani Zatadini (2013730146)


Sari Azzahro Said (2013730176)
Afifah Qonita (20137301
Anugrah Abdurrahman (2013730125)
Fitria Dwi Ambarini (2013730125)
SEJARAH ILMU PENGETAHUAN
Pembagian periodisasi filsafat
Pemikiran filsafat banyak Barat zaman (Kuno, Abad
dipengaruhi oleh lingkungan Pertengahan, Modern, Kini)
Pd dasarnya filsafat (Barat, Pembagian periodisasi filsafat
India, Cina) muncul sifat Cina zaman (Kuno,
yg religius Pembaruan, Neo-
Di Yunani (mitos), India
Konfusionisme, Modern)
(Veda, Hindu), Cina Pembagian periodisasi filsafat
(confusius) India periode (Veda,
Wiracarita, Sutra-Sutra,
Barat: mitos diganti rasio
Skolastik)
India: tidak pernah lepas Periode Filsafat Yunani
induknya Agama Hindu sangat penting menjadi
acuan
HISTORISITAS

Sejarah filsafat barat dibagi menjadi tiga, yaitu


zaman Yunani Kuno dengan ciri pemikirannya
bersifat kosmosentris
Zaman Pertengahan dengan ciri pemikirannya
yang bercorak teosentris
Zaman Modern dengan ciri pemikirannya yang
bercorak antroposentris
Zaman Kontemporer dengan ciri pemikiran
logosentris.
YUNANI - KUNO ABAD TENGAH ABAD MODERN ABAD KONTEMPORER

6SM 3SM - 6M 14M 14-15M 18M 19M 20M

STRUKTURALISME
RASIONALISME

NEOPOSITIVISME
FENOMENOLOGI
RENAISSANCE

AUFKLARUNG
THEOLOGIAE

POSITIVISME
KRITISISME
EMPIRISME

IDEALISME
LOGOS
MITOS

ANCILLA

FILSAFAT THEOLOGI ILMU CABANG FAKTOR HEURISTIK

BIOLOGI KOMPUTER
ASTRONOMI
AGAMA
FILSAFAT MATEMATIKA PARIWISATA
FILSAFAT
FISIKA
KIMIA DLL.
SOSIOLOGI
YUNANI KUNO

MITOS ..... - 6SM

LOGOS 3SM - 6M
FILSAFAT
Phylo = menyenangi
Sophia = bijaksana
MITOLOGI
Dongeng, Takhayul
Pertanyaan timbul
(ingin tahu)
DE-MITOLOGI
Dipikirkan
(secara kritis)

LOGOS
(ilmu)
Abad 6 SM 0 M Abad 0 6 M
Periode Filsafat Periode Kelahiran
Yunani Nabi Isa
Ahli filsafatnya Pertentangan Gereja
Thales Filsafat mengalami
Menggunakan pola kemunduran
deduktif Raja membatasi
Kemunculan ilmu kebebasan berfikir
sangat berkembang
AGAMA DAN FILSAFAT MULAI DI PISAHKAN

AGAMA DI DASARI KEYAKINAN (KEIMANAN)

FILSAFAT DI DASARI OLEH OLAH PIKIR (SEKULARISASI)


RASIONALISME
EMPIRISME
KRITISISME
IDEALISME
POSITIVISME

TUMBUH ILMU-ILMU CABANG (MENINGGALKAN FILSAFAT)


BIOLOGI
ASTRONOMI
MATEMATIKA
FISIKA
KIMIA
SOSIOLOGI
SKEMA HUBUNGAN FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN
PERKEMBANGAN

Abad 6 M ditandai dengan runtuhnya


mitologi dan dongeng-dongeng.
Abad 6-16 M ditandai dengan kuatnya
doktrin teologis atau anciella theologia.
Filsafat digunakan untuk memperkuat
keyakinan agama.
Abad 16 zaman modern yang ditandai
dengan renaissans merebaknya ilmu
pengetahuan.
Abad 20 atau zaman pasca renaissans
ditandai dengan menguatnya pemikiran
pasca modernis
Filsafat

Barat Timur
SEJARAH FILSAFAT DI YUNANI
1. Thales (625-545 SM)
Thales berasal dari Miletus dan merupakan
bapak filsafat. Thales mengamati dominasi
peran air dikehidupan manusia maka Thales
beranggapan bahwa unsur pembentuk alam
tersebut adalah air. Thales-lah orang yang
pertama mengerti tentang unitas dalam
pluralitas (kesatuan dalam perbedaan), karena
menurut Thales benda-benda mempunyai
banyak bentuk akan tetapi memiliki satu unsur
pembentuknya yaitu air.
LANJUTAN..

