Anda di halaman 1dari 40

KONSELING DAN

PSIKOTERAPI ISLAMI

Sumber referensi utama:


Hamdani Bakran Adz-Dzakiey
Center of Prophetic Intelligence
Tinjauan tentang manusia
Manusia memiliki kelebihan dari makhluk
lainnya karena ia diberi fungsi sebagai
khalifah (pengganti Allah dalam
memanage alam dan ekosistem, menabur
potensi keselarasan, kemanfaatan,
musyawarah dan kasih sayang ke seluruh
penjuru alam.
Untuk menjalankan tugas sebagai khalifah
itu manusia dibekali potensi ilahiyah (nur
dan ruh) yang bersifat suci dalam dirinya.
PENGERTIAN KONSELING ISLAMI

Aktivitas pemberian bantuan, pelajaran dan


pedoman kepada individu yang meminta
bantuan (konseli) agar ia dapat
menanggulangi problematika hidupnya
dengan baik, benar dan mandiri yang
berparadigma kepada al-quran dan as-
sunnah.
FUNGSI UTAMA
KONSELING DAN PSIKOTERAPI ISLAMI

Rehabilitation (pemulihan)
Education (pendidikan)
Prevention (pencegahan)
Purification (penyucian))
Treatment (perawatan)
Development (pengembangan)
TUJUAN UTAMA
KONSELING DAN PSIKOTERAPI ISLAMI
Mengenali hakikat diri
Mengenal akan Tuhannya
Mengembangkan potensi dan kepribadian
fitri
Meningkatkan kesehatan dan
kesejahteraan yang holistik (fisikal,
mental, spiritual, finansial dan sosial)
Peranan Konseling dan Psikoterapi Islami dalam
Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Tujuan konseling dan


Sehat
psikoterapi Islami :
Spiritual
mengantarkan manusia
berada dalam kondisi sehat
Sehat Sehat
secara holistik, yaitu sehat
Finansial Mental
fisik, mental, spiritual, SEHAT
HOLISTIK
sosial, dan finansial.
Kondisi manusia yang
sehat secara holistik Sehat Sehat

merupakan indikator Sosial Fisik

kualitas hidup (Quality of


life) yang baik
METODE KONSELING ISLAMI
DENGAN HIKMAH (al hikmah): konselor
mengungkap dan menyampaikan kata-kata
yang mengandung hikmah (kebijaksanaan,
keadilan, pengetahuan).
DENGAN MENGAMBIL PELAJARAN YANG
BAIK (al mauizhoh al hasanah) dari para nabi
dan orang-orang shaleh.
DENGAN DISKUSI yang sehat, benar dan
menyelamatkan (mujadalah bil ahsan---
bantahan dan sanggahan yang mendidik dan
menenteramkan).
OBYEK KONSELING ISLAMI
Problematika individu dengan Tuhannya.
Problematika individu dengan dirinya
sendiri.
Problematika individu dengan lingkungan
keluarganya.
Problematika individu dengan lingkungan
kerjanya.
Problematika individu dengan lingkungan
sosialnya.
TEKNIK KONSELING ISLAMI
Teknik yang bersifat lahir:
dengan tangan (tangan sebagai anggota
badan maupun tangan dalam arti usaha)
Dengan lisan (percakapan, nasehat,
membaca ayat Al Quran, dzikir, dll)
Teknik yang bersifat batin: dilakukan
dalam hati dengan doa dan harapan
KARAKTERISTIK KONSELOR
Memiliki pemahaman agama yang memadai
dan kehidupannya ditandai ketundukan kepada
ajaran agama Islam
Memiliki ilmu dan ketrampilan melakukan
konseling
Cara hidupnya layak diteladani (konselor
sebagai model)
Memiliki keinginan kuat dan ikhlas untuk
membantu orang lain agar dapat mengikuti
petunjuk Al Quran dan hadits
KARAKTERISTIK KONSELOR
Menyadari kelemahan diri, tidak enggan
meminta bantuan ahli lain
Dalam menafsirkan/ menjelaskan kandungan
Al Quran dan hadits selalu merujuk pada tafsir
atau syarah hadits yang dikeluarkan ahlinya
Dapat menjaga aib (kerahasiaan) orang lain
Tidak mudah putus asa dalam menegakkan
amar maruf nahi munkar
Yakin bahwa apa yang dilakukannya sebatas
ikhtiar/ usaha, hasilnya ditentukan oleh klien
sendiri serta petunjuk Allah
METODE KONSELING
Bil hikmah :
ISLAMI
Memohon pertolongan kepada Allah melalui penghayatan dan
penemuan makna setiap peritiwa yang dialami serta penghayatan
ibadah ritual
Nasihat yang positif/Al Mauidhoh al Hasanah,
Berbagi pengalaman, hasil kajian ilmiah, keteladanan orang yang
baik.
Dialog yang bijaksana/ mujadalah bil ahsan
berdialog, berdiskusi, berdebat dengan sehat, arif, dan bijaksana.
(Adz-Dzaky, 2004).
Al Quran surat An-Nahl (16) ayat 125 :
Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, dan al-mauidhoh al-
hasanah, dan mujadalah bil ahsan. Sungguh Tuhanmulah yang
Lebih Mengetahui siapa yang tersesat di JalanNya, dan Dialah
yang Lebih Mengetahui orang yang mendapat bimbingan
Contoh Penerapan Metode Bil Hikmah:
Konseling Qurani Untuk Meningkatkan
Kesadaran Diri Mahasiswa

