Anda di halaman 1dari 11

Ground Handling

*Ground artinya darat atau di darat di Bandara (Airport).


*Handling berasal dari kata Handle artinya
Menangani/Melakukan suatu pekerjaan tertentu dengan
dengan penuh kesadaran.

Suatu aktifitas perusahaan penerbangan yang berkaitan dengan


penanganan atau pelayanan terhadap para penumpang berikut
bagasinya, kargo, pos, peralatan pembantu pergerakan pesawat
di darat dan pesawat terbang itu sendiri selama berada di
Bandara, untuk keberangkatan (Departure) maupun untuk
kedatangan atau ketibaan (Arrival).
Ruang Lingkup Ground Handling
1. Pre-Flight (departure handling)
: Kegiatan penanganan terhadap penumpang berikut
bagasinya dan kargo pesawat sebelum keberangkatan
(di Bandara asal/Origin Station). Berakhir ketika
pesawat siap-siap untuk lepas landas, yaitu pada saat
pintu pesawat ditutup, mesin dihidupkan dan ganjal
roda pesawat sudah dilepas (Block Off). Setelah itu
tanggung jawab pada fase berikutnya (In-Flight) berada
di tangan Pilot In Command beserta para awak
kabinnya.
Ruang Lingkup Ground Handling
2. Post Flight (arrival handling)
: Kegiatan penanganan terhadap penumpang beserta bagasinya
dan kargo dan pesawat setelah penerbangan (di Bandara
tujuan/Destination). Dimulai pada saat pesawat taxi (Parking
Stand), mesin pesawat sudah dimatikan, roda pesawat sudah
diganjal (Block On) dan pintu pesawat sudah dibuka (Open The
Door) dan para penumpang sudah dipersilahkan untuk turun
atau keluar dari pesawat, maka pada saat itu para staff udara
sudah memiliki kewenangan untuk mengambil alih pekerjaan
dari Pilot In Command (PIC) beserta cabin crew-nya.
Tujuan Ground Handling

1. Flight Safety
2. On Time Performance
3. Customer Satisfaction
4. Reliability
Definisi bandara
Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil
Aviation Organization): Bandar udara adalah area
tertentu di daratan atau perairan (termasuk bangunan,
instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara
keseluruhan atau sebagian untuk kedatangan,
keberangkatan dan pergerakan pesawat.
Menurut PT (persero) Angkasa Pura adalah : lapangan
udara, termasuk segala bangunan dan peralatan yang
merupakan kelengkapan minimal untuk menjamin
tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk
masyarakat.
Perkembangan Bandara
Pada masa awal penerbangan, bandara hanyalah sebuah tanah lapang
berumput yang bisa didarati pesawat dari arah mana saja tergantung arah
angin.
Di masa Perang Dunia I, bandara mulai dibangun permanen seiring
meningkatnya penggunaan pesawat terbang dan landas pacu mulai
terlihat seperti sekarang. Setelah perang, bandara mulai ditambahkan
fasilitas komersial untuk melayani penumpang.
Sekarang, bandara bukan hanya tempat untuk naik dan turun pesawat.
Dalam perkembangannya, berbagai fasilitas ditambahkan seperti toko-
toko, restoran, pusat kebugaran, dan butik-butik merek ternama apalagi di
bandara-bandara baru.
Kegunaan bandara selain sebagai terminal lalu lintas manusia /
penumpang juga sebagai terminal lalu lintas barang. Untuk itu, di sejumlah
bandara yg berstatus bandara internasional ditempatkan petugas bea dan
cukai.
Fasilitas bandara
Sisi Udara (Air Side) Sisi Darat (Land Side)
landas pacu : Panjangnya landas pacu biasanya Terminal Bandara atau concourse adalah pusat
tergantung dari besarnya pesawat yang dilayani. urusan penumpang yang datang atau pergi. Di
Pada bandara yang ramai, umumnya dengan dalamnya terdapat counter check-in, (CIQ,
konstruksi beton dengan panjang 3.600 meter Custom - Immigration - Quarrantine) untuk
dan lebar 30 meter. Pesawat yang dilayani bandara internasional, dan ruang tunggu serta
adalah jet sedang seperti Fokker-100, DC-10, B- berbagai fasilitas untuk kenyamanan
747, Hercules, dlsb. Bandara international penumpang.
terdapat lebih dari satu landasan untuk Baggage delivery dengan cara ban berjalan /
antisipasi ramainya lalu lintas. baggage conveyor
Apron adalah tempat parkir pesawat yang dekat Di bandara besar, penumpang masuk ke pesawat
dengan bangunan terminal. melalui belalai.
Taxiway : menghubungkan apron dan run-way Di bandara kecil, penumpang naik ke pesawat
Air Traffic Controller, berupa menara khusus melalui tangga yang bisa dipindah-pindah.
pemantau yang dilengkapi radio control dan Curb adalah tempat penumpang naik-turun dari
radar, yang berfungsi untuk mengatur lalulintas kendaraan darat ke dalam bangunan terminal
pesawat yang akan memasuki atau Parkir kendaraan, untuk parkir para penumpang
meninggalkan bandara. dan pengantar/penjemput, termasuk taksi.
unit penanggulangan kecelakaan (air rescue
service) yang berupa peleton penolong dan
pemadam kebakaran, mobil pemadam
kebakaran, tabung pemadam kebakaran,
ambulance, dll. peralatan penolong dan
pemadam kebakaran
Fuel service untuk mengisi bahan bakar avtur.
Sistem Pengamanan Bandar Udara
Sistem pengamanan bandar udara terutama ditujukan untuk pengamanan penerbangan, termasuk
penumpangnya dari barang barang bahaya, pembajakan, sabotase, dan lain lain.

