Anda di halaman 1dari 22

Kerajinan Fungsi Hias dari Bahan Limbah

Pembuatan Lampu Hias dari Tempurung Kelapa

a
Daftar isi
Data Perusahaan
Latar
Belakang
Visi, Misi dan 7-an
Analisis SWOT Bisnis
Struktur Organisasi
Analisis Pasar
Analisis Produksi

Analisis Resiko Bisnis

Strategi Bisnis

Proyeksi Keuangan end


1. Data Perusahaan

Nama Perusahaan : Sinar Harapan Jaya


Alamat : Jl. Perwakilan No. 24 Wonogiri
Telp /E-mail : 0271 321512 / jaya@yahoo.com
Bidang Usaha : Industri Kreatif ( Furniture )
Produk Utama : Lampu Hias tempurung kelapa
Lokasi Usaha : Wonokarto Wonogiri
2. Latar Belakang
Usaha kami bergerak di bidang industri kreatif yang berfokus
pada pembuatan lampu hias menggunakan bahan baku yang ramah
lingkungan. Bahkan dari limbah seperti batok kelapa, bambu, pelepah
pisang dan rempah rempah.
Pada umumnya sudah banyak terdapat usaha di bidang
kerajinan yang berfokus pada pembuatan lampu hias. Sejauh ini
sebagian besar mereka menggunakan bahan dari kaca, plastik, kertas
dan kayu. Disitulah kami mendapatkan ide untuk membuat lampu hias
dari bahan yang ramah lingkungan yang alami bahkan bahan tersebut
tidak berfungsi lagi.
Kami akan mengubah bahan bahan yang tidak terpakai
tersebut untuk dibuat sesuatu yang mempunyai nilai jual yaitu
Lampu Hias dari Tempurung Kelapa
3. Visi, Misi dan Tujuan
Visi
Menjadikan usaha yang memberikan kualitas yang terbaik di
bidang lampu hias dan mengajak masyarakat agar lebih
peka terhadap pengelolaan limbah yang ada di lingkungan
sekitar

Misi
Menghasilkan sebuah kerajinan tangan lampu hias yang penuh
dengan kreatifitas sekaligus mampu mengurangi limbah dan
menciptakan produk yang lebih ramah lingkungan, serta
memiliki daya jual bagi perusahaan dan daya guna yang
tinggi bagi konsumen
3. Visi, Misi dan Tujuan
Tujuan
1. Memenuhi kebutuhan pasar
2. Mengurangi Limbah
3. Menarik minat daya beli konsumen
4. Menciptakan Lapangan kerja baru dan mengurangi tingkat
pengangguran
5. Meningkatkan nilai jual suatu barang.
6. Menciptakan dan meningkatkan kreatifitas
4. Analisis SWOT Bisnis

Strenght ( Kekuatan )
1.Bahan Baku mudah didapat atau memanfaatkan limbah
2.Bahan baku ramah lingkungan
3.Harga terjangkau
4.Tenaga Kerja mudah didapat

Weakness ( Kelemahan )
1.Penguasaan teknologi pada pengolahan batok kelapa
belum memadai
2.Belum tersedianya modal usaha

menu
4. Analisis SWOT Bisnis
Opportunity ( Kesempatan )
1.Meningkatnya jumlah hunian akan meningkatkan
permintaan terhadap lampu hias.
2.Produk selain hiasan juga penerangan
3.Pasar masih luas
4.Belum adanya pesaing usaha kerajinan yang
menggunakan bahan limbah dari batok kelapa.

Threat ( Ancaman )
1.Banyak pesaing yang begerak di bidang lampu hias
2.Pandangan masyarakat yang menganggap lampu hias
adalah barang mewah dan mahal harganya
3.Pesaing yang mungkin meniru dengan bahan yang
sama

menu
5. Struktur Organisasi
Sumber daya Manusia ( SDM ) yang dipersiapkan terdiri dari enam
orang pendiri yang mempunyai tugas masing masing sebagai
berikut :
Pimpinan
Nazila Safira

Bag. Produksi Bag. Pemasaran Bag. Administrasi


Awaluddin H Suratman HS Beby Margareta
Ayuh Thuing2 Cinta Cintata Panji Asmara

menu
6. Analisis Pasar
4 P ( Product, Price, Place and Promotion )
Product : Lampu Hias dengan bahan baku tempurung kelapa.
Price : Berkisar Rp. 60.000,00
Place : Tempat penjualan bersamaan dengan tempat produksi
Promotion : Selain offline kami juga melakukan promosi
menggunakan
media internet ( online )
Analisis Kompetitor
Kami memanfaatkan celah yang ada, dikarenakan belum
banyak kompetitor atau pesaing yang memanfaatkan
tempurung kelapa sebagai bahan baku pembuatan lampu hias
sebagai hiasan.

menu
7. Analisis Produksi
Bahan yang digunakan :
Tempurung Kelapa, pelepah pisang, bambu, rempah rempah, bumbu
dapur ( cengkeh, kayu manis, wijen dll ), rumput kering dan karton.

