Anda di halaman 1dari 23

REFERAT DEPRESI

RS. BHAYANGKARA TK.I RADEN SAID SUKANTO

PEMBIMBING : dr. Esther, Sp.KJ

TAMARA F.A (1102012292)


Depresi merupakan salah satu gangguan mood (mood disorder).
Depresi merupakan gangguan mental yang ditandai dengan
munculnya gejala penurunan mood, kehilangan minat terhadap
sesuatu, perasaan bersalah, gangguan tidur atau nafsu makan,
kehilangan energi, dan penurunan konsentrasi.
Epidemiologi
Insiden dan Prevalensi.

Jenis Kelamin : Perempuan dua kali lipat lebih besar dibanding laki-laki

Usia : Hampir 50% awitan diantara usia 20-50 tahun.

Status Perkawinan : Paling sering terjadi pada orang yang tidak mempunyai
hubungan interpersonal yang erat atau pada mereka yang bercerai atau
berpisah.

Faktor Sosioekonomi dan Budaya


Klasifikasi
F31 Gangguan Afektif Bipolar
F31.0 Gangguan afektif bipolar, episode hipomanik
F31.1 Gangguan afektif bipolar, episode kini manik tanpa gejala
psikotik
Klasifikasi gangguan suasana perasaan (mood/afektif)
menurut PPDGJ-III : F31.2 Gangguan afektif bipolar, episode kini manik dengan
gejala psikotik
F30 Episode Manik F31.3 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif ringan atau
sedang
F30.0 Hipomania
.30 Tanpa gejala somatik
F30.1 Mania tanpa gejala psikotik .31 Dengan gejala somatik
F31.4 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif berat tanpa
F30.2 Mania dengan gejala psikotik
gejala psikotik
F30.9 Episode Manik YTT F31.5 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif berat
dengan gejala psikotik
F31.6 Gangguan afektif bipolar, episode kini campuran
F31.7 Gangguan afektif bipolar, episode kini dalam remisi
F31.8 Gangguan afektif bipolar lainnya
F31.9 Gangguan afektif bipolar ytt
F33 Gangguan Depresif Berulang
F32 Episode Depresif F33.0 Gangguan depresif berulang, episode kini ringan
F32.0 Episode depresif ringan .00 Tanpa gejala somatik
.00 Tanpa gejala somatik .01 Dengan gejala somatik
.01 Dengan gejala somatik F33.1 Gangguan depresif berulang, episode kini sedang
F32.1 Episode depresif sedang 10 Tanpa gejala somatik
.10 Tanpa gejala somatik .11 Dengan gejala somatik
.11 Dengan gejala somatik F33.2 Gangguan depresif berulang, episode kini berat tanpa
F32.2 Episode depresif berat tanpa gejala psikotik gejala psikotik
F32.3 Episode depresif berat dengan gejala psikotik F33.3 Gangguan depresif berulang, episode kini berat
F32.8 Episode depresif lainnya dengan gejala psikotik
F32.9 Episode depresif YTT F33.4 Gangguan depresif berulang, kini dalam remisi
F33.8 Gangguan depresif berulang lainnya
F33.9 Gangguan depresif berulang YTT
F34 Gangguan Suasana Perasaan (Mood/Afektif) Menetap
F34.0 Siklotimia
F34.1 Distimia
F34.8 Gangguan suasana perasaan (mood/afektif) menetap lainnya
F34.9 Gangguan suasana perasaan (mood/afektif) menetap YTT
F38 Gangguan Suasana Perasaan (Mood/Afektif) Lainnya
F38.0 Gangguan suasana perasaan (mood/afektif) tunggal lainnya
.00 Episode afektif campuran
F38.1 Gangguan suasana perasaan (mood/afektif) berulang lainnya
.10 Gangguan depresif singkat berulang
F38.8 Gangguan suasana perasaan (mood/afektif) lainnya YDT
F39 Gangguan Suasana Perasaan (Mood/Afektif) YTT
Gejala dan Tanda Klinis
Mood yang rendah : mood yang rendah, pengalaman emosional yang buruk

Minat : Kehilangan minat pada aktivitas

Tidur : kesulitan tidur

Tenaga : Kelelahan mental atau fisik, kurangnya tidur dan nafsu makan

Rasa bersalah : Perasaan tidak berguna dan merasa bersalah

Konsentrasi : Kesulitan dalam berkonsentrasi dan mengambil keputusan

Nafsu makan/berat badan : Kehilangan nafsu makan, rasa, dan nikmat dalam makan
akan menyebabkan kehilangan berat badan

