Anda di halaman 1dari 32

GANGGUAN MENTAL DAN

P E R I L A K U A K I B AT
PENGGUNAAN STIMULAN
DAN GEJALA PSIKOTIK
CAMPURAN

ANGELINA M. A. K. MAKIN
HENOK NUGRAHAWANTO
STEVEN LEONARDO

PEMBIMBING : DR. CARLAMIA H. LUSIKOOY,


IDENTITAS PASIEN
Nama (inisial) : Tn. TUS
Tempat & tanggal lahir : Jakarta, 17 Maret 1979
Usia : 38 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Suku Bangsa : Indonesia
Agama : Kristen
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Status Perkawinan : Menikah
Alamat : Jembatan 5 Jakarta Barat
RIWAYAT PSIKIATRIK

Diambil melalui :
Autoanamnesis pada tanggal 04 Mei 2017 pukul 10.00 WIB
di ruang MPE RSKO
Alloanamnesis ke keluarga pasien pada tanggal 08 Mei 2017
pukul 12.00 WIB di ruang MPE RSKO
KELUHAN UTAMA

Pasien mengancam keluarga dengan cara


menodongkan pisau
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Satu minggu yang lalu istri
14 April 2017. Pasien Pasien sudah menjalani pasien datang menjenguk
perawatan di bagian detoks pasien, menurutnya pasien
datang ke RSKO dibawa
kurang lebih selama hampir 1 masih tampak bicara kacau,
oleh keluarganya, karena masih mudah marah dan
bulan. Selama dalam
pasien mengancam dan perawatan pasien merasa minta untuk pulang ke rumah
melukai keluarga dengan keadaannya semakin dengan alasan ingin
menggunakan pisau. membaik. menemani istrinya yang
sedang hamil 2 bulan.

Sejak 6 bulan lalu pasien sering


Pasien sulit tidur dan nafsu
berbicara kacau, mood pasien
makan pasien sangat meningkat Satu bulan sebelum dibawa
berubah dengan sangat cepat
sejak mulai menggunakan shabu rumah sakit, pasien menjual
dalam sehari dan juga bisa tiba-
23 tahun yang lalu. Pasien sebuah handphone, namun
tiba menyerang keluarganya
menggunakan shabu dengan
menggunakan aluminium foil
pasien sering mendengarkan pasien yakin kalau uang hasil
suara yang menyuruhnya untuk jualan tersebut adalah uang
sebanyak 5 mg. Pasien
membunuh kakak pasien, kadang palsu, sehingga pasien
menggunakannya selama setiap
suara tangisan. Suara yang
hari. Pasien lupa obat-obatan membuangnya.
didengar pasien adalah suara
terlarang lain yang digunakan.
kakek-kakek.
RIWAYAT GANGGUAN DAHULU

Gangguan psikiatrik Riwayat gangguan medik

Pasien tidak memiliki riwayat Pasien tidak memiliki riwayat


gangguan psikiatri sebelumnya. gangguan medik sebelumnya

Riwayat penggunaan zat psikoaktif Riwayat gangguan sebelumnya

Riwayat mengkonsumsi shabu sejak 23 Menurut Ibu pasien, setelah mulai


tahun sebelum masuk RS. menggunakan obat-obatan terlarang
Pasien lupa frekuensi dan jumlah shabu (shabu) perilaku pasien mulai berubah
dan alkohol yang dikonsumsinya. dan aneh.
GANGGUAN SEBELUMNYA

Tahun 1993: Pasien mulai menggunakan NAPZA berupa shabu.