2. Anaximandros (616-545 SM)


Menurut Anaximandros, unsur dasar dari segala
sesuatu itu adalah to apeiron, substansi yang tak
terbatas. Anaximandros juga mengajarkan bahwa
bumi itu bukan berbentuk piringan tetapi
berbentuk silinder pendek.
LANJUTAN..

3. Anaximenes (588-524 SM)

Menurut Anaximenes, unsur dasar pembentuk dari


segala sesuatu adalah udara. Udara tidak dapat dibagi,
namun dapat kelihatan dalam perenggangan. Ketika
udara merenggang, maka menjadi panas dan
cenderung terbakar menjadi api.
LANJUTAN..
4. Phytagoras (580-500 SM)
Menurut Phytagoras, prinsip segala sesuatu itu
adalah matematika, semua benda bisa dihitung
dengan angka-angka, dan kita dapat
mengekspresikan banyak hal dengan angka.
Phytagoras terpesona oleh kenyataan bahwa
interval-interval musik antara dua not pada
lyric dapat dinyatakan secara numeric.
Menurut Phytagoras dan para pengikutnya,
bahwa sesungguhnya pusat jagad raya ini
adalah api. Api yang dimaksudkan oleh
Phytagoras ini, yang kemudian dimodifikasi
oleh para ilmuwan sebagai matahari.
LANJUTAN..
5. Heraclietus (540-475 SM)
Menurut Heraclietus konflik dari yang saling
berseberangan itu akan sangat menentukan
keberadaan dari yang lainnya, seperti halnya api
yang memiliki sifat memangsa benda yang
terbakar olehnya, api akan mengalihkan semua
benda kedalam dirinya, namun tetapi tanpa
benda-benda tersebut api tak lagi eksis. Menurut
Heraclietus api adalah hakekat dari segala
sesuatu.
LANJUTAN..
6. Empedocles
Empedocles mengemukakan bahwa unsur dasar dari
segala-galanya ada empat yakni tanah, udara, air dan
api. Keempat unsur ini tidak saling dipertukarkan, air
tidak akan menjadi api, tanah tidak akan menjadi
udara. Penyatuan unsur-unsur ini yang menjadi benda-
benda disekitar kita dan lenyap jika terjadi
pemusnahan unsur-unsur tersebut. Namun unsur-
unsur ini tidak ada awal dan tidak ada akhir.
Penggabungan unsur-unsur dan pemisahanya terjadi
karena kekuatan cinta dan kebencian atau harmoni
dan kekacauan. Cinta atau harmoni yang
menggabungkanya, dan kebencian atau kekacauan
yang memisahkan unsur-unsur tersebut. Tentang
pengalaman inderawi, Empedocles mengatakan, hal itu
terjadi karena pertemuan antara unsur yang ada pada
manuasia dan unsur serupa yang ada diluarnya.
LANJUTAN..
7. Leocippus
Leocippus adalah pendiri ajaran atomisme yaitu
aliran yang berpendapat bahwa ada jumlah yang
tidak terbatas dari unit-unit individual yang
dinamakan atom. Atom-atom itu tidak dapat
dilihat dengan mata telanjan karena terlalu
kecil, atom-atom berbeda bentuk dan ukuran
namun tidak memiliki kualitas tertentu kecuali
solid dan tidak dapat ditembus.
LANJUTAN..
8. Democritus (460-370 SM)
Ajaran tentang atom merupakan inti ajaran
Democritus. Menurutnya benda-benda
memancarkan gambar-gambar dalam bentuk
atom-atom. Atom-atom itu masuk kedalam jiwa
melalui indera. Jiwa itu sendiri terdiri dari
atom-atom. jiwa adalah satu dengan raga dan
memiliki unsur yang sama serta tunduk pada
hukum yang sama pula, monoisme. Tentang
perilaku manusia menurut Democritus,
perilaku itu bertujuan untuk memperoleh
kebahagiaan. Kesenangan dan rasa sakit
menentukan kebahagiaan. Manusia itu harus
dibimbing oleh simetri dan harmoni. Dengan
demikian manusia dapat memperolah
ketenangan fisik (kesehatan) dan ketenangan
jiwa (kebahagiaan).
LANJUTAN..
9. Socrates
Menurut Socrates, jiwa tidak menyatu dengan
raga dan masing-masing tunduk pada hukum
yang terpisah, dualisme. Upaya untuk
menemukan kebenaran berpengetahuan bagi
Socrates adalah hal yang tidak bisa lepas dari
peran orang lain, karena setiap manusia
memiliki potensi jawaban yang mengandung
kebenaran yang terpendam, oleh karena itu
jawaban itu harus digali terus menerus dengan
cara berdialog dengan orang lain, metode
Socrates ini yang dikenal dengan maieutic.
Socrates mengajarkan bahwa betapa pentinnya
manusia memahami dirinya sendiri, seperti
semboyanya belajar yang sesungguhnya pada
manusia adalah belajar tentang manusia.
LANJUTAN..
10. Plato
Pemikiran Plato yang sangat terkenal adalah
idealaisme, yaitu pemisahan antara dunia ide
(bersifat tunggal, permanen, kekal) dan dunia
materi (bersifat jamak, berubah-ubah, tidak
kekal). Jiwa menurut Plato adalah dikodrati,
berasal dari dunia idea dan kekal. Jiwa memiliki
tiga fungsi yaitu rasional (dihubungkan dengan
kebijaksanaan), kehendak (dihubungkan dengan
keberanian), keinganan atau nafsu (dihubungkan
dengan pengendalian diri).
LANJUTAN..
Pandangan mengenai Negara adalah puncak
pemikiran plato, menurutnya manusia pada
dasarnya memiliki tujuan hidup sebagai mahluk
yang baik. Agar hidup menjadi baik maka
manusia membutuhkan pendidikan. Pendidikan
itu bukan hanya akal semata tetapi tentang
keseluruhan manusia. Dan tujuan pendidikan ini
akan tercapai jika ada negara yang baik pula,
sebab manusia adalah mahluk sosial yang
memerlukan negara.
LANJUTAN..
11. Aristoteles
Dasarnya ajaran Aristoteles terbagi atas delapan
golongan : Logika, Filsafat Alam, Psikologi,
Biologi, Metafisika, Etika, Politik dan Ekonomi.
Aristoteles yang diberi gelar Bapak Psikologi
Empiris merupakan murid Plato. Meskipun
Aristoteles adalah murid Plato namun
pandangan Palto mengenai Idelisme dibantah
oleh Aristoteles. Menurut Aristoteles realitaslah
yang substansi bukan terletak pada idea.
Penyelidikanya mengenai manusia Aristoteles
mengatakan bahwa manusia pada dasarnya
adalah mahluk rasional yang memungkinkan
manusia untuk bisa melakukan penalaran dan
membentuk konsep-konsep.
SEJARAH FILSAFAT INDIA

