Anda di halaman 1dari 7

BANDENG

PRESTO
KELOMPOK 7
Yuzy Dwi Astutik (151710101031)
Titin Nur Fitriya (151710101037)
Nany Masrurotin (151710101076)
Nur Intan Aulia (151710101082)
Dimitri Prahesti (151710101100)
LATAR BELAKANG

Ikan bandeng yang memiliki duri yang


tajam dan banyak ini sangat mengganggu
bila kita ingin memakannya, jadi
kebanyakan orang membuat bandeng
presto agar durinya melunak dan bandeng
tersebut dapat di makan dengan mudah.
bandeng presto/duri lunak adalah produk olahan
hasil perikanan dengan bahan baku ikan utuh yang
mengalami perlakuan sebagai berikut: penerimaan
bahan baku, sortasi, penyiangan, pencucian,
perendaman, pembungkusan, pengukusan,
pendinginan, pengepakan, pengemasan,
penandaan, dan penyimpanan.

Bandeng presto adalah makanan khas Indonesia


yang berasal dari kota Semarang, Jawa Tengah.
BAHAN PEMBUATAN BANDENG PRESTO

Bahan dasar yang di maksudkan adalah bandeng. Ciri-ciri ikan bandeng segar yaitu:
mata bening, tekstur kenyal, sisik tidak terkelupas, insang berwarna merah dan tidak
berbau tanah apabila kita mencium dari insangnya. Hindari membeli ikan yang kurang
segar karena akan mempengaruhi kualitas produk akhir

Komponen bumbu inilah yang menjadi ciri khas bandeng presto dari
setiap daerah atau produsen. Namun, secara umum, bumbu yang
digunakan adalah garam, bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit,
lengkuas, ketumbar, kemiri, daun jeruk purut, daun salam dan cabai.
Fungsi bumbu selain sebagai pemberi cita rasa juga bersifat
bakteriostatik dan germisidal, sehingga dapat menghambat
pertumbuhan bakteri dan khamir, sehingga memperpanjang daya
simpan masakan bandeng presto.
Video pembuatan bandeng presto
Faktor yang mempengaruhi
pengolahan (1)
1. Kualitas Bahan Baku
kualitas bahan baku merupakan faktor terpenting dalam pengolahan makanan. Ikan
bandeng yang digunakan harus berkualitas baik. Syarat ikan berkualitas baik adalah
segar, tidak berbau busuk, mata jernih, insang merah, dan tubuh mengkilat.

2. Formulasi Bumbu
formulasi bumbu sangat berpengaruh penting terhadap cita rasa bandeng yang
dihasilkan. Bumbu yang digunakan antara lain bumbu halus yang terdiri dari
bawang putih, bawang merah, kunyit, garam dan ketumbar. Sedangkan bumbu
pelengkapnya adalah lengkuas, serai, dan daun salam. Proporsi bumbu juga
harus sesuai misalnya garam jika terlalu banyak akan mempengaruhi rasa ikan
yaitu terlalu asin karena ikan sudah direndam terlebih dahulu dengan larutan
garam. Contoh lain adalah kunyit, jika terlalu banyak justru rasa getir atau pahit
harus dihancurkan hingga benar-benar halus.
Faktor yang mempengaruhi
pengolahan (2)
3.Suhu Pemrestoan
Pemrestoan merupakan metode memasak menggunakan uap panas
bertekanan tinggi dimana pada uap bertekanan tinggi ini mampu melunakkan
bahan yang ada didalam alat presto tersebut. Suhu yang digunakan adalah
121C dalam waktu 60-90 menit. Pada suhu yang tinggi, air akan melebihi suhu
pada titik didih normal. Berdasarkan fakta tersebut, maka proses pemasakan
makanan dengan presto menjadi lebih cepat. Selain itu, pada suhu tinggi akan
menghasilkan tekanan dari uap air didalam alat presto yang berlangsung pada
proses pemasakan makanan.

4. Peralatan yang digunakan


faktor peralatan juga mendukung pengolahan bandeng presto. Bandeng presto
yang bermutu baik dihasilkan dan diproses dengan peralatan yang sesuai
dengan standar. Sebelum digunakan, semua peralatan harus diperhatikan
kebersihannya agar tidak mengkontaminasi bahan atau produk.