Anda di halaman 1dari 44

Laporan kasus

Morbili
Presentan : dr. Gusna Ridha
Pembimbing : dr. Anton Gunawan
Identitas
Nama : An. S

Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 5 tahun 6 bulan

BB : 19 kg

Alamat : Air Pelempang Jaya

Tanggal Pemeriksaan : 31 Januari 2017


Keluhan utama :
Demam

Keluhan penyerta :
Batuk berhahak

Nyeri menelan

Mata merah

Timbul bintik kemerahan dari wajah ke

seluruh tubuh.
Riwayat Perjalanan Penyakit
5 hari yang lalu anak demam naik turun sepanjang hari, tidak
sampai menggigil, keluhan seperti ini disertai dengan batuk, namun
dahak agak sulit dikeluarkan, anak mengeluh saat menelan ada nyeri
ditenggorokan dan mata agak merah namun tanpa disertai rasa gatal
maupun nyeri

Satu hari yang lalu, keluar bintik bintik merah


dan terasa agak gatal, ruam merah pertama kali muncul
pada daerah wajah dan menyebar turun ke badan, lengan
dan tungkai. Keluahan mual, muntah dan diare
disangkal..
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien belum pernah mengalami keluhan seperti ini
sebelumnya.

Pasien belum pernah mengalami keluhan seperti ini


sebelumnya.

Riwayat Pengobatan
Paracetamol syrup
Riwayat Keluarga
Kakak perempuan pasien mengalami hal yang sama
1 minggu yang lalu dan sekarang bercak merah
sudah mulai kehitaman.

Sosial Ekonomi
Ayah pasien bekerja sebagai buruh kebun dan ibu
pasien adalah ibu rumah tangga.
Riwayat Kehamilan Ibu

Perawatan antenatal : tidak pernah kontrol


kehamilan

Penyakit kehamilan : Tidak ada


Riwayat Kelahiran

Tempat kelahiran : Rumah

Penolong persalinan : Paraji

Cara persalinan : Spontan pervaginam, normal, penyulit : -

Masa gestasi : Cukup bulan (37 minggu)

Keadaan bayi :

Berat badan lahir : 2500 gram

Panjang badan lahir : -

Lingkar kepala : -

Nilai APGAR : Ibu Pasien tidak tahu (menurut ibu


Pasien saat dilahirkan pasien langsung menangis)

Kelainan bawaan : tidak ada


Riwayat Tumbuh Kembang anak

Usia 0 - 3 bulan : mengangkat kepala, menatap wajah dan


tersenyum

Usia 3 6 bulan : barbalik dari telungkup ke terlentang

Usia 6 9 bulan : duduk, merangkak

Kesan : tumbuh kembang sesuai usia


Riwayat imunisasi :

Ibu os mengatakan anaknya sudah pernah imunisasi


wajib sampai umur 9 bulan, namun lupa jenis jenis
imunisasinya.

Riwayat nutrisi :

0 6 bulan : ASI eksklusif

6 10 bulan : ASI + PASI

(bubur nasi + wortel dan cerelac)


Pemeriksaan Fisik
KU : tampak sakit ringan
Kesadaran : compos mentis
TTV :
- TD : - mmHg
- HR : 80x/menit
- Suhu : 36,5C
- RR : 16x/menit
BB : 19 Kg
Status Gizi : Baik
Pemeriksaan Fisik
Kepala : Normocephali, deformitas

Mata : Konjungtiva hiperemis +/+ , sklera ikterik -/-, refleks


cahaya +/+, pupil isokor 3mm/3mm

Telinga : MAE +/+, serumen -/-, membran timpani intak

Hidung : Septum nasi di tengah, sekret -/-,

Mulut : Mukosa oral basah, koplik spot (-),

faring hiperemis, tonsil T1 /T1

Leher : Trakea terletak di tengah,


Pemeriksaan fisik
Paru :
Inspeksi : Pengembangan dada simetris, pola napas normal,
tidak tampak kelainan

Palpasi : gerak nafas simetris kanan dan kiri

Perkusi : Sonor pada kedua lapangan paru.

