Anda di halaman 1dari 27

Contoh PERHITUNGAN KEBUTUHAN LUAS LAHAN

untuk Pembangunan Perumahan


Luas lahan bagi
perumahan dengan
proporsi 1 =
X x 17 %

Luas lahan bagi


Luas lahan bagi Proporsi Luas
perumahan dengan
perumahan baru = Lahan Perumahan
proporsi 2 =
X% 1:2:3
X x 33 %

Luas lahan bagi


perumahan dan Luas lahan bagi
infrastruktur baru perumahan dengan
= 100 % proporsi 3 =
X x 50 %

Luas lahan bagi


PSU = Y % Ketentuan Proporsi Perbandingan Luas Lahan
Perumahan Baru dan Luas Lahan PSU dengan
Asumsi Perbandingan sesuai Ketetapan RTRW x %
:y%

Sumber: Draft Buku Manual Penyusunan RP4D,


2009 1
Analisis Daya Tampung Perumahan dan Permukiman
pada Wilayah Perkotaan Kabupaten

Rumus perhitungan luas lahan &


Data luas dan
infrastruktur baru
sebaran (& peta)
permukiman
eksisting

Luas dan sebaran


Hitung luas dan sebaran ketersediaan lahan
ketersediaan lahan bagi bagi permukiman
permukiman dan infrastruktur dan infrastruktur
baru per kecamatan baru per kecamatan Asumsi perbandingan luas
rumah : type kecil 200 m2
Data luas dan
(proporsi 3), menengah 400 m2
sebaran (& peta)
kesesuaian lahan (proporsi 2) dan type besar 600
permukiman m2 (proporsi 1)

Hitung Daya Tampung


Hitung perbandingan luas lahan
bagi permukiman dan PSU Perumahan & Permukiman
dengan ketentuan komposisi D jumlah rumah baru dengan
perbandingan ketentuan komposisi
perbandingan 1:2:3
Asumsi perbandingan luas
lahan permukiman : PSU =
- Ditetapkan RTRW , atau
Daya tampung
- Luas permukiman : Luas PSU = Luas lahan bagi permukiman
perumahan &
70 % : 30 % Baru
permukiman jumlah
rumah baru
Luas lahan bagi PSU di
permukiman baru
2
Proyeksi Kebutuhan Pembangunan dan Pengembangan
Perumahan dan Permukiman

a) Proyeksi Kebutuhan berdasarkan pertumbuhan rumah tangga/ KK


dan Backlog

Analisis Proyeksi Kebutuhan Rumah di Wilayah Kota/Kabupaten

Kota atau Kabupaten yang


berbatasan dengan Kota inti atau
Metropolitan harus
memperhitungkan limpahan
kebutuhan rumah dari Kota intinya.

Pemenuhan kebutuhan rumah pada


Kota inti dapat disebar ke
hinterland-nya, yaitu Kota atau
Kabupaten yang berbatasan, sesuai
dengan karakteristik tiap Kota/
Kabupaten tersebut.
Asumsi:
Perbandingan pemenuhan
kebutuhan rumah di Kota inti (PKN
Metropolitan): di Kota/Kabupaten
Sumber: Draft Buku Manual
hinterland-nya adalah 20% : 80%
Penyusunan RP4D, 2009 3
Proyeksi Kebutuhan berdasarkan pertumbuhan rumah
tangga/ KK dan Backlog

R umus K ebutuhan
Rumah Akibat
P ertumbuhan Rumah
T angga /KK
Jumlah rumah tangga5
tahun terakhir s .d tahun ke- P er hitungan laju
x (tahun ter akhir), untuk pertumbuhan rumah
L aju pertumbuhan
tiapkecamatan dan total tangga/KK dalam 5 tahun, HitungK ebutuhan Rumah
rumah tangga /KK
kota bila data laju tidak AkibatP er tumbuhan
ter dapat Rumah T angga /KK

Jumlah rumah Jumlah rumah ,


tangga/KK , T ahun T ahun T erakhir ,
R umus perhitungan laju Jumlah K ebutuhan
T er ak hir , T hke X, T h keX , dari
pertumbuhan KK / Rumah Ak ibat
R umah T angga, P er tumbuhan Rumah
T angga /KK

