Anda di halaman 1dari 12

UNDANG-UNDANG

NEGARA REPUBLIK INDONESIA


Destriana Saraswati, M.Phil
TEORI HIERARKI
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Perbedaan Hans Kelsen Hans Nawiasky
Pengelompokan Tidak ada pengelompokan Mengelompokkan norma ke dalam
norma norma 4 kelompok yang berlainan

Jenjang Norma Jejang norma secara Jenjang norma secara khusus,


umum dihubungkan suatu negara

Penyebutan Norma Grundnorm / fundamental Staatsfundamentalnorm


Dasar norms

NB: Dengan melihat tabel di atas teori Hans Nawiasky lebih


aplikatif untuk diterapkan dalam hierarki peraturan
perundang-undangan di Indonesia
HIERARKI
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Menurut pasal 7 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011


tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan :
1. UUD NRI 1945
2. Ketetapan MPR/TAP MPR
3.Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang (Perppu)
4. Peraturan Pemerintah
5. Peraturan Presiden
6. Peraturan Daerah Provinsi
7. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota
SEJARAH UUD
UUD NRI 1945 (18/8/1945 27/12/1949)
Naskah UUD NRI 1945 dipersiapkan oleh BPUPKI, dan disahkan
Pembukaan & Batang Tubuh (37 pasal)
oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.

Konstitusi RIS (27/12/1949 17/8/1950)


Agresi Militer I & II Konferensi Meja Bundar Bentuk negara
Konstitusi RIS
berubah (RIS)

UUD Sementara 1950 (17/8/1950 - 5/7/1959)


Kesepakatan dibentuknya kembali NKRI Pembukaan menggunakan pembukaan konstitusi RIS
Penggantian naskah Konstitusi RIS menjadi UUDS 1950 revolutie-grondwet

Berlakunya kembali UUD NRI 1945 (1959 - 1966)

Berdasarkan Dekrit Presiden tanggal 5/7/1959 Presiden dipilih oleh MPRS untuk jabatan seumur hidup

UUD NRI 1945 (1966-1998)


Batang tubuh UUD tidak boleh diubahan
Presiden dipilih oleh MPR
(walau ada UU yg mengatur perubahan)

UUD NRI 1945 Amandemen (Tahun 1999 - Sekarang)

Amandemen: agenda utama reformasi Pembukaan tetap, Batang tubuh diiamandemen 4x


AMANDEMEN
Berasal dari kata amandement (Inggris):
perubahan/ mengubah.

Bagir Manan: menambah, mengurangi,


mengubah, baik redaksi maupun isinya,
sebagian atau seluruhnya.
Tipe Amandemen
1. Sebagian.
Merubah isi materi. Penambahan/pengurangan langsung
terhadap materi, tanpa mencantumkan naskah aslinya.
2. Total.
Mengganti UUD sepenuhnya, dari yang lama
menggantikan yg baru.
3. Perubahan terpisah/adendum.
Merubah dgn mempertahankan keaslian. Perubahan
termuat dlm naskah baru yg terpisah dari yg
aslinya/awalnya.
(Asshidiqie, 2014: 43-44).
Amandemen Masa Revormasi di
Indonesia
Perubahan I : 19 Oktober 1999
Perubahan II : 18 Agustus 2000
Perubahan III : 9 Nopember 2001
Perubahan IV : 10 Agustus 2002
Amandemen UUD diatur pada pasal 37 UUD NRI 1945,
intinya:

a. Usul amandemen diajukan 1/3 jumlah anggota MPR yg


diagendakan dlm sidang MPR.
b. Usulan diajukan secara tertulis & disertai alasan
perubahan
c. Untuk mengubah, sidang dihadiri 2/3 anggota MPR
d. Keputusan perubahan disetujui min 50% + 1 dari seluruh
anggota MPR.
e. Pembukaan & bentuk negara kesatuan tidak dapat diubah.
Tujuan Amandemen:
Menjaga konstitusi agar tetap dapat
diterapkan di negara tsb
menghindari perkembangan tindakan
inkonstitutional.
Tindakan inkonstitusional: Korupsi
Termuat dalam Undung-Undang No. 31 Tahun
1999

Berisi tentang:
- Definisi korupsi/tindakan koruptif
- Konsekuensi/hukuman tindakan korupsi
- Peran penegak hukum & masyarakat
Jenis-jenis tindakan koruptif
1. Merugikan keuangan negara
2. Suap-menyuap
3. Penggelapan/penyalahgunaan Jabatan
4. Pemerasan
5. Gratifikasi
6. Melindungi tindakan korupsi
7. Menghilangkan bukti tindak korupsi