Sus Budiharto dan Rahayu Dwi Anggraini


Universitas Islam Indonesia Yogyakarta,
e-mail : soes@fpsi.uii.ac.id
Kesadaran diri mahasiswa kemampuan mahasiswa untuk
mengenali dirinya, memahami dengan lebih baik alasan
merasakan sesuatu, serta alasan berperilaku tertentu.
Konseling Qurani proses konseling dengan berpedoman
pada Firman Allah SWT di dalam Al Quran.
aplikasi dari Konseling Islami
10 responden (lima orang mahasiswa dan lima mahasiswi
Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam
Indonesia) mengikuti proses konseling qurani yang dilakukan
di dalam satu kelompok.
Landasan: Firman Allah SWT
Q.S. (2) : 185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan
Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran
sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan
mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan
yang bathil). .
Q.S. (17) : 82. Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi
penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al
Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain
kerugian.
Q.S. (41) 44. Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam
bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak
dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing
sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah
petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang mukmin. Dan orang-
orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al
Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti)
yang dipanggil dari tempat yang jauh
PROSEDUR KONSELING QURANI

A. Diskusi mengenai eksistensi manusia dalam Al


Quran dan fungsi Al Quran sebagai petunjuk,
penyembuh, dan pembeda kebenaran dengan
kebathilan.
B. Konseling dengan Al Quran.
1. Masing-masing responden diminta untuk
menuliskan semua permasalahan yang
dirasakan pada selembar kertas.
2. Konselor menginstruksikan kepada seluruh
responden secara bergiliran untuk membuka Al
Quran secara spontan dengan terlebih dahulu
membaca taawudz, membaca salah satu atau
beberapa ayat, dan membaca terjemahnya.
3. Konselor memfasilitasi untuk mengetahui
makna dari terjemah ayat tersebut dan
memberikan tanggapan bahwa ayat yang
telah dibaca adalah jawaban hati nurani
responden yang sesuai dengan Firman Allah
dalam Al Quran.
4. Konselor mengajak responden berdiskusi di
dalam kelompok mengenai hubungan
makna terjemah ayat dengan permasalahan
yang sedang dihadapi responden, serta
berbagi (sharing) pengalaman antar anggota
kelompok sebagai media menemukan
alternatif-alternatif solusi permasalahan
C. Setelah mengikuti konseling, para responden
diminta menuliskan komentarnya sebelum dan
sesudah mengikuti sesi konseling.
Metode bil hikmah
Setelah mengikuti konseling dengan berpedoman pada
Firman Allah dalam Al Quran, responden merasa :
kesadaran dirinya menjadi lebih baik,
lebih memahami tanggung jawab dirinya sebagai hamba dan
wakil Allah,
lebih mensyukuri karunia Allah,
lebih bersemangat untuk senantiasa memperbaiki diri dan
mencari tahu hal-hal yang belum diketahui,
lebih percaya diri,
lebih yakin dengan tujuan hidup,
menyadari bahwa Firman Allah dalam Al Quran merupakan
petunjuk dan obat terhadap permasalahan yang dihadapi.
Metode Nasihat yang positif/ Al Mauidhoh al
Hasanah
Diteliti oleh Rahmawati (2010) dengan responden
para remaja di Yogyakarta yang orang tuanya
bercerai.
Diberi nama konseling spiritual, mengintegrasikan
konseling kelompok, kognitif, dan nilai spiritual
bersyukur.
Hasil : konseling spiritual dapat meningkatkan harga
diri remaja yang orangtuanya bercerai.
Proses konseling spiritual memungkinkan responden
memperoleh tiga kesadaran (insight) :
kebersamaan,
hikmah perceraian orang tua terhadap diri anak,
bersyukur.
PENGERTIAN PSIKOTERAPI ISLAMI