Back log
Laju per tumbuhan rumah Hitung B acklogK ebutuhan kebutuhan HitungK ebutuhan
Jumlah rumah R umah rumah tahun R umah T otal
tangga/KK, bila tidak P er hitungan Pr oyeks i tangga /KK s mp ke X
terdapat dapat gunakan laju J umlah R umah T angga/ akhir th
per tumbuhan penduduk, KK
perencanaan

Jumlah
K ebutuhan
R umus perhitungan R umah Total
Rumus perhitungan
proyeks i per tumbuhan backlogKK /R umah
KK /R umah T angga, T angga,

HitungK ebutuhan
Pr opors i R umah R umah T otal
B er imbang 1 : 2 : 3

Jumlah K ebutuhan
Rumah T otal dlm
Sumber: Draft Buku Manual P ropors i R umah
Penyusunan RP4D, 2009 B er imbang
4
a) Rumus Perhitungan Proyeksi Kebutuhan Rumah

Laju Pertumbuhan Rumah Tangga/ KK


a) Pertumbuhan rumah tangga/ KK tetap
Bila setiap tahun, pertambahan rumah tangga/KK memiliki jumlah relatif sama.

b) Pertumbuhan rumah tangga/ KK linier


Bila pertambahan rumah tangga/KK per tahun tidak relatif sama, tapi tidak menunjukkan
lonjakan perkembangan rumah tangga

c) Pertumbuhan rumah tangga/ KK eksponensial


Bila setiap tahun, pertambahan rumah tangga/KK memiliki jumlah yang makin lama
meningkat, misal 2 kali lipat, 3 kali lipat, dst.

Bila pertumbuhan rumah tangga/ KK tetap

b = Pn P0 ..................................................(rumus 2)
di mana :
b = Jumlah pertambahan rumah tangga/ KK per tahun
Pn = Jumlah rumah tangga/ KK pada akhir tahun perhitungan
Po = Jumlah rumah tangga/ KK pada akhir tahun perhitungan 5
b) Rumus Perhitungan Proyeksi Kebutuhan Rumah Lanjutan....

Proyeksi Jumlah Rumah Tangga/ KK


Bila pertumbuhan rumah tangga/ KK linier
Pti = Po + nir .................................. (rumus 7)
di mana
Pt = Jumlah Rumah Tangga pada tahun t
Po = Jumlah Rumah Tangga pada tahun 0 (tahun dasar = th-X)
n = jumlah tahun proyeksi
r = laju pertumbuhan rumah tangga / KK
i = tahun ke 1, 2,....., 20

Contoh Format Tabel Proyeksi Jumlah Rumah Tangga/KK


Proyeksi Jumlah Rumah Tangga / KK
NO KECAMATAN ThX Th X+1 Th X+20
2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 20.. 2036
1 Bontang 11.481 11.799 12.116 12.433 12.751 13.068 13.386 13.703 14.021 ............. .............
Selatan
.2 Bontang Utara 11.667 11.985 12.302 12.620 12.937 13.255 13.572 13.890 14.207 ............. .............
3 Bontang Barat 6.459 6.777 7.094 7.412 7.729 8.047 8.364 8.682 8.999 ............ .............
WILAYAH PERKOTAAN 29.608 30.560 31.513 32.465 33.418 34.370 35.322 36.275 37.227 ............. .............
KABUPATEN BONTANG

6
Contoh Format Tabel Proyeksi Kebutuhan Jumlah Rumah
Tangga/KK berdasarkan Segmentasi Pendapatan Penduduk

DEMAND
DEMAND
RUMAH RUMAH
RUMAH BACKLOG RUMAH
RUMAH AKIBAT Th 2036 (KK/ Rumah Tangga)
NO KECAMATAN TANGGA RUMAH TANGGA PERTUMB.
Th 2017 Mene
Th 2017 Th 2017 Th ke 2036 RMH
TANGGA Total Miskin MBR ngah
Atas

f=e+ g h i
a b c = a-b d e =d-a
c
1 Lembang 11.481 10.564 917 14.656 3.175 4.092 2373,36 1.023 696
2 Ngamprah 11.667 10.336 1.331 14.842 3.175 3.506 2278,9 771 456
3 Padalarang 6.459 4.506 1.935 9.634 3.175 5.110 2401,7 1.431 613