Sifat-sifat yang membedakan antara filsafat India dan filsafat Yunani:


1) Suasana dan bakat orang India yang berlainan dengan orang
Yunani (seperti misalnya bahasa mereka)
2) Seluruh pengetahuan dan fiksafat siabdikan kepada usaha
pembebasan atau penebusan itu
3) Berpangkal pada buku kuno (Veda) yang kekuasaannya tidak dapat
di ganggu gugat, hanya dapat di tafsirkan dan di terangkan lebih
lanjut.
4) Perumusan umumnya kurang tajam, tidak tegas membedakan
antara sifat-sifat diri, konkrit-abstrak, hidup tak hidup, kesatuan
persamaan, sebab alasan. Mengakibatkan seluruh filsafat India
mendapat sifat samar yang mempersukar pemecahan besar.
5) Dalam semua sistem di temukan sejumlah pengertian yang tidak
timbul dari pandangan filsafat melainkan warisan dari zaman kuno
dan yang memegang peran penting dalam semua sistem-sistem itu.
Aliran sikap
terhadap Veda
(Buku Kuno)

Nastika Astika
(yang tidak menerima (yang menerima
keberadaan Veda) ajaran Veda)

Carvaka Budhis Yainisme Samkya Vaisesika Vedanta


FILSAFAT TIONGHOA

SifatFilsafat Tionghoa:

Etika, bukanlah logika atau metafisika


REFERENSI..
1. Hamersma, Harry,. 1981. Pintu Masuk ke Dunia
Filsafat. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
2. Prof. K. Bertens. 2006. Sejarah filsafat. Penerbit
Kanisius Jakarta cetakan ke 23.
3. Poedjawiatna.1996.
Pembimbing kealam Filsafat.
Jakarata : P.T. Pembangunan.
4. Soemargono Soejono. 1984.
Berfikir secara kefilsafatan.
Yogyakarta:Nur Cahaya.
5. Zainal Abidin. Pengantar Filsafat Barat.