Aktivitas pengobatan, penyembuhan dan


perawatan gangguan mental atau spiritual
melalui bimbingan Al-Quran dan As-
Sunnah
Objek psikoterapi islam
Mental: berhubungan dengan pikiran, akal,
ingatan
Spiritual: berhubungan dengan masalah
ruh, semangat atau jiwa, agama, keimanan,
nilai-nilai transendental
Moral (akhlak): suatu keadaan yang
melekat pada jiwa manusia, yang
melahirkan perbuatan tanpa melalui proses
pemikiran, pertimbangan atau penelitian.
Moral adalah ekspresi dari kondisi mental
dan spiritual yang muncul secara otomatis.
Fisik: penyakit dapat bersumber dari fisik
semata tapi bisa juga disebabkan dosa atau
kejahatan yang dilakukan individu
(penyakit spiritual yang manifes dalam
gangguan fisik)
Dalam psikoterapi islam, terapi yang
paling utama dan mendasar adalah pada
eksistensi dan esensi mental spiritual
manusia. Apabila keduanya benar-benar
kokoh, sehat dan suci maka akan
melahirkan moral yang terpuji.
OBYEK PSIKOTERAPI ISLAMI
Gejala gangguan mental (berpikir,
bersikap dan berperilaku negatif).
Gejala gangguan spiritual (syirik, kufur,
nifaq dan fasiq kepada allah swt).
Metode
Metode ilmiah: interview, eksperimen,
observasi, tes dan survei lapangan
Metode keyakinan: berdasar
pengamatan dan penghayatan teoritis
(ilmul yaqin), aplikatif (ainul yaqin) dan
empiris (haqqul yaqin), atau gabungan
ketiganya (kamalul yaqin)
Metode otoritas: berdasar kewibawaan

dan pengaruh positif terapis


Metode intuisi atau ilham
Metode tasawuf (sufisme):

peleburan diri dari sifat, karakter


dan perbuatan yang menyimpang
dari kehendak dan tuntunan
ketuhanan (penyucian rohani)
METODA PSIKOTERAPI ISLAMI
Membacakan ayat-ayat Allah SWT dan doa
khusus.
Membiasakan makan dan minum sesuatu
yang halal dan sehat
Melalui media makanan dan minuman,
seperti sebelum makan atau minum
hendaklah dimulai dengan membaca
istiadzah (Al Fatihah & Alam Nasrah) dan
Bismillah.
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM
PSIKOTERAPI ISLAMI
Takhalli (penyucian diri dari sesuatu
yang menutupi kesadaran fitri).
Tahalli (pengisian diri dengan esensi
kebenaran ketuhanan)
Tajalli (pengembangan diri yang baru
dengan esensi kebenaran ketuhanan)
METODE PSIKOTERAPI
ISLAMI
Dilakukan dg pengamalan ibadah ritual,
pengamalan akhlak mulia, serta mengadaptasi
terapi kontemporer.
Terapi pengamalan ibadah antara lain dengan
menjalankan ibadah ritual (sholat, dzikir, doa,
membaca dan mengkaji kitab suci Al Quran,
puasa, zakat, infaq, sedekah, haji, umroh)
TERAPI SHOLAT
Haryanto (2002) : sholat berjamaah memiliki
dampak psikologis : mengembangkan aspek
demokratis, perasaan diperhatikan, bermakna,
kebersamaan, tidak ada jarak personal, pengalihan
perhatian, dan interdependensi dalam keluarga.