Tahun 2008: Pasien ditangkap dan masuk penjara karena penggunaan shabu.
Tahun 2013: Pasien keluar dari penjara. Setelah itu pasien kembali menggunakan shabu, serta
mulai timbul perubahan-perubahan sikap dan perilaku pasien.
Tahun 2015: Pasien menikah untuk kedua kalinya.
Tahun 2016 - sekarang : Pasien mulai menunjukkan perubahan yang signifikan. Pasien sering
mencoba melukai keluarga (menodongkan pisau) kepada kakak keduanya dan
isterinya. Pasien melakukan hal tersebut karena adanya dorongan dari bisikan-
bisikan yang ia dengar.
RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI
Riwayat perkembangan fisik:
Pasien tidak tahu bagaimana kondisi ibunya saat mengandung pasien. Selama ini menurut pasien ia
tidak mengalami keterlambatan perkembangan fisik.

Riwayat perkembangan kepribadian

Masa Kanak-kanak :
Masa Remaja:
Pasien tidak tahu
Teman-teman pasien
mengenai proses
juga suka menggunakan
tumbuh kembangnya.
obat-obatan terlarang,

Riwayat pendidikan
Selama pendidikan dari SD sampai SMA, pasien sering memiliki masalah dalam mengikuti pendidikan.
Pasien sering bertengkar dengan teman-teman sekolahnya dan menggunakan shabu.
Riwayat Pekerjaan
Pasien sempat bekerja sebagai buruh pabrik di perusahaan furniture dan perakitan di Korea
Selatan selama 2 tahun namun sebagai imigran gelap, sehingga dipulangkan ke Indonesia .
Pasien mengatakan sering berpindah-pindah pekerjaan di beberapa negara (Malaysia, Taiwan, dan
Hongkong).
Pasien tidak ingat kapan dan lamanya pasien bekerja.
Saat ini pasien bekerja sebagai wiraswasta dengan usaha membuka jasa Laundry yang dikelola
istrinya.
Kehidupan beragama
Pasien beragama Kristen. Menurut Ibunya, pasien tidak pernah berdoa atau ke gereja. Namun sering
berbicara selayaknya orang yang taat beribadah.

Kehidupan sosial dan perkawinan


Dalam kehidupan sosialnya, pasien adalah seorang yang mudah bergaul. Pasien suka bermain judi
bersama teman-temannya.
Pasien sudah menikah dua kali. Pernikahan pertamanya pada saat usia 16 tahun, pasien lupa kapan
menikah dan bercerai.
Pasien memiliki satu orang anak laki-laki dari istri pertama yang berusia 20 tahun.
Pasien menikah lagi pada tahun 2015 dan kini sedang mengandung 2 bulan.
Kehidupan sosial dan perkawinan
Pasien adalah seorang yang mudah bergaul.
Pasien suka bermain judi bersama teman-temannya.
Pasien menikah 2 kali. Pernikahan dengan istri pertamanya saat pasien berumur 16 tahun, pasien
lupa kapan menikah dan bercerai.
Pasien memiliki satu orang anak laki-laki yang sekarang berumur 22 tahun dari pernikahan
pertamanya. Anak pasien tinggal bersama Ibu kandung pasien.
Pasien kemudian menikah lagi pada tahun 2015 dan istri kedua pasien sedang mengandung 2
bulan.
RIWAYAT KELUARGA
SITUASI KEHIDUPAN SOSIAL SEKARANG

Kehidupan sosial dan lingkungan pasien tidak baik.


Pasien cenderung menyerang dan melukai keluarga pasien, sehingga takut dan merasa terancam
jika pasien dipulangkan dari Rumah sakit.
Kehidupan sosial dan komunikasi pasien selama di tempat perawatan baik. Pasien
berkomunikasi dan berosialisasi secara baik dengan pasien-pasien lain di ruangan detoks.
STATUS MENTAL
A. DESKRIPSI UMUM
Penampilan Umum
Pasien seorang laki-laki berusia 38 tahun, penampilan pasien tampak sesuai dengan usianya.
Perawakan normal, kulit kuning langsat.
Berpakaian rapi
Sikap pasien santai dan menjawab pertanyaan dengan baik.