KABUPATEN
29.608 25.406 4.202 39.132 9.525 13.727 7.962 3.294 1.922
BANDUNG BARAT

7
b) Proyeksi Kebutuhan berdasarkan Segmentasi Pendapatan

Asumsi jumlah
jiwa/KK

Data jumlah penduduk


berdasarkan segmentasi Jumlah Rumah
pendapatan, tahun ke-x (tahun Hitung jumlah Tangga/KK tahun
terakhir) per kecamatan, dari rumah tangga/KK ke-x (tahun terakhir)
langkah 6

Proyeksikan jumlah rumah


Laju pertumbuhan tangga / KK sampai
penduduk dengan Tahun ke-X+10 20

Jumlah rumah tangga / KK


sampai dengan Tahun ke-X
++10
20

8
c) Proyeksi Kebutuhan Peningkatan Kualitas Permukiman

Peta Kawasan
Delineasi (batas) kawasan
kawasan permukiman
permukiman yang bermasalah
bermasalah

Data permukiman bermasalah Luas kawasan


berdasarkan jenisnya (padat, Hitung kebutuhan kawasan
kumuh, pesisir, bencana, dll luas kawasan permukiman
tergantung pada kondisi kota/ permukiman yang bermasalah
kabupaten) yang diperoleh dari bermasalah
langkah 7

Hitung jumlah
penduduk yang bisa
Asumsi Jumlah dilayani per kawasan
Jiwa per KK permukiman Standar Pelayanan
bermasalah PSU

Jumlah penduduk
yang bisa dilayani Hitung jumlah PSU
per kawasan per kawasan (untuk
permukiman setiap jenis PSU)
bermasalah yang diperlukan

Jumlah PSU per


kawasan (untuk
setiap jenis PSU)

9
d) Proyeksi Kebutuhan Penyediaan Rumah Baru

10
d) Proyeksi Tambahan PSU bagi Permukiman Baru

11
Contoh :Perkiraan Tambahan Kebutuhan Prasarana
Utilitas Air minum Bagi Permukiman Baru

Kebutuhan Tambahan Air Minum Tahun 2036


Jumlah
No Kecamatan Tambahan
Kebutuhan Air
KK/Rumah Kebocoran (15%) Total (ltr/hari)
(ltr/hari)
Tangga
(unit)

a b = a x 200 c = b x 15 % d=b+c

1 Lembang 4.092 818.400 122.760 941.160


2 Ngamprah 3.506 701.200 105.180 806.380
3 Padalarang 5.110 1.022.000 153.300 1.175.300
Wilayah Perkotaan
Kabupaten Bandung 13.727 2.745.400 411.810 3.157.210
Barat

12
e) Proyeksi Kebutuhan Prasarana, Sarana, Dan Utilitas Umum

Data jumlah penduduk Rumus perhitungan Standar pelayanan Jumlah PSU tahun
5 tahun terakhir s.d proyeksi pertumbuhan penduduk per PSU ke-x
tahun ke-x (tahun penduduk
terakhir), per
kecamatan dari
langkah 6 Proyeksi jumlah
Hitung proyeksi penduduk dari th-x, Kebutuhan PSU Hitung tambahan
Hitung kebutuhan berdasarkan
jumlah penduduk dari saat ini, s.d th-x + +10,
20 kebutuhan PSU
PSU berdasarkan jumlah penduduk
th-x, saat ini, s.d th-x akhir tahun berdasarkan jumlah
jumlah penduduk tahun ke-x + 10
++20
10, akhir tahun perencanaan tahun ke-x + +10 + 20 penduduk tahun ke-x
20
perencanaan + 20
+ 10
Laju pertumbuhan
penduduk dari langkah
6 (tersedia)
Tambahan
kebutuhan PSU
Laju pertumbuhan Rumus perhitungan berdasarkan
penduduk hasil jumlah kebutuhan PSU jumlah penduduk
perhitungan
tahun ke-x + +10
20