Sholeh dan Musbikin (2005) : sholat tahajud


yg tepat, khusyu, ikhlas, dan kontinyu dpt
meningkatkan perubahan respon ketahanan
tubuh imunologik & menurunkan sekresi
hormon kortisol meningkatkan daya tahan
tubuh imunologik dan mengurangi nyeri.
Sholat tahajud juga sebagai metode alternatif
untuk memperbaiki respon emosi positif dan
mengefektifkan coping.
TERAPI DZIKIR
Subandi (2009) : kajian fenomenologi
thd komunitas pengamal dzikir.
Responden mengalami :
Transformasi religius:
Perubahan orientasi religius dari
kehidupan religius tidak matang menuju
kehidupan religius yang lebih matang,
Dari keyakinan imitatif menuju
keyakinan intuitif.
Transformasi pemahaman tentang diri,
pemahaman ajaran agama, transformasi
kesadaran
Azis dan Hotifah (2005) : dzikir
berhubungan positif dengan kontrol diri
santri.
Bukhori (2005) : dzikir berhubungan
negatif dengan agresivitas santri
TERAPI DOA
Dikaji Urbayatun (2006).
Terdapat proses psikis dalam doa : perasaan
keterhubungan yang kuat antara seorang manusia
sebagai hamba dengan Tuhannya (transendensi),
sehingga merangsang syaraf parasimpatetis dan
menimbulkan ketenangan hati.
Memungkinkan doa dapat digunakan sebagai
alternatif mengatasi gangguan jiwa ringan seperti
kecemasan, phobia, insomnia, dan depresi.
TERAPI MEMBACA & MENDENGARKAN QURAN

Habibah (2010) meneliti Pelatihan Relaksasi dengan


Membaca Al Quran dapat Menurunkan Stres Penderita
Diabetes Melitus Tipe dua pemula
Wawancara Rizki dkk (2007) kepada pasien penyakit
kronis di dua rumah sakit di Semarang : Setelah
mendengarkan lantunan Al Quran beberapa pasien
merasa lebih tenang, tenteram, dan senang, sehingga
tingkat depresinya menurun.
Mujidin (2007) : meneliti kepercayaan diri 34 mahasiswa
BK suatu univ di Yogyakarta meningkat setelah
menghayati tayangan ayat Al Quran dan penafsirannya
ttg aqidah.
TERAPI PUASA
Nashori (2007) : Puasa berdampak bagi
kesehatan mental dan spiritual.
Puasa dapat menurunkan kadar glukosa dalam
darah, mengurangi kecenderungan agresivitas,
menurunkan kecenderungan berperilaku seks
bebas, meningkatkan kemampuan pengendalian
diri, religiusitas, nilai sosial, pemaafan,
kreativitas, serta memberikan kesempatan
seseorang untuk memperoleh berbagai
pengalaman keagamaan.
TERAPI TAUBAT
Shohib (2009) melakukan kajian di Balai
Pengobatan Transformasi Malang.
Taubat : Proses mengakui, menyesali, dan
memohon ampun kepada Allah,
meninggalkan segala perbuatan dosa dan
kesalahan, serta berkomitmen tidak
mengulangi perbuatan dosa dan salah
tersebut.
Proses pertaubatan dijadikan langkah awal
membantu klien mendapatkan
kesembuhan, mengembangkan potensi diri,
dan kesehatan mental.
Taubat dapat berfungsi sebagai penguat
perasaan, pikiran, dan pengembang potensi
positif manusia, sehingga kondisi mental
manusia dapat kembali sehat sesuai dengan
kapasitas yang diberikan Tuhan.
TERAPI SABAR
Uyun (2010) : Bencana alam meninggalkan berbagai peristiwa
menyedihkan. Reaksi terhadap musibah biasanya berbagai perasaan
negatif.
Terdapat orang orang yang tetap tabah dalam menghadapi
bencana, serta mampu menemukan makna hidup melalui musibah.
Berdasarkan observasi kasus di Bantul, orang yang tabah adalah
orang yang sabar dan banyak berdzikir
Intervensi didesain untuk meningkatkan kesabaran dan
mempraktekkan shalat secara khusyuk, agar dapat diraih
ketenangan batin, dan lebih tabah menghadapi berbagai musibah.
Rosanawati (2010) meneliti 24 karyawan outsourcing di
Yogyakarta.
Hasil : kesabaran dapat membantu menurunkan kecemasan
terhadap status kepegawaian para karyawan outsourcing.
TERAPI SYUKUR
Hamamah (2010) : meneliti 30 karyawan honorer di
Yogyakarta.
Hasil : kemampuan bersyukur dapat menurunkan
perasaan tidak aman dalam bekerja pada karyawan
honorer tersebut. Beberapa responden mampu
mensyukuri kehidupannya, mampu berpikir positif dan
memaknai kehidupan yang dijalani, lebih optimis
menghadapi masa depan
Vanesa dan Uyun (2008) : ada hubungan negatif antara
bersyukur dengan depresi pada responden mahasiswa.
ADAPTASI TERAPI KONTEMPORER