Tindakan pengamanan dilaksanakan antara lain dengan cara sebagai berikut:


a. Tindakan pengamanan dengan pembagian daerah bandar udara menjadi public area, restricted
public area, non-public area.
b. Tindakan pemeriksaan keamanan/pax, bagasi penumpang, bagasi kabin.
c. Setiap petugas diwajibkan memiliki pass bandar udara.
d. Setiap petugas diwajibkan mengenakan pakaian seragam dinas, termasuk badge nama petugas
tersebut.
e. Custom check (pemeriksaan bea dan cukai), yaitu pemeriksan terhadap penumpang dan
barang/bagasinya untuk menghindari penyelundupan dan masuknya barang barang terlarang.
Tujuannya untuk mengetahui berapa macam barang yang tidak kena bea.
f. Labeling adalah suatu sistem untuk memudahkan identifikasi barang barang penumpang dengan
cara memberikan label barang, yang terdiri dari identification tag yang diberikan kepada petugas
untuk dilekatkan pada tas ataupun barang bawaan penumpang yang masuk ke dalam bagasi dan
claim tag yang diberikan kepada penumpang sebagai tanda terima.
PORT HANDLING
1. Ground Handling Technical : pelayanan yg bersifat teknis
utk keperluan pesawat terbang:
Isi bahan bakar
Membersihkan pesawat, tmasuk WC, kursi, pantry dll
Makanan/Katering
Marshaling(juru parkir yg memberikan aba-aba bagi
pesawat terbang yg hendak mendarat).
Pax transportation (dari pesawat ke ruang tunggu dan
sebaliknya)
Air operation, yaitu bertugas memberi keterangan
mengenai cuaca kepada pilot (NOTAM / Note to Airman)
PORT HANDLING
2. Ground Handling Passangers:
Departure section:
a. check in: proses pelayanan/pelaporan pax di bandara utk mendapatkan
nomor tempat duduk di pesawat.
b. document clearance: proses penyelesaian dokumen perjalanan bagi pax
yg mgunakan jasa penerbangan internasional baik departure maupun
arrival. (paspor, exit permit, visa, health certivicate.
c. baggage handling: pelayanan utk mengurusi bagasi pax. (dep/arr).
d. load and balance : pelayanan utk mengetahui daya muat pesawat (pax &
kargo yg berkaitan dgn keseimbangan/kelancaran penerbangan.
e. boarding : pelayanan yg berangkat utk memasuki pesawat udara.
f. Lost & found : pelayanan yg diberikan kpd departure pax dlm mengurusi
bagasi yg tdk diketahui pemiliknya, maupun yg tidak ditemui pemiliknya.
PORT HANDLING
2. Ground Handling Passangers:
Departure section:
a. check in: proses pelayanan/pelaporan pax di bandara utk mendapatkan
nomor tempat duduk di pesawat.
b. document clearance: proses penyelesaian dokumen perjalanan bagi pax
yg mgunakan jasa penerbangan internasional baik departure maupun
arrival. (paspor, exit permit, visa, health certivicate.
c. baggage handling: pelayanan utk mengurusi bagasi pax. (dep/arr).
d. load and balance : pelayanan utk mengetahui daya muat pesawat (pax &
kargo yg berkaitan dgn keseimbangan/kelancaran penerbangan.
e. boarding : pelayanan yg berangkat utk memasuki pesawat udara.
f. Lost & found : pelayanan yg diberikan kpd departure pax dlm mengurusi
bagasi yg tdk diketahui pemiliknya, maupun yg tidak ditemui pemiliknya.