Alat yang dipakai


Gunting, cutter, lem, pengaris, pensil, penghapus,
ampelas dan vernis.
Proses Produksi
1.Penyediaan Alat dan Bahan
2.Pembuatan dan pemotongan pola
3.Pembuatan tiang lampu
4.Pembuatan rangkaian listrik
5.Penggabungan kerangka dengan tiang
6.Pengiasan lampu
menu
8. Analisis Resiko Bisnis
Dampak POSITIF
Dampak positif yang ada diantaranya dapat mengurangi limbah.
Membuka usaha lapangan kerja bagi masyarakat sekitar
Mengurangi jumlah pengangguran
Bahan baku ramah lingkungan
Meningkatkan nilai jual barang dan kreatifitas.

Dampak NEGATIF
Kemungkinan sulitnya mempromosikan produk dibuat dari
bahan baku yang berbeda pada umumnya sehingga
belum banyak yang mengetahui produk kami.

menu
9. Strategi Bisnis
Kami menggunakan berbagai macam strategi agar menarik minat
konsumen, diantaranya sebagai berikut :
a.Membuat produk dengan bahan baku yang berbeda dengan
biasanya.
b.Menetapkan harga yang terjangkau.
c.Mengadalkan keunikan produk UKM dibanding milik pesaing.

menu
10. Proyeksi Keuangan
Laporan Laba Rugi
Pendapatan :
a.Harga 1 buah lampu hias ditetapkan sebesar Rp. 60.000,00
b.Produk yang terjual selama 1 bulan berkisar 90 buah
c.Pendapatan 1 bulan berkisar Rp. 5.400.000,00
d.Gaji Karyawan 6 orang setiap produksi Rp. 100.000 = Rp. 600.000,00
Biaya Produksi
No NamaAlat Kuantitas Harga Jumlah
1 Cutter 3buah 3.500 10.500
2 Penggaris 3buah 2.000 6.000
3 Pensil 3buah 2.500 7.500
4 Penghapus 3buah 2.000 6.000
5 Gunting 3buah 3.500 10.500
Jumlah 40.000
10. Proyeksi Keuangan
Biaya Bahan Baku
No NamaBahan Kuantitas Harga Jumlah
1 BatokKelapa 100buah 100 10.000
2 PelepahPisang 100buah 200 20.000
3 KartonDupleks 35buah 1000 35.000
4 Rempahrempah 35buah 500 17.500
5 TalirantingdanBambu 100paket 1.000 100.000
6 LemdanAmpelas 10paket 10.000 100.000
7 Vernis 1kaleng 15.000 15.000
8 Lampu,kabel,stekker 100rangk. 10.000 1.000.000
Jumlah 1.297.500

Biaya lampu hias per buah Rp. 1.297.500/100 = Rp. 12.975,00


10. Proyeksi Keuangan
Laba Kotor / Laba Bruto
Laba = Penjualan Bersih Biaya Total Produksi
= Rp.5.400.000,00 ( Rp. 600.000 + Rp. 1.297.500
+ Rp. 40.000 )
= Rp.5.400.000,00 Rp. 1.937.500,00
= Rp.3.462.500,00

JadiKeuntunganlabayangdiperoleh
daripenjualanlampuhiasdalamsetiapproduksi
adalahRp.3.462.500,00
11. Break Even Point ( BEP )
BEP digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian
modal atau investasi dari suatu kegiatan usaha atau sebagai penentu
batas pengembalian modal. Produksi minimal suatu kegiatan usaha
menghasilkan produksinya agar tidak mengalami kerugian.
BEP adalah suatu keadaan dimana usaha tidak diperoleh laba
dan tidak mengalami kerugian. BEP merupakan alat analisis untuk
mengetahui batas nilai produksi atau volume produksi suatu usaha.
BEP dikatakan layak jika nilai BEP produksi lebih besar
daripada jumlah unit yang sedang di produksi saat ini dan BEP harga
harus lebih rendah daripada harga yang berlaku saat ini.
11. Break Even Point ( BEP )
BEP produksi dan BEP harga dapat dihitung menggunakan rumus
sebagai berikut :

BEPProduksi=TotalBiaya
HargaPenjualan

BEPProduksi=Rp.1.937.500,00
Rp.60.000,00
BEPProduksi=33buah

JadiuntukBEPProduksiharusberadapadajumlah

pembuatan 33buahlampuhias

11. Break Even Point ( BEP )
BEP produksi dan BEP harga dapat dihitung menggunakan rumus
sebagai berikut :

BEPHarga=TotalBiaya
TotalProduksi

BEPHarga=Rp.1.937.500,00
100
BEPHarga=Rp.19.375,00

JadiuntukBEPHargaharusjualpadahargakisaran

Rp.19.375,00

12. Penutup
Demikian proposal usaha ini kami susun dalam rangka
penambahan dana investasi dari para investor. Sekiranya rencana
kerjasama ini dapat membantu memenuhi kelengkapan data dari pihak
pihak yang memerlukannya. Khususnya bagi pemilik sebagai acuan
pengembangan bisnis dan kewirausahaan.
Kerja sama yang baik sangat kami butuhkan deni kelangsungan
hidup perusahaan kami agar lenih baik lagi dan menjaga eksistensi
perusahaan.
Berisi gambar kegiatan praktik dan hasilnya