Aktivitas psikomotor : Kemunduran psikomotor spt perlambatan (melambatnya gerakan


badan, buruknya ekspresi wajah, respon pembicaraan yang lama), mutisme atau katatonik

Bunuh diri : dengan bunuh diri diharapkan semuanya akan selesai

Gejala lain : KecemasanMudah marah dan perubahan mood yang cepat


Pedoman Diagnosis

Kriteria depresi menurut PPDGJ III 8 Gejala lainnya:


a. konsentrasi dan perhatian berkurang
F32 Episode depresif
b. harga diri dan kepercayaan diri berkurang
Gejala utama (pada derajat ringan, sedang dan berat): c.gagasan tentang rasa bersalah dan tidak
Afek depresif berguna
d.pandangan masa depan yang suram dan
Kehilangan minat dan kegembiraan, dan
pesimistis
Berkurangnya energi yang menuju meningkatnya e.gagasan atau perbuatan membahayakan diri
keadaan mudah lelah (rasa lelah yang nyata sesudah
kerja sedikit saja) dan menurunnya aktivitas atau bunuh diri
f. tidur terganggu
g. nafsu makan berkurang

episode depresif dari ketiga tingkat keparahan diperlukan masa


sekurang-kurangnya 2 minggu untuk penegakkan diagnosis,
2 gejala utama
32.0 2 gejala lain
RINGAN
3 gejala utama
4 gejala lain
Tidak mampu melakukan
kegiatan
Ada waham/halusinasi
32.3
BERAT EPISODE 32.1
DENGAN
PSIKOTIK DEPRESI SEDANG

2 gejala utama
3 gejala lain
Sulit melakukan kegiatan
3 gejala utama
32.2
4 gejala lain
BERAT
Tidak mampu TANPA
melakukan kegiatan PSIKOTIK
Episode depresi berdasarkan ICD-10 1
Kriteria Umum
Gejala Lainnya
1. Episode depresi harus bertahan setidaknya 2 minggu
2. Tidak ada hypomanic atau manik gejala cukup untuk 1. Kehilangan percaya diri atau harga diri
memenuhi kriteria untuk episode hypomanic atau manik 2. Tidak masuk akal perasaan diri atau rasa
pada setiap saat dalam kehidupan individu bersalah yang berlebihan dan tidak tepat
3. Tidak disebabkan penggunaan zat psikoaktif atau 3. Berpikiran tentang kematian atau bunuh diri,
gangguan mental organik atau perilaku bunuh diri
4. Keluhan atau bukti kemampuan berkurang
Gejala Utama untuk berpikir atau berkonsentrasi, seperti
1. Perasaan depresi untuk tingkat yang pasti tidak normal bagi keraguan atau kebimbangan
individu, hadir untuk hampir sepanjang hari dan hampir 5. Pandangan masa depan yang suram dan
setiap hari, sebagian besar tidak responsif terhadap keadaan, pesimis
dan bertahan selama minimal 2 minggu 6. Gangguan tidur
2. Kehilangan minat atau kesenangan dalam aktivitas yang 7. Perubahan nafsu makan (penurunan atau
biasanya menyenangkan kenaikan) dengan perubahan berat badan yang
3. Penurunan energi atau kelelahan meningkat sesuai
F33 Gangguan depresif berulang (PPDGJ III)
Episode masing-masing rata-rata lamanya sekitar 6 bulan, akan tetapi
frekuensinya lebih jarang dibandingkan dengan gangguan bipolar.

Tanpa riwayat adanya episode tersendiri dari peninggian afek dan hiperaktivitas
yang memenuhi kriteria mania (F30.1 dan F30.2).

Pemulihan keadaan biasanya sempurna diantara episode,

Dicetuskan oleh peristiwa kehidupan yang penuh stress atau trauma mental lain

Sekurang-kurangnya 2 episode berlangsung, masing-masing min. 2minggu, dgn


sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna
EPISODE
KINI
RINGAN

EPISODE
EPISODE
KINI
KINI
DALAM
SEDANG
REMISI GANGGUAN
DEPRESIF
BERULANG

EPISODE EPISODE
KINI BERAT KINI BERAT
DENGAN TANPA
PSIKOTIK PSIKOTIK
Tabel 3. DSM-IV-TR sub tipe dan spesifikasi MDD 2,1,3
Sub tipe Spesifikasi DSM-IV-TR Kunci
Depresi melankolis Dengan gambaran Mood nonreaktif, anhedonia, kehilangan berat
melankolis badan, rasa bersalah, agitasi dan retardasi
psikomotorik, mood yang memburuk pada pagi
hari, terbangun di pagi buta