Kesadaran
Kesadaran sensorium/neurologik : Compos Mentis
Kesadaran psikiatrik : Tampak tidak terganggu
Perilaku dan Aktivitas Motorik
Sebelum wawancara : Pasien duduk tenang, sendirian dan sedang makan
Selama wawancara : Pasien duduk tidak tenang, pasien seringkali teralihkan dengan kegiatan orang disekitarnya.
Pasien juga sering bangkit berdiri dan meminta ijin untuk melakukan hal-hal tertentu seperti
mengambil makanan, membuat teh, dan mengambil minum.
Setelah wawancara : Pasien bersalaman dan mengakhiri percakapan dan tetap duduk di meja makan sambil
meminum teh.

Sikap terhadap Pemeriksa


Pasien bersikap kooperatif dalam menjawab setiap pertanyaan yang ditanyakan.

Pembicaraan
Cara berbicara : Suara keras, cenderung berpikir sebelum menjawab, bahasa dapat dipahami dan lancar.
Gangguan berbicara : Tidak ada
B. ALAM PERASAAN
a) Suasana perasaan (mood) : Hipertim
b) Afek ekspresi afektif
Arus : Sirkumstansial
Stabilisasi : Stabil
Kedalaman : Dalam batas normal
Skala diferensiasi : Tumpul
Keserasian : Serasi
Pengendalian : Kuat
Ekspresi : Wajar
Dramatisasi : Tidak ada
Empati : Tidak dirasakan
C. GANGGUAN PERSEPSI
Halusinasi : Halusinasi Auditorik
Ilusi : Tidak ada
Depersonalisasi : Tidak ada
Derealisasi : Tidak ada
D. SENSORIUM DAN KOGNITIF (FUNGSI INTELEKTUAL)
a) Taraf pendidikan : Sesuai dengan tingkat pendidikan
b) Pengetahuan umum : Cukup
c) Kecerdasan : Sesuai dengan tingkat pendidikan
d) Konsentrasi : Mudah teralih
e) Orientasi
Waktu : Baik (Pasien dapat menyebutkan hari, tanggal, bulan dan tahun saat itu
dengan benar).
Tempat : Baik (Pasien tahu tempat sekarang dimana ia berada dan dirawat).
Orang : Baik (Pasien mengetahui sedang diwawancara oleh dokter muda).
Situasi : Baik
E. PROSES PIKIR
a) Arus pikir
Produktivitas : asosiasi longgar (+)
Kontinuitas : kurang baik
Hendaya bahasa : Tidak ada
b) Isi pikir
Preokuoasi : Tidak ada
Waham : Waham curiga
Obsesi : Tidak ada
Fobia : Tidak ada
Gagasan rujukan : Tidak ada
Gagasan pengaruh : Tidak ada
F. PENGENDALIAN IMPULS
Kurang baik (pasien masih mudah marah dan mudah teralihkan ketika diwawancara)

G. DAYA NILAI
Daya nilai sosial : Baik
Uji daya nilai : Baik
Daya nilai realitas : Tidak baik

H.TILIKAN
Derajat I

I . RELIABILITAS
Kurang dapat dipercaya
PEMERIKSAAN FISIK

A. STATUS INTERNUS
Keadaan umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan Darah : 140/80 mmHg
Nadi : 100x/menit
Frekuensi pernapasan : 20x/menit
Bentuk tubuh : Altetikus
Sistem kardiovaskular : Tidak dilakukan
Sistem respiratorius : Tidak dilakukan
Sistem gastro-intestinal : Tidak dilakukan
Sistem musculo-skeletal : Tidak dilakukan
Sistem urogenital : Tidak dilakukan
B. STATUS NEUROLOGIK
Saraf kranial (I-XII) : tidak dilakukan
Tanda rangsang meningeal : tidak dilakukan
Refleks fisiologis : tidak dilakukan
Refleks patologis : tidak dilakukan
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hasil Laboratorium tanggal 14 April 2017

Urin :
Amphetamin : positif
Benzodiazepine : negatif
Coccain : negatif
Opiad : negatif
Metamfetamin : positif
THC : negatif