Laju pertumbuhan Hitung laju


penduduk dari langkah pertumbuhan
6 (tidak tersedia) penduduk dalam 5
tahun

Rumus perhitungan laju


pertumbuhan penduduk

13
Jumlah Kekurangan Rumah Di Kota Semarang
per Kecamatan (tahun 2012)

Jumlah Rumah Jumlah KK Kekurangan


No Kecamatan
(unit) (jiwa) Rumah
1 Mijen 14.221 16.669 2.448
2 Gunungpati 14.499 21.501 7.002
3 Banyumanik 23.446 35.529 12.083
4 Gajah Mungkur 12.535 14.885 2.350
5 Semarang Selatan 15.856 24.746 8.890
6 Candisari 15.624 19.909 4.285
7 Tembalang 33.512 43.197 9.685
8 Pedurungan 56.569 45.512 11.057
9 Genuk 16.283 24.719 8.436
10 Gayamsari 13.029 27.173 14.144
11 Semarang Timur 18.066 21.842 3.776
12 Semarang Utara 28.024 32.108 4.084
13 Semarang Tengah 17.994 20.844 2.850
14 Semarang Barat 37.998 44.302 6.304
15 Tugu 6.246 8.603 2.357
16 Ngaliyan 26.622 33.645 7.023
Jumlah 350.525 435.184 84.660
Sumber: Studi Penyusunan Rencana Pembangunan Dan
Pengembangan Perumahan Dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Kota
Semarang Tahun 2013 14
Kebutuhan Perumahan dan kawasan
permukiman
Kota Semarang Tahun 2014-2031

Sumber: Studi Penyusunan Rencana Pembangunan Dan


Pengembangan Perumahan Dan Kawasan Permukiman (RP3KP)
Kota Semarang Tahun 2013 15
Kebutuhan Lahan untuk pembangunan perumahan
Di Kota Semarang Tahun 2014-2031
Besar Sedang Kecil Luas
KEBUTUHAN Kebutuhan
RUMAH 2014- 17% 200 (m2) 33% 150 (m2) 50% 72 (m2) Lahan (Ha)
KECAMATAN 2031 (BC=60%)
Mijen 5.313 903 180.633,5 1.753 262.981 2.656 191.259 101,58
Gunungpati 15.163 2.578 515.550,5 5.004 750.581 7.582 545.877 289,92
Banyumanik 27.365 4.652 930.393 9.030 1.354.543 13.682 985.122 523,21
GajahMungkur 8.973 1.525 305.065 2.961 444.139 4.486 323.010 171,55
Semarang Selatan 18.082 3.074 614.771 5.967 895.034 9.041 650.934 345,72
Candisari 12.794 2.175 434.979 4.222 633.278 6.397 460.566 244,61
Tembalang 19.345 3.289 657.730 6.384 957.578 9.673 696.420 369,88
Pedurungan 7.575 1.288 257.558,5 2.500 374.975 3.788 272.709 144,84
Genuk 19.797 3.365 673.089,5 6.533 979.939 9.898 712.683 378,51
Gayamsari 23.339 3.968 793.534,5 7.702 1.155.293 11.670 840.213 446,25
Semarang Timur 9.537 1.621 324.249,5 3.147 472.069 4.768 343.323 182,34
Semarang Utara 14.696 2.498 499.655,5 4.850 727.440 7.348 529.047 280,98
Semarang Tengah 6.504 1.106 22.119 2.146 321.923 3.252 234.126 124,35
Semarang Barat 16.323 2.775 554.965 5.386 807.964 8.161 587.610 312,09
Tugu 5.445 926 185.121,5 1.797 269.515 2.722 196.011 104,10
Ngaliyan 16.923 2.877 575.373,5 5.585 837.676 8.461 609.219 323,56
Total 227.170 38.619 7.723.788,5 74.966 11.244.927 113.585 8.178.129 4.343,50
Sumber: Studi Penyusunan Rencana Pembangunan Dan Pengembangan 16
Perumahan Dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Kota Semarang Tahun 2013
Jumlah Rumah Tidak Layak Huni dan jumlah rumah
yang mendapat bantuan (Unit)
Rumah yang
Jumlah Rumah Tidak mendapat
No. Kecamatan Layak Huni (Unit) bantuan (Unit)
1 Mijen 1.845 10
2 Gunungpati 3.489 14
3 Banyumanik 824 8
4 Gajah Mungkur 789 10
5 Semarang Selatan 686 14
6 Candisari 767 14
7 Tembalang 2.237 16
8 Pedurungan 2.925 10
9 Genuk 3.209 8
10 Gayamsari 1.832 11
11 Semarang Timur 1.403 12
12 Semarang Utara 4.365 12
13 Semarang Tengah 2.151 16
14 Semarang Barat 4.477 19
15 Tugu 602 13
16 Ngaliyan 1.171 15
Jumlah 32.772 202
Sumber: Studi Penyusunan Rencana Pembangunan Dan
Pengembangan Perumahan Dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Kota
Semarang Tahun 2013 17
Lokasi dan Jumlah Rumah Sewa di Kota Semarang (Unit)
Kapasitas
No Nama Rusun Kategori Alamat/Lokasi Sewa/Bulan Hunian
(unit)
Kel. Plamongsari Lt I : Rp. 80.000
1 Plamongan Rumah Susun 208
Kec. Pedurungan Lt II : Rp.60.000
Lt II : Rp.110.000
Kel. Kaligawe Lt III: Rp.100.000
2 Kaligawe Tipe 24 Rusunawa 384
Kec. Gayamsari Lt IV: Rp. 90.000
Lt V : Rp. 70.000
Lt. II: Rp.100.000
Kel. Kaligawe
3 Kaligawe Tipe 21 Rusunawa Lt III: Rp. 90.000 192
Kec. Gayamsari
Lt.IV: Rp. 65.000
Kel. Karangroto Lt I : Rp. 70.000
4 Karangroto Blok C Rumah Susun 104
Kec. Genuk Lt II: Rp. 60.000
Kel. Pekunden Lt III: Rp. 70.000 10
5 Pekunden Rumah Susun
Kec. Semarang Tengah Lt IV: Rp. 60.000 28
Lt II: Rp. 75.000 60
Kel. Bandarharjo
6 Bandarharjo Rumah Susun Lt III:Rp. 65.000 58
Kec. Semarang Utara
Lt IV:Rp. 55.000 59
Lt II : Rp.75.000
Kel. Bandarharjo
7 Bandarharjo Lama Rumah Susun Lt III: Rp. 65.000 30
Kec. Semarang Utara
Lt IV: Rp. 55.000
Kel. Tlomulyo
8 Gasemsari Rumah Deret Rp. 65.000 20
Kec. Pedurungan
Kel. Karangroto
9 Karangroto A & B Rumah Deret Rp. 60.000 50
Kec. Genuk
Kel. Trimulyo Baru : 84
10 Pondok Boro Rp. 2.000/hari
Kec. Genuk Lama : 12
11 Karangroto Rusunawa 384
12 Kudu Rusunawa 384
Jumlah 2.067

