Anda di halaman 1dari 20

Jurnal Reading

Updates On The Treatment of Pterygium


Dusan Todorovic, Tatjana Sarenac Vulovic, Suncica Sreckovic, Svetlana
Jovanovic, Katarina Janicijevic, Zeljko Todorovic
Faculty of Medical Sciences, University Of Kragujevac, Serbia

Disusun Oleh :
Lisa Sari (11.2015.297)

Pembimbing :
Dr. Margrette Paliyama F., Sp.M, M.Sc
Abstrak

Pertumbuhan
fibrovaskular
konjungtiva
pada kornea

Laki-laki,
usia tua, sinar
uv

Penatalaksana
an utama
adalah
pembedahan
Radioterapi

Terapi
adjuvant
Prosedur
Kemoterapi
graft
Introductions
Pterygion : sayap kecil
Pertumbuhan jaringan fibrovaskular
konjungtiva yang berbentuk sayap
Paling sering muncul dari daerah nasal
Sering pada orang yang terpapar sinar
UV
Eksisi Pterygium
Penatalaksanaan utama
Kombinasi dengan
anti-VEGF & graft
Tujuan untuk
membuang seluruh
bagian dari pterygium
Prosedur eksisi pterygium
ada 2 :

Setelah anestesi lokal, bagian


kepala dijepit dengan forceps
dan dipisahkan dari
permukaan kornea. Lalu sisa
pterigium digunting hingga
kira-kira 5-7mm dari limbus

Spatula disisipkan ke bagian


bawah badan pterygium.
Lalu bagian badan
pterygium ditarik dengan
forceps dan bagian kepala
dipotong dari kornea
Tujuan : untuk
membersihkan permukaan
kornea

Metode lain adalah eksisi


menggunakan laser argon
& laser excimer.
Digunakan setelah
pengangkatan pterigium
untuk memperbaik
permukaan kornea.
Terapi Irradiasi beta

adjuvant Radioterapi

Mitomycin C
Kemoterapi 5-fluorouracil
Bevacizumab
Loteprednol etabonate

Amniotic membran autograft


Prosedur
graft Conjungtival autograft
Efektif setelah
eksisi
pterygium
atau dalam
waktu 24 jam
Terapi
postoperatif
yang efektif
Irradiasi
beta
Menjadi kurang
populer karena
komplikasi
inflamasi
konjungtiva, scleral
melting, katarak &
konjungtivitis
Kemoterapi Triethylene thiophosphoramide (thiothepa)
adalah agen kemoterapi yang pertama kali
dapat digunakan.
Setelah itu ditemukan obat lain seperti
doxorubicin, steroid & anti-VEGF

Kadar VEGF pada jaringan pterygium lebih


meningkat daripada konjungtiva normal,
sehingga anti-VEGF cocok untuk pterygium
Anti VEGF yang sering digunakan adalah
mitomycin C dan 5-fluorouracil
Mitomycin C (MMC)

Senyawa antibiotik-antineoplastik alami


berasal dari Streptomyces caespitosus.
Menghambat proliferasi fibroblast dan menekan
pertumbuhan vaskular
penggunaan postoperasi berupa tetes mata
topikal.
Penggunaan intraoperatif dengan spons yang
direndam dalam 0,02% mitomycin C (dosis, 0,2
mg / ml) lalu diaplikasikan langsung pada sklera
selama
3-5 menit
Mitomycin
C (MMC) Sebagai terapi adjuvant
utama atau dengan
tambahan prosedur graft
pada konjungtiva/
membran amniotic

Resiko yang dapat terjadi:


Kerusakan sel yang
berkepanjangan & irreversibel
sehingga dapat mengakibatkan
keratopati kornik & toksik
keratokonjungtivitis

Penggunaan MMC lebih


disarankan saat
intraoperative
dibandingkan
postoperative karena dosis
penggunaan dapat
dikontrol
Analog pirimidin
Menghambat
proliferasi sel
fibroblas pada proses
inflamasi.
Sebagai terapi
adjuvant tunggal,
atau dapat
dikombinasikan
dengan prosedur
5-fluorouracil (5-FU) graft setelah
pterygium eksisi.
Bevacizumab
Recombinant humanised murine
monoclonal immunoglobulin G1
Pada intraoperative, sering
digunakan untuk melumpuhkan
neovaskularisasi pada kornea dan
konjungtiva
Dapat digunakan sendiri atau
dikombinasi dengan laser argon
Loteprednol Etabonate
Jenis kortikosteroid yang memiliki struktur unik karena dapat
menembus membran sel.
Selain itu loteprednol etabonate juga memiliki potensi yang
kuat terhadap reseptor glukokortikoid.
Tetapi saat ini tidak ada pembuktian bahwa penggunaan
loteprednol etabonate dapat menggurangi kekambuhan
pterygium.
Graft Procedures
Amniotic membrane graft
Conjungtival autograft

Keuntungan :
Mengurangi waktu operasi
Mengurangi peradangan pasca
operasi
Mengurangi tingkat kekambuhan
Membran amniotic cocok
untuk pengobatan
pterigium karena sifat
anti inflamasi, anti
scarring & anti
angiogenic
Amniotic membrane Keuntungan :
memiliki 3 lapisan waktu bedah lebih singkat
berbeda, yaitu : nyeri mata yang berkurang
Lapisan endotel pemulihan lebih cepat
Basement membran hasil kosmetik yang lebih
Avaskular stroma baik

Amniotic
Membrane
Graft
Penutupan sklera
dapat dilakukan
dengan
penutupan secara
langsung atau
dengan autograft
konjungtiva yang
biasanya diambil
dari konjungtiva
Conjungtival Autograft bulbar superior.
Conclusion

Perbandingan langsung antara studi


yang dilakukan masih sulit karena
perbedaan teknik eksisi pterigium,
durasi dan jenis terapi adjuvant yang
digunakan.
Banyak ahli bedah percaya bahwa
menggunakan mitomycin C dan teknik
autograft konjungtiva memberikan
paling memuaskan hasil.