Kesimpulan : Hasil pemeriksaan lab ditemukan adanya penggunaan NAPZA golongan Amphetamine dan
Metamfetamin.
IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA

Pasien datang ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) pada tanggal 14 April 2017.
Pasien datang ke RSKO dibawa oleh keluarganya, karena pasien mengancam dan melukai keluarga
menggunakan pisau.
Mood pasien gampang berubah dalam sehari, mendengar bisikan yang menyuruh pasien untuk
membunuh, dan mencurigai istrinya berbicara mengenai dirinya dengan orang lain. Pasien menggunakan
shabu sejak tahun 23 tahun yang lalu. Pasien sempat dipenjara selama 2 tahun karena penggunaan
NAPZA.
Pasien mengeluh sering lupa sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga merasakan sering sakit
kepala terutama jika mengingat kejadian-kejadian masa lampau.
Pada pemeriksaan urine NAPZA ditemukan hasil positif pada amfetamin dan methamfetamin.
FORMULASI DIAGNOSTIK
dimasukkan ke dalam tidak terdapat masalah dalam
gangguan jiwa karena
tidak terdapat GAF Scale :
adanya hendaya gangguan gangguan pada hubungan rumah sebelum masuk
(disability/impairment) dan kepribadian dan kondisi medik tangga pasien rumah sakit: 11-20
penderitaan (distress) retardasi mental. umum. (istri pertama
tidak ditemukan adanya setelah masuk
pasien) yaitu
riwayat penyakit yang rumah sakit: 81-90
menyebabkan disfungsi pasien sudah
otak (F0 disingkirkan) memiliki anak
mengkonsumsi zat pada usia remaja
psikoaktif selama 23 tahun (16 tahun).
disertai perubahan perilaku
(F15) lingkungan
gejala-gejala psikotik memudahkan
(halusinasi auditorik, dan pasien untuk
waham, gangguan mood.
memenuhi kriteria mendapatkan
gangguan psikotik shabu.
campuran akibat
penggunaan stimulansia
(F15.56)
Aksis I Aksis II Aksis III Aksis IV Aksis IV
EVALUASI MULTIAKSIAL
F15.56 Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Stimulansia Lain
AKSIS I Termasuk Kafein dengan Gangguan Psikotik Campuran

AKSIS II Z 03.2 (Tidak ada diagnosis aksis II)

AKSIS III Tidak ditemukan diagnosis

AKSIS IV
Terdapat masalah dengan keluarga dan lingkungan sosial
pasien

AKSIS V GAF Sebelum masuk RS (11-20), setelah masuk RS (81-90)


DAFTAR MASALAH

1. Organobiologik : Ketergantungan shabu dengan gangguan kehilangan memori


2. Psikologi/ psikiatrik : Gejala Psikosis
3. Sosial / keluarga : Hubungan kurang baik dengan anggota keluarga
PROGNOSIS

Quo ad vitam : Dubia ad Bonam


Quo ad functionam : Dubia ad malam
Quo ad sanationam : Dubia ad malam
PENATALAKSANAAN

Rawat inap
Dengan indikasi:
Pasien dalam kondisi bicara kacau
Tindakan membahayakan diri sendiri dan orang sekitar pasien
Tidak nyambung jika diajak berbicara
Emosi pasien masih kurang terkontrol
Pasien sulit tidur.
Psikofarmaka

Haloperidol 2 x 5 mg
Psikoterapi
Melatih dan motivasi pasien untuk melakukan aktivitas atau mengurus diri sendiri dan mengarahkan
pasien ke kegiatan sesuai dengan minat dan bakatnya.

KONSELING KELUARGA
Memberikan pengertian kepada keluarga agar mengerti keadaan pasien dan selalu memberikan
dukungan pada pasien untuk sembuh.
Memberikan pengertian kepada keluarga pasien agar dapat memahami keadaan pasien sekarang ini
dan selalu memberikan dukungan kepada pasien.
TERIMA KASIH