Sumber: Studi Penyusunan Rencana Pembangunan Dan Pengembangan Perumahan 18


Dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Kota Semarang Tahun 2013
Tipologi Permukiman di Kota Semarang
Tahun 2013

Lokasi Permukiman Kumuh


Permukiman pada Kawasan Industri
Perumahan Peruntukan Khusus
Perumahan Peruntukan Lainnya
Permukiman Cagar Budaya
Permukiman pada Daerah Banjir
Permukiman pada Daerah Longsor
Permukiman pada Daerah Serapan Air
Permukiman pada Daerah Sempadan Pantai
Permukiman pada Daerah Sempadan Sungai

Sumber: Studi Penyusunan Rencana Pembangunan Dan Pengembangan 19


Perumahan Dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Kota Semarang Tahun 2013
Rencana Pembangunan Perumahan Baru
Kota Semarang

Permukiman Kepadatan Rendah


Permukiman Kepadatan Sedang
Permukiman Kepadatan Tinggi

Sumber: Studi Penyusunan Rencana Pembangunan Dan Pengembangan 20


Perumahan Dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Kota Semarang Tahun 2013
Strategi dan Indikasi Program
untuk Pembangunan Baru Kota Semarang

Kawasan Permukiman Perkotaan


Kawasan Siap Bangun (KASIBA)
Kawasan Perumahan Swadaya

Sumber: Studi Penyusunan Rencana Pembangunan Dan Pengembangan Perumahan Dan 21


Kawasan Permukiman (RP3KP) Kota Semarang Tahun 2013
Rencana Pembangunan Perumahan di Kawasan Khusus
Kota Semarang

Kawasan Industri
Perumahan Peruntukan Khusus
Permukiman Cagar Budaya

Sumber: Studi Penyusunan Rencana Pembangunan Dan Pengembangan Perumahan


Dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Kota Semarang Tahun 2013 22
Strategi dan Indikasi Program Untuk Peningkatan Kualitas
Perumahan dan Permukiman Kota Semarang

Lokasi Permukiman Kumuh


Permukiman pada Kawasan Industri
Perumahan Peruntukan Khusus
Perumahan Peruntukan Lainnya
Permukiman Cagar Budaya
Permukiman pada Daerah Banjir
Permukiman pada Daerah Longsor
Permukiman pada Daerah Serapan Air
Permukiman pada Daerah Sempadan Pantai
Permukiman pada Daerah Sempadan Sungai