Mengintegrasikan psikoterapi kontemporer dengan


terapi yang lazim dilakukan dalam kehidupan
masyarakat muslim.
Mengintegrasikan cognitive behavior therapy dengan
bersyukur/ gratitude, menjadi gratitude-cognitive
behavior therapy/G-CBT.
Model terapi G-CBT dilakukan untuk mengurangi
depresi pada remaja. Asumsinya remaja yang depresi
disebabkan kurang bersyukur.
Hasil : G-CBT efektif untuk mengurangi depresi remaja
yang menjadi responden penelitian (Mutia dkk, 2009).
ADAPTASI TERAPI KONTEMPORER
Husna (2009) mengusulkan integrasi tawakal dengan
CBT.
Tawakal : proses menjalani kehidupan dengan
penyerahan diri kepada Allah karena memiliki
keyakinan penuh terhadap tiga hal utama.
1. Berserah diri kepada Allah setelah berusaha maksimal.
2. Semua daya dan upaya manusia adalah atas Kuasa Allah.
3. Allah Maha Mengetahui baik buruknya sesuatu bagi
manusia.
Integrasi tawakal dengan CBT diharapkan dapat
meningkatkan kualitas terapi dan kualitas hidup
manusia.
ADAPTASI TERAPI KONTEMPORER
Fourianalistyawati (2009) memperkenalkan
Islamic Transpersonal Psycotherapy.
Psikoterapi transpersonal yang pembahasannya
dominan pada konsep spiritualitas, sering
dikaitkan dengan sudut pandang religius.
Aplikasi psikoterapi transpersonal dalam Islam
yaitu bertafakkur dan bertawakkal kepada iradah
Allah, sehingga dapat dicapai mental yang sehat,
dan optimis dalam menghadapi hidup.
ADAPTASI TERAPI KONTEMPORER
Spiritual-Emotional Freedom Technique/S-
EFT dikembangkan oleh Ahmad Faiz
Zainudin (2006)
SEFT : metode terapi dg mengintegrasikan
pemberdayaan spiritual dan penyelarasan
sistem energi tubuh untuk mengatasi
gangguan fisik dan emosi sehingga individu
dapat memaksimalkan potensi dalam dirinya
untuk mencapai performa (Zainuddin dalam
Anwar, 2009).
Hidayati (2009) meneliti 20 orang responden
untuk mengetahui peran terapi SEFT terhadap
kecerdasan spiritual siswa kelas XI
Hasil : SEFT berperan terhadap peningkatan
kecerdasan spiritual responden.