Auskultasi : Vesikular +/+, Rhonki -/-, wheezing -/-


Pemeriksaan fisik
Jantung:
Inspeksi : Iktus cordis terlihat di area linea
axillaris sinistra

Perkusi : Iktus cordis teraba pada ICS V


linea axillaris sinistra

Palpasi : tidak teraba kelainan

Auskultasi : Bunyi jantung I dan II regular,


murmur - , gallop -
Pemeriksaan fisik
Abdomen :

Inspeksi : tampak datar, massa


Palpasi : supel, nyeri tekan (-) pada regio epigastrium, hepar dan
lien tidak teraba
Perkusi : timpani di seluruh kuadran abdomen
Auskultasi : Bising usus + 3-4x/menit

Kulit : tampak ruam makuloeritematous diseluruh tubuh dan kedua


ekstremitas.
Ekstremitas : akral hangat, CRT <2 detik, turgor kulit baik,
Pemeriksaan Mata : Konjungtiva hiperemis +/+

Fisik Mulut : Koplik spot (-), faring


hiperemis,

Kulit : tampak ruam


makuloeritematous diseluruh
tubuh dan kedua ekstremitas.

Ekstremitas : akral hangat,


CRT <2 detik, turgor kulit baik,
Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan
Diagnosis
Diagnosis Kerja Diagnosis Banding

Morbili Roseola infantum


Rubella
Diagnosis banding
German measles = rubella

- Tidak ada bercak koplik,


- pembesaran kelenjar di daerah suboksipital,
servikal bagian posterior, belakang telinga (-)
Diagnosis banding

Eksantema subitum / rubeola infantum

- Ruam akan muncul saat suhu badan menjadi normal.


- ruam biasanya tidak melibatkan muka,
- batuk dan konjungtivitis biasanya tidak ada.
Penatalaksanaan
Paracetamol syrup 120 mg/5ml : 3 x 1,5 cth
Vitamin A 200.000 IU hari 1,2, dan 14
GG no. IV
CTM no. IV
Vit C no. II
Mf Pulv dtd X
S 3 dd 1
Landasan Teori
Morbili
- Sinonim : Measles, rubeola, campak
- Merupakan penyakit virus yang sangat
menular terutama pada anak-anak.
- Salah satu virus RNA dari family
paramyxoviridae
- Masa inkubasi : 10 12 hari
- 3 stadium : prodromal erupsi
konvalesens
Manifestasi Klinis
Stadium prodromal
Berlangsung 3 5 hari
3C ( cough, coryza, conjungtivitis)
Kopliks spot (patognomonis)
ditemukan 1-2 hari sebelum sampai 1-2
hari sesudah timbul ruam, berupa lesi
punctate putih di daerah mukosa bukal,
tersering di daerah molar 2 bawah.
Stadium erupsi
Ruam makuloeritematosus bersifat konfluens
Dimulai dari belakang telinga menyebar
ke badan, lengan dan tungkai
Dalam 3 hari ruam sudah tersebar ke seluruh
tubuh
Ruam dapat bertahan selama 5-6 hari
Panas badan masih tetap tinggi 2 3 hari
sesudah ruam timbul
Stadium konvalesens
Panas badan mulai turun
Ruam meninggalkan bekas
hiperpigmentasi (dapat bertahan 7-14
hari)
Diagnosis banding
Diagnosis

family Family togavirus / Virus herpes tipe 6 & 7


paramyxoviridae rubella virus Ruam bila ditekan
berbentuk halo
Terapi
Pemberian cukup cairan (oral rehydration
solution, WHO)
Asupan kalori dan makanan bernutrisi
Antibiotik bila ada infeksi sekunder
Antikonvulsan bila kejang
Pemberian vitamin A
Vitamin A
WHO menganjurkan pemberian vitamin A pada anak dengan
campak yang mengalami defisiensi vitamin A, malnutrisi, dan di
negara negara berkembang.

Dosis : - 200.000 IU per hari untuk 2 hari (children)

- 100.000 IU per hari untuk 2 hari (infant) (<12 bulan)


Indikasi rawat inap
Hiperpireksia > 39 C
Dehidrasi
Kejang
Asupan oral sulit
Terdapat komplikasi
Komplikasi
Ensefalitis
Miokarditis dan perikarditis
Diare
Infeksi telinga (OMA)
Pneumonia
Pencegahan
Prognosis