23
Sumber: Studi Penyusunan Rencana Pembangunan Dan Pengembangan Perumahan Dan
Kawasan Permukiman (RP3KP) Kota Semarang Tahun 2013
CONTOH PENANGANAN BACKLOG MELALUI PEMBANGUNAN BARU PERUMAHAN
DI SUMATERA UTARA
KEPEMILIKAN RUMAH/BANGUNAN TEMPAT TINGGAL Backlog Kepemilikan (unit) Backlog Penghunian (unit)
NO KABUPATEN JUMLAH KELUARGA
MILIK SENDIRI SEWA/ KONTRAK MENUMPANG LAINNYA (5+6+7) (6)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1 Tapanuli Tengah 68,714 43,007 8,549 11,554 5604 25,707 11,554


2 Tapanuli Utara 57,985 38,626 5,885 8,572 4902 19,359 8,572
3 Tapanuli Selatan 64,722 47,162 7,866 5,659 4,035 17,560 5,659
4 Nias 28,093 19,790 706 5,257 2,340 8,303 5,257
5 Langkat 266,665 177,328 12978 64,480 11879 89,337 64,480
6 Karo 79,888 44,199 18,828 11,779 5082 35,689 11,779
7 Deli Serdang 414,832 266,758 52,802 64,528 30,744 148,074 64,528
8 Simalungun 206,943 138,328 15066 36,842 16707 68,615 36,842
9 Asahan 156,820 92,075 16,840 28,320 19585 64,745 28,320
10 Labuhan Batu 90,360 55,384 11,405 15,090 8481 34,976 15,090
11 Dairi 62,937 46,426 6,180 7,540 2791 16,511 7,540
12 Toba Samosir 40,255 24,460 5932 6,597 3266 15,795 6,597
13 Mandailing Natal 84,163 55,707 11880 10,456 6120 28,456 10,456
14 Nias Selatan 59,125 39,826 3,942 10,965 4,392 19,299 10,965
15 Pakpak Bharat 9,214 7,377 346 1,007 484 1,837 1,007
16 Humbang Hasundutan 40,767 29,578 2,969 5,767 2453 11,189 5,767
17 Samosir 30,736 17,863 2,419 7,458 2996 12,873 7,458
18 Serdang Begadai 134,977 83,311 10,371 25,264 16031 51,666 25,264
19 Batubara 94,230 64,135 7,714 16,232 6,149 30,095 16,232
20 Padang Lawas Utara 32,441 25,005 1,588 3,667 2,181 7,436 3,667
21 Padang Lawas 47,457 34,318 3376 5,730 4033 13,139 5,730
22 Labuhan Batu Selatan 62,629 34,385 4,690 9,931 13623 28,244 9,931
23 Labuhan Batu Utara 67,321 40,506 6,071 12,810 7,934 26,815 12,810
24 Nias Utara 27,546 20,467 807 4,361 1911 7,079 4,361
25 Nias Barat 16,030 10,350 736 2,895 2049 5,680 2,895
26 Kota Medan 447,574 223,580 91,139 81,213 51642 223,994 81,213
27 Kota Pematang Siantar 48,548 28,842 10,355 6,953 2398 19,706 6,953
28 Kota Sibolga 19,535 8,351 6580 4,144 460 11,184 4,144
29 Kota Tanjung Balai 36,786 21,768 7289 6,592 1137 15,018 6,592
30 Kota Binjai 63,384 39,794 8,033 10,337 5,220 23,590 10,337
31 Kota Tebing Tinggi 37,480 22,687 6,649 6,099 2045 14,793 6,099
32 Kota Padang Sidempuan 44,064 27,008 11,167 4,584 1305 17,056 4,584
33 Kota Gunung Sitoli 25,265 18,152 1,151 4,827 1135 7,113 4,827
2,967,486 1,846,553 362,309 507,510 251114 1,120,933 507,510

Sumber: BKKBN, Jan 2017


%
NASIONAL
PMK 113/ 2014
CONTOH PENANGANAN BACKLOG RUMAH MBR DI SUMATERA UTARA MELALUI KPR FLPP
BL Milik (unit) 33 % Suply/ Th, Kebut. KAPITALISASI Nilai Tanah) Nilai
NO KABUPATEN