Depresi atipikal Dengan gambaran atipikal Mood reaktif, terlalu banyak tidur, makan
berlebihan, paralisis yang dibuat, sensitive pada
penolakan interpersonal

Depresi psikotik (waham) Dengan gambaran Halusinasi atau waham


psikotik
Depresi katatonik Dengan gambaran Katalepsi, katatonik, negativism, mutisme,
katatonik mannerism, echolalia, echopraxia (tidak lazim
pada klinis sehari-hari)

Depresi kronik Gambaran kronis 2 tahun atau lebih dengan kriteria MDD

Gangguan afektif musiman Musiman Onset yang seperti biasa dan kambuh pada saat
musim tertentu (biasanya musim gugur/dingin)

Depresi postpartum Postpartum Onset depresi selama 4 minggu postpartum


Diagnosis Banding

1. Bereavement (Kehilangan teman atau keluarga karena kematian)

Tabel 5. Pembeda antara bereavement dan episode depresi mayor 3


Gejala Bereavement Episode depresi
mayor
Waktu Kurang dari 2 bulan Lebih dari 2 bulan
Perasaan tidak Tidak ada Ada
berguna/tidak pantas

Ide bunuh diri Tidak ada Kebanyakan ada


Rasa bersalah, dll Tidak ada Mungkin ada
Perubahan Agitasi ringan Melambat
psikomotor
Gangguan fungsi Ringan Sedang Berat
2. Gangguan Afektif Disebabkan Karena Kondisi Medis Umum

3. Gangguan Afektif Disebabkan Karena Zat Obat yang umum disalahgunakan dan
menyebabkan
4. Gangguan Bipolar gangguan mood yang dipengaruhi zat 3
Alcohol
Amfetamin
Anxiolitik
Kokain
Zat-zat halusinogen
Hipnotik
Inhalant
Opioid
Phencycline
Sedative
PSIKOFARMAKA
Nama obat Efek samping Usia Depresi
Trisiklik Sedatif, otonomik, Pasien usia muda Agitated depression
(Amitriptyline, kardiologik relatif
Imipramine) besar

Tetrasiklik Efek otonomik dan Pasien usia lanjut Anxietas dan


(Malprotiline, kardiologik relatif insomnia yg
Mianserin) dan kecil tetapi sedatif menonjol
Atipikal (Trazodone, relatif besar
Mirtazapine)
Sedasi, otonomik, Dewasa & usia lanjut
SSRI (Fluoxetine, kardiologik sangat Retarded depression
setraline dll) minimal
-
Hipotensi ortostatik -
MAOI-Reversibel
(Moclobemide)
EFEK SAMPING
1. Sedasi : rasa mengantuk, kewaspadaan , kinerja psikomotor , kemampuan kognitif
2. Efek antikolinergik : mulut kering, retensi urin, penglihatan kabur, konstipasi, sinus
takikardi
3. Efek antiadrenergik alfa : Perubahan EKG, hipotensi
4. Efek neurotoksik : tremor halus, gelisah, agitasi, insomnia

PENGATURAN DOSIS
- Onset efek primer: sekitar 2-4 minggu
- Onset efek sekunder: sekitar 12-24 jam
- Waktu paruh : 12-48 jam
(Pemberian 1-2 x/hari)
CARA PENGGUNAAN

Mengingat profil efek sampingnya, untuk penggunaan pada


sindrom depresi ringan dan sedang yang datang berobat jalan
pada fasilitas pelayanan kesehatan umum, pemilihan obat anti-
depresi sebaiknya mengikuti urutan (step care) :
Step 1 Golongan SSRI (Sertraline, etc)
Step 2 Golongan Trisiklik (Amitriptyline, etc)
Step 3 Golongan Tetrasiklik (Maprotiline, etc)
Golongan atypical (Trazadone)
Golongan MAOI Reversible
KEGAGALAN TERAPI
Kegagalan terapi pada umumnya disebabkan:
Kepatuhan pasien menggunakan obat (compliance), yang
dapat hilang oleh karena adanya efek samping, perlu
diberikan edukasi dan informasi
Pengaturan dosis obat belum adekuat
Tidak cukup lama mempertahankan pada dosis minimal
Dalam menilai efek obat terpengaruh oleh presepsi pasien
yang tendensi negative, sehingga penilaian menjadi bias.
PSIKOTERAPI
Behaviour therapy

Membangkitkan pikiran pikiran negative/ berbahaya, dialog internal atau bicara


sendiri (self-talk), dan interpretasi terhadap kejadian kejadian yang dialami.