Anda di halaman 1dari 21

Furudul Muqaddarah adalah bagian yang telah

ditentukan. Furudul muqaddarah ada enam yaitu :


1.
2.

3.


4.
5.
6.
a) Suami, apabila tidak ada :Anak laki-laki atau perempuan,
Cucu laki-laki atau perempuan dari anak laki-laki
b) Anak perempuan, apabila di seseorang diri tidak ada anak
laki-laki.
c) Cucu perempuan dari anak laki-laki apabila seorang diri
dan tidak ada anak perempuan, cucu laki-laki/perempuan
dari anak laki-laki
d) Saudara perempuan sekandung, apabila seorang diri dan
tidak ada anak laki-laki atau perempuan, cucu laki-laki
atau perempuan dari anak laki-laki, bapak, kakek (bapak
dari bapak), saudara laki-laki sekandung
e) Saudara perempuan sebapak, apabila
seorang diri, dan tidak ada : anak laki-laki
atau perempuan, cucu laki-laki atau
perempuan dari anak laki-laki, bapak, kakek
(bapak dari bapak), saudara perempuan
sekandung, saudara laki-laki ssebapak
Suami dengan syarat bersama dengan slaah
satu :anak laki-laki atau perempuan, cucu
laki-laki atau perempuan dari anak laki-laki.
Istri (satu atau lebih) dengan syarat tidak ada
: anak laki-laki atau perempuan , cucu laki-
laki/perempuan dari anak laki-laki
Istri satu atau lebih dengan syarat bersama
salah satu dari : anak laki-laki atau
perempuan, cucu laki-laki atau perempuan
dari anak laki-laki
Anak perempuan apabila ada dua orang atau
lebih, dengan syarat tidak ada anak laki-laki
Cucu perempuan dari anak laki-laki, apabila ada
2 orang atau lebih,dengan syarat tidak ada anak
perempuan dan tidak ada cucu laki-laki dari anak
laki-laki,
Saudara perempuan sekandung, apabila ada dua
orang atau lebih degan syarat tidak ada salah
satu dari : anak laki-laki atau perempuan, bapak,
kakek, saudara laki-laki sekandung, anak
perempua, cucu perempuan dari anak laki-laki
Saudara perempuan sebapak, apabila ada dua
orang ata lebih dengan syarat tidak ada salah
satu dari : anak laki-laki atau perempuan,
saudara perempuan sekandung, bapak dan
kakek, saudara laki-laki sebapak, cucu
perempuan dari anak laki-laki.
Ibu, apabla tidak ada : anak laki-laki atau
perempuan, cucu laki-laki atau perempuan dari
anak laki-laki, saudara laki-laki atau perempuan,
yaitu dua orang atau lebih,sekandung, sebapak
saja, atau seibi saja.
Saudara laki-laki atau perempuan, apabila ada
dua orang atau lebih dengan syarat tidak ad :
anak laki-laki atau perempuan, cucu laki-laki
atau perempuan dari anak laki-laki, bapak,
kakek.
Bapak, apabila ada salah satu dari : anak laki-laki
atau perempuan, cucu laki-laki atau perempuan dari
anak laki-laki
Kakek, (bapak dari bapak) ketika bersama anak laki-
lakki atau perempuan, dengan syarat tidak ada :
bapak, saudara laki-laki atau perempuan sekandung
atau seayah.
Ibu, apabila ada salah satu dari : anak laki-laki atau
perempuan, cucu laki-laki atau perempuan dari anak
laki-laki, laki-laki atau perempuan yang lebih dari
satu, baik sekandung, sebapak saja maupun seibu
saja.
Cucu perempuan dari anak laki-laki baik
seseorang atau lebih, apabila bersama dengan
anak perempuan dan tidak cucu laki-laki dari
anak laki-laki
Saudara perempuan sebapak, seorang atau lebih
ketika bersama seorang saudara perempuan
sekandung dan tidak ada saudara laki-laki
sebapak.
Nenek, baik seorang atau lebih baik nenek dari
ibu apabila ibu tidak ada atau nenek dari bapak
apabila bapak tidak ada.
Saudara laki-laki atau perempuan seibu,
ketika seorang diri dan apabila tidak ada :
anak laki-laki atau perempuan, cucu laki-laki
atau perempuan dari anak aki-laki, bapak,
bapak dari bapak (kakek)
Zawil Furud adalah golongang orang-orang yang
mempunyai bagian- bagian tertentu, yang telah ditetapkan
dalam Al- Quran atau hadis.
Ahli 9waris yang tergolong adalah
1. Suami 9. Saudara laki-laki/ perempuan seibu
2. Istri 10.Kakek
3. Anak perempuan 11. nenek
4. Anak perempuan dari anak laki-laki (cucu) 12.Asabah
5. Ibu
6. Ayah
7. Saudara perempuan sekandung
8. Saudara laki-laki sekandung
Asabah adalah ahli waris yang bagiannya
tidak ditetapkan. Mereka bisa menerima
semua harta pusaka jika tidak ada ahli waris
zawil furud.
Asabah ada 3 macam, yaitu
1. Asabah bi nafsihi
2. Asabah bil gair
3. Asabah maal gair
Asabah bi nafsishi yaitu ahli waris yang langsung menjadi
asabah tanpa disebabkan orang lain. Mereka yaitu : Bapak,
Kakek ke atas, anak laki-laki, cucu laki-laki dari anak laki-
laki kebawah, saudara laki-laki sekandung, saudara laki-
laki sebapak, anak laki-laki dari saudara laki-laki
sekandung, anak laki-laki dari saudara laki-laki sebapak,
paman (saudara laki-laki seknadung dari bapak), paman (
saudara laki-laki sebapak dari bapak), anak laki-laki dari
paman sekandung dari bapak, anak lakilaki dari paman
seba[ak saja dari bapak, tuan laki-laki yang
memerdekakan hamba sahaya, tuan perempuan yang
memerdekakan hamba sahaya, anak laki-laki dari tuan
laki-laki yang memerdekakan hamba sahaya.
Asabah bil gair yaitu asabah dengan sebab
orang lain. Mereka yaitu : anak perempuan
apabila bersama dengan anak laki-laki, cucu
perempuan dari anak laki-laki apabila
bersama cucu laki-laki dari anak laki-laki,
saudara perempuan sekandung, apabila
bersama saudara laki-laki sekandung,
saudara perempuan seayah, apabila bersma
saudara laki-laki seayah
Asabah gair adalah ahli waris perempuan yang
mendapat sisa bagian harta warisan ketika
bersama dengan ahli waris perempuan lain.
Mereka yaitu : saudara perempuan
sekandung, apabila bersama dengan anak
perempuan atau cucu perempuan dari anak
laki-laki, saudara perempuan seayah bersama
dengan anak perempuan atau cucu
perempuan dari anak laki-laki.
Ahli waris yang mendapat zawil furud
Ahli waris yang hanya menjadi asabah
Ahli waris yang terkadang menjadi zawil
furud dan terkadang menjadi asabah
Ahli waris yang terkadnag menjadi zawil
furud dan terkadang asabah dan juga
menjadi zawil furud dan asobah
Hijab yaitu penghapusan atau penghalalan
terhadap hak waris seseorang, baik
penghapusan secara seluruhnya atau hanya
pengurangan dari bagiannya, karena ada ahli
waris yang lebih dekat dengan yang
meninggal
Hijab bil wasfi (hijab sebab sifat)
Hijab bisy syakhi ( hijab karena seseorang)
Anak kandung laki-laki
Anak kandung perempuan
Ayah
Ibu
Suami
istri