(1) (2) (8)


Kapasitas
(4)
5 Th
(5)
Lahan ) Ha
(6)
(Juta) )
(7)= (4) x 123 Juta
Rp juta
(8)
Konstruksi
(9)
Kebutuhan Lahan setiap
1 Tapanuli Tengah 25,707 8,483 1,697 57 208,689 37,564 98,084 tahun di seluruh Kab/ kota se
2 Tapanuli Utara 19,359 6,388 1,278 43 157,156 28,288 73,863 provinsi SUMUT untuk
3
4
Tapanuli Selatan
Nias
17,560
8,303
5,795
2,740
1,159
548
39
18
142,552
67,404
25,659
12,133
66,999
31,680
perumahan MBR PP 64/ 2016
5 Langkat 89,337 29,481 5,896 197 725,238 130,543 340,862 (0,5 Ha sampai > 5,0 Ha)
6 Karo 35,689 11,777 2,355 79 289,723 52,150 136,170
7 Deli Serdang 148,074 48,864 9,773 326 1,202,065 216,372 564,970
8 Simalungun 68,615 22,643 4,529 151 557,017 100,263 261,798
9 Asahan 64,745 21,366 4,273 142 525,600 94,608 247,032
10 Labuhan Batu 34,976 11,542 2,308 77 283,935 51,108 133,450
11 Dairi 16,511 5,449 1,090 36 134,036 24,127 62,997
12 Toba Samosir 15,795 5,212 1,042 35 128,224 23,080 60,265
13 Mandailing Natal 28,456 9,390 1,878 63 231,006 41,581 108,573
14 Nias Selatan 19,299 6,369 1,274 42 156,669 28,200 73,635
15 Pakpak Bharat 1,837 606 121 4 14,913 2,684 7,009
16 Humbang Hasundutan 11,189 3,692 738 25 90,832 16,350 42,691
17 Samosir 12,873 4,248 850 28 104,503 18,811 49,116
18 Serdang Begadai 51,666 17,050 3,410 114 419,425 75,496 197,130
19 Batubara 30,095 9,931 1,986 66 244,311 43,976 114,826
20 Padang Lawas Utara 7,436 2,454 491 16 60,365 10,866 28,372
21 Padang Lawas 13,139 4,336 867 29 106,662 19,199 50,131 Luas Kaveling (m2) 120
22 Labuhan Batu Selatan 28,244 9,321 1,864 62 229,285 41,271 107,764 Ls Tanah Mentah (m2), KDB 60 % 200
23 Labuhan Batu Utara 26,815 8,849 1,770 59 217,684 39,183 102,312
24 Nias Utara 7,079 2,336 467 16 57,467 10,344 27,010
Harga Tnh Mentah 18 % 22,140,000
25 Nias Barat 5,680 1,874 375 12 46,110 8,300 21,672 Harga Tnh mentah/m2 110,700
26 Kota Medan 223,994 73,918 14,784 493 1,818,383 327,309 854,640 Harga Kav/m2 184,500
27 Kota Pematang Siantar 19,706 6,503 1,301 43 159,973 28,795 75,187 Harga Kaveling 22,140,000
28 Kota Sibolga 11,184 3,691 738 25 90,792 16,343 42,672
29 Kota Tanjung Balai 15,018 4,956 991 33 121,916 21,945 57,301
30 Kota Binjai 23,590 7,785 1,557 52 191,504 34,471 90,007
31 Kota Tebing Tinggi 14,793 4,882 976 33 120,090 21,616 56,442 harga bangunan 47 % 57,810,000
32 Kota Padang Sidempuan 17,056 5,628 1,126 38 138,461 24,923 65,076
PSU + izin 21 % 25,830,000
33 Kota Gunung Sitoli 7,113 2,347 469 16 57,743 10,394 27,139
SUMATERA UTARA 1,120,933 369,908 73,982 2,466 9,099,734 1,637,952 4,276,875
Operasional + Tax 14 % 17,220,000
) Luas Kaveling 120 m2, KDB 80 % --> Luas Tanah Mentah 200 m2 100,860,000
) PMK 113/ 2014, Harga Jual RST FLPP Tahun 2017 Rp. 123 Juta/ Unit HJ Rumah 123,000,000
) Perhitungan REI, Nilai Tanah 18 % HJ dan Nilai Bangunan 47 % Harga Jual